
Jangan lupa baca Dragon Warrior Pair ya.
___
“Kau...” Hayabusa menahan tusukan tangan Lewis sebelum menghampiri Nagato.
“Fuyumi Nagato, terimakasih telah membantu. Kau cukup urus prajurit militer dari Kekaisaran Rakuza. Entah karena alasan apa, aku melihat empat orang itu mengincar Fuyumi Iris dan Shirayuki. Bahkan tadi aku melihat mereka mengincar Misuzawa Hanabi...” Hayabusa kembali mengayunkan kedua pedangnya menahan serangan dari segala arah. Baik itu dari Lewis maupun dua anggota Akuyaku.
Nagato menahan aura yang dipancarkan dari empat orang yang tak lain adalah Akuyaku tidak kalah dengan Lewis, bahkan kemungkinan empat orang itu melebihi kekuatan Lewis.
Yang menjadi perhatian Nagato adalah Hayabusa. Bagaimana pria itu dapat menangkis bahkan memberikan serangan beruntun yang mematikan.
Nagato segera angkat kaki dan bergerak untuk melindungi Litha dan Iris. Serangan dari Manusia Hewan Buas yang dapat mengeluarkan aura tubuh membuat pendekar muda terdesak karena aura intimidasi Manusia Hewan Buas.
“Naga, tahan dia. Aku akan memulihkan aura tubuhku sejenak," ucap Iris dengan nada yang memerintah.
“Pernapasan Pelangi Surgawi : Bentuk Merah...”
Nagato mengolah pernapasan dan melesat cepat menebaskan pedangnya pada Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Hewan Buas Ular Piton Raksasa.
Ekor dari Ular Piton Raksasa itu menahan tebasan pedang Nagato. Mata Nagato menatap tajam bagian kepala Ular Piton Raksasa yang berwujud manusia.
“Ombak Api!”
Serangan mendadak dari Nagato membuat Ular Piton Raksasa membabi buta. Tebasan pedang yang membentuk ombak api yang membara di udara menggores wajah kepala manusia itu.
”Kurang dalam...” Nagato mengatur napasnya dan menatap Chiaki yang sedang bertarung melawan Manusia Hewan Buas bersama Chaika.
Nagato melangkahkan kakinya mendekati Chiaki yang memainkan selendangnya, “Chiaki, bantu aku...”
Chiaki menoleh melihat Nagato yang berdiri di sampingnya, “Apa kau ada rencana?”
Nagato menatap puluhan Manusia Hewan Buas yang memancarkan aura. Sembari mengatur napasnya, Nagato menjelaskan pada Chiaki rencana untuk mengalahkan Manusia Hewan Buas.
Chiaki mengerti garis besarnya, hanya saja Nagato yang akan mengambil eksekusi. Tentu itu membutuhkan tenaga yang lebih besar darinya karena gadis manis kembar itu khawatir dengan kondisi mental Nagato.
Pemuda yang sedang menatap tajam lautan Manusia Hewan Buas itu telah kehilangan seseorang yang berharga dalam hidupnya. Tetapi tatapannya terus menatap ke depan. Entah apa yang dilihat oleh Nagato, namun Chiaki tergugah untuk membantu Nagato sebisa dan sekuatnya.
__ADS_1
“Chaika, bantu aku juga...” Nagato mengolah pernapasan dan mendesis sesaat. Chaika hanya mengangguk dan tersenyum menatap Nagato.
“Aku akan mengikat Kera Emas ini!”
Chiaki memainkan selendangnya dan mengikat tubuh Hewan Buas Keras Emas yang mempunyai kepala manusia.
“Sepertinya Litha telah sampai pada batasnya...” Chiaki membatin dan menarik selendangnya dengan erat sambil melepaskan aura tubuhnya.
Angin berhembus disekitar selendang Chiaki ketika tubuh Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Hewan Buas Kera Emas dililit selendangnya itu.
“Lilitan Selendang Angin!”
Nagato dengan cepat menebaskan pedangnya mengarah pada Manusia Hewan Buas yang dia tatap, “Lautan Api!”
Chaika menghembuskan angin dari dalam mulutnya, “Bola Angin!”
Tubuh Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Hewan Buas Kera Emas tumbang dan mengeluarkan darah berwarna biru bercampur merah.
“Aku akan membantu. Maaf, kekuatan sihirku melemah. Aku butuh waktu untuk memanipulasi mana...” Litha dengan nada yang sedikit kecewa menatap teman-temannya yang sama-sama sedang kelelahan.
Pertempuran masih terus berlanjut. Kekacauan di Ibukota Daifuzen semakin menjadi ketika ada kepulan asap dari arah Kota Mikazuchi.
“Kita harus menyerang makhluk itu dengan kekuatan segel api penyucian...” Chosu menghela napas panjang dan menarik napas panjang dengan cepat sambil melepaskan aura tubuhnya ke arah prajurit militer Kekaisaran Rakuza.
“Apa kalian bertiga ada rencana?” Yamashita bertanya pada Chosu sambil memukul setiap prajurit militer Kekaisaran Rakuza dengan pukulan yang dilapisi batu dan tanah itu.
“Kami ada rencana. Hanya saja Yamata No Orochi adalah musuh yang tangguh. Kita harus membantu Takatsugu!” Chosu mendesis dan menghembuskan lumpur dari mulutnya. Lumpur yang mengenai badan Yamata No Orochi mengeras.
“Serang sekarang!” Chosu berteriak pada pendekar yang terkejut dengan pertarungan Yamata No Orochi melawan Ushi Oni.
Hembusan api, air, angin dan pukulan tanah mengarah pada delapan kepala Yamata No Orochi. Tak lama Takatsugu yang mengubah wujudnya menjadi Ushi Oni mengeluarkan pedang besar dari tangannya.
“Orochi!”
Semua orang menjaga jarak ketika Takatsugu yang masih memakai wujud Ushi Oni mengayunkan pedangnya pada Kaisar Orochi yang mengubah wujudnya menjadi Yamata No Orochi.
Tiga kepala Yamata No Orochi terpotong. Namun kekuatan Yamata No Orochi bukanlah berhenti sampai disitu saja.
__ADS_1
“Takatsugu...” Salah satu kepala Yamata No Orochi menyemburkan api ke arah Takatsugu. Sedangkan empat lainnya membuka mulutnya lebar-lebar dan mengeluarkan suara seperti orang yang memekik.
“Tombak Lumpur Baja!”
Chosu tidak berdiam diri dengan menutup telinganya. Pria itu mengeluarkan aura tubuhnya dan menggunakan jurusnya untuk menciptakan ratusan lumpur yang membentuk tombak dan melesat ke arah tubuh Yamata No Orochi.
Satsuma melompat dan memukul salah satu kepala Yamata No Orochi yang mengeluarkan suara Hewan Buas memekik.
“Lima Jari Api!” Satsuma membuka kepalan tangannya dan menatap mata kepala Yamata No Orochi yang dihadapannya itu, “Tinju Singa Api!”
Tubuh Satsuma terpental ke belakang setelah memukul salah satu kepala Yamata No Orochi. Salah satu kepala Yamata No Orochi mendarat di perut Satsuma.
“Pernapsan Cakra!”
Satsuma memekik ketika tubuhnya menabrak dinding kota. Ibukota Daifuzen sekarang telah hancur, pertempuran ini membuat banyak prajurit militer dari Kekaisaran Kai dan prajurit militer dari Kekaisaran Rakuza bertarung di luar Ibukota Daifuzen.
Matahari yang kian sore itu membuat semangat bertempur prajurit militer Kekaisaran Rakuza semakin bertambah semangat ketika melihat pasukan dari pihak Kekaisaran Kai berkurang drastis.
Bahkan Kaisar Orochi yang mengubah wujudnya menjadi Yamata No Orochi berhasil memukul mundur Takatsugu yang mengubah wujudnya menjadi Ushi Oni.
“Tunduk padaku!” Salah satu kepala Yamata No Orochi berteriak dengan suaranya, “Aku akan mengakhiri semua ini jika kalian semua mau tunduk padaku!”
Tidak ada satupun pihak Kekaisaran Kai yang bersedia bergabung menjadi bawahan Kaisar Orochi.
“Hentikan omong kosongmu, Orochi!”
Emi menancapkan pedangnya ke tanah dan membekukan tanah yang dipijak Kekaisaran Rakuza.
“Matilah!” Ratusan prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang membeku tubuhnya langsung hancur berkeping-keping menjadi bongkahan es.
“Orochi, pertempuran belum berakhir. Api masih belum padam sepenuhnya. Kau tidak akan pernah menguasai Benua Ezzo, ingat itu!” Takatsugu tersenyum menyeringai dan menatap mata Yamata No Orochi yang memerah.
“Jika ini kemauan kalian...” Salah satu kepala Yamata No Orochi tersenyum sinis, “Bunuh mereka semua dan tangkap Shirayuki beserta anaknya! Aku akan menjadikannya sebagai permaisuriku!”
Semangat bertempur prajurit militer dari Kekaisaran Rakuza meluap-luap. Pihak Kekaisaran Kai hanya tersisa pendekar dari kubu timur dan kubu barat yang bersatu, sedangkan prajurit militer Kekaisaran Kai hanya mencapai ratusan orang jumlahnya.
Sedangkan di pihak Kekaisaran Rakuza masih mempunyai ribuan prajurit militer yang bertarung melawan pasukan dari Kekaisaran Kai beserta Manusia Hewan Buas.
__ADS_1
Ditengah-tengah pertempuran itu, muncul sepuluh orang yang tubuhnya terbakar dan membunuh siapa saja orang yang dekat dengan mereka.
Proyek Air Suci Buatan yang merupakan proyek bersama dari Gore, Magma dan Black Madia itu membuat semua orang menatap Manusia Api dengan tatapan yang tajam serta waspada.