
“Kakek Bisma! Lihat ombak yang ada di pantai itu!” Seorang pria datang bersama anggota divisinya dan menghampiri Bisma yang sedang duduk sambil membakar daging.
“Kakek Bisma! Cuaca tiba-tiba berubah! Yang lebih mengejutkan lagi banyak ikan-ikan yang menggila!”
Seluruh anggota Organisasi Brahmastra berlari ke arah pesisir pantai untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Sesuatu yang mengejutkan terjadi karena ikan hiu dan ikan laut lainnya melompat dari dalam air dengan jumlah begitu banyak.
“Coba lihat dari atas, Feng Huang!” Pria yang memakai kacamata memberi perintah pada Feng Huang.
“Falcon, coba kau sendiri yang terbang, jangan seenaknya memberi perintah padaku. Aku rasa ini tidak begitu menyenangkan, karena...” Feng Huang terbang ketika melepaskan kekuatannya.
“Pasti itu, Hiryuu...” Bisma berdiri dan mengambil busur berwarna putih. Kemudian dia menarik tali busurnya dan mengalirinya dengan aura. “Kalian cukup melihat saja. Biar aku yang mengatasi orang itu...”
Bisma melepaskan tali burusnya. Seketika ratusan anak panah berwarna putih menembus langit bahkan membelahnya. Setelahnya petir menyambar daratan dan lautan.
“Oi, Bisma! Apakah ini sambutanmu padaku?!” Hiryuu berteriak dan melompat dari atas punggung Singa Terbang. Kemudian tangannya mengepal sebelum dia tersenyum lebar menyerang Bisma.
“Kau datang bukan hanya untuk memamerkan Tenkai milikmu itu kan, Hiryuu?” Bisma menaruh busurnya dan berlari ke arah Hiryuu sebelum keduanya beradu pukulan.
“Sudah berapa lama kita tidak bertemu, Bisma?” Hiryuu tersenyum dan terus melayangkan pukulannya pada Bisma.
“Tujuh tahunan, mungkin.” Bisma melepaskan Tenkai dan mengepalkan tangan kanannya.
Hiryuu juga melakukan hal yang sama dengan Bisma. Ketika kedua pukulan dari keduanya beradu. Seketika langit yang terang itu berubah menjadi gelap.
“Tujuh tahun, kah? Lagipula ini akan menjadi pertempuran kita yang terakhir. Setidaknya sebelum aku pergi, aku ingin bertarung denganmu melawanmu, Bisma!”
Hiryuu melepaskan auranya dan memanipulasi angin yang membuat badai. Ratusan anggota Organisasi Brahmastra terhempas. Sementara itu Bisma hanya tersenyum menyeringai menatap dingin Hiryuu.
__ADS_1
“Kau sengaja melukai cucuku. Sepertinya kau tahu cara memancing amarahku, Hiryuu!” Bisma bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang Hiryuu.
Namun Hiryuu hanya tertawa lepas dan terus melakukan pertukaran serangan dengan Bisma. “Lagipula aku tidak membunuh mereka!”
Pertarungan antara kedua Lima Penguasa berlangsung selama satu hari penuh. Malam yang panjang, tidak mereka pedulikan. Keduanya sangat menikmati pertarungan. Baik Bisma ataupun Hiryuu, keduanya sama-sama hebat.
Hingga akhirnya Bisma dan Hiryuu tersenyum tipis. Lalu keduanya duduk bersama.
“Falcon, Feng Huang. Bawakan sake dengan kualitas terbaik!” Bisma tertawa dan menyalakan api unggun.
Hiryuu melihat semua anggota Bisma yang terlihat segan untuk duduk bersama dirinya dan pemimpin mereka.
Beberapa saat kemudian. Mereka berdua mulai menikmati sake dengan ditemani hidangan lezat yang dimasak oleh salah satu anggota Organisasi Brahmastra.
“Sake dari Benua Timur benar-benar nikmat!” Hiryuu menambah sakenya.
Hiryuu merogoh sakunya dan menepuk keningnya. “Aku lupa memberikan Catatan Kuno ini pada Tetsuya. Bisma, bisa kau berikan ini pada Tetsuya...” Hiryuu melempar Catatan Kuno kepada Bisma.
“Kau selalu saja seenaknya! Kau terlalu mempercayaiku. Walau aku seperti ini, aku adalah seorang penjahat, Hiryuu.” Bisma tidak mengambil Catatan Kuno dan kembali meminum sakenya ketika Feng Huang selesai menuangkan sake ke dalam gelas yang dipegang olehnya.
“Walau Tetsuya adalah seorang Pahlawan, tetapi dia adalah rekan kita. Suatu saat pasti anakku dapat menemukan rahasia tentang Eden.” Hiryuu tertawa lepas dan menatap Bisma.
“Kau tahu, Bisma. Catatan Kuno hanyalah berisi sebuah ilmu yang diturunkan secara turun temurun oleh keluargaku dan empat keluarga lainnya. Sementara itu prasasti terdapat dua macam. Yang pertama adalah prasasti yang berisi perjanjian. Ambisi dari pendahulu yang tidak dapat dituntaskan, mereka memberi pesan kepada generasi mendatang agar dapat menuntaskan hal yang tidak bisa mereka tuntaskan. Ramalan dari masa lalu itu hanyalah sebuah harapan.” Hiryuu melanjutkan perkataannya sambil tersenyum menatap Bisma.
‘Dia mulai lagi...’ Bisma menggelengkan kepalanya dan mendengarkan perkataan Hiryuu.
Mungkin seumur hidup. Bisma dan Hiryuu selalu bertarung sebagai musuh, tetapi keduanya memiliki ikatan pertemanan yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Saat mereka berdua masih muda, Bisma mendengar nama Hiryuu ketika pria yang berdiri dihadapannya itu memporak-porandakan markas dari Pasukan Penegak Perdamaian karena telah melukai salah satu temannya.
__ADS_1
Hiryuu adalah orang yang tidak akan diam begitu saja ketika salah satu temannya disakiti oleh orang lain. Selama hidupnya Hiryuu sangat menghormati yang namanya seorang teman.
Insiden yang paling menggemparkan dunia adalah saat Kagutsuchi Mugen berniat menjadi Raja Dunia. Saat itu sudah ribuan bahkan jutaan orang mati ditangannya. Kagutsuchi Mugen membunuh setiap orang yang berasal dari Kekaisaran Bahamut dan dua negera yang memegang hak istimewa di Aliansi Bangsa-Bangsa.
Saat itu Bisma tidak dapat mematuhi pemimpinnya karena ambisi dari Kagutsuchi Mugen justru tidak sesuai dengan jalan pikirannya.
‘Mungkin sejak insiden itu...’ Bisma meminum sakenya dan mendengarkan cerita Hiryuu. ‘Sepertinya dia telah mencapai batasnya...’ Bisma mengambil Catatan Kuno dan mencoba membacanya.
“Apa kau tertarik dengan prasasti yang kedua, Bisma?” Hiryuu bertanya ketika melihat kening Bisma mengernyit.
“Tidak, aku sama sekali tidak tertarik dengan hal itu.” Bisma menyimpan Catatan Kuno tersebut ke dalam sakunya. “Aku akan memberikan ini pada Tetsuya.”
“Terimakasih, terimakasih. Kau memang baik hati, Bisma!” Hiryuu menepuk pundak Bisma dan tertawa.
“Tidak ada yang baik ketika penjahat bertemu penjahat!” Bisma menangkis tangan Hiryuu dan meminum sakenya. “Kita hanyalah pemimpi bodoh yang di cap sebagai penjahat. Tidak ada jalan untuk kembali, tetapi menjadi seorang penjahat tidak terlalu buruk juga...”
Hiryuu menatap api unggun dan memejamkan matanya. “Bisma, mungkin di masa depan nanti. Baik anakku ataupun orang yang bermarga Kagutsuchi sama seperti Kagutsuchi Mugen, mereka tidak akan diterima oleh dunia. Aku bisa merasakan dan melihat jalan dari arah ujung timur yang jauh itu. Dua bintang yang bersinar paling terang. Sementara satunya ada di salah satu benua tersembunyi. Dan yang lainnya ada di anakku dan Honjo. Peranku saat ini berakhir karena kelima Pewaris Kekuatan Surgawi masih hidup.”
Bisma meminum sake dalam jumlah yang banyak sebelum membanting gelasnya. Kemudian dia mengambil satu gentong sake dan meminumnya sendirian.
“Lima orang. Honjo adalah pemimpin dari Organisasi Revolusioner. Aku rasa dia akan merekrut keempat orang ini menjadi anggotanya. Lagipula jika kita ingin menghancurkan dunia, bergabung dengan Organisasi Revolusioner adalah pilihan yang tepat atau menjadi penjahat yang sesungguhnya.” Bisma memberi pendapat.
“Honjo sudah menjadi orang yang hebat. Dahulu dia menjadi juniorku, tetapi setelah dia lebih memilih untuk membentuk sebuah organisasi sendiri, aku tidak bisa melarangnya. Hanya saja aku sendiri tidak menyangka jika dia membentuk Organisasi Revolusioner.” Sahut Hiryuu sambil mengambil satu gentong sake dan meminumnya sendirian seolah-olah dia tidak mau kalah dengan hal yang dilakukan oleh Bisma.
“Kung Wu dan Raden Aryaguna. Juniormu berhasil merekrut anggota dari benua yang tersembunyi itu. Sebagai seorang senior, apakah kau tidak merasa malu, Hiryuu?” Bisma sengaja menyinggung Hiryuu, namun perkataannya hanya disambut tawa oleh Hiryuu.
“Honjo memang hebat. Setelah ini aku berniat pergi untuk menemuinya, tetapi aku rasa dia sendiri yang akan menemuiku...” Hiryuu menatap langit dan melanjutkan perkataannya, “Bisma, apa kau tertarik mengetahui rahasia tentang Eden?”
__ADS_1