Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 126 - Jadilah Cucuku


__ADS_3

Bisma melatih Nagato, Litha dan Asha selama beberapa hari. Bisma bisa melihat jika Nagato memiliki konsentrasi yang luar biasa, di matanya Nagato terlihat sangat serius menekuni latihan.


Bisma setiap hari mendengar ocehan Asha yang ingin menjadi seorang pahlawan, terkadang perkataan Asha membuat kesal dirinya sehingga Bisma menghukum Asha untuk berlatih lebih lama daripada Nagato dan Litha.


Bisma juga harus meladeni tantangan Nagato yang selalu mengajaknya bertarung. Hari demi hari Nagato terkapar karena kalah bertarung melawan Bisma, kekalahan Nagato membuatnya semakin berkembang.


"Jangan bergerak!" perintah Litha mengobati dada Nagato yang terluka.


Nagato hanya menahan rasa sakit sambil menatap tajam Bisma. Pertarungan melawan Bisma membuat Nagato menyadari jika dirinya semakin bisa berkonsentrasi secara penuh.


Ketika Nagato berkonsentrasi dia merasa jika dirinya berada di dunia yang berbeda, seluruh inderanya meningkat pesat bahkan Nagato bisa melihat sebuah gerbang yang besar dalam kegelapan ketika dirinya melakukan konsentrasi secara penuh.


Nagato mengingat perkataan Bisma yang menganggap dirinya sama seperti cucunya sendiri. Perkataan Bisma sama dengan Kakek Hyogoro, semua itu membuat Nagato terharu karena dia bertanya - tanya apakah seperti ini rasanya memiliki seorang kakek yang begitu perhatian.


Siang ini Bisma dan Litha sedang memakan daging sambil melihat pertarungan Nagato dan Asha. Setelah kalah sebanyak seratus kali dalam seratus pertandingan, Asha sama sekali belum menyerah untuk mengalahkan Nagato.


"Lihat aku Kak Litha. Hari ini aku akan mengalahkan Kak Nagato dan membuatmu jatuh cinta padaku." batin Asha sambil tersenyum manis menatap Litha.


Litha kebingungan ketika melihat Asha yang tersenyum pada dirinya, Litha membalas senyuman Asha karena menganggap Asha sedang menyapa dirinya.


Asha terlihat begitu gembira melihat Litha yang membalas senyumannya. Tenaga Asha meluap - luap karena melihat senyuman Litha.


"Kak Litha membalas senyumanku. Apakah ini berarti Kak Litha juga menyukaiku?" batin Asha yang sedang larut dalam khayalannya.


Nagato mengerutkan dahinya melihat Asha yang masih bisa senyam - senyum sendiri ketika bertarung dengan dirinya, hanya dengan melihat Asha saja sudah membuat Nagato merasa begitu kesal.


"Bocah sialan ini! Beraninya dia tersenyum ketika bertarung denganku!" umpat Nagato ketika melihat Asha yang tersenyum lebar menatap dirinya.


Asha berlari ke arah Nagato sambil mencoba untuk terlihat gagah di hadapan Litha, "Hari ini aku akan mengalahkanmu Kak Nagato!" teriak Asha pada Nagato, "Pukulan Besi."


Nagato membiarkan perutnya dipukul Asha, bagi Nagato yang telah mengolah pernapasan dan mengisi perutnya dengan udara membuat pukulan Asha sama sekali tidak terasa di perutnya.


"Asha!" teriak Nagato memukul perut Asha dan membuatnya terlempar beberapa langkah ke belakang.

__ADS_1


Nagato berlari dengan cepat dan menendang Asha di dadanya dengan cukup telak. Asha mencoba menghindari tendangan Nagato tetapi kekuatan Nagato masih jauh di atasnya.


Nagato menendang dada Asha dan memukulnya sebelum menyuruh Asha untuk menyerah. Sifat Asha yang begitu keras kepala membuat Nagato semakin senang menjahili Asha.


"Pukulan besi? Bagiku pukulanmu sama sekali tidak terasa." ejek Nagato sambil berjalan menjauh dari Asha.


"Jangan remehkan pukulanku!" teriak Asha berlari ke arah Nagato.


Bisma tertawa karena melihat Nagato dan Asha terlihat seperti kakak beradik. Keduanya selalu berdebat dan berkelahi, Asha selalu sengaja memancing amarah Nagato, semua itu Asha lakukan untuk membuat Litha melihat dirinya. Di sisi lain Nagato sudah mulai bosan bertarung dengan Asha tetapi ketika dirinya dibilang penakut, tidak sampai satu detik Nagato langsung menerima tantangan Asha.


Nagato juga sangat membenci kekalahan dan menganggap Asha sama seperti dirinya walau perkiraannya salah. Nagato tiap hari selalu menantang Bisma bertarung. Setiap hari Nagato mengalami kepahitan dari yang namanya kekalahan karena bertarung melawan Bisma.


Bisma bisa membuat Nagato tidak bergerak hanya dengan melihatnya saja, Nagato sama sekali tidak bisa melihat kecepatan pukulan tangan Bisma.


"Kakek, bertarunglah denganku!" Nagato menantang Bisma berduel dengannya.


Litha dan Asha melihat Nagato yang setiap hari bertarung dengan Bisma. Setiap hari Nagato selalu kalah dan terluka terkena aura intimidasi Bisma.


"Nagato, aku bertanya padamu. Apa yang kau lihat ketika kau berkonsentrasi secara penuh?" tanya Bisma sambil menatap Nagato tajam.


"Gerbang besar berwarna hitam yang tidak dapat terbuka..." jawab Nagato dengan tenang walaupun dirinya terlihat penasaran.


Bisma tersenyum lebar mendengar jawaban Nagato, sangat jarang menemukan seorang berbakat seperti Nagato. Pertumbuhan Nagato yang mampu berdiri di depan pintu gerbang tersebut membuat Bisma kagum dan sedih secara bersamaan.


Bisma cukup terkejut karena Nagato yang masih kecil sudah mempunyai hak berdiri di depan gerbang. Kesedihan Bisma hanya satu yaitu kebencian Nagato yang tertutupi itu akan merubah sifat Nagato jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


"Nagato sangat mengerikan tetapi kekuatannya terlihat begitu menyedihkan..." gumam Bisma melirik Nagato yang sedang memegang pedangnya.


Bisma sudah mengerti garis besarnya jika Nagato telah melihat kekejaman Kazan, tidak banyak yang Bisma lakukan selain membantu perkembangan Nagato.


"Kakek bertarunglah denganku!" teriak Nagato pada Bisma.


"Seranglah aku. Melawanmu aku tidak perlu berdiri dari batu ini." sahut Bisma duduk di atas batu dengan santai sambil menatap Nagato.

__ADS_1


Nagato mengalirkan tenaga dalamnya pada bilah pedangnya dan menebaskan pedangnya dari jauh. Bisma mengeluarkan auranya yang berwarna putih untuk menahan tebasan pedang Nagato yang membentuk sabit itu.


"Pewaris kekuatan surgawi. Kekuatan Nagato sepertinya api abadi, Hiryuu memiliki kekuatan angin..." guman Bisma mengingat Hiryuu yang bisa menggunakan angin.


"Kekuatan roh pada dewa - dewi adalah asal - usul kekuatan surgawi. Nagato coba kau berkonsentrasi dan pegang gerbang yang kau maksud itu!" teriak Bisma pada Nagato.


Nagato mengikuti perkataan Bisma tanpa membantah sedikitpun, muncul bayangan gerbang berwarna hitam yang begitu besar di kepala Nagato. Gerbang yang dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan terdapat rantai itu membuat Nagato merinding ketika melihatnya.


Nagato menyentuh gerbang tersebut dan dia merasakan sesuatu yang berbeda dari tubuhnya. Semua yang ada dihadapannya tidak ada di dalam pandangan Nagato selain Bisma.


Nagato menyerang Bisma dengan cepat dan gesit walau tetap tidak dapat menyentuh batu yang diduduki Bisma sedikitpun. Litha dan Asha terkejut melihat Nagato yang terlihat berada di dunia berbeda dengan mereka.


Bisma tertawa melihat Nagato yang dapat mencerna perkataannya, dalam satu tarikan napasnya Bisma tangan membentuk busur berwarna putih bercampur emas dari aura tubuhnya.


Bisma menarik tali busurnya dan menembakkan panah aura pada Nagato.


"Tidak ada yang lepas dari pandanganku." batin Nagato menangkis puluhan anak panah yang dilepaskan Bisma.


Bisma tersenyum tipis ketika melihat Nagato yang menangkis anak panahnya, sudah ada perkembangan pesat bagi Nagato.


"Di belakangmu." ucap Bisma pada Nagato.


Nagato mengerutkan dahinya karena tidak bisa merasakan anak panah aura yang Bisma kendalikan dengan auranya.


Nagato terkena anak panah di tangannya karena dia berusaha menangkisnya, Bisma turun dari batu dan menghampiri Nagato.


"Jangan gunakan kekuatan yang tadi pada lawan yang tidak sepadan denganmu. Bukan bermaksud menyombongkan diri, tetapi kau bisa sangat berbahaya ketika dapat masuk ke dalam salah satu dari tiga gerbang itu." ucap Bisma pada Nagato.


"Gunakan kekuatan tadi untuk melindungi apa yang ingin kau lindungi. Datanglah padaku ketika kau sudah dewasa dan jadilah cucuku, Nagato." tambah Bisma.


"Ya, aku akan bertumbuh kuat dan jika aku telah menemukan mimpiku sendiri, aku akan datang ke tempatmu, Kakek Bisma." jawab Nagato memegang uluran tangan Bisma.


Litha dan Asha berlari ke arah Bisma dan Nagato, kemudian mereka berdua bertanya pada Nagato tentang gerbang yang dimaksud Bisma.

__ADS_1


Nagato menjelaskan pada Litha dan Asha tentang gerbang yang dia lihat tetapi mereka berdua tidak mengerti maksud perkataan Nagato.


__ADS_2