Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 251 — Pil Pemulih Aura


__ADS_3

Nagato dan Kousuke sama-sama melepaskan Tenkai. Aura intimidasi keduanya saling bertabrakan. Di udara terlihat jelas bagaimana benturan kedua aura intimidasi tersebut.


Kousuke melancarkan serangan pembukanya dengan tebasan pedang yang dilapisi air yang mengalir di udara. Sementara Nagato menerima tebasan pedangnya dan menahannya.


Sekarang tidak senyuman tipis di wajah Nagato. Raut wajahnya tenang ketika Kousuke mengayunkan pedangnya pada dirinya dengan serangan yang agresif.


Benturan kedua pedang menggema. Tebasan pedang Nagato dan tebasan pedang Kousuke sama-sama cepat. Air dan api saling membentur di udara. Percikan-percikan dari serangan keduanya membuat prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan pendekar dari Kekaisaran Kai menjadi jarak.


Pertarungan Nagato melawan Kousuke menaikan semangat bertempur prajurit militer Kekaisaran Kai yang kalah jumlah. Di dalam kota, hanya sedikit prajurit militer Kekaisaran Kai dan pendekar yang dewasa.


Sedangkan yang bertarung melawan Akuyaku, hampir rata-rata semuanya adalah pendekar muda. Pertempuran di dalam kota masih belum sepenuhnya berakhir. Walau begitu banyak mayat yang bergelimpangan. Baik dari mereka yang mati ketika pagi hari ataupun siang dan sore hari ini, kedua pihak masih tetap bertempur.


Mereka membawa tekad teman, saudara, keluarga, mereka yang meninggal. Dari sini akan bisa dilihat bagaimana masa depan Benua Ezzo. Takdir selalu saja mengalun ke arah yang tak terduga.


Di tengah-tengah pertarungan yang sengit. Manusia Hewan Buas menyerang Nagato dan Kousuke yang sedang bertarung. Mereka berdua terlihat kesal karena pertarungannya diganggu Manusia Hewan Buas.


Nagato melapisi bilah pedangnya dengan aura tubuhnya yang dia manipulasi menjadi api, dan aura hitam pekat yang sedikit terlihat disekitar bara api yang menyala di bilah pedangnya.


Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Serigala Api menyerang Nagato dengan semburan api yang berkobar. Aura yang dikeluarkan dari Manusia Hewan Buas tersebut juga mempengaruhi pergerakan Nagato.


Tebasan pedangnya yang dilapisi api berbenturan dengan semburan api. Nagato hendak mengincar kedua kaki Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Serigala Api, namun Manusia Hewan Buas yang sedang bertarung dengan Kousuke menghalangi pergerakannya.


Dengan ayunan pedangnya yang dilapisi ombak api. Nagato menahan Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Buaya Darat itu. Manusia Hewan Buas yang bertarung melawan Kousuke mengarahkan serangan ekornya pada Nagato. Sedangkan mulutnya berusaha menerkam Kousuke.


Serangan dari dua arah membuat Nagato menekan aura tubuhnya agar tidak terlalu besar aura yang dia gunakan. Dengan penuh rasa percaya diri, Nagato terus bergerak dan melancarkan serangan beruntun pada Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Serigala Api dan Buaya Darat.


Ekor Buaya Darat menangkis tebasan pedang Nagato. Kemudian semburan api dari Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Serigala Api membuat Nagato sengaja memperlambat langkah kakinya ketika menghindari semburan api tersebut.


Nagato berguling ke depan ketika semburan api dari Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Serigala Api sudah begitu dekat dengannya. Ekor Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Buaya Darat terbakar.

__ADS_1


Nagato berdiri dan melompat menjauhi kedua Manusia Hewan Buas yang saling menatap tajam satu sama lain sebelum keduanya bertarung.


Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Buaya Darat terlihat begitu emosi ketika Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Serigala Api menyemburkan api pada ekornya.


“Mengganggu saja...” Nagato menghela napas panjang dan menatap kedua Manusia Hewan Buas yang saling bertukar serangan.


Raungan kedua Manusia Hewan Buas memancing Manusia Hewan Buas yang sedang berjalan keluar Ibukota Daifuzen kembali masuk ke dalam Ibukota Daifuzen dan menhancurkan apa saja yang mereka lihat.


Nagato mengalihkan pandangannya menatap Kousuke yang sedang menatapnya sinis. Tidak butuh waktu lama bagi Kousuke datang menghampiri Nagato. Menghampiri bukan untuk menyapa, melainkan hendak memenggal kepala Nagato.


“Fuyumi Nagato!” Mata Kousuke menatap Nagato penuh kebencian. Tebasan pedangnya yang dilapisi lintasan air dapat ditahan Nagato.


“Hmmm...” Nagato menggumam sendiri dan mendorong pedangnya ke depan. Kemudian mereka berdua bertukar serangan. Benturan pedang yang dilapisi aura itu membuat Nagato dan Kousuke dalam konsentrasi secara penuh yang hanya fokus dalam pertarungan.


Nagato terus mencari celah untuk menghunuskan pedangnya pada tubuh Kousuke. Namum pertahanan pria yang menjadi lawannya terlihat begitu sulit ditembus. Tenkai milik Kousuke tidak main-main. Kekuatan aura intimidasinya membuat Nagato tidak menurunkan kewaspadaan dan konsentrasi sedikitpun.


“Pernapasan Pelangi Surgawi : Bentuk Merah!”


Nagato mengolah pernapasan dan melakukan puluhan serangan dalam sekali tarikan napasnya. Tebasan demi tebasan terus dia lesatkan pada Kousuke. Serangannya semakin terarah setelah menemukan tempo serangan beruntun yang membuat raut wajah Kousuke yang menatap rendah Nagato berubah menjadi waspada.


Nagato sengaja mengubah-ubah tempo serangannya. Tebasannya terkadang cepat, selanjutnya tebasan pedangnya melambat. Nagato bisa melihat Kousuke begitu mewaspadai dirinya sekarang.


Tidak ada yang lebih baik saat Nagato berhasil membuat lawannya hanya terpaku padanya. Konsentrasi, seluruhnya, Kousuke sekarang fokus pada setiap serangan Nagato.


Permainan pedang Nagato sekarang begitu cepat dan gerakannya yang lincah berhasil memberi luka tusukan pada badan Kousuke. Tebasan pedangnya yang dilapisi api mulai menemukan celah untuk pertahanan air Kousuke.


“Ombak Api!”


Tebasan pedang Nagato membentuk ombak api yang menghantam tebaan pedang Kousuke. Percikan api yang mengenai air membuat Kousuke tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Setelah bertarung sengit. Akhirnya Kousuke merasa dirinya telah dalam kondisi terbaik untuk menghabisi Nagato namun kedatangan pendekar dari Air Terjun Kebenaran yang dipimpin Mio membuat seluruh anggota Akuyaku mundur untuk mengamati Nagato, Iris dan Hanabi.


“Tahan Manusia Hewan Buas. Jika bisa membunuhnya, maka bunuh! Pertempuran belum berakhir! Jangan turunkan semangat kalian!” Mio memimpin pendekar perempuan bersama Hana yang datang dengan tenaga medis ditemani pendekar muda seperti Reina Reikho dan beberapa pendekar muda dari kubu barat.


“Kalian yang belum memakan Pil Pemulih Aura, jangan lanjutkan pertarungan! Terutama kalian para pendekar muda!” Mio memberi arahan pada pendekar muda dan menyuruh pendekar dari Air Terjun Kebenaran membentuk formasi pertahanan untuk memukul mundur Manusia Hewan Buas dan Prajurit militer Kekaisaran Rakuza dari dalam kota.


Nagato mengibaskan pedangnya dan menyarungkannya. Kemudian dia menghampiri Hana yang sedang memberi Pil Pemulih Aura kepada Hanabi dan yang lainnya.


“Nagato makanlah ini! Kau tidak boleh mati! Setelah ini, jika kita semua masih hidup. Masa depan Kekaisaran Kai ada dipundakmu.” Hana menghampiri Nagato yang bersimbah darah.


“Apa aku akan menjadi seorang Kaisar Kai yang baru karena garis keturunanku?” Nagato bertanya pada Hana. Setelah itu dia membuka mulutnya dan menelan Pil Pemulih Aura.


“Ya, banyak pendekar dari kubu timur yang membicarakan identitasmu. Mereka pasti sudah menyadari kekuatanmu. Api milikmu berbeda dari yang lainnya. Berkobar dan terus menyala. Seolah tidak bisa padam. Mungkin itulah banyak orang yang mengira kau adalah anak dari Tuan Kagutsuchi Pandu. Benar begitu, Kagutsuchi Nagato?” Hana memberi minum pada Nagato sebelum mengurus yang lainnya.


Nagato hanya diam dan melihat kemampuan Emi dan Shirayuki yang menahan ribuan musuh dibantu Hawk, Matsuri, Budou dan Tsumasaki.


“Naga, setelah kamu memakan ini, aura tubuhmu akan pulih secara perlahan. Namun keesokan harinya, kau akan kelelahan...” Iris menghampiri Nagato. Langkah kakinya yang menapaki jalanan membuat jalanan tersebut membeku. Bahkan salju turun disekitar Iris. Saat ini Nagato mengira Iris adalah sosok Putri Salju, sama seperti Shirayuki.


“Terimakasih telah memberitahuku...” Nagato menatap Iris, kemudian melihat Litha yang menghampiri dirinya dan duduk disampingnya.


“Kakak Soren, maksudku, Nagato, apa kau tahu alasan mereka mengincar kalian bertiga?” Litha bertanya tentang Akuyaku yang mengincar Nagato, Iris dan Hanabi.


”Aku tidak mengetahuinya. Tetapi aku akan merebut kembali pedang Kakek Hyo. Setelah ini bantu aku Litha...” Nagato tersenyum manis pada Litha yang juga tersenyum padanya.


“Tadi Hanabi yang memberitahu Iris tentang efek Pil Pemulih Aura. Sepertinya Hanabi mengkhawatirkanmu...” Litha berbisik lirih di telinga Nagato.


“Heh...” Tak habis pikir Nagato mendengar kenyataan itu. Matanya menoleh melihat Hanabi yang sama sekali tidak peduli padanya.


Bagi Nagato, sosok Hanabi adalah perempuan yang sulit ditebak. Namun itu menjadi kelebihan Hanabi yang berhasil membuat Nagato menaruh perhatiannya pada gadis muda berambut hitam kemerah-mudaan itu.

__ADS_1


__ADS_2