Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 257 — Cincin Air, Hawk.


__ADS_3

“Hawk, bukankah kau memiliki julukan Jendral Angin?” Lawan dari Hawk yang termasuk dalam lima pembunuh bayaran suruhan Kaisar Orochi menahan serangan ombak air dari Hawk.


“Elemen bawaanku sejak lahir adalah angin. Ketika aku membuka aura tubuhku, aku bisa memanipulasi angin dengan kerja keras yang luar biasa. Apa kau ingin dengar ceritanya?” Hawk menghentikan serangannya dan memanipulasi angin menjadi pedang angin yang begitu padat.


“Siapa yang peduli dengan itu! Apa kau bodoh!” Pembunuh bayaran tersebut berteriak menanggapi perkataan Hawk.


“Kalau begitu tidak ada pilihan lain. Kupikir sebelum aku membunuhmu, kita bisa bercerita untuk terakhir kalinya...” Hawk menggunakan kekuatan air dari Cincin Air sambil mengibaskan pedangnya, “Isshiki, pembunuh bayaran dari Asosiasi Pedang Darah.”


Pembunuh bayaran yang ternyata bernama Isshiki tertawa dan menyerang Hawk dengan cepat. Keduanya bertukar serangan, namun Hawk menyerang dari kejauhan dengan menggunakan kekuatan Cincin Air dan mengendalikan air yang keluar dari cincin tersebut.


Ombak air meluap menghempaskan tubuh Isshiki. Telapak tangan Hawk meremas dan mengenggam tubuh Isshiki. Air yang membentuk kepalan tangan itu membuat Isshiki mengernyitkan dahinya tidak percaya jika Hawk dapat menangkapnya dengan mudah.


Cincin yang melingkar di jari manis Hawk tak lain adalah Senjata Kuno Tipe Pusaka : Cincin Air. Tergantung dari penggunanya. Senjata Kuno dapat dimanfaatkan menjadi senjata yang sangat mematikan bahkan bisa menjadi pelindung mutlak. Semua itu kembali pada penggunanya masing-masing.


“Sial! Genggaman ini sangat kuat!” Isshiki menggerakkan tubuhnya dan berusaha melepaskan diri. Tubuhnya menggeliat ke kiri dan ke kanan. Namun sekarang kondisi Isshiki tak lebih seperti seekor tikus yang dilumat ular.


“Apa ada kata terakhir untukku, Isshiki?” Dengan wajahnya yang tenang. Hawk menghampiri Isshiki dan mengibaskan pedangnya sebagai gertakkan.


“Ada...” Isshiki menatap Hawk yang juga sedang menatap dirinya.


“Apa itu?” Hawk melihat Isshiki tertawa dan kedua bola matanya mendelik menatap dirinya.


“Aku akan membunuhmu! Itu perkataan terakhirku sebelum kematianmu, Hawk!” Isshiki melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar dan menhancurkan kepalan tangan yang mengekang tubuhnya.


Terlihat Isshiki mengambil sesuatu dari sakunya. Sebuah pil berwarna merah dia telan. Melihat itu, Hawk mewaspadai perubahan yang terjadi pada tubuh Isshiki.


“Aku bisa merasakan kekuatan mengalir di dalam tubuhku. Kekuatan ini sangat luar biasa. Tidak kusangka orang asing dari luar Benua Ezzo dapat menciptakan pil seperti ini!” Isshiki meremas tangannya dan mencoba merasakan kekuatan yang sekarang mengalir di dalam tubuhnya.


Kedua bola matanya terlihat seperti ada urat-urat berwarna merah. Otot-otot tubuhnya juga terlihat semakin jelas. Isshiki melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar yang mampu membuat Hawk merapatkan giginya.

__ADS_1


“Tenkai!”


Isshiki mengeluarkan aura intimidasinya dan memulai serangan pembuka setelah meminum pil misterius tersebut. Entah pil itu dibuat oleh siapa. Namun hanya dua kelompok penjahat yang sekarang menguasai suatu negeri yang dapat menciptakan obat-obatan seperti itu. Kedua kelompok itu tak lain adalah Blood Eater dan Viper Familia.


“Tenkai!”


Hawk juga melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar. Sekarang Hawk menggunakan Tenkai untuk membalas serangan intimidasi dari Isshiki. Benturan aura yang sama-sama telah membangkitkan Tenkai terlihat jelas di udara.


Hawk kembali menggunakan kekuatan Cincin Air. Sembari mengontrol dan memanipulasi air menjadi Hiu Air yang terlihat ganas. Hawk menjentikkan jarinya menyuruh sepuluh Hiu Air untuk menerkam tubuh Isshiki.


“Jurus Cincin Air : Hiu Kuno Menerkam!”


Raut wajah Isshiki berubah sesaat karena melihat sepuluh ekor Hiu Air yang berenang di udara. Dengan hati-hati dia melangkah karena merasa Hawk hendak melakukan sesuatu. Tatapan dan senyuman Hawk terlihat begitu mencurigakan.


“Jurus Cincin Air : Penjara Air Besar!”


Mata Isshiki terbelalak ketika tubuhnya berada di dalam penjara air yang bulat. Bentuk dari penjara itu besar dan dipenuhi pusaran air. Sepuluh Hiu Air berenang dengan bebas dan begitu cepat hendak menerkam tubuh Isshiki.


Terlihat gelembung membungkuk kepala Hawk. Ketika Hawk memasuki penjara air tersebut. Gelembung udara yang membungkus Hawk membuatnya dapat bernapas dengan bebas di dalam penjara air.


Hawk memanipulasi elemen angin miliknya untuk menciptakan pusaran angin di dalam penjara air. Terlihat tubuh Isshiki tidak dapat bergerak dengan bebas karena serangan dari berbagai arah.


Kelemahan terbesar Isshiki adalah meremehkan Hawk. Kekuatan Senjata Kuno dapat Hawk gunakan dengan baik. Potensi dari Senjata Kuno jika digunakan dengan baik, maka bisa menciptakan jurus yang tidak mungkin menjadi mungkin. Bahkan jika berhasil membangkitkan seluruh potensi Senjata Kuno hingga senjata tersebut mengalami pembangkitan, maka pengguna Senjata Kuno bisa mengeluarkan seluruh potensi yang ada pada Senjata Kuno.


‘Sepertinya dia tidak akan bertahan lebih lama. Sebaiknya aku keluar dan memadatkan penjara air ini...’ Hawk keluar dari penjara air. Seketika gelembung air menghilang. Hawk berjalan menghampiri prajurit militer Kekaisaran Rakuza sembari meremas tangannya.


“Jurus Cincin Air : Siksaan Tak Bernyawa!”


Penjara air memadat. Sepuluh Hiu Air yang berenang menerkam tubuh Isshiki. Sedangkan pusaran angin yang ada di dalam penjara air ikut memadat. Ketika penjara air tersebut meledak. Rintikan air bercampur darah membasahi tempat dimana Hawk membunuh Isshiki.

__ADS_1


Ratusan prajurit militer Kekaisaran Rakuza menelan ludah ketakutan melihat Hawk. Mereka mematung dan tidak bergerak. Dengan sigap, prajurit militer Kekaisaran Kai yang dibawah kepemimpinan Hawk membunuh mereka yang terpaku menatap Hawk.


“Apa kau perlu bantuan, Tsumasaki?” Hawk tersenyum menatap Tsumasaki yang sedang bertarung melawan pembunuh bayaran suruhan Kaisar Orochi.


Tsumasaki menyemburkan api dari mulutnya. Kemudian dia memanipulasi api menjadi puluhan tombak yang mengelilingi tubuhnya. Sedangkan pedangnya dilapisi api yang membara.


“Aku tidak perlu bantuanmu. Kau cukup pergi ke arah jam sembilan, Hawk...” Tsumasaki mengayunkan pedangnya dan berteriak cukup keras, “Aku mendengar langkah kaki dari ribuan orang!”


Hawk memejamkan matanya dan berlari mengikuti tempat yang dimaksud oleh Tsumasaki. Terlihat jelas ribuan pria berseragam militer Kekaisaran Rakuza datang dari arah hutan. Sebuah hutan yang dekat dengan Ibukota Daifuzen.


Hutan tersebut sebenarnya adalah hutan yang indah dipenuhi pepohonan rindang dan bunga-bunga yang tumbuh mekar disana. Namun sekarang dari kejauhan, Hawk bisa melihat tempat itu sudah dipenuhi pasukan militer Kekaisaran Rakuza yang sedang menuju ke Ibukota Daifuzen.


“Bala bantuan dari Kekaisaran Rakuza? Orochi sialan! Dia pasti telah membunuh ribuan orang tak bersalah di Provinsi Barat!” Hawk mengepalkan tangannya sangat erat.


“Jendral Hawk! Bagaimana ini? Kita kalaj jumlah!”


“Di luar Ibukota Daifuzen saja kita masih kalah jumlah. Dan di dalam Ibukota Daifuzen kita kewalahan melawan Hewan Buas...”


“Walau begitu. Aku tidak ingin anak dan istriku disiksa Orochi dan bawahannya. Apa kalian tidak ingat rumor yang beredar di Kerajaan Ellesmere?!”


“Benar, kita tidak boleh membiarkan Kekaisaran Kai jatuh ke tangan Orochi.”


Hawk melirik dan mendengarkan perkataan bawahannya. Dia mengerti kenapa bawahannya tampak ragu dengan kondisi peperangan ini. Bahkan dia sendiri sudah puluhan tahun hidup dalam keraguan. Untuk membujuk Hizen agar menjadi manusia yang baik. Dia mengikuti perkataan Pandu dibandingkan mengikuti kemauannya untuk membunuh Kaisar Hizen sama seperti yang dilakukan Hayabusa.


“Guru Pandu. Mungkin Guru terlalu mencintai dan menghormati sosok kakak yang kurang ajar itu! Lihat sekarang! Anak Guru menderita!” Hawk membatin dan melepaskan aura tubuhnya membuat penjara air besar kembali.


“Hanya dengan melihat mata Nagato saja aku sudah mengetahuinya! Dia sama sekali tidak pernah merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya!”


Prajurit militer Kekaisaran Kai yang menjadi bawahan Hawk terkejut melihat pimpinan mereka mengeluarkan nafsu membunuh yang begitu besar.

__ADS_1


Salah satu prajurit militer Kekaisaran Kai yang menatap Hawk menelan ludah, ‘Aku sudah bertahun-tahun menjadi pasukan di bawah pimpinan Jendral Hawk. Terkadang dia selalu marah dan melepaskan hawa membunuh yang tidak jelas ditujukan pada siapa. Sepertinya Jendral Hawk telah lama menderita. Sebenarnya masalah bapa yang membuat Jendral Hawk sampai seperti ini?’


__ADS_2