Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 240 — Penyerangan Kekaisaran Rakuza


__ADS_3

Sama seperti Kekaisaran Kinai, Kerajaan Sihir Azbec maupun Kekaisaran Rakuza. Kini Kekaisaran Kai juga sudah diambang batas.


Pemimpin palsu yang bertahun-tahun menduduki tahta meninggalkan rakyat dan segalanya demi ambisinya.


Kota yang megah sudah menjadi medan pertempuran. Ribuan pasukan militer dari Kekaisaran Kai dan Kekaisaran Rakuza sudah berhadapan. Serangan dari berbagai arah ditambah dengan Manusia Hewan Buas yang merupakan Proyek Beast turut serta dalam pertempuran berdarah itu.


Kelompok Oichi yang menemui Sachie berhasil memukul mundur prajurit militer Kekaisaran Rakuza, namun keadaan berat sebelah ketika tiga orang dari Onigawara datang membantu Panglima Perang Nobu.


Nagato menyadari Oichi sedang hamil, bahkan istri dari Azai itu sudah di ambang batas karena terlihat dari keringat yang tidak wajar membasahi wajahnya.


“Seni Nafas Sirih...”


Nagato mengolah pernapasan dan melesat bergerak membantu Gyuki yang bertarung melawan Panglima Perang Nobu.


Bilah pedang yang selalu di rawat kini berlumurah darah. Untuk pertama kalinya dia merasa pertempuran hanya akan membuatnya semakin tenggelam dalam lorong kegelapan tak berujung.


“Fuyumi Nagato! Ini dia yang diincar Tuan Reptile!” Salah satu Onigawara dengan wajah yang garang yang dipenuhi luka menahan tebasan pedang Nagato dengan pedang ditangannya.


Senjata Kuno Tipe Pusaka : Pedang Api adalah senjata yang digunakan pria bernama Ryuno yang menahan tebasan pedang Nagato.


“Cih!” Nagato mendecakkan lidahnya dan kembali melancarkan serangannya pada Ryuno.


Terlihat Nagato dan Iris yang berhadapan satu lawan satu melawan anggota Onigawara. Mata Nagato melihat sekilas Iris yang bertarung melawan perempuan dari Onigawara.


Sedangkan Masayu, Litha dan Tatara melawan pria yang menggunakan pedang besar.


“Lilitan Api!”


Ryuno mengayunkan pedangnya membentuk ular berwarna merah yang terbuat dari aura tubuhnya.


Nagato tersenyum tipis melihat kekuatan elemen mereka sama. Ayunan tebasan pedangnya meningkat tajam dan memotong serangan Ryuno dengan mudah.


“Ombak Api!”



Wilayah Selatan, Ibu Kota Daifuzen.



Kelompok yang dipimpin Hana bertemu dengan ratusan Manusia Hewan Buas yang memiliki kekuatan Hewan Buas dan beberapa diantaranya juga memiliki kekuatan Binatang Iblis.



“Ibu Hana, bagaimana bisa ada makhluk seperti itu?” Hanabi mengikuti Hana yang memimpin beberapa pendekar untuk memukul mundur penyusup yang ada di bagian selatan.



“Entahlah, aku baru pertama kali melihat makhluk seperti ini...” Hana merapatkan giginya.



Bagian Gerbang Depan, Ibu Kota Daifuzen.


Namida menggelengkan kepalanya melihat ribuan penyusup dari Kekaisaran Rakuza. Menurutnya hari ini adalah akhir dari Kekaisaran Kai. Entah mereka yang akan mati dan ikut lenyap bersama Ibu Kota Daifuzen atau mereka bertahan hidup dan membentuk Kekaisaran Kai yang baru.


“Jangan biarkan pasukan Orochi mengambil alih jantung Kekaisaran Kai!”


Namida memimpin ratusan pendekar dan menerjang melawan ribuan prajurit militer Kekaisaran Rakuza.

__ADS_1



Wilayah Utara, Ibu Kota Daifuzen.



“Beku dan hancurlah!” Shirayuki membunuh puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza dengan mudah.



“Berandalan, apa yang kau katakan itu benar?!” Shirayuki menatap sinis Kurose yang berkeringat dingin melihat kekuatan Shirayuki.



“Benar, Tuan Putri Shirayuki...” Walau bukan seorang putri raja, namun semua orang menganggap Shirayuki sebagai sosok Tuan Putri.



“Hizen! Dari awal aku sudah sangat tidak suka dengan keluarga Genki sialan itu! Lihat tindakanmu ini! Kau menjodohkan anakmu seenak jidat!” Shirayuki memarahi Emi yang terdiam dan hanya membunuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza.



“Aku salah. Ini kesalahanku. Mungkin hari ini aku akan menjadikan pertempuran ini menjadi tempat kematianku agar aku menemui cucuku, Hisui. Kuserahkan padamu, Klan Fuyumi, Shirayuki...”



Emi terus menebaskan pedangnya dan membunuh setiap orang yang berasal dari Kekaisaran Rakuza.



“Kurose, berani sekali kau berbicara dengan wanita tercantik kedua di dunia ini...” Ohta berbisik di telinga Kurose yang sedang membantu kelompok Emi setelah membawa Hiragi dan Yuki ke tempat yang aman.




“Bodoh, anaknya, bodoh. Dasar pikun, apa kau tidak tahu kecantikan Fuyumi Iris...”



“Berhenti membicarakan anakku! Sekali lagi aku dengar kalian berbicara maka aku akan membunuh kalian!” Shirayuki membekukan sepuluh prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang bertarung melawan Ohta fan Kurose. Bahkan Shirayuki membekukan kedua orang tersebut.



Wajah Ohta dan Kurose sama\-sama pucat pasi melihat tatapan merendahkan dari Shirayuki.



“Lintasan Jingga!”


Nagato berhasil melukai tubuh Ryuno dan terus melancarkan serangannya. Mata Ryuno terbelalak melihat kekuatan Nagato yang jauh lebih dari dia bayangkan.


“Ruang Hampa!” Nagato melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar beserta tenaga dalamnya, “Lautan Api!”


Kepala Ryuno terpotong ketika Nagato menebas kepalanya. Tangan Nagato mengibaskan pedangnya dan hendak membantu Iris dan Litha. Namun pandangan matanya melebar melihat Iris membunuh perempuan dari Onigawara dengan mudah.


“Mati!” Lusinan prajurit militer Kekaisaran Rakuza membeku dan hancur ketika Iris meremas tangannya.


“Tarian Peri Air!”

__ADS_1


“Teknik Pedang Air : Hiu Menerkam!”


“Hujan Menangis!”


Serangan gabungan Litha, Tatara dan Masayu juga berhasil membunuh anggota dari Onigawara.


Namun saat ini mereka terlihat kelelahan. Terik matahari yang menyengat beserta suara nyaring senjata yang berbenturan membuat kebisingan yang memuakkan.


“Aku benci dengan situasi ini...” Nagato menggumam dan menatap pasukan militer Kekaisaran Rakuza yang dia bunuh.


Teriakan orang yang terluka atau mati, membuat Nagato hanyut akan perasaan gelisah. Membunuh atau dibunuh. Jika dia tidak membunuh, maka orang yang dia sayangi akan dalam bahaya. Nagato takut akan kehilangan.


Sekarang dia merasakan kehidupan. Kehidupannya sendiri, kehidupan orang disekitarnya, kehidupan lawannya dan kehidupan dari orang yang ditinggalkan oleh orang yang dia bunuh.


“Matilah kau, Fuyumi Nagato!”


“Aku yang akan membunuhnya!”


“Rasakan ini!”


Nagato memejamkan matanya dan menebaskan pedangnya dengan cepat. Percikan darah mengenai wajahnya yang telah bercampur dengan debu-debu pertempuran.


“Paman Gyuki tidak akan bertahan...” Nagato melihat Gyuki yang tak lain adalah Takatsugu sedang terdesak.


Serangan dari Panglima Perang Nobu sangat brutal. Lawan ataupun bawahannya akan mati jika berada di sekitarnya. Tidak memandang kawan atau lawan, semua orang yang menghalanginya akan mati terkena petir dari kapaknya.


Ratusan tubuh bergelimpangan di jalanan. Pemandangan yang tak kalah mengerikan saat Kazan dan anggotanya menghancurkan Kerajaan Sihir Azbec dalam dua hari. Membuat kenangan lama bersemi kembali dan membuat darahnya mendidih.


Nagato berdiri di samping Litha dan menatap adik sepupunya yang menjadi harta terindah dalam hidupnya. Ini adalah berkah yang diberikan oleh Tuhan untuknya. Menjaga dan mencintai Litha adalah kebanggaannya.


“Nagato, pemandangan ini..., aku jadi mengingat bagaimana Kota Roshima hancur...” Litha menyeka darah yang mengenai wajahnya.


Nagato melirik Litha sebelum membunuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza kembali.


“Pertempuran ini tidak akan berhenti sampai salah satu pihak binasa. Aku pikir seperti itu. Ini adalah pertama kalinya aku turun langsung ke pertempuran seperti ini...” Nagato kembali mengayunkan pedangnya secara terus-menerus. Darah yang bercipratan serta teriakan dari orang yang dia bunuh membuat hati yang terluka telah mati rasa.


“Iris, apa benar Hisui telah—”


“Hisui telah mati. Ini salahku. Seharusnya aku membunuh orang yang bernama Hizen!”


Nagato mendengarkan pembicaraan Iris dan Litha. Dia melihat teknik Iris yang digunakan untuk membunuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza sangat mirip dengan teknik tumbuhan milik Hisui. Hanya saja tumbuhan yang mengikat dan menghancurkan tubuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza adalah tanaman es.


“Melihatmu menjadi pendendam bukanlah keinginanku. Cukup aku yang menanggung semua ini!” Nagato membatin dan menatap Iris yang sama sekali tidak menatapnya. Hawa dingin yang dikeluarkan Iris hanya mengincar prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan membekukan lawan-lawannya.


Pertempuran yang terjadi secara tiba-tiba membuat sebagian Ibu Kota Daifuzen menjadi lautan api. Suara makhluk dari ular berkepala delapan yang berwarna merah bercampur putih membuat semua orang menatap ke satu arah.


Semua menatap Kaisar Orochi yang berubah merubah wujudnya menjadi Arwah Suci Jenis Mythical : Yamata No Orochi.


Semburan api yang keluar dari mulutnya membuat pertempuran menjadi berat sebelah. Akhirnya Setan Merah dari Kekaisaran Rakuza menunjukkan wujudnya.


“Saatnya pembantaian!”


“Ya!”


___


Makasih banyak yang udah vote.


Dukungan kalian sangat berarti untukku agar terus menuntaskan novel Kagutsuchi Nagato ini sampe tamat di Arc Azbec. Arc Cinta udah mau selesai hehe, panjang banget. Soalnya aku gak pikir panjang, langsung up waktu tahu apk Mangatoon. Jadi suatu hari aku akan revisi kembali karena aku sendiri masih belajar dan baru bergabung ke dunia kepenulisan.

__ADS_1


Klik profilku, ada novel baru. Judulnya Dragon Warrior Pair. Jangan lupa like dan komen.


__ADS_2