
Api membakar lubang perut Nagato. Dan dia Berusaha untuk tetap berdiri walau menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Bocah, apa kau tidak berniat meminta bantuan kepadaku lagi seperti saat itu?" tanya Shinigami yang muncul di alam bawah sadarnya.
Nagato memejamkan matanya tetapi dipikrannya muncul wajah dua sosok perempuan yang tak asing baginya.
"Litha... Iris.... " guman Nagato lirih.
Kemudian dia memaksakan tubuhnya untuk membuka matanya dan menatap Shinigami yang berdiri dihadapannya.
"Aku ingin kekuatan! Aku ingin kekuatan yang dapat membuatku bertarung melawan sialan itu!" ungkap Nagato pelan tetapi suaranya terdengar seperti memerintah Shinigami dihadapannya.
Shingami tidak menjawab pertanyaan Nagato, dia hanya menjetikkan jarinya dengan keras hingga sesuatu yang tertidur didalam tubuh Nagato terbangun.
"Bagaimana perasaanmu setelah mendapatkan kembali sosok kebencianmu yang sesungguhnya?" tanya Shinigami melihat Nagato yang bangkit berdiri perlahan - lahan.
Nagato tersenyum sinis sambil menyentuh rambutnya.
"Kebencian ini membuatku merasa lebih hidup." jawab Nagato singkat sambil berjalan kearah cahaya yang terang benderang, Nagato memasuki cahaya tersebut di sana ada sosok Magma yang berdiri menatap dirinya.
Badan Nagato dikelilingi sebuah segel hitam, yang membuat aura hitam pekat ditubuhnya dapat ditekan walau ada aura yang memaksa keluar dari tubuh Nagato.
Shinigami tersenyum, karena dia berhasil memanipulasi pikiran Nagato.
__ADS_1
"Kekuatan penghancur yang luar biasa ini, apa kau menyukainya, bocah?" tanya Shinigami pada Nagato yang telah mendapatkan kembali serpihan bagian dirinya yang dipenuhi kebencian.
Nagato mengambil pedangnya dan menatap dingin Magma.
"Ya, kekuatan ini sangat luar biasa." jawab Nagato sambil melangkahkan kakinya pelan.
"Sirih!" hati Nagato mengambil nafas panjang dalam satu tarikan nafasnya.
Berbeda dari yang biasanya, kini ketika Nagato mengolah pernafasan aura hitam pekat yang tersegel dibadannya keluar, membuat seluruh makhluk hidup disekitarnya mati, bahkan membuat Magma menjaga jarak dengan Nagato.
Nagato mendesis dan menghilang dalam pandangan Magma. Kecepatan langkah kaki Nagato sekarang lebih cepat, bahkan dia sekarang bisa sesuka hati mengayunkan pedangnya.
Api dan magma yang saling berbenturan, membuat hutan yang ada di alam bawah sadar Nagato terbakar hebat.
"Putaran Jarum Api!" teriak Nagato sambil mengayunkan pedangnya mengincar kepala Magma. Api padat yang melapisi bilah pedang Nagato, berkobar membara ketika ayunan pedangnya ditangkis tangan Magma yang dilapisi magma.
Waktu terus berjalan, hari demi hari telah berlalu, dan Nagato belum mampu mengalahkan Magma, dalam pertarungan ilusi yang dibuat oleh Shinigami di alam bawah sadarnya, tetapi pertarungan ini membuat Nagato berkembang pesat, walau tidak ada satupun tebasan pedang Nagato yang melukai tubuh Magma.
"Sekuat inikah pengguna air suci?" Nagato menghela nafas panjang, setelah melewati pertarungan yang panjang di alam bawah sadarnya.
Sejauh yang Nagato ketahui, kekuatan apinya tidak bisa mengalahkan magma, apalagi jika dia berhadapan dengan Petinggi Disaster yang lain akan sulit baginya untuk mengalahkan mereka.
Situasi yang dialami Nagato sekarang membuat dirinya menyadari sesuatu, jika berhadapan dengan kekuatan mutlak dia juga harus mempertaruhkan kehidupannya.
__ADS_1
"Jika aku bisa membalaskan dendam kedua orang tuaku, aku akan memberikan segalanya, walau yang kau minta nyawaku, maka akan kuberikan." Nagato melirik Shinigami yang menonton pertarungannya di belakang.
Shinigami tersenyum mendengar perkataan Nagato, kemudian dia menjetikkan jarinya untuk memperlihatkan sosok yang paling dibenci oleh Nagato.
Perlahan segel hitam yang mengelilingi seluruh badan Nagato semakin terlihat, hingga membuat tubuh Nagato mengeluarkan aura hitam pekat yang merembes keluar dari pori - pori tubuhnya.
Sosok dihadapan Nagato membuatnya tenggelam dalam kemarahan.
"Kazan!" teriak Nagato menatap dingin sosok pria berbadan besar dengan wajah yang garang itu.
Nagato mengolah pernafasan dan menyerang Kazan dengan membabi buta, karena melihat wajahnya saja membuat emosi Nagato meledak.
Nagato menggigit bibirnya, dia kesal karena aura hitam miliknya tidak membuat Kazan dan Magma mati, seperti yang terjadi pada tumbuhan disekitarnya dan hewan - hewan yang berlari karena pertarungan mereka.
"Sirih." hati Nagato menarik nafas panjang sambil melakukan serangan bertubi - tubi kearah Kazan dan Magma.
Dalam dunia alam bawah sadarnya, Nagato belum menyadari kedua sosok dihadapannya adalah sebuah ilusi. Nagato yang terus bertarung tanpa henti melawan dua sosok ilusi itu membuat tubuhnya terasa letih.
Serangan demi serangan yang dia lesatkan, mulai tidak berdampak sedikitpun kepada Kazan dan Magma, bahkan dia juga sudah menggunakan kekuatan terlarang milik Shinigami.
Pada akhirnya Nagato sadar jika kekuatan yang dia miliki ini hanyalah sebuah ilusi, sehingga dia memilih untuk menenangkan dirinya.
"Bocah tengik, apa yang akan kau lakukan?" tanya Shinigami menatap dingin Nagato, karena melihat Nagato hendak menusuk jantung sendiri.
__ADS_1
Nagato tersenyum sinis dengan kedua tangannya yang menggengam erat pedangnya yang dia arahkan pada jantungnya, pedang hitamnya menusuk kulitnya, menembus jantungnya, dalam sekejap mata Nagato gelap tidak bisa melihat apapun.
Untuk pertama kalinya Shinigami berdecak kesal, melihat Nagato yang berhasil mengontrol kebenciannya. Walau diam tetapi Shinigami menjadi semakin tertarik dengan Nagato.