
Gyuki beralih ke pertandingan selanjutnya, kemudian pria itu kembali bersuara lantang.
"Fuyumi Tika dan Hamu Myoko. Dua nama yang kupanggil silahkan maju ke depan!" Tidak berapa lama Tika dan Myoko datang secara bersamaan.
Gyuki menatap Tika dalam waktu yang cukup lama, setelah itu dia bertanya kepada Tika.
"Namamu Fuyumi Tika, bukan?" Tanya Gyuki sembari mengelus dagunya.
Tika mengangguk lirih dan menaikan alisnya menatap tajam Gyuki.
"Paman siapa?" Tika memiringkan kepalanya terlihat bingung. Gyuki tersenyum lembut kepada Tika.
"Untuk saat ini, lebih baik kamu tidak perlu mengetahuinya. Kamu tumbuh dengan baik." Gyuki batuk pelan setelah mengatakan hal yang membuat Tika semakin kebingungan.
"Baiklah, kalian berdua ambil jarak..." Gyuki berkata dengan sangat lembut. Setelah itu Tika dan Myoko mengambil jarak.
Tika membatin lirih dalam hatinya, "Kenapa aku tidak takut padanya, padahal aku sangat membenci laki-laki..." Kebanyakan pendekar perempuan dari Klan Fuyumi sangat membenci seorang laki-laki. Bahkan kebencian mereka kepada laki-laki semakin membesar ketika Klan Kagutsuchi telah musnah.
Banyak pendekar perempuan dari Klan Fuyumi menikah dengan pendekar laki-laki dari Klan Kagutsuchi. Sebuah ikatan yang sulit diputuskan, bahkan Azai dan Oichi sudah menjalin hubungan yang lebih dalam, dan kini Oichi telah mengandung buah hati Azai di dalam rahimnya yang masih berumur dua minggu di dalam kandungannya itu.
"Dengan ini pertandingan kelima babak 32 besar Turnamen Harimau Kai, antara Fuyumi Tika dari Klan Fuyumi melawan Hamu Myoko dari Perguruan Api Abadi, dimulai!" Gyuki memulai aba-aba pertandingan kelima babak 32 besar Turnamen Harimau Kai.
Tika memulai serangan terlebih dahulu, gadis manis kembar itu merasa bersemangat setelah berbicara dengan Gyuki. Entah kenapa hatinya berbunga-bunga mengingat Gyuki yang berbicara padanya.
"Teknik Kipas Air Pertama : Hembusan Air Terjun Mengalir."
Sejak awal pertandingan Tika langsung mengeluarkan jurus dari kipas kesayangannya. Sebuah air deras yang mengarah ke arah Myoko dan mengalir di udara itu membuat penonton berdecak kagum.
Myoko menarik pedangnya dan membelah air yang dilancarkan oleh Tika. Air yang terbelah membeku ketika Tika menggunakan kekuatan elemen es miliknya, namun serangan itu dapat kembali dimentahkan oleh Myoko yang mengeluarkan aura tubuhnya berwarna merah dan memanipulasinya menjadi api.
"Tebasan Api Membara!"
__ADS_1
Pedang Myoko bercahaya berwarna merah dan bilahnya membara karena api, ayunan pedangnya berhasil memotong seluruh es yang hendak menghimpit tubuhnya, kemudian Myoko menebaskan pedangnya dari jauh menciptakan sebuah tebasan api yang membara di udara dan melesat cepat ke arah Tika.
Pertandingan sengit terjadi, Tika mundur beberapa langkah ke belakang sambil menjentikkan jarinya menciptakan sebuah pelindung air yang melindungi tubuh Tika.
"Teknik Pelindung Pertama : Pelindung Bulan Purnama."
Benturan api dan air terjadi, pertahanan Tika lebih kuat dari serangan Myoko. Tidak berapa lama Tika melakukan serangan kembali pada Myoko. Kali ini serangannya dia lakukan dengan melakukan gerakan tipuan.
"Teknik Kipas Air Kedua : Aliran Air Musim Dingin."
Tika tersenyum tipis ketika melihat wajah serius Myoko. Serangannya kali ini membuat Myoku sangat terkejut karena air padat berbentuk tebasan yang melesat di udara berubah menjadi air yang mengalir.
Perubahan yang terjadi sangat cepat itu sulit untuk diantisipasi oleh Myoko. Air yang melayang di udara itu mengeluarkan hawa dingin dan membeku ketika semakin dekat dengan tubuh Myoko.
"Putaran Api Abadi!"
Myoko dengan cepat memutarkan tubuhnya, walau berhasil menghalau es yang tajam melesat ke arah dirinya tetapi pecahan es yang lainnya mengenai tubuh Myoko.
"Aku tidak diuntungkan jika terus bertarung dalam posisi seperti ini." Tika membatin dalam hatinya dan matanya menatap tajam ayunan pedang Myoko.
"Sepertinya dia menyadari jika dirinya telah terdesak oleh seranganku," batin Myoko sambil melihat raut wajah Tika yang berbeda.
Tebasan pedangnya mampu membuat Tika mengalami luka sayatan-sayatan kecil di tubuhnya yang mulus itu. Kali ini Myoko memutarkan tubuhnya menciptakan pusaran api.
Tika membuat pelindung air untuk menahan serangan Myoko. Setelah itu raut wajahnya terlihat tersenyum sumringah karena dia telah menyiapkan serangan kejutan.
Kipas air milik Tika bercahaya berwarna biru muda, tidak berapa lama tangan Tika gemetar ketika memegangnya. Dalam hati kecilnya, Tika membatin lirih. "Saatnya serangan kemenangan dariku..."
Tika memainkan kipasnya sembari menjauh dari Myoko. Ketika menjauh, dia juga mengibaskan kipasnya dari jauh dan menciptakan pusaran air yang memutar di sekeliling tubuh Myoko.
Penonton terkejut melihatnya, bahkan Myoko sendiri langsung menoleh ke kiri dan kanannya. Terlihat jika Tika hanya menghindari tebasan pedangnya sambil memutari tubuhnya untuk serangan yang dia lancarkan kali ini.
__ADS_1
Pusaran air yang mengelilingi tubuh Myoko mengeluarkan hujan jarum es yang membuat gadis itu kesulitan untuk bergerak bebas di tengah lapangan.
Tika tersenyum tipis dan kembali menjentikkan jarinya. "Himpitan Empat Penjuru." Pusaran air yang masih berputar berubah menjadi ombak air yang mengarah ke arah Myoko. "Genggaman Tangan Pembeku!"
Myoko merapatkan giginya ketika pusaran air yang membuatnya terdesak itu justru berubah menjadi sebuah tangan yang terbentuk dari air dan menggenggam erat tubuhnya.
Tika tidak mengubahnya menjadi es sepenuhnya, hanya saja dia membiarkan Myoko merasakan sensasi dingin yang luar biasa. Api keluar dari tubuh Myoko tetapi langsung padam karena teknik Tika yang mampu membuatnya tak berkutik sedikitpun.
Air yang dingin itu membuat api serangan Myoko tidak menjadi penghalang apapun. Tika tersenyum tipis melihat lawannya telah terdesak oleh serangannya.
Tubuh Myoko menggigil hebat dan tidak berapa lama mulutnya terbuka. "A ... oh, dingin sekali..." Tika sebenarnya tidak tega melihatnya, tetapi sekarang dia tidak boleh lengah sedikitpun.
"Aku ... menyerah!" Myoko berteriak karena tubuhnya sudah sangat kedinginan. Seluruh pakaiannya basah kuyup memperlihatkan lekuk tubuhnya. Wajah Myoko merah padam dan menatap tajam Tika.
Myoko dan Tika saling menatap tajam satu sama lain, sedangkan Gyuki masih mengamati kedua peserta yang sudah terlihat jelas pemenangnya. Selang dua menitan, Myoko menatap Tika lebih tajam dari sebelumnya.
"Dasar mesum," desis Myoko sembari berjalan dengan cepat menuju ruang perawatan yang ada di Arena Lingkaran Harimau.
"Kenapa aku kalah sekonyol ini!" Myoko membatin kesal. Langkah kakinya terus berjalan memasuki sebuah lorong menuju ruang perawatan, di ujung lorong dia melihat Agata Kata, Agata Uritaka, Agata Izawa dan Agata Kizawa sedang berbincang dengan anggota Sepuluh Tetua Kai yang bernama Kuro. Bahkan di sana juga terlihat tiga orang dari Klan Iwata ikut berbincang bersama yang lainnya.
Myoko hanya melihat sekilas dan berjalan berlalu begitu saja melewati mereka. Dalam hatinya dia masih berdecak kesal karena tatapan laki-laki yang mesum menatap pakaiannya yang basah kuyup membuatnya menjadi risih.
Sedangkan di tengah lapangan Arena Lingkaran Harimau terlihat wajah Tika merah padam, apalagi tepukan tangan penonton membuatnya semakin merasa malu.
"Dikarenakan Hamu Myoko dari Perguruan Api Abadi menyerah, maka pemenangnya adalah Fuyumi Tika dari Klan Fuyumi!" Gyuki mengakhiri pertandingan dan menatap Tika yang tersipu malu.
"Selamat telah memenangkan pertandingan ini. Kembali ke bangku penonton jangan diam bengong saja." Gyuki menegur Tika dan hanya dibalas senyuman lembut oleh gadis kembar manis tersebut.
Tika sangat gembira karena berhasil lolos ke babak 16 besar tetapi dia juga sangat malu karena telah menggunakan tekniknya yang membuat pakaian Myoko basah kuyup.
"Tapi dia juga salah, lagipula dia memakai pakaian yang terbuka!" Tika membatin dan berdecak kesal mengingat Myoko.
__ADS_1