Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 285 — Kedatangan Ratu Iblis Ophys


__ADS_3

Lembah Matahari bekas kediaman Klan Kagutsuchi. Langit malam yang gelap itu justru terlihat begitu terang dari arah barat.


“Ophys-Sama. Menurut Tosa-San, cucu dari Kagutsuchi Sura bernama Kagutsuchi Nagato. Jadi bagaimana?” Perempuan berparas manis dengan pakaian serba merah itu bertanya pada salah satu Lima Penguasa yang bernama Ophys.


“Benua ini adalah tempat yang sangat luas. Saat aku mendengar kabar Organisasi Disaster datang ke Benua Ezzo. Aku selalu khawatir jika calon suamiku itu terbunuh oleh manusia barbar itu...” Ophys berdiri menatap k arah barat.


“Lingling, apa menurutmu Kagutsuchi Nagato itu manusia yang seperti apa? Apakah dia penyayang dan baik hati?” Ophys bertanya sambil melirik perempuan dengan rambut diikat itu.


“Entahlah. Aku sendiri tidak mengetahuinya...” Perempuan bernama Yin Lingling yang berasal dari Benua Jiu menjawab dengan kebingungan.


“Ophys-Sama. Percuma saja bertanya pada manusia burung yang kesasar ini. Aku yakin Kagutsuchi Nagato adalah laki-laki yang selama ini anda cari seperti cerita yang selalu anda tulis...” Perempuan berambut biru mendatangi Ophys dan Yin Lingling.


“Aiya, pemadam kebakaran menghinaku? Usulan darimu itu tidak akan Ophys-Sama dengar!” Yin Lingling menatap perempuan berambut biru yang bernama Crystal.


“Apa katamu?!” Crystal menatap sengit Lingling sebelum keduanya saling mendekat dan berhadapan.


“Crystal! Lingling! Kalian berdua sangat tidak sopan! Dihadapan Ophys-Sama, kalian berdua justru berkelahi!” Perempuan bernama Melody melerai keduanya dan menatap ke arah barat.


“Ophys-Sama. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi dari arah sana. Kemungkinan besar pertempuran ataupun pembantaian. Aku merasakan firasat buruk tentang ini...” Melody menggigit jari telunjuknya.


“Kelompok dari luar benua ini. Apa mereka adalah orang-orang dari Benua Barat?” Ophys berbicara sambil menatap tajam langit malam yang terang itu.


Melody berbisik di telinga Ophys. Tak lama Ophys memejamkan matanya. Dia mengangguk pelan dan menghela napasnya.


“Megurin! Kita bergerak ke barat!” Melody berteriak pada gadis yang memakai kacamata dan berambut merah muda.


“Oke!”


Perempuan yang memakai kacamata terlihat sedang berkonsentrasi menggunakan sihirnya untuk berbicara pada Paus Terbang.

__ADS_1


Tak lama Paus Terbang bergerak menuju Ibukota Daifuzen.


____


Ignist yang sedang membunuh pendekar dari Kekaisaran Kai yang telah tertusuk pedang oleh Karakurt tersenyum menyeringai. Setiap dia membunuh orang, dia akan menghabisi yang lainnya tanpa henti.


Di tumpukan mayat itu terlihat seorang gadis yang tertusuk oleh pedang di bagian perutnya. Dia mencabutnya dan berdiri melihat semua pendekar perempuan tergeletak lemah dengan tubuh yang bersimbah darah dan tertusuk oleh pedang.


Masayu melihat Namida yang tertusuk dua pedang. Jeritan dan teriakan menggema ketika dia melihat Ignist membunuh orang-orang yang tak berdaya.


“Kau, bantu mereka. Aku akan mengulur waktu melawan orang itu...” Masayu tersentak kaget dan melihat Matsuri.


“Tetapi...” Masayu sendiri melihat tubuh Matsuri bersimbah darah. Bekas luka tusukan terlihat jelas dari pakaiannya.


“Cepat!” Matsuri mencengkeram pundak Masayu dan menatap tajam Ignist. “Aku ingin menuntaskan tugasku sebagai seorang prajurit!”


Sejauh mata memandang Matsuri hanya bisa melihat tubuh yang bergelimpangan dan api yang membara menerangi malam yang berapi-api itu.


Ignist bersama keempat bawahannya menanyakan hal yang sama. Ratusan orang yang kuat disalib dan yang lainnya di siksa.


“Kumohon hentikan semua ini... Semua orang disini tidak ada yang tahu orang yang kalian cari itu! Kami sama sekali tidak mengetahui pendekar silat dari dunia luar! Tindakan kalian sangat kejam!” Matsuri mengertakkan giginya menatap dingin Ignist.


“Hah? Siapa kau, serangga?!” Ignist membuang pedang dan langsung menguatkan kedua tangannya hingga lava melapisi kedua tangannya. “Sudah menjadi hukum alam jika yang lemah pantas mati dan dimanfaatkan!”


Matsuri ingin menangis setelah mendengar perkataan Ignist. Bahkan yang paling menyakitkan, Ignist tidak menganggap dirinya sebagai manusia.


Ignist mengarahkan tangan kanannya memukul Matsuri. “Mati!”


“Holy Grail!”

__ADS_1


Mata Ignist terkejut melihat perempuan berpakaian serba hitam, dengan telinga yang runcing serta wajahnya yang cantik.


Raido, Vendom, Black Rhino dan Karakurt langsung menatap ke arah Paus Terbang yang berada tepat di atas Ibukota Daifuzen.


Semua pasang mata yang sudah tak berdaya menatap ke arah Paus Terbang yang menutup rembulan berwarna merah itu.


“Itu... Itu... Paus Terbang? Tidak kusangka makhluk kuno itu benar-benar nyata!” Karakurt tersenyum menatap Paus Terbang.


Black Rhino langsung menggunakan kekuatannya dan mengamuk. Prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan prajurit militer Kekaisaran Kinai yang tak berdaya segera dia bunuh.


“Aiya, badak ini terlalu liar!” Perempuan dengan sayap api yang mengubah wujudnya menjadi Arwah Suci Jenis Mythical : Phoenix Merah terbang dengan kecepatan tinggi dan menghalau serangan Black Rhino.


“Hahahaha! Lingling Si Phoenix Merah! Kau datang juga rupanya kali ini! Benar-benar sangat menggangguku!” Black Rhino menyerang Lingling namun gadis itu terbang dengan kecepatan tinggi ke atas dan tersenyum sinis menatap ke bawah.


“Jangan lakukan tindakan bodoh wahai para laki-laki barbar!” Crsytal terlihat turun dari ats Paus Terbang menggunakan kekuatannya. Air melapisi seluruh tubuhnya. Yin Lingling yang melihatnya langsung mencengkeram kedua tangan Crsytal dan sembari menaruhnya di samping Ophys.


Sementara itu Ignist dan Ophys saling berhadapan.


Ophys memanipulasi mana dan menciptakan bayangan naga dan harimau di sampingnya.


“Jika kalian berlima berniat melanjutkan pembantaian ini. Maka tindakan kalian sangat tidak berperikemanusiaan. Dan jika kalian berniat menyulut kemarahan kami...” Suara Ophys menggema diseluruh Ibukota Daifuzen. “Majulah! Kami dengan senang hati akan melawan kalian berlima!”


Ophys dengan tatapan yang merendahkan menatap dingin Ignist dan melepaskan Tenkai yang membuat semua orang tak berdaya langsung pingsan.


Di samping Ophys berdiri Crystal, Melody, Megurin. Sementara Yin Lingling melayang di udara dan merentangkan kedua sayapnya menatap Ignist.


Raido, Vendom, Black Rhino dan Karakurt bergerak dengan kecepatan tinggi menghadang empat anggota Ophys.


“Empat lawan empat. Jika seperti ini semua akan lebih mudah.” Raido melepaskan kekuatannya dan mengarahkannya pada Ophys.

__ADS_1


__ADS_2