Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 259 — Pedang Tanah, Budou.


__ADS_3

“Sepertinya bagian Tsumasaki telah selesai. Kalau begitu, sekarang giliranku untuk menunjukkan kekuatanku!” Budou melepaskan kekuatan pedangnya. Bilah pedang yang berwarna coklat itu mengeras. Ujung tidak tajam melainkan seperti tongkat, itulah bentuk Senjata Kuno Tipe Pusaka : Pedang Tanah milik Budou.


Dengan kekuatan bawaan sedari lahir adalah petir. Budou termasuk orang yang berbakat karena menguasai dua elemen yaitu api dan petir, ditambah dengan Pedang Tanah yang memilihnya menjadi penggunanya. Elemen yang bisa dikuasai Budou yakni tiga elemen.


“Apa-apaan pedangmu ini?” Kagemune tertawa mengejek melihat pedang Budou yang menurutnya tidak tajam. Bahkan dimatanya pedang Budou terlihat seperti tongkat dibandingkan pedang.


Dua pedang besar berbenturan dengan pedang Budou. Mata Budou menatap tajam Kagemune yang meremehkan dirinya.


“Jurus Pedang Tanah : Hantaman Petir!”


Budou mengayunkan pedangnya dengan cara seperti orang yang memukul. Kagemune yang meremehkan Budou menangkis ayunan pedangnya dengan mudah. Namun setelah pedangnya keduanya bersentuhan. Petir menggelegar dan membentuk tebasan pedang yang bercampur dengan petir.


“Apa?!” Kagemune mengernyitkan dahinya dan melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar. Tubuhnya tersungkur ke tanah dan bersimbah darah.


“Sial! Pedangmu itu! Apakah pedangmu itu, Senjata Kuno, Budou?!” Kedua mata Kagemune menatap Budou yang berjalan menghampirinya. Perlahan dia berdiri sembari menyeka darah yang ada di pipinya.


“Apa kau baru menyadarinya? Dasar manusia bodoh!” Hanya umurnya saja yang tua, dan tubuhnya yang dewasa. Namun kelakuan Budou seperti kekanak-kanakan walau dirinya tak lain adalah seorang jendral dari Kekaisaran Kai.


Kagemune melepaskan aura tubuhnya yang berwarna hitam pekat dan membentuknya menjadi bayangan elang dan harimau. Kagemune mengarahkan elang beserta harimau yang terbentuk dari aura tubuhnya untuk menyerang Budou.


“Serang dia!” Dengan senyuman sinis yang menghiasi wajahnya. Kagemune bergerak mengikuti elang dan harimau dari belakang. Kedua pedang besar yang dia genggam di kedua tangannya terus berayun menciptakan serangan jarak jauh.


“Tidak buruk juga...” Budou tersenyum tipis ketika melihat puluhan tebasan berwarna hitam pekat yang membentuk sabit melesat ke arahnya. Bahkan dia terlihat tidak kagum dan tidak peduli sama sekali dengan tindakan Kagemune.


“Jurus Pedang Tanah : Pembelah Daratan Hijau!”


Budou menancapkan pedangnya dengan sekuat tenaga. Kekuatan yang dialiri tenaga dalam dan aura tubuhnya membuat tanah terbelah. Kilatan petir menyambar dan menghabisi elang beserta harimau yang hendak menerkam tubuhnya.


Kaki Kagemune terjatuh ke dalam lubang serangan Budou. Wajah Kagemune terlihat merah karena amarah. Dengan sekuat tenaga dia kembali berpijak di tanah yang datar dan tidak berlubang.

__ADS_1


“Sialan orang ini!” Kagemune mengumpat dalam hatinya melihat Budou. Wajah yang begitu meremehkan dirinya itu membuat Kagemune murka.


“Sepertinya dia akan mengamuk...” Budou menggumam sambil memainkan pedangnya untuk menangkis tebasan agresif Kagemune.


Budou dan Kagemune bertukar serangan. Mereka berdua berpindah-pindah tempat ketika selesai menebaskan pedangnya. Serangan dari Kagemune membuat Budou menggelengkan kepalanya.


“Hanya segini?” Budou memukul perut Kagemune seperti dia memegang tongkat dan memukul bola. Perut Kagemune remuk. Terdengar suara tulang patah.


“Argh!” Kagemune melepaskan dua pedang besar yang dia genggam. Tak lama tubuhnya ambruk ke tanah ketika serpihan tanah yang menempel di perutnya berubah menjadi kilatan tebasan petir.


Budou menyarungkan pedangnya secara perlahan, “Matilah, dasar jelata lemah!” Dengan mata yang sinis. Budou menatap Kagemune yang kehilangan nyawanya karena tebasan pedangnya.


Kemudian Budou menyerang prajurit militer Kekaisaran Rakuza membantu Tsumasaki. Semangat bertempur prajurit militer Kekaisaran Kai bertambah. Teriakan mereka menggema.


Tak butuh waktu lama bagi Tsumasaki dan Budou menghabisi prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang mencapai ratusan oranh itu. Sambil membawa ratusan prajurit militer Kekaisaran Kai yang tersisa. Tsumasaki dan Budou bergerak ke arah Hawk karena merasa ada gertaran tanah dari arah hutan yang jaraknya lumayan jauh dari Ibukota Daifuzen.


“Mungkin seratus orang sudah kami bunuh...” Hawk menunjukkan tumpukan mayat untuk mengintimidasi bala bantuan prajurit militer Kekaisaran Rakuza.


“Lihat, disana, Budou. Jumlah mereka mungkin berkisar dari lima ribu sampai tujuh ribu prajurit...” Hawk mengertakkan giginya dan memadatkan angin menjadi pedang, “Kita kalah jumlah!”


“Aku rasa aku akan mengorbankan diriku untuk membunuh ribuan orang itu!” Tak dapat dipercaya. Orang seperti Budou mengatakan hal tersebut.


“Jangan berbicara seperti itu, Budou. Kau harus menangkap pamanmu yang membunuh kedua orang tuamu. Parlemen Pengadilan Kai telah musnah. Jika kita berhasil memenangkan pertempuran ini. Walau sendiri tidak percaya Kaisar Genki adalah keturunan Yamata...” Tsumasaki menatap lautan musuh yang masih berada di kejauhan.


“Mereka telah mati. Kaisar Genki dan Zen. Seharusnya rakyat sadar konspirasi yang dilakukan orang-orang dari Yamata, tetapi rakyat lebih memilih dan percaya dengan kata-kata. Maka mereka percaya dengan mudahnya...” Hawk tersenyum kecut sebelum melanjutkan perkataannya, “Memberi ratusan keping emas pada penduduk yang tidak mampu. Cara yang cerdik agar dunia mengenalmu menjadi orang baik. Itulah cara Hizen menjatuhkan guruku saat dia masih muda. Tidak ada yang lebih kurang ajar dari manusia seperti itu!”


Tsumasaki tertawa mendengar perkataan Hawk. Kemudian dia melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar ketika matanya bisa melihat ribuan panah mengarah ke dirinya bersama bawahannya.


“Jangan meremehkanku!” Tsumasaki menggunakan kekuatan Cincin Api dan membentuk pelindung api yang membara. Ribuan panas-panag tersebut terbakar hingga lenyap tak bersisa.

__ADS_1


“Kebodohan di masa lalu jangan sampai terulang lagi. Pertempuran ini membuat pendekar dari kubu timur dan kubu barat bersatu kecuali Klan Kuromachi dan Klan Muromachi. Pendekar dari Ikatan Darah Tunggal, Pedang Naga Sakti dan Perguruan Api Abadi juga banyak yang pulang ke Kota Mikazuchi.” Tsumasaki merapatkan giginya. Kemudian dia mengertakkan giginya hingga berbunyi.


“Rasanya penyerangan ini sudah terencana! Saat kita ingin menguak kebenaran jalur perdagangan manusia. Justru dua orang kurang ajar itu membiarkan negerinya dimasuki orang asing!” Tsumasaki menambahkan.


“Bentuk formasi pertahanan!” Budou berteriak dan memimpin pasukannya untuk membentuk formasi pertahanan.


Tsumasaki bergerak terlebih dahulu untuk melampiaskan kemarahannya pada prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang datang dengan jumlah besar.


“Jurus Pedang Tanah : Gemuruh Petir Membelah Daratan!”


Budou memulai serangan pembuka untuk mengurangi pihak prajurit militer Kekaisaran Rakuza. Tanah terbelah menelan ratusan prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan petir menyambar tubuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang datang dengan penuh semangat bertempur itu.


“Budou! Serangan pembuka yang bagus!” Tsumasaki berlari dengan cepat dan memainkan pedangnya yang dialiri tenaga dalam, “Teknik Pedang Cincin Api : Tebasan Seribu Hujan Api!”


Tsumasaki menebaskan pedangnya yang dialiri tenaga dalam. Bilah pedangnya bercahaya berwarna merah dan mengeluarkan tebasan pedang yang membentuk sabit.


Sabit itu tidaklah terlalu besar, namun setelah berada dekat dengan ratusan prajurit militer Kekaisaran Rakuza. Tsumasaki meremas tangannya hingga sabit dari tebasan meledak. Ledakan itu melesat ribuan rintik hujan yang membara.


“Serangan yang bagus, Tsumasaki!” Budou memimpin pasukannya yang berjumlah sembilan puluh sembilan prajurit, “Serang Rakuza!”


“Serang Rakuza!” Serentak prajurit yang dibawah kepemimpinan Budou berteriak keras.


Hawk yang tak ingin ketinggalan segera melepaskan aura tubuhnya dan menggunakan kekuatan Cincin Air.


“Jurus Cincin Air : Seribu Amukan Badai Laut!”


Sebuah ombak datang dari tanah. Walau tidak ada air disekitar Hawk. Cincin Air membuat Hawk dapat memanipulasi air dengan aura tubuhnya.


Kedua pasukan militer Kekaisaran Rakuza dan Kekaisaran Kai bertemu.

__ADS_1


__ADS_2