
Mata semua orang tertuju kepada seorang anak muda yang seharusnya sekarat bahkan bisa saja dia mati karena serangan manusia buas X 2, namun dihadapan mereka sosok pemuda itu seperti terbangun dari tidur panjangnya.
"Bocah konyol itu ... tidak mungkin hidup seharusnya dia sudah mati!" manusia buas X 2 seolah tidak percaya melihat Nagato yang membuka matanya kembali bahkan pemuda itu menggerakan tangan kanannya yang belum patah.
Shinigami tersenyum lebar, kemudian tubuhnya melayang di udara untuk turun ke tanah secara perlahan.
"Nagato .... melayang?" gumam Serlin yang melihat Nagato melayang di udara.
Ketika kakinya hampir menyentuh tanah, Shinigami tetap melayangkan tubuhnya karena dia khawatir dengan kaki kiri Nagato yang patah.
Walaupun Shinigami adalah roh makhluk yang mengerikan dirinya peduli terhadap seorang anak manusia yang terkena kutukannya itu.
Kaki Nagato berada diatas tanah sejarak lima centimeter dari tanah dan dirinya terlihat melayang.
Shinigami membunyikan leher Nagato, kemudian dirinya berjalan perlahan diudara mendekati manusia buas X 2.
Bagi seseorang yang memfokuskan aura dimatanya bisa melihat, dibawah kaki Nagato seperti ada aura hitam yang menjadi pijakan kakinya untuk berjalan.
Litha dan yang lainnya mematung melihat Nagato kembali membuka matanya bahkan pemuda itu berjalan di udara.
"Na ... Nagato?" Litha sedikit takut melihat pemuda yang sedang dia lihat itu, seolah - olah insting wanitanya mengatakan bahwa dia bukanlah Nagato yang dia kenal.
"Seharusnya aku senang bisa mengambil alih tubuh ini, tapi ... jika tubuh ini cacat maka akan percuma." ucap Shinigami pelan sambil tersenyum tipis.
Semua orang yang mendengar perkataan Nagato hanya terdiam sambil menelan ludah, mata mereka tidak berkedip sama sekali, setiap sel tubuh mereka seperti mengingatkan bahwa anak muda yang sedang mereka lihat adalah sosok yang bisa mencabut nyawa mereka dalam sekejap, bahkan tubuh mereka berteriak untuk memperingatkan pada mereka agar jangan mendekati Nagato, jika mereka bergerak sedikit saja, maka pada saat itu juga nyawa mereka akan melayang dalam sekejap.
Shugo yang berniat mendekati Nagato, tubuhnya tidak bisa bergerak bahkan pria itu hanya bisa terdiam sambil melihat Nagato yang terus melangkah mendekati manusia buas X 2.
Dan kedua anak perempuannya yang sedang bersama istrinya terlihat ketakutan melihat Nagato.
Iris menatap Nagato, gadis kecil itu bersyukur karena Nagato masih hidup namun dirinya merasa bahwa lelaki yang sedang melayang mendekati manusia buas X 2 bukanlah Nagato.
"Na-Naga ... " gumam Iris lirih, dirinya bisa melihat bahwa dia belum mengenal Nagato sepenuhnya, menurutnya sosok Nagato yang sedang ia lihat sekarang bukanlah Nagato yang bertarung bersamanya.
Sosok Nagato yang sesungguhnya adalah seorang anak yang pendendam namun Nagato sadar bahwa dirinya belum cukup memiliki kekuatan untuk membalaskan dendamnya, sehingga bagian dirinya seolah retak menjadi beberapa bagian.
Litha melihat Nagato didepannya, gadis kecil itu ingin menghampiri Nagato namun tubuhnya tidak bisa bergerak, ingin berbicara namun suaranya tidak mau keluar.
"Anak itu? Tidak kusangka dia memiliki sesuatu yang dapat menyembuhkan semua penyakit." gumam Shinigami pelan sambil melihat Litha setelah itu dirinya terus mendekati manusia buas X 2.
Aura hitam pekat keluar dari sekujur tubuh Nagato dan membentuk sebuah tangan yang bergerak dengan cepat ke arah manusia buas X 2.
Manusia buas X 2 berkeringat dingin, tidak bisa berbicara dan tidak bisa bergerak.
Shinigami terus melangkahkan kakinya mendekati manusia buas X 2, ketika dirinya berjalan didepan Iris, mata Shinigami melebar melihat Iris.
"Tidak mungkin .... anak itu juga memilikinya!" batin Shinigami yang melihat Iris.
"Jika Nagato mengenalnya maka dia bisa dapat menggunakan kekuatan sejatinya .... tidak ... tidak .... tidak akan kubiarkan!" Shinigami melepaskan aura hitam pekat yang dipenuhi dengan nafsu membunuh ke arah Iris, namun gadis kecil itu tidak terpengaruh sedikitpun.
__ADS_1
Shinigami lupa akan tujuannya untuk membunuh manusia buas X 2, Roh itu tidak sadar tubuh Nagato sudah tidak kuat menahan kekuatan Shinigami.
"Sial! Ini akan sulit bagiku untuk mengambil alih tubuh ini!" ketika Shinigami berniat melakukan sesuatu pada Iris, di alam bawah sadar Nagato muncul roh yang tidak kalah mengerikan kekuatannya dengan Roh Dewa Kematian. Roh itu adalah Sang Hitam salah satu dari lima roh dewa - dewi yang menjelma menjadi kekuatan di tubuh keturunan surgawi.
Dibanding dengan wujud Roh Dewa Kematian, Sang Hitam masih terlihat seperti manusia biasa ketika dirinya berubah menjadi manusia berambut hitam dengan rambut yang panjang, telinganya panjang agak runcing dan tentu dia adalah perempuan bahkan dirinya terlihat seperti gadis muda biasa yang terlihat cantik dan manis.
"Selesaikan tugasmu! Kau sudah berjanji pada anak ini, bukan?" Sang Hitam mendekati Roh Dewa Kematian, kemudian tangannya memegang tangan Nagato.
"Tunggu sialan! Aku tidak akan ... " belum selesai Shinigami berbicara, Sang Hitam mengambil alih setengah bagian tubuh Nagato.
"Kau selalu saja menggangguku!" teriak Shinigami yang suaranya terdengar begitu menakutkan.
Sang Hitam menghiraukan perkataan Shinigami, kemudian dirinya berniat menghabisi manusia buas X 2 secepatnya.
"Baiklah! Kali ini aku akan mengikutimu." ucap Shinigami pada Sang Hitam.
"Biarkan aku yang membunuh serangga sialan itu." Shinigami menambahkan.
Semua orang melihat Nagato yang terdiam selama beberapa saat, manusia buas X 2 mencoba mengeluarkan aura hitamnya untuk mengintimidasi Nagato, namun ketika aura hitan miliknya keluar justru itu membuat dirinya berada dalam bahaya.
Shinigami yang berniat menghabisi Iris, kini melupakan gadis kecil itu dan mengalihkan perhatiannya pada manusia buas X 2 yang mempunyai aura berwarna hitam.
"Keparat! Kau bisa tidur kembali dengan tenang aku tidak akan berbuat macam - macam dengan tubuh bocah tengik ini!" Shinigami mencoba meyakinkan Sang Hitam yang mengambil alih setengah tubuh Nagato.
Roh Sang Hitam yang berwujud gadis cantik, berambut panjang dan bertelinga panjang itu mulai menghilang secara perlahan.
Kali ini tubuh Nagato melayang dan mendekati manusia buas X 2, Shinigami sekarang tepat berada didepan kepala manusia buas setinggi enam meter itu.
Tangan Nagato menyentuh kepala manusia buas X 2 dan melepaskan sedikit aura hitamnya.
"Ini ... dimana?" gumam manusia buas X 2 yang berada di tempat yang begitu gelap.
Manusia buas X 2 berada di alam bawah sadar Nagato, dirinya terlihat kebingungan dengan situasi yang baru saja dia hadapi.
Ketika dirinya berniat melangkahkan kakinya, seketika muncul Roh Dewa Kematian Shinigami dihadapannya.
Manusia buas X 2 yang setinggi enam meter langsung terduduk dan bergemetar hebat melihat wujud makhluk yang mengerikan didepannya bahkan sampai membuatnya tidak bisa bersuara.
"Kuperingatkan padamu! Makhluk rendahan!" Shinigami mengeluarkan aura hitam pekat yang lebih hitam dari aura milik manusia buas X 2.
"Jangan pernah kau sentuh anak ini!" Shinigami memperlihatkan Nagato yang sedang tertidur di alam bawah sadarnya.
X 2 mengangguk pelan dan tidak bisa berkata apa - apa.
"Dan satu hal lagi!" Shinigami mengeluarkan suara yang terdengar begitu menakutkan dari suaranya terdengar dipenuhi amarah dan melodi penuh kebencian karena Roh Dewa Kematian tidak suka direndahkan apalagi oleh makhluk yang lebih rendah darinya.
"Jangan pernah memasang wajah seolah - olah jika kau lebih kuat dariku! Serangga sampah!" Shinigami menebaskan pedang sabit besarnya pada tubuh manusia buas X 2 hingga terbelah menjadi dua.
Ketika manusia buas X 2 keluar dari alam bawah sadar Nagato, dirinya bergemetar hebat dan ketakutan, tidak berapa lama dia melihat Nagato yang sedang melayang dihadapannya sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
"Tidak, tolong ... ampuni aku ..." teriak manusia buas X 2.
Shinigami yang mengambil alih tubuh Nagato tersenyum sinis pada manusia buas X 2.
"Ilusi kematian." gumam Shinigami pelan.
"Matilah! Serangga sialan!" gumam Nagato sambil menatap tajam manusia buas X 2.
Seketika keluar aura hitam pekat dari belakang tubuh Nagato dan mengarah dengan cepat ke arah manusia buas X 2.
Ketika aura hitam itu sudah berada disekeliling tubuh manusia buas X 2, tubuhnya perlahan mengering dan hancur secara perlahan.
Shinigami tersenyum lebar melihat pemandangan dihadapannya.
"Semua orang yang berani meremehkanku akan kubunuh dengan tanganku ini!" ucap Shinigami setelah itu dirinya merasa bahwa ini adalah batas bagi dirinya untuk mengambil alih tubuh Nagato.
Manusia buas setinggi enam meter itu sekarang terlihat begitu ketakutan setelah dua kali diperlihatkan sebuah kematian pada dirinya.
"Aku .... masih .... hidup?" gumam manusia buas X 2 pelan.
Dirinya melihat Nagato yang menjauh darinya secara perlahan setelah pemuda itu memperlihatkan kematian pada dirinya sebanyak dua kali.
"Aku harus membunuh bocah sialan ini!" batin manusia buas X 2.
"A-Aku berhalusinasi ... " Manusia buas X 2 masih tidak mengerti apa yang terjadi padanya barusan.
Manusia buas X 2, masih tidak percaya bahwa Nagato memiliki kekuatan yang luar biasa hingga membuatnya ketakutan.
"Bocah itu menjauh jadi tadi dia hanya menggertakku saja." ucap manusia buas X 2 sambil tersenyum sinis pada Nagato.
"Aku terlalu lama menyiksa, aku tidak menyangka tubuh bocah ini sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi." batin Shinigami karena merasa bahwa dia tidak bisa menggunakan kekuatannya lebih lama lagi dengan menggunakan tubuh Nagato.
Shinigami yang mengambil alih Nagato tersenyum tipis, setelah dia mengambil dua batu kecil untuk digunakan sebagai senjata melawan manusia buas X 2.
"Dua batu kerikil seperti ini bagiku sudah cukup." batin Shinigami sambil mempersiapkan rencana yang matang untuk melawan manusia buas X 2.
Manusia buas X 2 yang menyadari perubahan yang terjadi pada Nagato segera menghujani pemuda itu dengan pukulan tangannya.
Berkali - kali manusia buas X 2 melayangkan pukulan tangannya untuk membunuh Nagato, namun setiap pukulannya dapat dihindari dengan gesit oleh Nagato yang tubuhnya sedang dikendalikan oleh Shinigami.
Iris berusaha untuk berdiri untuk membantu Nagato bertarung.
"Kenapa? Kau begitu ceroboh?" Iris khawatir melihat Nagato.
"Tubuh bocah ini." batin Shinigami ketika mencoba mengeluarkan aura hitam pekatnya namun tubuh Nagato seperti tidak mampu lagi menahan rasa sakit.
Aura hitam pekat di tubuh Nagato mulai menghilang secara perlahan, Shinigami mencoba mengaliri aura hitam pekat dikedua batu yang ada ditangan kanannya itu.
Tubuh Nagato telah sampai pada batasnya karena tidak mampu menahan rasa sakit lebih lama lagi, karena Shinigami sempat terpaku untuk membunuh Iris sehingga Roh itu terus memaksa tubuh Nagato untuk mengeluarkan aura hitam pekat miliknya, pertempuran antara Shinigami melawan manusia buas X 2 telah mencapai tahap akhir.
__ADS_1