
Tidak terasa delapan hari telah berlalu sejak Nagato dan yang lainnya meninggalkan Kota Mikawa, untuk sampai di Hutan Cakrawyuha mereka harus melewati beberapa desa dan setelah sampai di sebuah bukit yang dipenuhi kabut disana terlihat sebuah hutan tersembunyi yang berbentuk lingkaran, sebelum memasuki hutan Kakek Hyogoro bersiul dengan cukup keras hingga suara siulannya terdengar disekitarnya.
Seketika hewan buas bermunculan dari Kucing manis, Harimau belang, Beruang Madu, hewan buas kucing manis kecil yang terlihat imut tetapi cakar kakinya terdapat racun mematikan bahkan kucing manis kecil itu kecepatan berlarinya setara dengan Harimau belang, Kakek Hyogoro menyuruh Nagato dan yang lainnya untuk menaiki Harimau belang dan Beruang Madu. Walau termasuk hewan buas yang membahayakan manusia tetapi beberapa dari mereka sudah berteman dengan Kakek Hyogoro. Hutan Cakrawyuha termasuk dari tiga hutan tersembunyi di Kekaisaran Kai.
Hutan Cakrawyuha adalah hutan yang berbentuk lingkaran yang berlapis - lapis. Kakek Hyogoro dalam perjalanan menuju ke rumahnya juga menjelaskan bahwa di hutan ini hanya ada Hewan Buas dan dirinya yang menempati hutan tersebut. Kemudian Kakek Hyogoro menjelaskan bahwa setiap lapisan hutan memiliki kondisi alam yang berbeda di Hutan Cakrawyuha ada Hutan Rindang, Hutan Tropis, Hutan Hujan, Hutan Gugur, Tanah Tandus, dan lain - lain, semua menjadi satu dalam Hutan Cakrawyuha bahkan terkadang iklim pun juga berbeda. Hutan Cakrawyuha sangat luas dan sangat sukar untuk dimasuki bahkan hutan ini dikenal sebagai hutan yang sangat sulit ditembus karena jika ada orang awan yang masuk kedalam hutan kemungkinan besar orang itu akan menjadi makanan hewan buas atau binatang iblis semakin masuk ke lapisan terdalam semakin besar bertemu hewan buas di hutan tersebut.
__ADS_1
Tempat Kakek Hyogoro tinggal berada di tengah Hutan Cakrawyuha, Hutan ini telah dijaga selama ribuan tahun oleh pendahulu dan leluhur Klan Kagutsuchi, hanya saja Kakek Hyogoro tidak bisa menceritakannya kepada Nagato dan yang lainnya.
Hutan Cakrawyuha memiliki seratus lapisan, tempat Kakek Hyogoro tinggal berada di tengah Hutan Cakrawyuha, tempat tinggalnya berada termasuk dalam zona aman, jika seseorang memasuki Hutan Cakrawyuha dari luar hutan, maka mereka akan memasuki lapisan terluar yang bernama lapisan ke seratus, lapisan ke seratus bisa dibilang masih termasuk zona aman karena dari dari lapisan ke seratus hingga lapisan ke tujuh puluh enam masih termasuk zona aman di lapisan itu hewan buas masih tergolong sedikit, jika seseorang dari luar memasuki lapisan ke tujuh puluh lima maka mereka akan bertemu Raja Hewan Buas, Binatang Iblis dan Hewan Buas lainnya.
Lapisan ke tujuh puluh lima hingga lapisan ke dua puluh enam adalah tempat yang dihuni banyak Hewan Buas dan Bnatang Iblis, bahkan di setiap lapisan ada dua sampai tiga Raja Hewan Buas, Lapisan ini menjadi tempat bagi hewan - hewan ganas tempat itu juga menjadi habitat tumbuhan karnivora yang memakan hewan buas dengan segala perangkapnya.
__ADS_1
Kakek Hyogoro memiliki rumah yang sederhana dengan halaman depan rumah yang bisa dibilang luas dan tempat ini akan menjadi tempat bagi Nagato dan Litha tumbuh selama beberapa tahun kedepan.
Sebuah pengalaman lain yang berharga bagi Nagato dan yang lainnya ketika mereka terus memasuki lapisah hutan terdalam terdapat banyak tumbuhan liar yang beracun, hewan buas yang berbahaya dan iklim yang berbeda - beda. Semua itu sangat diluar akal sehat manusia, karena tempat ini hanyalah sebuah hutan tetapi fenomena yang terjadi di Hutan Cakrawyuha cukup mengejutkan Nagato dan yang lainnya.
Kakek Hyogoro sedang mempersiapkan sebuah latihan untuk Azai, Kuina dan Serlin untuk membuka aura didalam tubuh mereka bertiga, walau Kuina sudah membukanya ketika dia masih kecil karena ada kondisi dimana dia membuat seluruh pori - pori dalam tubuhnya terbuka ketika gadis itu tidak sengaja meminum air didalam gelas yang Pandu sedang simpan.
__ADS_1
Di Hutan Cakrawyuha ini terdapat sebuah desa kuno yang tidak berpenghuni dan disana terdapat sebuah prasasti dan catatan kuno yang terus dijaga oleh leluhur dan pendahulu Klan Kagutsuchi sampai sekarang. Walau Klan Kagutsuchi sudah tinggal sebuah nama dan sebuah cerita, tetapi Kakek Hyogoro terus menjaga tempat ini selama beberapa tahun kebelakang, karena bagi dirinya hanya ini yang bisa ia lakukan untuk membalas budi pada Klan Kagutsuchi yang telah menyelamatkan kehidupannya.