
Shirayuki terlihat telah kelelahan. Bahkan Iris dan Litha juga telah mencapai batasnya. Semua pendekar dari Kekaisaran Kai telah menelan Pil Pemulih Aura yang dibuat Hana. Tetapi efek sampingnya mulai terasa.
“Kalian bertiga! Jangan jauh-jauh dariku!” Shirayuki berteriak dan memberi isyarat pada pendekar Klan Fuyumi agar membentuk formasi pertahanan.
“Baik, Bibi Shirayuki!” Litha berlari bersama Iris mendekati Shirayuki, lalu disusul Nagato dari belakang yang sedang menghabisi prajurit militer Kekaisaran Kinai.
Namun tak lama wujud Naga Merah turun di atas Ibukota Daifuzen. Bentuknya membuat semua orang tercengang sekaligus bergidik ngeri.
“Vendom, Karakurt, Black Rhino, Raido!” Naga Merah yang tak lain adalah suara dari Ignist menggema ke segala penjuru Ibukota Daifuzen, “Bunuh mereka semua!”
Seketika empat cahaya terlihat turun dari punggung Naga Merah. Dua diantaranya berubah menjadi Arwah Suci, sedangkan dua lainnya pengguna Air Suci yang akan membawa malapetaka bagi ketiga pihak. Baik itu Kekaisaran Kai, Kekaisaran Rakuza dan Kekaisaran Kinai. Semua akan menjadi korban pembantaian yang akan dilakukan empat orang.
Ignist yang mengubah wujudnya menjadi Naga Merah menatap tajam Takatsugu yang mengubah wujudnya menjadi Ushi Oni.
“Tujuh belas tahun yang lalu. Aku sudah membunuh kalian, jika bukan karena kekuatan mayat hidup itu. Mungkin aku akan membantai seluruh orang yang ada di Benua Ezzo ini!” Ignist bergerak di udara, kemudian menyemburkan bola api dari mulutnya.
Ledakan besar terjadi. Kekuatan penghancur yang langsung meratakan ribuan pasukan dari Kekaisaran Rakuza dan Kekaisaran Kinai.
“Biadab! Aku masih hidup dan akan membunuhmu!” Takatsugu terlihat emosi dan melayangkan serangan angin padat pada Ignist.
Semua orang menjaga jarak dari Takatsugu. Beberapa dari mereka justru sudah mempersiapkan segel. Diantaranya ada Emi, Takamasa, Yamashita, Kata, Owara dan beberapa Tetua Klan.
Mereka semua sudah menyiapkan segel yang akan membunuh Ignist. Tentu Chosu dan Satsuma juga membimbing mereka semua.
“Segel Jiwa Es!” Emi melepaskan aura tubuhnya dan mulai menyalurkan seluruh aura tubuhnya pada lingkaran formasi.
“Segel Jiwa Angin!” Kali ini Owara, Reto dan beberapa Tetua Klan Kitakaze yang mulai melakukan penyegelan.
__ADS_1
“Segel Jiwa Api!” Takamasa memimpin pendekar dari Klan Akatsuki yang akan mengikuti jalannya.
Takatsugu mencoba menahan serangan sebisanya. Namun semburan api Ignist membuatnya tidak dapat bertahan lebih lama dalam wujud Ushi Oni.
“Yamata No Orochi? Sangat langka, seperti Phoenix dan Naga. Menarik!” Ignist tiba-tiba mencengkeram salah satu kepala Yamata No Orochi.
“Yang Mulia Orochi!” Panglima Perang Nobu tentu tersentak kaget dan terkejut dengan tindakan Ignist.
Semua orang hanya bisa berkeringat dingin. Melihat sosok Ignist yang sedang membawa Kaisar Orochi terbang tinggi. Terlihat jelas jika Ignis berniat menjatuhkan Kaisar Orochi dari ketinggian. Walau dalam wujud Yamata No Orochi sekalipun, kekuatan Ignist masih jauh diatasnya.
“Sial! Lepaskan aku!” Salah satu kepala Yamata No Orochi meronta. Sedangkan kepala yang lainnya menyemburkan api ke segala arah, “Jangan lepaskan aku!”
Ignist melingkari tubuh Yamata No Orochi dan menatap tajam ulat berkepala delapan itu. Kedua mata Ignist dalam wujud Naga Merah terlihat begitu menakutkan.
“Beda kepala, beda suara! Aku akan menjatuhkanmu dari ketinggian ini!” Ignist melepaskan cengkeraman kakinya pada kepala Yamata No Orochi.
“Tidak mungkin!” Kaisar Orochi tidak habis pikir dirinya akan terjun dari atas langit ke bawah. Dalam wujud Yamata No Orochi, tubuhnya terhempas ke bawah.
Ignist hanya melihat bagaimana Yamata No Orochi terjatuh dari ketinggian. Malam yang berapi-api di Ibukota Daifuzen akan menjadi penentu dirinya menguasai Benua Ezzo. Rencana yang sudah lama direncanakan namun gagal karena ulah seseorang.
Sampai saat ini Ignist masih mengingat jelas orang yang telah melukai dadanya. Sosok Kagutsuchi Sura masih terngiang jelas menusuk dadanya dan membuat dirinya tidak berada dalam wujud Naga Merah sekalipun. Beruntung saat itu Ignist telah menyuruh Karakurt menggunakan kekuatan dari Air Suci Tipe Bencana : Gas Belerang.
Kekuatan Gas Belerang yang mampu membuat seluruh orang di kediaman Klan Kagutsuchi tidak berdaya, tentu Ignist bersama bawahannya dapat membunuh semua orang di kediaman Klan Kagutsuchi tanpa pandang bulu.
Pembantaian sepihak masih teringat jelas di ingatan Takatsugu, Chosu dan Satsuma. Namun Ignist masih mengingat api hitam yang menusuk dadanya. Perbuatan Kagutsuchi Sura membuat Ignist terluka saat itu.
Dari semua rencana yang telah matang untuk menguasai Benua Ezzo. Justru kedatangan salah satu dari Lima Penguasa adalah hal terburuk dalam hidupnya.
__ADS_1
“Mayat hidup itu!” Tiba-tiba Ignist mengingat wajah Kagutsuchi Sura yang menikam tubuhnya. Dia tidak tahu nama orang yang menusuk dadanya, tetapi bayangan wajah Kagutsuchi Sura masih terngiang jelas di dalam ingatannya.
“Mati!” Ignist menatap Yamata No Orochi yang terjatuh ke bawah. Tanah terbelah menjadi dua. Tak terhitung jumlah orang yang terkena tubuh ular berkepala delapan itu.
Ignist membuka mulutnya. Mulut Naga Merah terlihat hendak melepaskan semburan api ke arah Ibukota Daifuzen. Semua orang dari pasukan militer Kekaisaran Rakuza dan pasukan militer Kekaisaran Kinai berlarian, namun tidak dengan orang-orang dari Kekaisaran Kai yang telah bertarung mati-matian.
Melarikan diri atau meninggalkan tanah yang mereka cintai akan merusak nama baik mereka. Mereka semua adalah pendekar yang sesungguhnya. Memilih mati daripada melarikan diri apalagi menjual negeri sendiri pada orang asing.
Semburan api yang dilepaskan oleh Ignist membunuh dia ribuan prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan prajurit militer Kekaisaran Kinai. Pemandangan melihat orang yang melarikan diri dari atas langit adalah kesenangan yang luar biasa bagi Ignist.
“Malam masih panjang! Kalian akan mati semua malam ini!” Ignist kembali mengintimidasi orang-orang yang berada di Ibukota Daifuzen dengan terbang di udara. Angin berhembus menghempaskan segalanya ketika tubuh Naga Merah dari Ignist membentur bangunan ataupun dengan sengaja menghancurkan dinding kota.
“Vendom! Kau lawan Iblis Sapi itu!” Ignist berteriak dan menyuruh Vendom untuk bertarung melawan Takatsugu.
“Kalian jangan berpikir bisa melarikan diri!” Ignist kembali menyemburkan api membunuh prajurit militer Kekaisaran Kinai yang melarik diri.
Kobaran api di Ibukota Daifuzen semakin menjadi. Api yang membuat malam yang pekat menjadi terang benderang itu melahap bangunan dan semua yang mudah terbakar. Bahkan tubuh manusia sekalipun, api melahap segalanya.
Teriakan keputusasaan dan jeritan menggema. Tidak ada yang bisa melarikan diri. Tidak ada yang bisa lepas dari pandangan kekuatan mutlak yang sedang mengawasi mereka semua dari langit.
Bagi Ignist semua orang yang ada di Ibukota Daifuzen adalah serangga. Sedangkan dirinya mengamati semuanya dari ketinggian dengan wujud Naga Merah-nya.
Di sisi lain, Nagato, Iris dan Litha yang sedang bersama Shirayuki tak berkedip sedikitpun melihat ribuan pasukan militer Kekaisaran Rakuza dan pasukan militer Kekaisaran Kinai yang ada di hadapan mereka mati dalam sekejap.
“Bungkus tubuh kalian dengan aura! Paksa hingga batas kemampuan kalian! Berpikir untuk tetap hidup! Jangan kehilangan harapan!” Perkataan Shirayuki membuyarkan lamunan pendekar Klan Fuyumi, begitu juga dengan Nagato, Iris dan Litha yang berkeringat dingin.
Nagato sendiri tidak menyangka melihat kekuatan yang tidak mungkin dia kalahkan. Kekuatan yang sama dengan Kazan. Menghancurkan segalanya dalam sekali serangannya.
__ADS_1
“Nagato! Iris! Kita bertiga harus hidup demi Hisui! Aku tidak ingin kehilangan kalian berdua!” Lagi-lagi Litha yang memberi semangat pada Nagato dan Iris.
Nagato menatap Litha dan Iris. Perkataan Litha benar apa adanya. Saat ini dia harus memiliki keinginan hidup walau berhadapan dengan kekuatan yang mutlak sekalipun.