
Reto merenung selama beberapa saat, kemudian dia merenungi atas sikap keraguannya itu, yang telah menimbulkan kerugian besar dipihaknya karena banyak pendekar muda dari Klam Kitakaze telah mati ditangan manusia buas.
"Aku harus melaksanakan tugasku sebagai seorang pendekar!" batin Reto kemudian dia mengeluarkan pedangnya dan bersiap membantu menyerang manusia buas yang terus mengamuk di Kota Yasai.
Kerusakan pada bangunan dan rumah yang berada di dekat gerbang selatan semakin parah.
"Aku akan membebaskan kalian!" Reto maju dan melangkah dengan cepat untuk menebas puluhan manusia buas yang berlari ke arahnya.
"Jurus Angin : Hembusan Pedang Tak Kasat Mata." Reto menggunakan jurus dari Klan Kitakaze, tebasan pedangnya terlihat seperti dia menebas sekali namun sebenarnya dia menebas lima kali hanya saja tebasan yang lainnya tidak terlihat.
Lima manusia buas tertebas oleh Reto dalam sekejap para pendekar dari Klan Kitakaze yang lainnya juga ikut menyerang membantu Reto.
Manusia Buas X 1 berteriak keras ketika tangan kanannya terpotong oleh tebasan pedang milik Azai, yang membuat mereka terkejut adalah tangan kanan manusia buas X 1 yang mampu regenerasi dan tangan kanannya mulai tumbuh secara perlahan melihat itu membuat para pendekar yang melihatnya merasa jijik.
"Tangannya? Bagaimana bisa tangannya tumbuh kembali?" gumam Hana ketika melihat tangan kanan manusia buas X 1 regenerasi dan mulai tumbuh secara perlahan.
"Makhluk ini, terlihat menjijikan!" batin Shirayuki sambil menutup wajahnya dengan kipasnya.
Azai mengerutkan dahinya melihat tangan kanan manusia buas X 1 mulai tumbuh secara perlahan kembali.
__ADS_1
Tidak sampai disitu saja bahkan manusia buas X 1 mampu menggunakan tenaga dalamnya dan aura intimidasinya benar - benar terasa jangkauannya juga cukup luas.
Para pendekar yang berada dijangkauan aura Intimidasi manusia buas X 1 terduduk dan tubuhnya terasa lemas sulit untuk digerakkan.
Kakek Hyogoro menatap tajam manusia buas X 1 dan tersenyum tipis karena melihat kekuatan yang dikeluarkan manusia buas X 1.
"Sepertinya yang satu ini berbeda dengan si pemimpin Serigala Hitam!" gumam Kakek Hyogoro tanpa pikir panjang dia mengatur aliran aura didalam tubuhnya dan mulai mengalirkan aura tersebut agar tidak lepas dari tubuhnya, Kakek Hyogoro mengalirkan aura tenaga dalamnya untuk membungkus seluruh tubuhnya.
"Aku tidak terlalu pandai menggunakan ini sekarang, apakah ini yang dinamakan dengan faktor usia?" gumam Kakek Hyogoro pelan sambil mengolah pernafasannya.
Kakek Hyogoro mengolah pernafasannya sehingga membantu aura didalam tubuhnya dan tenaga dalamnya tetap membungkus seluruh tubuhnya, bahkan meningkatkan kobaran aura biru miliknya yang keluar dari tubuhnya mulai terlihat, Kakek Hyogoro melakukan pernafasan agar aliran auranya tidak mengalir keluar secara percuma dari tubuhnya.
Manusia buas X 1 memukul para pendekar didekatnya dan membuat beberapa dari pendekar tersebut mati dalam sekejap karena pukulan tangannya bahkan kerusakan yang ditimbulkan juga begitu parah.
Kakek Hyogoro menatap tajam manusia buas didepannya itu dengan tatapan yang tajam.
"Apa aura pertahananku mampu menahan pukulan itu?" gumam Kakek Hyogoro pelan sambil memandang manusia buas X 1 didepannya.
"Ini." Kakek Hyogoro terkejut.
__ADS_1
"Dia mampu menggunakan Tenkai?" batin Kakek Hyogoro ketika berada didalam jangkauan aura intimidasi milik manusia buas X 1.
Manusia buas X 1 berteriak dengan keras melihat Kakek Hyogoro yang menatap dirinya, X 1 kehilangan akal sehatnya matanya berwarna merah bahkan tubuhnya mulai berubah menjadi hitam.
Dia mengumpulkan tenaga dalamnya ditangannya kemudian dia memukul Kakek Hyogoro yang menatap tajam dirinya itu.
Pukulan manusia buas X 1 membuat kerusakan besar disekitarnya, semua orang melihat Kakek Hyogoro dengan perasaan cemas.
"Kakek, bagaimana dia .... " ucap Azai yang melihat Kakek Hyogoro terkena pukulan X 1.
"Kakek itu, jadi dia bisa menggunakan Tenkai." Shirayuki tersenyum melihat teknik yang digunakan Kakek Hyogoro.
Debu mulai hilang secara perlahan disekeliling manusia buas X 1, mata para pendekar yang sedang bertarung di gerbang selatan melebar ketika melihat keadaan Kakek Hyogoro.
"Bagaimana mungkin!"
"Kakek ... "
Apa yang terjadi pada Kakek Hyogoro?. Hingga membuat para pendekar yang melihat tindakannya menjadi khawatir dan terkejut.
__ADS_1