
Di luar Ibukota Daifuzen. Pertarungan antara Takatsugu yang mengubah wujudnya menjadi Ushi Oni dan Kaisar Orochi yang mengubah wujudnya menjadi Yamata No Orochi terus berlanjut.
Ledakan demi ledakan. Kobaran api yang merambat padang rumput membuat daerah sekitar Ibukota Daifuzen dihiasi kobaran berwarna merah yang membara hingga kepulan asap hitam di angkasa terlihat jelas di mata.
Untuk mencegah kerusakan yang dibuat Yamata No Orochi, Emi berinisiatif membantu Takatsugu.
“Tidak mudah. Mereka menjaga Orochi dengan ribuan pasukan...” Emi berdecak kesal melihat prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang datang ke arahnya.
“Hembusan Angin Tak Kasat Mata!”
Bantuan dari Owara dan Reto membuat Emi melirik kedua pria yang berasal dari Klan Kitakaze tersebut. Pusaran angin beserta hembusan angin membantu Emi untuk mendekati Kaisar Orochi yang mengubah wujudnya menjadi Yamata No Orochi.
Pendekar dari Klan Kitakaze, Akatasuki beserta pendekar dari Klan Seifu menyerang prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang melindungi Kaisar Orochi.
“Membekulah!”
Emi menancapkan pedangnya di tanah dan membekukan sepuluh prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang hendak menyerang dirinya.
“Aku tidak boleh menggunakan kekuatanku sekarang...” Emi membatin dan memikirkan teknik penyegelan yang harus mengorbankan nyawanya.
Serangan dari berbagai arah menyerang dirinya. Emi memainkan pedangnya dan membalas serangan pasukan militer Kekaisaran Rakuza. Tombak beserta pedang membentur permainan pedang es miliknya.
“Kalian hanya berani mengeroyok seorang perempuan...” Emi menggelengkan kepalanya sambil menebaskan pedangnya lebih cepat. Darah bercipratan. Mata Emi terlihat sendu menatap pertempuran ini.
Sudah berapa nyawa yang mati terkena tebasan pedangnya. Sudah berapa lama jalannya pertempuran ini. Emi masih tetap berdiri dan terus mengayunkan pedangnya tanpa henti.
“Badai Salju!”
Lagi-lagi sepuluh prajurit militer Kekaisaran Rakuza tewas dalam serangannya. Es yang membeku beserta pusaran salju menyeret beberapa prajurit militer Kekaisaran Rakuza sebelum Emi membunuh mereka semua dalam satu kali tebasan pedangnya yang pasti.
Emi kembali melesat ke depan. Ratusan prajurit militer Kekaisaran Rakuza menghadangnya. Kali ini Emi mendapatkan bantuan dari Takamasa dan Takeda yang berpikir sama. Mereka juga berniat membantu Takatsugu yang mengubah wujudnya menjadi Ushi Oni untuk membunuh Kaisar Orochi.
__ADS_1
Jika mereka berhasil membunuh Kaisar Orochi yang mengubah wujudnya menjadi Yamata No Orochi. Maka pertempuran akan berakhir. Itulah yang ada dipikiran mereka. Dengan kematian Yamata No Orochi, maka semangat bertempur prajurit militer Kekaisaran Rakuza akan melemah.
“Hujan Seribu Tombak Api!”
Takamasa melompat, sedangkan kedua tangannya melakukan sesuatu hingga puluhan tombak yang besar dan terbentuk dari api mengelilingi tubuhnya. Tak lama puluhan tombak itu mengecil dan berubah menjadi ribaun tombak api yang menembus jantung puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza.
“Seranganku kurang kuat...” Takamasa mengeluh dan mulai melancarkan serangan keduanya.
“Tebasan Api!” Takeda yang datang bersama Takamasa membunuh beberapa prajurit militer Kekaisaran Rakuza dengan tebasan pedangnya yang dilapisi api.
“Tusukan Bara Api!” Walau dikepung puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza, Takeda terus menebaskan pedangnya tanpa henti. Tubuhnya bermandikan darah sang lawan. Bahkan rambutnya juga bernoda merah karena cipratan darah.
“Macan Api Mengembara!” Teriakan Takeda membuat puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza bergidik. Tatapan matanya yang tidak kalah dengan tatapan Hewan Buas, ditambah tebasan pedangnya yang membentuk macan api yang berlari di udara membuat musuh Takeda berpikir dua kali untuk menyerangnya.
Namun Takeda tidak berniat membiarkan pasukan militer Kekaisaran Rakuza melarikan diri. Tebasan pedangnya lagi-lagi membunuh puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza. Macan api yang meraung itu menebas puluhan orang hingga tanah dipenuhi dengan darah.
“Sial! Apa mereka belum datang!” Takeda mengumpat dan menatap kesal lautan musuh dari Kekaisaran Rakuza yang memenuhi dataran sekitar Ibukota Daifuzen.
Emi menebaskan pedangnya dan membunuh setiap prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang menghampirinya dengan sekali tebasan. Setiap darah yang hampir mengenai kimono yang dia kenakan, Emi membekukan darah tersebut di udara.
Permainan pedang Emi tidak kalah dengan Shirayuki yang menjadi inti pertempuran dari pihak Kekaisaran Kai. Tidak terhitung berapa nyawa yang terbunuh oleh kedua anak dan ibu ini.
“Elang Salju!”
Emi melepaskan aura tubuhnya dan memanipulasinya menjadi salju yang perlahan menyatu dan berubah menjadi burung elang. Suara nyaring burung elang yang terbang itu terasa sangat nyata ditambah serangannya yang membunuh puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza dalam sekejap.
Emi menekan aura tubuhnya dengan cepat karena tidak berniat melepaskan prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang telah berani mengarahkan senjata mereka pada dirinya.
“Tusukan Kedinginan Yang Mencekam!”
Pergerakan Emi begitu cepat, bahkan sulit untuk dilihat oleh mata walau sebenarnya Emi hanya mengeluarkan aura intimidasi yang cukup besar.
__ADS_1
Teriakan dari prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang terkena tusukan pedangnya menggema di telinganya. Dalam satu tarikan napasnya, Emi kembali menyerang dan terus mengayunkan pedangnya lebih cepat dari sebelumnya.
Kecepatan tebasan pedangnya meningkat tajam. Putaran tebasannya menciptakan salju-salju yang berputar dan berhembus membentuk pusaran angin yang dingin.
Ketika puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza terseret pusaran angin tersebut. Emi menebaskan pedangnya dari jauh dengan tebasan yang dialiri tenaga dalam.
Tebasan pedang Emi melengkung dan meledak menjadi duri-duri tajam yang membeku dan menusuk perut prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang melayang di udara.
Emi mengibaskan pedangnya sebelum kembali terus bergerak dan menembus formasi pertahanan yang memojokkan dirinya. Walau ratusan laki-laki berseragam militer dan memegang senjata hendak menyerangnya, Emi tetap bergerak tanpa rasa takut sedikitpun.
Justru sekarang Emi yang menakut-nakuti musuhnya. Ketika puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza mengepungnya. Emi menancapkan pedangnya ke tanah sembari mengaliri pedang kesayangannya dengan aura tubuhnya.
“Jurus Es : Mawar Berduri!”
Dari tanah muncul duri bunga mawar yang membeku dan menusuk jantung prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang mengepungnya.
Emi terengah-rengah karena menghabiskan tenaganya cukup besar. Perlahan dia mengatur napasnya sembari menatap lawan-lawannya.
“Jurus Es : Bintang Es Kejora!”
Kilatan cahaya dalam satu detik berhasil mengecoh prajurit militer Kekaisaran Rakuza. Emi memanipulasi aura tubuhnya untuk membentuk bintang yang terbuat dari es.
Bintang es tersebut memutar dan memotong tubuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang kakinya membeku. Emi menatap musuh-musuhnya yang berjatuhan dan mengembuskan napas terakhirnya.
Satu hal yang pasti. Emi sudah puluhan tahun melihat pertarungan yang berdarah. Namun pertempuran ini adalah hal yang paling buruk dalam hidupnya. Karena kelembutannya, akhirnya dia kehilangan Yuki dan Hisui.
Sekarang Emi mengamati Chosu dan Satsuma yang terlihat menyimpan tenaga mereka untuk melakukan sesuatu.
“Apa hanya Orochi dan orang-orang Rakuza yang menyerang Ibukota Daifuzen...” Emi berpikir jika beberapa organisasi bawah tanah yang menguasai Kekaisaran Kinai juga terlibat dalam penyerangan. Namun melihat gerak-gerik Chosu dan Satsuma yang terlihat tidak takut terhadap Orochi, membuat Emi berpikir jika ada musuh yang lebih patut diwaspadai dari Orochi yang mampu mengubah wujudnya menjadi Yamata No Orochi.
“Tetapi..., siapa dia?”
__ADS_1