
Nagato dan Litha tidak menurunkan kewaspadaan sedikitpun, seorang perempuan yang menjadi lawan mereka, telah mampu memanipulasi aura tubuhnya menjadi air. Nagato sangat menyadari untuk memanipulasi aura tubuh adalah hal yang sangat sulit. Bahkan dirinya baru bisa melepaskan auranya secara paksa dan belum mampu mengontrolnya.
"Litha, kerja sama juga sesuatu yang penting. Jadi kita kalahkan dia dengan kekuatan kita berdua." ucap Nagato mengajak Litha untuk bekerja sama dengannya.
Litha mengangguk pelan sambil mengamati pergerakan lawannya.
"Ada apa? Kalian tidak jadi menyerangku?" tanya perempuan tersebut pada Nagato dan Litha, dengan wajah datarnya dia terlihat seperti sedang bercanda.
"Siapa namamu? Kenapa kau tidak menunjukkan emosi apapun, ketika melihat orang yang bernama Otani mati!" jawab Nagato dengan tegas.
"Namaku? Aku Mizuko, apakah aku harus sedih seperti yang lainnya. Jika melihat orang mati?" balas Mizuko kemudian dia berkata pada Nagato, tetapi perkataannya seperti orang yang sedang bertanya.
"Mizuko? Perempuan aneh..." gumam Nagato karena dia tidak menyangka melihat Mizuko tidak menunjukkan emosi apapun.
"Bukankah wali kota itu adalah tuanmu?" tanya Litha pada Mizuko.
"Dia? Hmm... orang itu adalah bahan percobaan Tuan Gore, sedangkan sekarang orang yang menjadi tuanku adalah Tuan Hayama." Mizuko menjawab pertanyaan Litha, dengan wajah datarnya yang membuat Nagato dan Litha menghela napas panjang.
"Gore? Siapa dia?" batin Nagato setelah mendengar nama yang sangat asing baginya.
"Kalian berdua sepertinya cukup kuat, biarkan aku membunuh Keluarga Minami. Apakah kalian akan membiarkanku lewat?" ucap Mizuko dengan wajah yang tidak menunjukkan emosi sedikitpun, dia menyentuh dagunya dengan jari telunjuk sambil melihat Nagato dan Litha.
"Aku tidak akan membiarkanmu lewat." balas Nagato dengan nada yang sedikit emosi melihat tingkah Mizuko.
"Hmm... baiklah, kalau begitu aku akan membunuh kalian berdua." ucap Mizuko sambil berjalan mendekati Nagato dan Litha.
Nagato mengerutkan dahinya melihat sikap tenang Mizuko, perlahan dia mulai mengeluarkan aura intimidasinya pada Mizuko. Aura intimidasi milik Nagato belum berpengaruh pada Mizuko. Melihat hal itu Nagato berdecak kesal, kemudian dia mengolah pernapasannya sambil maju menyerang Mizuko.
Mizuko menangkis tebasan pedang Nagato, tebasan pedang Nagato tidak dapat melukai tubuh Mizuko.
"Auranya membuat tubuhnya menjadi licin?" batin Nagato karena tebasannya seperti meleset ketika terkena tubuh Mizuko.
Litha membantu Nagato dan memberikan perlawanan sengit pada Mizuko. Setiap ayunan pedang Litha sangat berisi, dia mampu memberikan tebasan yang cukup dalam pada Mizuko, hanya saja tubuh Mizuko terlihat seperti berlendir.
"Tebasanku tidak ada yang mempan?" batin Litha melihat Mizuko mampu memanipulasi auranya dengan sangat ahli.
Mizuko bertukar serangan dengan Nagato dan Litha, dia mampu mengimbangi kecepatan Nagato dan mampu memberikan perlawanan lebih pada Litha.
Mizuko mengalirkan tenaga dalamnya pada pedangnya, kemudian dia menebaskan pedangnya dengan cepat ke arah Nagato dan Litha.
__ADS_1
Tebasan pedang Mizuko mampu membuat pusaran air besar, bahkan Mizuko menggunakan kesempatan itu untuk menebaskan pedangnya kembali pada Nagato dan Litha.
Nagato dan Litha mengolah pernapasan pelangi surgawi : bentuk merah secara bersamaan, kemudian mereka berdua maju menyerang balik Mizuko dengan cepat.
"Tarian Peri Air."
Litha melangkahkan kakinya dengan lembut dan setiap gerakannya dipenuhi dengan seni, secara perlahan dia memutarkan tubuhnya mengincar badan Mizuko.
Sedangkan Mizuko mampu menangkis tebasan Litha dengan mudah, kemudian dia menendang perut Litha dengan kaki kirinya. Tendangan Mizuko membuat Litha terpental jatuh ke tanah.
"Putaran Jarum Api."
Nagato melompat ke atas dan mengincar kepala Mizuko, dengan cepat dia memutarkan tubuhnya. Serangan tebasan pedang Nagato mengeluarkan api padat berbentuk jarum.
Mizuko masih tetap tenang dan tidak menunjukkan emosi sedikitpun, "Kalian berdua sangat berbakat, aku ingin kalian tetap hiudp." Mizuko membalas serangan tebasan api Nagato, "Kumohon, minggirlah dan biarkan aku membunuh Keluarga Minami."
Mizuko terdiam selama beberapa saat menunggu jawaban dari Nagato dan Litha. Setelah melihat Nagato menyerang dirinya kembali, tanpa ragu Mizuko membalas serangan Nagato.
"Sial! Dia sangat hebat!" umpat Nagato yang dipaksa ke posisi bertahan oleh Mizuko, dengan gesit Nagato menahan setiap tebasan pedang Mizuko.
Litha melihat ada celah dan menyerang Mizuko, tetapi ternyata Mizuko mampu menahan tebasannya dengan sangat mudah.
Nagato dan Litha terus menyerang Mizuko tanpa henti, setelah selesai menggunakan jurusnya. Mereka berdua kembali menggunakan jurus yang lainnya hingga membuat Mizuko di paksa mereka berdua ke posisi bertahan.
"Sepertinya tidak ada pilihan lain bagiku!" batin Mizuko yang sedang menangkis tebasan pedang Nagato dan Litha.
Mizuko menyerang balik Nagato dan Litha, hanya dengan delapan belas kali mereka bertiga bertukar serangan. Kini Mizuko mampu membuat Nagato dan Litha terdesak.
"Bahkan setelah kami berdua bekerja sama, kekuatannnya masih berada jauh di atas kami." batin Nagato berusaha menangkis tebasan pedang Mizuko.
"Tebasannya sangat dalam, aku harus memberikan perlawanan sengit." batin Litha berusaha menangkis tebasan pedang Mizuko. Litha tidak ingin menjadi beban bagi Nagato.
Setelah bertukar serangan selama sembilan menit, Mizuko sudah mulai bosan dengan semua ini. Dengan sekuat tenaganya, Mizuko menebaskan pedangnya ke arah Nagato dan Litha kembali.
Tebasan pedang Mizuko mampu membuat air padat yang besar berbentuk sabit.
Nagato dan Lith terkejut melihat teknik yang digunakan oleh Mizuko.
"Pernapasan Pelangi Surgawi : Bentuk Hijau." hati Nagato dan Litha menarik napas panjang dalam satu tarikan napasnya secara bersamaan.
__ADS_1
Nagato menggunakan langkah cepatnya menyerang tebasan air Mizuko, sedangkan Litha juga menyerang tebasan air Mizuko. Ketika kekuatan mereka berdua digabungkan, tebasan air milik Mizuko dapat dipatahkan.
Nagato mencoba mengatur pernapasannya secara perlahan, tetapi dia tidak menyadari tindakan Mizuko yang membuat ratusan jarum air dengan auranya. Mizuko mengincar Litha yang sedang terengah - rengah.
"Sial! Litha, fokus..." ucap Nagato pada Litha, tetapi suaranya sulit untuk keluar hingga Litha tidak mendengarkan perkataannya.
Nagato berlari ke arah Litha dan menangkis setiap jarum air dengan pedangnya, tetapi masih ada puluhan jarum air yang bersarang di dada Nagato.
"Jangan alihkan pandanganmu!" teriak Nagato pada Litha, setelah dia berteriak keras. Nagato batuk darah dan tubuhnya mulai terasa lemas.
Litha terkejut mendengar Nagato yang berteriak padanya. Dia sadar akan kesalahannya, karena dirinya tidak bisa mengatur napas agar tetap stabil seperti Nagato.
"Maaf... Nagato." ucap Litha dengan wajah yang merasa bersalah.
Nagato meringis kesakitan ketika mencabut jarum - jarum yang telah dilapisi air oleh Mizuko.
Litha berdiri berada di samping Nagato, dia merasa bersalah melihat Nagato yang terluka cukup parah.
Mizuko kembali menyerang Nagato dan Litha, dia tidak memberi kesempat pada kedua lawannya itu untuk mengumpulkan tenaga.
"Sial!" Nagato berdecak kesal karena dirinya muak dengan tubuhnya yang lemah.
Litha menyerang Mizuko dengan cepat, kini dia mampu melukai tubuh Mizuko sedikit. Ketika melihat Nagato terluka demi dirinya, Litha sadar jika dia telah menjadi beban bagi Nagato.
"Pernapasan Pelangi Surgawi : Bentuk Biru." hati Litha menarik napas panjang dalam satu tarikan napasnya. Kemudian Litha menyerang dengan cepat dan setiap tebasannya sangat dalam. Bahkan Litha membuat tubuh Mizuko terluka karena terkena tusukan pedangnya.
Nagato tersenyum melihat Litha, dia juga tidak ingin membiarkan kesempatan ini hilang begitu saja. Nagato mengolah pernapasannya sambil menyerang Mizuko kembali.
"Lautan Api."
Nagato menebaskan pedangnya pada tubuh Mizuko, dua pedang itu saling berbenturan. Api dari bilah pedang Nagato begitu membara, tetapi tebasan Nagato dapat ditahan oleh Mizuko.
Keduanya menggunakan seluruh tenaganya, hingga membuat Nagato dan Mizuko terlempar ke belakang.
"Serangan kami mulai membuatnya sedikit berekspresi." gumam Nagato melihat Mizuko yang terlihat cemas.
Ketika Nagato dan Litha hendak menyerang Mizuko dengan teknik tebasan pedang mereka berdua. Namun Mizuko lari dari pandangan Nagato dan Litha menuju tempat Kakek Hyogoro yang sedang bertarung dengan Hayama.
"Apa yang dia lakukan?" Nagato terkejut melihat tindakan Mizuko.
__ADS_1