Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 50 - Senjata Kuno Tipe Pusaka : Pedang Air


__ADS_3

Sehari setelah latih tanding, Kakek Hyogoro sedang menjelaskan pada Nagato dan Litha tentang pedang yang dirinya gunakan, sedangkan Kuina dan Serlin sedang memasak untuk sarapan pagi, Azai sedang berlatih pria itu melakukan lari kecil, lari tinggi, push up tepuk seratus kali, kemudian melakukan pasang jongkok sambil melatih tendangannya. Setelah menendang Azai jongkok kembali, pria itu melakukan gerakan itu secara berulang - ulang, Azai menendang secara bergantian menggunakan kaki kiri dan kanannya. Karena manfaat yang didapat dengan melakukan tendangan jongkok seperti itu adalah mampu menguatkan otot paha dan membuat kaki kita terasa lebih ringan bahkan jika kita menendang terasa lebih cepat dan ringan. Namun efek sampingnya cukup terasa pada paha.


"Pedang ini memilih Kakek sebagai penggunanya, ini termasuk dalam Senjata Kuno Tipe Pusaka : Pedang Air!" Kakek Hyogoro menjelaskan pada Nagato dan Litha.


"Pedang air?" Litha menatap pedang yang sedang Kakek Hyogoro rawat itu dengan membersihkan bilah pedangnya.


"Iya pedang air, kudengar didunia juga ada pedang api, angin dan yang lainnya, dunia ini sangat luas!" Kakek Hyogoro tersenyum pada Litha karena gadis kecil itu sudah terbiasa dengan tempat tinggal barunya.


"Kakek Hyo, apa dikekaisaran ini ada seorang pengguna air suci?" tanya Nagato dengan tenang kepada Kakek Hyogoro.


"Air suci? Aku belum pernah melihatnya, jika seseorang yang telah membuka aura dalam tubuhnya dan memanipulasi elemen dasar, aku sudah pernah melihatnya seperti perempuan salju itu!" balas Kakek Hyogoro, tetapi dirinya belum pernah langsung melihat pengguna air suci, bahkan dirinya sangat bersykur di Benua Ezzo ada salah satu perusahaan penjual koran sehingga dirinya bisa mengetahui tentang dunia luar.

__ADS_1


"Pedang milik ayahku ini, apakah termasuk dalam senjata kuno?" Nagato kembali bertanya tetapi Kakek Hyogoro terdiam cukup lama seolah - olah dirinya tidak ingin menjawab pertanyaan Nagato.


"Pedang milikmu adalah pedang yang digunakan oleh leluhur Klan Kagutsuchi secara turun - temurun, bahkan sebelum Pandu menggunakannya, pedang itu tersimpan di kediaman Klan Kagutsuchi selama ratusan tahun, karena tidak ada satupun orang yang memiliki nama marga Kagutsuchi terpilih menjadi seorang pengguna pedang itu!" Kakek Hyogoro menjelaskan pedang peninggalan Pandu pada Nagato.


"Pandu adalah harapan yang dinanti leluhur Klan Kagutsuchi selama ribuan tahun, itu yang kudengar saat hari itu, bahkan banyak orang yang bilang bahwa Pandu itu memiliki tubuh Dewa Api dan dijuluki dengan julukan Pandu Jelmaan Dewa Api!" Kakek Hyogoro berhenti membersihkan pedangnya kemudian menatap Nagato.


Kagutsuchi Pandu adalah reinkarnasi dari Dewa Api sama seperti Shirayuki yang merupakan reinkarnasi dari Dewi Salju.


"Pedang itu mengakui kamu sebagai pemiliknya Nagato, Klan Kagutsuchi pernah mencoba mencari pengguna yang cocok dengan pedang itu tetapi tidak ada satupun dari mereka yang terpilih menjadi pemiliknya bahkan tangan mereka terbakar ketika memegang pedang itu!" Kakek Hyogoro menatap pedang yang tersarung dipinggang Nagato.


"Jika aku menjadi murid dari Kakek Hyo, aku tidak akan menyesal!" batin Nagato sambil tersenyum setelah mendengar penjelasan Kakek Hyogoro.

__ADS_1


Litha menatap Nagato karena nama Kagutsuchi tidak asing ditelinganya, sebuah Klan yang namanya pernah menggema diseluruh Daratan Ezzo, dan tidak ada satupun yang tidak mengenalnya. Nagato melirik Litha yang menatap dirinya kemudian dia menyentuh pundak gadis kecil itu hingga Litha terkejut karena dikagetkan Nagato.


"Ma-Maaf ..., aku hanya penasaran denganmu?!" Litha memalingkan wajahnya kesamping.


"Nanti akan kuceritakan!" Nagato tersenyum tipis kepada Litha.


Tak berapa lama Kuina dan Serlin datang membawakan makanan yang sudah siap dinikmati. Kakek Hyogoro berdiri kemudian dirinya bersiul sambil menatap langit, tak lama burung elang emas datang menghampiri Kakek Hyogoro dan hinggap di pundak Kakek Hyogoro. Elang emas itu adalah peliharaannya Kakek Hyogoro, elang emas miliknya memiliki corak bulu berwarna coklat gelap dan bercorak emas pada bagian kepala hingga leher. Warna emas inilah yang membuatnya dinamai burung elang emas.


"Besar." gumam Litha ketika melihat elang emas yang ada dipundak Kakek Hyogoro, sedangkan Nagato takjub dan merasa ingin memiliki hewan peliharaan seperti Kakek Hyogoro.


Elang itu memiliki mata kanan yang tergores, kemudian Kakek Hyogoro mengambil sebuah kertas dan menulis pesan di kertas tersebut, setelah selesai menulis pesan, Kakek Hyogoro melipat kertas itu dan memasukannya ke dalam tas kecil di kaki elang putih.

__ADS_1


"Kin, antarkan surat ini kepada Hawk!" perintah Kakek Hyogoro pada Kin nama elang emasnya.


Kin terbang kian menjauh dari pandangan mereka, Kakek Hyogoro menatap elang emas itu sambil tersenyum. Nagato dan Litha terus melihat elang yang terbang dengan bebas diangkasa yang semakin jauh dari pandangan mereka berdua.


__ADS_2