Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 289 — ARC CINTA END


__ADS_3

Tak terasa Ophys sudah berada di Kekaisaran Kai selama seminggu. Ophys bersama anggotanya berkeliling dengan Paus Terbang sambil melihat-lihat setiap kota yang ada di Kekaisaran Kai dari atas langit.


Ketika tiba di kediaman Klan Fuyumi karena Ophys mendapatkan undangan langsung dari Shirayuki. Dia segera turun dari Paus Terbang didampingi Melody.


Pulau Samui adalah tujuannya. Paus Terbang berhenti tepat di atas Pulau Samui. Banyak pendekar perempuan dari Klan Fuyumi tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat.


“Bagaimana aku harus memanggilmu?” Shirayuki tampak bingung. Begitu juga dengan Ophys.


Melody yang melihat Ophys dan Shirayuki saling berpandangan hanya bisa terdiam. Keduanya memiliki kecantikan yang hampir sama, Shirayuki dan Ophys sama-sama memiliki kecantikan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.


Melody sendiri melihat anak dari Shirayuki yang akan tumbuh sama seperti ibunya. Kecantikan Shirayuki menurun pada Iris. Tetapi satu hal yang membuat Melody terkejut adalah pemandangan di depannya. Shirayuki dan Ophys sudah terlihat akrab. Entah kenapa melihat Shirayuki membuat Melody mengingat sosok Fubuki.


Di kediaman Klan Fuyumi bukan hanya Shirayuki saja yang hadir, tetapi disana ada Sachie, Hana, Namida dan Mio serta beberapa pendekar perempuan yang datang bersama pemimpin mereka.


“Aku masih tidak percaya akan ada keajaiban yang datang menolong kami semua. Kami sekarang masih hidup berkat kalian.” Sachie berkata pada Ophys dan Melody sambil mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada mereka yang telah menolong.


“Ah, tidak juga...” Melody tersenyum canggung. Sementara Ophys hanya diam.


“Apa benar dunia adalah tempat yang luas?” Saat semua orang sedang mengucapkan terimakasih kepada Ophys. Suara dari gadis muda yang berasal dari Gunung Menangis membuat Ophys dan Melody tersenyum.


“Apa kau ingin mengetahuinya?” Ophys mendekati Masayu dan menatap kedua bola mata Masayu yang dipenuhi kekaguman dan rasa keingintahuan.


“Ya, izinkan aku untuk menjadi bawahanmu. Ibuku telah mengizinkanku pergi. Aku bisa membaca tulisan yang ada di prasasti. Aku ingin mengetahui dunia luar. Aku ingin pergi menjelajahi dunia ini. Aku ingin mengetahui kebenaran dunia ini.” Masayu menjawab penuh semangat.


“Jawaban yang bagus.” Ophys menyentuh rambut Masayu. “Jika ibumu telah mengizinkanmu bergabung. Kau akan berada di bawah bimbingan Kapten Divisi Dua. Dia adalah perempuan cantik yang berasal dari Benua Ezzo juga. Aku yakin nanti kau akan cepat akrab dengannya.”


Semua orang terkejut melihat Masayu yang berniat ikut bersama Ophys. Sementara itu Namida hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Terlihat Shirayuki mengepalkan kedua tangannya dengan erat. “Aku sangat kagum dengan kalian. Bahkan kalian tidak mengenal kami. Tetapi kalian semua menyelamatkan kami tanpa meminta imbalan dan justru memberikan bantuan pada kami. Sampai mati pun kami tidak akan melupakan kebaikan kalian. Suatu saat kami akan membalas kebaikan kalian semua, Ophys.”


“Benar sekali. Jika ada yang ingin kalian minta dari kami. Kami semua akan memberikannya bahkan nyawa sekalipun!” Mio menatap Ophys dan Melody.


“Kami semua sangat berhutang Budi padamu.” Hana membungkuk pada Ophys.


Ophys hanya diam dan memejamkan matanya. Kemudian dia mengingat perkataan ibunya. Kekuatan meramal yang telah turun-temurun ada di dalam dirinya. Kekuatan yang sama dengan Sarah, ibu dari Nagato.

__ADS_1


“Aku akan sedikit bercerita tentang sebuah cerita masa lalu yang pernah ibuku ceritakan kepadaku. Kalian mungkin terkejut ketika melihat bentuk telingaku ini. Di luar sana ada sebuah perkampungan Ras Elf. Mereka hidup di punggung Paus Terbang sama seperti Paus Terbang yang menjadi markas kami. Hanya saja Paus Terbang itu selalu mengarungi lautan dan langit yang ada di dunia ini. Satu-satunya Paus Terbang yang mengutuk dirinya. Satu-satunya Paus Terbang yang menanggung dosanya. Tidak seperti dua Paus Terbang yang telah berada di bawah orang-orang tamak...” Ophys kemudian tersenyum ketika mengingat perkataan salah satu kenalannya dari Ras Mermaid.


“Dulu, dulu sekali yang telah memisahkan benua ini dari dunia luar adalah Klan Kagutsuchi dan salah satu leluhurku bersama Ras Mermaid yang menghuni laut selatan, mereka bekerjasama untuk membuat lautan disekitar Benua Ezzo menjadi lautan iblis yang dihuni ribuan monster mengerikan dengan satu pemimpinnya. Kekuatannya dapat mengundang badai bahkan tsunami sekalipun.”


“Tujuannya hanya satu. Agar semua orang di Benua Ezzo ini bersatu dan menunggu hari yang telah dijanjikan. Aku suka semangat dan kebaikan kalian. Tetapi ini belum waktunya bagi kalian untuk mendapatkan giliran. Jauh di luar benua ini ada dua benua yang menyatu, nama benua itu adalah Benua Raya dan Benua Kuru. Orang-orang disana telah menunggu, tidak, tapi dunia ini sedang menunggu seseorang. Ketika orang tersebut muncul. Tugas kalian adalah membantunya dan mendukungnya.”


Semua orang tercengang mendengar perkataan Ophys. Terutama Shirayuki, Hana dan Namida yang sedikit mengerti seluk beluk Klan Kagutsuchi.


“Manusia, bahkan semua makhluk akan mendapatkan karma ketika orang itu berhasil mengetahui kebenarannya dan menantang dunia. Tanah Suci, Tempat Para Dewa, Eden.” Ophys menyelesaikan perkataannya. Lalu dia pergi meninggalkan semua orang yang terdiam mendengar ceritanya.


Kemudian Ophys membiarkan Melody bersama yang lainnya untuk berbincang. Shirayuki mengikuti Ophys dari belakang dan menuju tempat keberdaan Iris yang sedang menangis di tempat pemakaman Litha dan Emi.


“Shirayuki. Kemungkinan pemuda bernama Kagutsuchi Nagato itu masih hidup. Jika ceritamu benar, maka Nagato dan anakmu ini saling mencintai. Di masa depan nanti, aku akan menjadi istri dari Nagato. Kagutsuchi Sura sudah menawarkan cucunya itu padaku. Tetapi aku tidak keberatan jika berbagi pemuda itu dengan anakmu ini.” Ophys tersenyum tipis pada Shirayuki dan Iris.


“Tidak ada yang tahu masa depan. Semoga saja Nagato masih hidup. Aku sendiri tidak bisa membayangkan betapa hancurnya perasaannya jika dia masih hidup...” Shirayuki meneteskan air matanya.


“Fuyumi Iris, tadi kau mendengarkan perkataanku bukan?” Ophys bertanya pada Iris yang sedang menyeka air matanya.


“Aku mendengarnya. Tetapi aku tidak memiliki hubungan apapun dengan pemuda yang kau bicarakan itu. Bahkan aku sama sekali tidak mengenalnya.” Iris dengan wajahnya yang sembab menatap Ophys.


Iris menatap cincin yang melingkar di jari manisnya. “Entah. Aku tidak dapat mengingatnya. Namun kalau tidak salah cincin ini adalah pemberian dari Litha...” Iris tampak ragu ketika menjawab karena dia tidak dapat mengingat apapun.


“Apa kau keberatan jika suatu saat Nagato akan memiliki dua pendamping hidupnya. Aku dan kamu. Kita berdua akan mendampinginya..." Ophys justru tersenyum lebar ketika melihat reaksi Iris yang biasa saja.


“Aku tidak keberatan.” Iris menjawab dengan bibir yang bergetar. Hatinya terasa teriris, tetapi dia tidak mengerti dari emosi tersebut.


“Baiklah, berjanjilah padaku.” Jari kelingking Ophys berada di depan Iris. Kemudian kedua jari kelingking mereka saling menyatu sebelum keduanya mengucap janji jika di masa depan nanti Iris tidak akan keberatan jika Nagato menjadikan Ophys sebagai seorang pendamping hidup selain Iris.


Shirayuki tersentak kaget mendengar perkataan Ophys. Namun dia pikir Ophys hanya bercanda. Sehingga dia tidak menyela.


“Baiklah, Shirayuki, aku pergi dulu.” Ophys menyentuh pundak Shirayuki dan tersenyum. “Kau yang menjadi saksi mata saat anakmu berjanji denganku. Tidak ada yang perlu ditakutkan. Aku tidak memiliki niat jahat. Semoga kelak kita bertemu lagi.”


Ophys lalu terbang menggunakan sayap aura berbentuk kupu-kupu biru. “Melody! Mari kita lanjutkan perjalanan kita!”


Melody tersenyum tipis. Kemudian dia melepaskan aura tubuhnya dan menggunakan kekuatannya. Telapak tangannya membentuk air padat yang menempel di tubuh Paus Terbang.

__ADS_1


“Apakah kau akan ikut bersama kami?” Melody menatap Masayu yang sedang berdiri mematung menatapnya.


Masayu berpamitan dengan Namida, Mio, Sachie dan yang lainnya.


“Ibu, aku akan pergi. Mungkin kita akan lama tidak bertemu. Tetapi ini adalah impianku.” Masayu memeluk tubuh Namida.


“Bawa Catatan Kuno ini dan pelajari baik-baik Pernapasan Hujan yang sesungguhnya. Aku yakin kau dapat mempelajari semuanya.” Namida masih belum melepaskan pelukannya. “Jangan suka keluyuran karena kau selalu kesasar. Dan jangan lupa makan makanan yang bergizi. Aku tidak ingin melihatmu kurus karena kekurangan makan.”


Masayu memerah wajahnya. “Aku mengerti, aku mengerti. Aku menyayangimu, Bu. Kalau begitu aku pergi dulu, mereka sudah menungguku.”


Masayu melambaikan tangannya pada Namida sebelum melompat memegang tangan Melody yang satunya.


“Selamat tinggal kalian semua!” Melody langsung menggunakan kekuatannya yang membuat air padat itu menariknya ke atas.


“Hati-hati!”


Semua pendekar perempuan yang ada di Pulau Samui melambaikan tangan ke atas. Terlihat Paus Terbang mulai pergi meninggalkan Pulau Samui dan Benua Ezzo.


Janji yang masih belum ditepati. Kisah yang terhenti. Dunia dimana cinta dan air mata menghampiri. Dari rasa sakit itulah dia mencoba berdiri. Dari rasa sakit itulah dia mencoba mengerti.


Seseorang tidak bisa pergi ke masa lalu dan memperbaiki penyesalannya. Namun dia bisa pergi ke masa depan untuk menebus penyesalannya.


Seseorang akan mati saat mereka benar-benar telah dilupakan. Bahkan setelah orang yang paling berharga baginya mati, kenangan mereka masih membekas di dalam ingatannya. Orang itu akan terus hidup di dalam hatinya.


Sosok adik sepupu yang menginspirasinya untuk mengejar impian yang telah mereka janjikan. Walau terpisah oleh lautan dan samudra. Walau saling melupakan. Tetapi kenangan di dalam hati yang masih membekas itu akan menjadi penuntun hingga suatu hari mereka bertemu kembali dan mengukir nama di dalam tempat yang mereka impikan.


Arc CINTA END.


Nagato, Iris Litha.


~N.I.L~


Soren, Novelitha, Karen.


~S.N.K~

__ADS_1


__ADS_2