
"Apa kau sudah merasa lebih baik, Nagato?" Kakek Hyogoro sedang sarapan pagi bersama Litha dan Nagato ditemani Rini dan yang lainnya.
"Ya, aku merasa lebih baikan ... tetapi bagaimana bisa aku sembuh secepat ini?" Nagato heran karena melihat Litha yang selalu menjaga jarak dengannya.
"Kalau itu sebenarny-" belum selesai Kakek Hyogoro berbicara Litha menatap tajam Kakek Hyogoro memberi kode agar diam.
"Kamu sembuh karena kamu meminum obat Nagato." Litha tersenyum manis pada Nagato.
Nagato hanya diam dan merasa jika Litha dan Kakek Hyogoro menyembunyikan sesuatu dari dirinya.
"Sebaiknya kita bergegas aku tidak enak dengan klien yang sudah menungguku." Kakek Hyogoro sudah sudah bersiap dan menunggu Litha dan Nagato.
Hari ini mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Kota Reruntuhan Kuno. Sebelum pergi Rini, pelayan penginapan dan penduduk Desa Ninniki memberikan bekal makanan dan jimat keselamatan pada Nagato dan Litha.
"Orang yang kukalahkan sepertinya ada hubungannya dengan manusia buas yang menyerang Kota Yasai?" Dengan wajah tenangnya Nagato bertanya kepada Kakek Hyogoro karena dirinya merasa penasaran dengan organisasi Sekte Pemuja Iblis.
__ADS_1
"Ya menurut kakek juga seperti perkiraanmu Nagato." Kakek Hyogoro sedikit terkejut karena Nagato diumurnya yang masih begitu muda terlihat begitu cekatan. Sedangkan Litha hanya mendengarkak mereka berdua berbicara disepanjang perjalanan.
"Untung saja Nagato menganggap hal memalukan dihari itu hanya sebagai mimpi." batin Litha sambil menatap Nagato yang tetap bersikap tenang seperti biasanya.
"Kota Reruntuhan Kuno? Aku penasaran dengan kota itu setidaknya diumurku yang sekarang aku sudah berkelana karena mengikuti Kakek Hyo."
Nagato bergumam pelan sambil memandangi jalanan menuju Kota Reruntuhan Kuno yang dikiri kanannya terdapat pohon - pohon hijau dan subur.
Setelah meninggalkan Desa Ninniku mereka berjalan tanpa hambatan menuju Kota Reruntuhan Kuno dan kini mereka bertiga hampir sampai di kota yang terlupakan tempat orang - orang yang bertahan hidup didaerah yang diluar hukum Kekaisaran Kai.
Nagato menyipitkan matanya ketika melihat kota yang besar hanya saja kota itu terlihat hancur dan berantakan dan terkesan seperti kota mistis karena banyaknya burung gagak disana.
"Apakah itu kotanya Kakek Hyo?" Nagato heran karena Kota Reruntuhan Kuno terlihat tidak seperti yang ada dipikirannya.
Kakek Hyogoro tersenyum karena tempat itu adalah kampung halamannya dirinya juga terlahir dipermukiman kumuh bebas hukum dan sempat menjadi pemimpin para preman dan orang buangan di Kota Reruntuhan Kuno.
__ADS_1
"Ya itu adalah Kota Reruntuhan Kuno, tidak seperti yang kalian berdua bayangkan, bukan?" Kakek Hyogoro tersenyum melihat reaksi Nagato dan Litha.
Mereka bertiga berjalan dengan cepat sampai akhirnya mereka tiba disebuah tebing dan bisa melihat dengan jelas Kota Reruntuhan Kuno dari atas tebing tersebut.
Sebuah kota yang terlupakan dan merupakan kota para orang buangan, bangunan yang hancur dan banyak orang yang tinggan didalamnya yang tak lain kebanyakan dari mereka adalah para preman dan penjahat kecil.
Kota Reruntuhan Kuno masih berada didalam wilayah Kekaisaran Kai hanya saja sejak insiden berdarah pembantaian massal Klan Kagutsuchi kota ini disebut - sebut menjadi tempat pelarian para pendekar pedang dari Klan Kagutsuchi sehingga kota ini diserang oleh pendekar yang disewa oleh Bangsawan - bangsawan yang bersekongkol dengan Sekte Pemuja Iblis yang memiliki tujuan untuk menguasai ilmu Klan Kagutsuchi dan Api Abadi yang dirumorkan hanya bisa dipelajari oleh orang dari Klan Kagutsuchi.
"Jauh dari yang kuharapkan!" Nagato menjadi sedikit kesal karena melihat kota yang begitu memprihatinkan tempat ini juga terlihat banyak orang yang kelaparan dan misikin.
"Hmm ... " Litha hanya menghela napas panjang karena tidak menyangka Kota Reruntuhan Kuno jauh dari yang ada dipikirannya.
"Tempat ini belum berubah!" Kakek Hyogoro mengepalkan tangannya melihat kota kelahirannya yang tetap seperti sebelumnya ketika dirinya meninggalkan kota tersebut.
"Ironis saat itu mereka memakai alasan yang tidak masuk akal dan membunuh orang tak bersalah di kota ini." Kakek Hyogoro mengingat kembali ketika kota ini dihancurkan tetapi dirinya tidak ada disana.
__ADS_1
"Guru Besar, menjadi orang yang terlalu baik juga akan membawa malapetaka aku menjadi seperti sekarang ini karena telah mengenalmu dan yang lainnya." Kakek Hyogoro memejamkan matanya mengingat seluruh rekannya dari Klan Kagutsuchi.