Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 226 — Fuyumi Iris vs Seibu Azuki! Kecantikan Nomor Satu!


__ADS_3

“Baiklah, kita beralih ke pertandingan selanjutnya. Fuyumi Iris dan Seibu Azuki silahkan maju ke depan!”


Gyuki menggaruk kepalanya karena merasa pertarungan kali ini akan menarik. Iris adalah pemula yang baru pertama kali mengikuti Turnamen Harimau Kai, namun catatan pertandingannya sangat bagus.


Salah satu dari sepuluh pendekar muda jenius telah dia kalahkan, dan kini lawannya juga termasuk dalam sepuluh pendekar muda jenius.


Penonton mulai ramai membicarakan pertarungan yang akan segera tersaji di tengah lapangan Arena Lingkaran Harimau.


Begitu Iris dan Azuki memasuki tengah lapangan, suara gemuruh menggema di seluruh sudut Arena Lingkaran Harimau.


“Fuyumi Iris! Aku padamu!”


“Bodoh! Kau itu perempuan!”


Di salah satu tribun penonton terlihat dua gadis muda begitu mengagumi Iris. Tak lama sorakan penonton kembali terdengar.


“Menarik sekali, aku yakin Azuki akan membalas kekalahan Kirisaki!”


“Aku tetap mendukung kecantikan nomor satu di daratan Kekaisaran Kai! Fuyumi Iris, kau harus menang!”


“Berjuanglah Fuyumi Iris!”


“Berjuanglah Seibu Azuki!”


Penonton di tribun selatan memberi semangat pada Iris dan Azuki. Mereka semua tidak sabar menyaksikan pertarungan yang akan tersaji di tengah lapangan dalam babak 16 besar Turnamen Harimau Kai.


Di tengah lapangan, Gyuki sedang menjelaskan peraturan pertandingan pada Iris dan Azuki. Setelah kedua gadis muda itu mengangguk karena masih mengingat peraturan, Gyuki memberi isyarat pada Iris dan Azuki untuk mundur ke belakang.


“Baiklah, ambil jarak dan tunggu aba-aba dariku,” ucap Gyuki sambil menatap Iris dan Auzki.


“Pertandingan kedua babak 16 besar Turnamen Harimau Kai antara Fuyumi Iris melawan Seibu Azuki dimulai!” Gyuki memulai aba-aba pertandingan dan melompat ke belakang untuk mengamati pertandingan.


“Aku akan membalas kekalahan Kirisaki!” Azuki membatin dalam hatinya. Gadis berambut merah itu memainkan pedangnya dan berlari mendekati Iris.


Langkah kaki Azuki terlihat lambat, tetapi juga cepat, sehingga Iris dengan waspada langsung membentuk pedang es menggunakan tenaga dalamnya.


Pertukaran serangan terjadi ketika Azuki dan Iris sudah berada pada jarak yang dekat. Benturan pedang yang terdengar nyaring mewarnai tengah lapangan Arena Lingkaran Harimau.

__ADS_1


“Tusukan Aliran Api Abadi!” Azuki dengan lihainya memainkan pedangnya dengan melakukan serangan tusukan yang membuat Iris terdesak.


Iris mengalami luka tusukan di sekitar kulit perutnya yang mulus, namun luka-luka tersebut langsung membeku mengingat Iris mempunyai kekuatan Jelmaan Dewi Salju.


Tak lama Iris menghembuskan napasnya ke arah Azuki untuk menjaga jarak dan mengatur strategi. Napas Iris sedikit memburu karena dirinya telah bertukar serangan dengan Azuki selama tiga puluh menit tanpa henti.


Perlahan Iris mengolah pernapasan agar tetap terjaga aliran napasnya, “Aku ingin menggunakan beberapa teknik baruku...” Gadis cantik itu membatin lirih dalam hatinya setelah napasnya kembali normal.


Sadar jika Azuki sudah kembali memulai serangannya, Iris memejamkan matanya dan melakukan konsentrasi secara penuh.


“Pedang Es...” Telapak tangan Iris membuka dan terbentuk sebuah pedang es bercorak bunga mawar yang keluar di telapak tangannya.


Iris sedang mengingat gerakan teknik pedangnya sambil merasakan hawa keberadaan Azuki.


“Tebasan Api Membara!” Terlihat Azuki melepaskan aura tubuhnya yang berwarna merah dan memusatkannya pada bilah pedangnya. Kemudian Azuki memainkan pedangnya yang membentuk tebasan paruh burung yang terbuat dari api yang membara di udara itu.


Ketika tebasan pedang Azuki yang membentuk paruh burung yang lancip dengan api yang menjadi bentuk keseluruhannya melesat ke arahnya, Iris membuka matanya secara perlahan dan melangkahkan kakinya.


Semua orang terpukau melihat permainan pedang Iris. Bahkan Nagato dan Litha yang sedang menonton dari atas tribun ikut terkesima melihatnya. Menurut Nagato permainan pedang Iris sedikit mirip dengan Litha.


“Tarian Peri Salju!”


Tebasan pedang Azuki dapat dibekukan oleh Iris dengan mudah. Sekarang kecepatan ayunan pedang Iris meningkat tajam, belum lagi langkah kakinya yang bergerak semakin dekat dengan Azuki menandakan Iris sudah siap berduel pedang dengan Azuki.


“Menantangku berduel... Tidak buruk juga, tetapi jangan gegabah...” Azuki juga berjalan mendekati Iris dan melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar.


Sekarang tebasan pedang Azuki sangat cepat, ayunan pedangnya sangat cepat dan tidak mudah dilihat oleh mata. Namun Iris dapat melihat jelas pergerakan ayunan pedang Azuki karena dirinya juga berlatih giat selama beberapa tahun terakhir demi Nagato.


“Putaran Paruh Api!”


Pedang Iris dan Azuki berbenturan menciptakan hembusan angin yang terasa dingin. Mata Azuki menatap tajam Iris, tak lama gadis berambut merah itu memutarkan tubuhnya sambil menebasakan pedangnya untuk mencoba menyerang Iris dari samping.


Namun Iris dapat menahan tebasan pedang Azuki dengan baik. Bahkan permainan pedang Iris dapat mengimbangi permainan pedang Azuki.


Kini keduanya bertukar serangan selama sepuluh menit, tak lama Iris kembali menggunakan teknik pedangnya yang sama seperti sebelumnya.


“Tarian Peri Salju!”

__ADS_1


Terlihat jelas Iris ingin menunjukkan pada Nagato yang menontonnya dari atas tribun jika dirinya juga bisa bertarung menggunakan pedang.


Permainan pedang Iris kembali memukau penonton. Serangan Iris sangat cepat dan tajam, Azuki ingin membalas serangan Iris namun leher dan tangannya terasa dingin.


Matanya melebar melihat serpihan-serpihan es yang mengenai kulit tangannya. Bahkan goresan-goresan tebasan pedang Iris di sekujur tubuhnya terasa sangat dingin bagi Azuki.


“Tidak ada pilihan lain!” Azuki memanipulasi aura tubuhnya menjadi api untuk mencairkan es yang menempel di sekujur tubuhnya.


Iris tidak berhenti sampai disana, sekarang gadis cantik itu mengontrol aura tubuhnya dengan sangat baik. Saat dirinya bertarung dengan Azuki dalam pertarungan pedang yang sengit.


Iris secara diam-diam mengontrol aura tubuhnya menjadi serpihan es yang menyerang Azuki dan melindungi tubuhnya secara bersamaan.


“Elang Api Kembar!”


Azuki mengayunkan pedangnya dan menggunakan teknik pedangnya untuk menyerang balik Iris. Benturan pedang nyaring terdengar di tengah lapangan, Iris dapat menahan tebasan pedang Azuki tanpa kesulitan yang berarti.


Azuki melepaskan aura tubuhnya dan tenaga dalamnya dalam jumlah besar, kemudian gadis berambut merah itu bergerak lebih cepat dari sebelumnya dan mencari celah untuk menyerang Iris.


Serangan dari berbagai arah yang dilancarkan oleh Azuki tidak dapat memberikan luka yang berarti di tubuh Iris. Setiap Azuki mengayunkan pedangnya, serpihan es akan melindungi tubuh Iris. Bahkan serpihan es itu sama seperti tumbuhan milik Hisui yang terlihat seperti tidak ingin membiarkan Hisui terluka, begitu juga dengan serpihan es yang melindungi Iris.


“Aku tidak percaya teknik pedangku tidak menembus pertahanannya...” Azuki mengumpat kesal dalam hatinya. Kemudian dia kembali mengayunkan pedangnya lebih cepat dari sebelumnya, namun dia tidak sadar gerakannya kali ini berasal dari emosi amarah semata.


Tanpa sadar Azuki tidak menyadari serpihan es yang menempel di sekitar tubuhnya yang telah menyebar dengan sangat cepat. Ketika pedang Iris dan Azuki hampir berbenturan, tubuh Azuki membeku sepenuhnya kecuali kepala.


Pedang yang dipegang oleh Azuki terjatuh ke tanah, sementara itu Iris menodongkan pedangnya tepat di leher Azuki.


“Apa ini?” Azuki panik karena merasa suhu tubuhnya menurun drastis.


Gyuki mengangkat tangannya agar Iris tidak bertindak lebih jauh seperti saat melawan Kirisaki. Perlahan pedang es milik Iris mencair bersama dengan es yang membekukan tubuh Azuki juga ikut mencair.


Azuki basah kuyup dan terduduk di tanah, sementara itu Iris berjalan terhuyung-huyung namun tetap mencoba terlihat kuat.


“Aku belum bisa mengontrol penuh kekuatan Dewi Salju...” Iris membatin dalam hatinya dan berjalan meninggalkan Gyuki beserta Azuki.


“Pemenangnya Fuyumi Iris!” Gyuki mengakhiri pertandingan dan menghampiri Azuki.


Iris melirik sesaat Azuki yang sedang berbincang dengan Gyuki. Tak lama matanya mencoba menatap Nagato yang sedang melihatnya dari atas tribun.

__ADS_1


Suara riuh penonton yang menggema meneriakkan namanya, Iris hiraukan. Baginya sekarang dia hanya ingin mendengar pujian atau saran dari Nagato tentang permainan pedangnya.


__ADS_2