Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 36 - Pertempuran Berakhir


__ADS_3

Shirayuki dan yang lainnya berlari dengan cepat ke arah manusia buas X 3 yang mengamuk di dekat gerbang kota.


"Senior Hana?" batin Shirayuki ketika melihat Hana juga ikut bersama kelompoknya.


"Putri Salju, biarkan aku membantumu." Hana menawarkan bantuan.


"Baiklah, justru ini akan lebih mudah." jawab Shirayuki sambil menatap tajam manusia buas X 3.


Manusia buas X 3 melihat ada beberapa orang yang menuju ke arahnya sehingga dirinya mengeluarkan aura intimidasi namun aura miliknya tidak berpengaruh pada Shirayuki dan yang lainnya.


Shirayuki terlihat seperti melayang di udara, perempuan itu mendekati manusia buas X 3 dengan cepat.


"Membekulah! Makhluk yang menjijikan!" ucap Shirayuki sambil menghembuskan nafasnya ke arah wajah manusia buas X 3.


Perlahan wajah manusia buas X 3 membeku, namun semua itu belum cukup untuk mengalahkannya karena manusia buas X 3 dengan mudah menghancurkan es yang membekukan wajahnya.


"Putri Salju, biar aku yang mengikat tubuhnya dan kalian yang menyelesaikannya." Hana memainkan selendang merah muda dengan tangannya, setelah itu dia melemparkan selendangnya ke arah manusia buas X 3 sambil berlari memutari tubuh manusia buas X 3.


Selendang milik Hana melilit tubuh manusia buas X 3 dengan kencang, lilitannya semakin lama semakin kencang ketika manusia buas X 3 mencoba untuk melepaskan diri.


Hana mengalirkan tenaga dalamnya pada selendangnya untuk mencoba menghancurkan tubuh manusia buas X 3.


"Jurus Selendang Bunga : Pengikat Amarah."


Tubuh manusia buas X 3 hanya tidak bisa bergerak dan tidak hancur, Hana terkejut karena jurus selendangnya tidak mempan pada manusia buas X 3.

__ADS_1


Shirayuki yang melihat ada kesempatan untuk menyerang manusia buas X 2 dirinya tidak menyia - nyiakannya, perempuan itu melepaskan tenaga dalamnya pada kedua tangannya dan dikedua tangannya membentuk dua pedang es, setelah itu Shirayuki melompat untuk menebas kepala manusia buas X 3.


Shirayuki memutarkan tubuhnya ketika menebas kepala manusia buas X 3, Ichiba dan Oichi hanya menggelengkan kepala karena mereka berdua tidak dibutuhkan.


Setelah itu Shirayuki menghembuskan nafasnya ke seluruh tubuh manusia buas X 3, hingga tubuh manusia buas yang besar itu membeku karena hembusan nafas Shirayuki.


Hana hanya menggelengkan kepalanya melihat Shirayuki, karena perempuan itu juga membekukan selendang miliknya.


"Ichiba, Oichi, kalian urus sisanya!" perintah Shirayuki.


"Siap, Tuan Putri!" Ichiba dan Oichi langsung bergegas untuk menghabisi manusia buas yang tersisa.


Para pendekar dari ketiga klan menghabisi manusia buas yang tersisa, karena dua manusia buas yang paling kuat telah dikalahkan.


Namun mereka tidak sadar bahwa jauh diatas tembok ada seseorang yang menyembunyikan hawa keberadaannya dan hanya mengamati pertarungan itu dari kejauhan.


Pertempuran tengah malam yang terjadi di Kota Yasai telah berakhir dengan jumlah korban yang cukup banyak dari pendekar dan penjaga kota, namun korban pendekar yang meninggal hanya dari Klan Kitalaze dan lima pendekar dari Klan Misuzawa.


Sedangkan tidak ada korban dari Klan Fuyumi karena Klan Fuyumi hanya membawa beberapa pendekar wanita namun mereka cukup tangguh karena pendekar itu dipilih langsung oleh Shirayuki.


"Akhirnya selesai juga!" ucap Kakek Hyogoro.


"Kerusakannya cukup parah." Azai melihat sekelilingnya.


Shirayuki dan yang lainnya menghampiri Kakek Hyogoro dan Azai.

__ADS_1


"Terima kasih atas bantuan dari kalian berdua. " belum selesai Hana berbicara terdengar suara raungan yang begitu keras di tengah kota.


Suara yang begitu menggema hingga membuat mereka yang mendengarnya menutup telinga.


"Suara apa itu?" Reto terkejut mendengar suara yang tak lain adalah manusia buas X 2.


"Suaranya dari alun - alun tengah kota!" Azai terkejut tanpa menunggu lebih lama dia melangkahkan kakinya dengan cepat menuju alun - alun tengah kota.


"Jadi ada yang menyusup." batin Kakek Hyogoro sambil mengikuti Azai.


"Iris?" gumam Shirayuki pelan setelah itu dia pergi menuju alun - alun tengah kota diikuti Ichiba dan Oichi dari belakang.


Hana dan yang lainnya juga mengikuti Shirayuki dari belakang, sedangkan Reto dan Miake bergegas pergi mendahului mereka, karena mereka berdua khawatir dengan keadaan Shugo.


Setelah sampai di alun - alun tengah kota mereka semua terkejut melihat manusia buas yang besar dan setinggi enam meter telah mati, setelah itu mata mereka tertuju pada Nagato yang sedang dipeluk Iris, tubuh pemuda itu bersimbah darah dan terlihat sangat hancur.


"Nagato!!" teriak Azai sambil mendekati Nagato yang sudah pingsan sejak lama itu.


Mereka semua mendekati pemuda itu, Shirayuki terkejut melihat putri semata wayangnya menahan tubuh Nagato dan terlihat begitu cemas dengan keadaan pemuda yang dipeluknya itu.


"Ma-Maaf ... Kak ... karena aku." Iris berusaha menjelaskan pada Azai.


"Biarkan aku yang mengurusnya, panggil seorang tabib, Tsubomi!" Hana mendekati tubuh Nagato sambil mengusap wajah pemuda itu.


Mereka yang melihat kondisi tubuh Nagato terkejut karena tangan kiri Nagato yang bengkok dan terlihat jelas bahwa tangan kiri Nagato telah patah.

__ADS_1


Tidak berapa lama mereka melihat Serlin yang sedang menyembukan Kuina yang terluka parah, wajah perempuan itu dibasahi dengan air mata dipipinya karena dirinya ingin menyembuhkan Nagato namun kondisi Kuina sedang kritis, sehingga dia tidak punya pilihan lain.


__ADS_2