
"Rini, ada orang yang mau menginap." ucap salah seorang pelayan yang sedang menyapu memanggil perempuan yang terlihat seperti pemilik penginapan tersebut.
"Panggil aku dengan sebuatan bos besar, aku pemilik penginapan ini." balas seorang yang terlihat seperti pemilik penginapan yang bernama Rini.
"Lagipula kita sudah berteman sejak kecil hehe." seorang pelayan yang sedang menyapu tersenyum sedangkan dua pelayan lainnya menghampiri Kakek Hyogoro.
"Apakah anda ingin menginap? Maaf, karena anda telah melihat kami yang sedang bersih - bersih." ucap seorang pelayan yang menyapa Kakek Hyogoro.
Kakek Hyogoro tersenyum sambil mengangguk pelan kemudian dirinya memesan tiga kamar dan memesan makanan dan minuman hangat. Kedua pelayan perempuan terlihat kebingungan.
"Ada apa?" tanya Kakek Hyogoro yang melihat reaksi dua pelayan tersebut.
"Tidak, tapi sepertinya anda datang sendiri, jadi mengapa memesan tiga kamar?" jawab seorang pelayan yang terlihat kebingungan tersebut.
"Oh, mereka berdua sedang diluar haha." Kakek Hyogoro tertawa pelan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian menyuruh Litha dan Nagato masuk.
__ADS_1
Setelah Litha dan Nagato masuk kedua pelayan itu terkejut melihat kedua anak kecil yang membawa pedang.
"Nya ... Chibi kehujanan." Litha sedang sibuk mengurus anak kucing manisnya, sedangkan Nagato terlihat tidak peduli dan hanya memandang ruangan penginapan.
"Namaku Rika."
"Namaku Ran."
Kedua pelayan tersebut memperkenalkan diri kemudian mengantar mereka menuju kamar masing - masing. Sebelum mereka beranjak pergi ke kamar yang akan diantarkan Rika dan Rin, dua orang yang sedang berdebat menghampiri mereka bertiga.
"Maaf, tadi tidak menyambut kedatangan kalian perkenalkan namaku Rini, pemilik penginapan ini." ucap seorang perempuan yang terlihat seperti pemilik penginapan tersebut.
Mereka bertiga memperkenalkan diri setelah itu beranjak untuk pergi kekamar yang telah dipesan. Pelayan yang melihat ketampanan Nagato takjub dengan anak muda yang sudah menjadi calon pendekar itu.
"Litha, Nagato, jika kalian berdua ingin makan dan minum, setelah mandi datanglah ke ruangan tengah." Kakek Hyogoro menatap Litha dan Nagato.
__ADS_1
"Iya kek, aku pesan susu hangat untuk Chibi ya." Litha sedang menyelimuti Chibi dengan handuk kecil yang diberikan oleh Rini.
"Aku mau mandi air hangat terlebih dahulu sebelum makan." Nagato masuk kedalam kamar dan menaruh tas yang sudah basah karena kehujanan kemudian dirinya beranjak pergi ke kamar mandi yang sudah disiapkan penginapan.
Dua jam setelah Nagato dan yang lainnya datang ke penginapan, setelah selesai meminum teh hangat dan mie kuah panas, Nagato kembali masuk kedalam kamarnya untuk menenangkan diri dan menghabiskan waktu untuk melatih pernapasan yang diajarkan Kakek Hyogoro.
Nagato mengambil dua lembar daun sirih ditas pinggangnya yang telah basah, kemudian duduk bersila dan menaruh dua daun sirih tersebut di kedua telapak tangannya.
Nagato memusatkan seluruh perhatiannya hanya untuk berlatih pernapasan, membuang segala pikiran duniawi yang ada didalam kepalanya hingga dirinya benar - benar fokus kepada satu titik malam ini.
Di sebelah kamar Nagato, Kakek Hyogoro berbaring mengistirahatkan tubuhnya dan tertidur lelap, meskipun Kakek Hyogoro bisa dibilang kuat tetapi diumurnya yang sudah tua membuat badannya pegal ketika berlari dari Hutan Cakrawyuha terus menerus kehujanan dan berakhir di Desa Ninniku ini.
Sedangkan disisi lain Litha sedang melihat Chibi menjilat susu putih yang dirinya pesan, gadis kecil itu berbagi tempat tidur bersama kucing manisnya itu.
Nagato berlatih untuk mengolah pernapasan hingga pagi, dua daun sirih ditelapak tangannya terbelah menjadi dua ketika Nagato berhasil mengolah pernapasan tahap selanjutnya.
__ADS_1
"Salurkan ke tangan ... " batin Nagato yang sedang memejamkan matanya sambil menyalurkan udara ketangannya.
Nagato duduk bersila hingga pagi tiba, ketika dirinya membuka mata seluruh tubuhnya terasa sangat ringan dan ketika bernapas udara pagi terasa begitu menyejukkan tubuhnya ketika Nagato menghirupnya.