Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 294 — Sang Legenda Undur Diri


__ADS_3

Saat Hiryuu selesai berbincang dengan Honjo untuk terakhir kalinya, Honjo bertanya sesuatu kepada Hiryuu. Yang mana itu hanya membuat Honjo menangis.


Hiryuu bergerak menuju Pulau Vanovanonia. Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi. Empat puluh empat rekannya telah berada disana dan menyambutnya.


Di hadapan Hiryuu bersama rekan-rekannya tentu saja terdapat musuh yang langsung menghadang. Bala bantuan dari Kekaisaran Bahamut yang mengirimkan Organisasi Hero dan Pasukan Penegak Perdamaian beserta dua Panglima Empat Penjuru membuat pertempuran itu pecah tidak terhindarkan lagi.


Hiryuu melakukan pertempuran dengan meriah. Pria itu benar-benar menikmati pertempuran terakhirnya. Hingga pada akhirnya Hiryuu mengambil Arwah Suci yang tersimpan dalam cawan suci. Arwah Suci yang disimpan di dalam tanah itu, Hiryuu ambil dan berikan kepada temannya.


“Berikan ini pada anakku! Terimakasih karena kalian telah mengikuti sampai akhir! Kuserahkan pada kalian semua untuk membantunya membuka Eden!”


Kata-kata terakhir Hiryuu bersamaan dengan lepasnya kekuatan pria tersebut. Badai yang melanda Pulau Vanovanonia hingga membuat dua Naga yang memiliki kekuatan dahsyat itu kalah.


Hiryuu menghancurkan Pulau Vanovanonia pada saat itu juga sebelum dirinya ditangkap oleh Tetsuya bersama seorang Pahlawan Bintang Lima.


Rekan-rekan Hiryuu pergi menuju Pulau Kirara. Mereka memberikan Arwah Suci kepada Dante sebelum sahabat karib Hiryuu itu pergi menuju tempat dimana anak dari Hiryuu yang bernama Kirara tinggal.


Ketika Dante memberikan cawan suci yang didalamnya terdapat kekuatan Arwah Suci Jenis Mythical itu, Kirara menangis. Tangisannya semakin menjadi ketika gadis itu bertanya sesuatu kepada Dante. Yang mana itu hanya membuat Kirara merasa bersalah dan ingin menghentikan proses eksekusi ayahnya, tetapi Dante menghadangnya karena jika Kirara berniat menghalangi perjuangan Hiryuu, maka itu sama saja dengan menghina nama besar ayah dari garis tersebut.


Berita proses eksekusi legenda yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi langsung tersebar ke seluruh belahan dunia. Kematian dari sang legenda yang membuat banyak orang bertanya-tanya.


Di suatu pulau. Sebuah pulau yang dihimpit dua benua.


“Apa maksudnya ini?!” Kazan memegang koran dan menyobeknya.


“Kenapa dia lebih memilih mati setelah mengetahui rahasia yang dicari-cari oleh pemimpinku itu!” Kazan berdiri dari singgasananya dan menatap semua petinggi dari Organisasi Disaster.


“Kita pergi! Hentikan proses eksekusi ini!” Kazan dan anggotanya bergerak.


Pergerakan Organisasi Disaster itu tentu saja diketahui oleh pemimpin dari Organisasi Brahmastra. Bisma dan Kazan pernah menjadi bawahan Kagutsuchi Mugen. Tentu saja Bisma mengenal Kazan dengan baik, walau Bisma tidak begitu mengerti jalan pikiran Kazan yang berniat menjadi orang terkuat di dunia dan menciptakan pasukan terkuat yang belum pernah ada sebelumnya.


“Kakek Bisma, apa kita akan bergerak?” Feng Huang bertanya pada Bisma sembari mengobati pria yang hanyut di lautan.


“Beruntung kura-kura ini berenang di dekat Benua Ezzo. Aku merasa lega karena kura-kura raksasa ini tidak melewati lautan iblis itu.” Falcon menatap pria yang belum siuman dan sedang diobati oleh Feng Huang menggunakan kekuatan api birunya.

__ADS_1


“Luka yang dialaminya cukup parah, sepertinya dia sedang bertempur sebelum hanyut di lautan...” Feng Huang berpendapat dan menggelengkan kepalanya. “Yang jadi masalah, kenapa dia bisa hanyut di lautan. Aku sendiri tidak menyangka melihat orang yang mengambang di tengah lautan.”


“Apa yang kau temukan di benua yang bernama Benua Ezzo itu, Kakek Bisma?” Feng Huang bertanya pada Bisma yang memegang Benang Merah.


Bisma tersenyum tipis. “Aku bertemu dengan tiga anak kecil. Nagato, Litha dan Asha. Suatu hari nanti mereka bertiga pasti akan datang menemuiku. Hanya saja...” Bisma memejamkan matanya cukup lama sebelum menatap pria yang sedang diobati oleh Feng Huang. “Aku merasakan firasat buruk pada mereka bertiga...”


Setelah mengatakan hal demikian, Bisma berdiri dan menatap seluruh anggotanya.


“Kita pergi dan hentikan manusia gunung berapi itu bersama anggotanya!”


Bisma memberikan perintah pada anggotanya. Pergerakan Organisasi Brahmastra tidak diketahui oleh Organisasi Disaster, sehingga ketika kedua kubu dengan kekuatan besar itu bertemu di Pulau Lima pertempuran dahsyat terjadi.


Di sisi lain, Ophys yang sedang duduk di ruangan pribadinya yang ada di punggung Paus Terbang tidak terlalu antusias dengan proses eksekusi kematian Hiryuu.


“Semua sudah mendapatkan gilirannya masing-masing. Sekarang waktumu untuk bersinar.” Ophys membuang koran tersebut dan berbaring di atas kasur yang penuh dengan bulu itu.


Beberapa hari telah terlewati, hingga akhirnya Hiryuu berdiri di panggung eksekusi yang dijaga ribuan orang. Ribuan pasang mata itu menatapnya penuh tatapan intimidasi, tetapi Hiryuu hanya tersenyum menatap langit karena dia ingin menikmati waktu-waktu terakhirnya.


‘Seperti yang dikatakan perempuan itu, tindakanku ini terlalu terburu-buru. Aku yakin apa yang dikatakan perempuan itu benar apa adanya. Dia akan jauh melampaui aku dan memiliki kharisma yang tidak pernah dimiliki olehku bahkan semua orang yang ada di dunia ini.’ Hiryuu tersenyum sambil memejamkan matanya.


Semua orang yang berada di negeri terjajah menyaksikan proses eksekusi Hiryuu lewat Tablet Video.


Tak lama salah satu Tetua Bahamut datang menghampiri Hiryuu. Di hadapan ribuan prajurit, dia menatap rendah Hiryuu.


“Semua orang yang ada di belahan dunia ini! Lihatlah manusia berwujud iblis ini! Dia berniat menghancurkan dunia dengan kekuatan kuno yang disembunyikan itu! Jika kalian berani menjadi seseorang penjahat keji ini, kalian akan berakhir seperti sama sepertinya!”


Kemudian dua Panglima Empat Penjuru mencambuk punggung Hiryuu hingga punggungnya bersimbah darah.


Tetsuya merapatkan giginya. “Bagaimana orang seperti dia diperlakukan seperti ini oleh manusia tamak seperti mereka!” Ketika Tetsuya melepaskan nafsu membunuh, temannya yang menjadi pimpinan Organisasi Hero menahannya.


“Tetsuya! Tahan dirimu!”


Tetsuya menatap geram dua Panglima Empat Penjuru Kekaisaran Bahamut. “Lebih baik kau tahan aku! Jika tidak, aku akan membunuh mereka semua!”

__ADS_1


“Lihat senyumannya itu! Dia sangat mirip dengan iblis!” Tetua Bahamut tersenyum menyeringai menatap dingin Hiryuu. “Apa kau ingin mengatakan sesuatu sebelum kematianmu, keturunan iblis!”


Hiryuu menarik napas dan menatap tajam ribuan Pasukan Penegak Perdamaian dan Organisasi Hero maupun ribuan prajurit dari Aliansi Bangsa-Bangsa yang menjaga proses eksekusinya.


“Memimpin dunia dengan melakukan penindasan terhadap yang lemah, untuk membuat dunia yang terkuat. Sekelompok manusia yang terlahir dengan kekuatan memonopoli untuk keuntungan mereka sendiri. Mengambil keuntungan dari yang lemah dan mengambil upeti dari setiap negara untuk dihamburkan meskipun menyebabkan kemiskinan, peperangan dan penderitaan. Itulah kondisi dunia yang kita tempati saat ini...” Hiryuu tersenyum lebar sambil menatap ribuan pasang mata yang menatapnya tajam.


“Jutaan nyawa disiksa, hancur dan hilang dari setiap negeri yang tidak dapat melawan kekuatan adidaya. Tapi semuanya! Sebagai orang yang menjadi korban dari sistem Aliansi Bangsa-Bangsa! Sebagai korban kekejaman dunia! Dan sebagai orang yang mencari makna kebebasan! Aku berbicara pada kalian, saudara jauhku! Jangan pernah berhenti berdoa, berharap, berpikir dan melawan dunia! Semua manusia diciptakan setara, tidak ada yang terlahir sebagai budak dan tidak ada yang terlahir sebagai monster ataupun Iblis! Jangan pernah berhenti untuk mencari makna kebebasan! Kebebasan untuk lepas dari apa yang mengekang kalian semua! Jangan biarkan mereka menjajah dan membunuh sesuka hati! Lindungi tanah air kalian dan usir para penjajah yang berdiri di atas dunia ini!”


Hiryuu berteriak dan tersenyum lebar. “Pergi dan pelajarilah tentang dunia. Setelah kalian menemukan kebenaran tentang Eden, maka dunia yang dipimpin para orang-orang tamak ini akan hancur!”


Tetua Bahamut menatap geram Hiryuu yang tersenyum lebar. “Penggal dia!” Kedua Panglima Empat Penjuru Kekaisaran Bahamut langsung memenggal kepala Hiryuu.


Detik itu juga Hiryuu meninggal dengan senyuman lebar yang ditatap jutaan manusia yang menyaksikan proses eksekusinya lewat Tablet Video.


Jutaan orang di negeri yang terjajah terbakar semangatnya. Aliansi Bangsa-Bangsa berniat membuat kematian Hiryuu untuk meredakan pemberontakan, tetapi kematian justru menyulut api pemberontakan yang lebih besar. Pemberontakan dalam skala besar terjadi hampir merata di seluruh belahan dunia.


Semakin lapar manusia, maka semakin mudah dikontrol, manusia akan cenderung hidup untuk makan daripada makan untuk hidup. Mengancam dengan kekuatan yang besar serta membuat lawannya dipenuhi dengan kebodohan ataupun ketakutan adalah cara paling paling ampuh untuk mematahkan semangat orang-orang yang berada di negeri yang terjajah.


Kaum tirani seperti Kekaisaran Bahamut menjajah negeri-negeri yang subur alamnya untuk menopang ekonomi negeri penguasa seperti mereka dan menghancurkan alam di negeri orang dengan keserakahannya. Perang dan penjajahan memang kejam.


Tetapi apa yang terjadi ketika orang-orang seperti Hiryuu memiliki pikiran akan kebebasan. Walau dia dijajah hari ini, tetapi hatinya tetap bebas. Perkataan Hiryuu membuat api yang telah memadam, justru kian membara.


Menumbangkan kaum tirani adalah dengan tetap bebas. Walau dunia menganggapnya sebagai seorang penjahat ataupun keturunan terkutuk yang berniat menghancurkan dunia, Hiryuu sama sekali tidak peduli dengan hal itu. Tuduhan dan fitnah kepada dirinya tidak terlalu berpengaruh pada hati besi dan mental bajanya. Menjelang kematiannya, Hiryuu hanya ingin membuat semua orang yang berada di negeri terjajah berani mengambil langkah untuk mengatakan “bebas”.


Hiryuu paling membenci jika melihat orang-orang yang berhenti bermimpi dan hanya hidup sebagai kaum yang dimanfaatkan oleh kaum tirani.


Walau Hiryuu telah berusaha untuk menginspirasi semua orang. Tetapi pilihan untuk bebas tetap ada pada diri kita masing-masing. Ideologi setiap orang berbeda-beda, tetapi dengan kematiannya Hiryuu membuka era baru ketika orang-orang yang tergerak hatinya karena perkataannya pergi mencari kebenaran dan kebebasan.


Beberapa orang yang pernah mendengarkan perkataan Hiryuu, menangis dan mengetahuinya. Seperti, Kirara, Dante, Lao, Bisma dan Honjo.


Aku sudah mencapai batasku. Umurku ini tidak akan bertahan lebih lama lagi. Jika aku tidak dapat menuntaskan Perang Karma yang diramalkan itu, maka tidak akan ada orang di zaman ini yang akan mampu menuntaskannya. Di masa depan nanti aku yakin akan muncul orang yang mampu mengemban tanggung jawab dan harapan itu. Sebuah perang besar yang mampu menggemparkan seluruh dunia walau Aliansi Bangsa-Bangsa berusaha menutupinya. Perang yang membelah daratan dan lautan itu akan membuat dunia begitu tenang seakan-akan mengawasi pertempurannya.


Dengan kata lain, dalam sembilan tahun mendatang, para tokoh utama yang akan memikul Takdir Karma akan bangkit dari dunia ini! Merekalah orang-orang yang akan membuka era baru sesungguhnya. Era dimana semua makhluk hidup berdampingan! Jika saat itu tiba, aku ingin kalian semua membantunya seperti kalian membantuku! Aku ingin kalian percaya padanya seperti kalian percaya padaku! Kuserahkan semuanya pada kalian untuk membantunya!

__ADS_1


Fajar akan menyinari dunia dan sang legenda telah undur diri.


__ADS_2