Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 214 - Guren Toshiko vs Kitakaze Renji


__ADS_3

Nagato yang mengamati pertandingan antara Akaza melawan Kise membuat dirinya menjadi tertarik untuk melatih kemampuan berpedangnya.


"Ombak air menjadi ombak api? Serangan bervariasi seperti itu yang harus aku coba dan melatihnya..." Nagato bergumam pelan sembari menatap Gyuki yang berada di tengah lapangan.


Iris melirik Nagato karena mendengar pemuda itu bergumam. "Ada apa, Naga?" Iris bertanya pada Nagato karena penasaran.


Nagato tersenyum tipis dan melirik Iris. "Aku ingin mencoba beberapa hal nanti malam." Jawab Nagato sambil memegang sarung pedanganya.


Iris berbisik lirih di telinga Nagato. "Malam ini bukannya kamu ingin mengajakku untuk membeli kue?" Gadis cantik itu memerah wajahnya setelah mengatakan hal tersebut.


"Malam ini kita berdua akan memakan daging ayam yang pedas. Kita berdua sudah sepakat." Nagato menjawab lirih sembari tersenyum tipis pada Iris.


"Hmmm..." Iris bergumam lirih. Kedua bola matanya yang indah menatap wajah Nagato. "Ya, sudah. Aku akan ikut, tetapi besok malam giliran aku yang mengajakmu jalan." Nagato mengangguk lirih mendengar permintaan Iris.


"Naga, soal tantangan itu ... jika aku mengikutinya, apa kamu akan menurutinya?" Iris bertanya dengan sangat lirih pada Nagato. Dan suaranya itu hanya dapat di dengar oleh Nagato.


"Aku akan turuti semua permintaanmu." Nagato menjawab sembari menatap wajah Iris yang semakin memerah.


"Apapun itu?" Iris kembali bertanya dan dijawab anggukan kepala oleh Nagato. "Serius?" Nagato kembali mengangguk pelan.


Iris menggigit bibir bawahnya. "Nanti malam aku akan memakan daging ayam pedas kesukaanmu..." Kemudian Iris mengalihkan pandangannya ke arah Litha dan Hisui yang sedang mengobrol.


Nagato membatin penuh pertanyaan. "Kenapa aku menjadi penasaran? Kenapa setiap tindakan Iris selalu saja membuatku ingin lebih dekat lagi dengan perempuan yang bernama Fuyumi Iris ini." Nagato menghela napas panjang dan hatinya berdebar kencang.


Pemuda itu kini telah menyadari jika perasaannya pada Iris semakin membesar. Namun Nagato juga menyadari perasaan Litha dan Hisui kepada dirinya di saat yang bersamaan.


"Aku menganggap Litha dan bocah manja ini sebagai adik yang harus kujaga. Perasaan ini berbeda dengan perasaanku kepada Iris..." Nagato membatin sembari memegang dadanya. Pemuda itu masih dalam proses pertumbuhan dan baru mengenal cinta. Tentu setiap manusia membutuhkan pengalaman yang nyata agar tumbuh menjadi lebih dewasa.


"Aku rasa Litha menyembunyikan sesuatu dariku. Tetapi aku tidak ingin berprasangka buruk." Nagato kembali membatin dan menatap wajah gadis manis yang selalu tersenyum itu.


Di waktu yang bersamaan dengan perasaan bimbang Nagato, di bangku penonton yang ditempati Klan Kitakaze terlihat Renji berdiri penuh percaya diri sembari melangkahkan kakinya menuju tengah lapangan Arena Lingkaran Harimau.


"Ren-"


"Simpan ucapan semangat kalian nanti! Saat ini aku harus fokus untuk mengalahkan pertahanan mutlak itu!" Renji memotong perkataan Kenji.


"Cih, tidak asik sama sekali." Kenji memalingkan wajahnya ke samping.


"Biarkan saja dia, Kenji." Takao menanggapi perkataan Kenji.


Ninjin diam melihat Renji yang sudah berjalan menuju tengah lapangan Arena Lingkaran Harimau. Sementara itu Chaika dan Chiaki masih sibuk mengobrol berdua.


Renji berjalan terus menuruni tangga dan sampai di rerumputan lapangan Arena Lingkaran Harimau. Langkah kakinya berjalan pelan tapi pasti, matanya menatap tajam Guren yang sudah menunggu kedatangan dirinya.

__ADS_1


"Pertahanan air milik Guren sangat mutlak. Dan orang yang berhasil menembusnya hanya Himuro." Renji membatin dalam hatinya. Kemudian dia berhenti berjalan setelah sampai di depan Gyuki dan Guren.


"Baiklah, untuk mempercepat waktu, silahkan kalian berdua ambil-"


"Tidak perlu. Aku akan mengundurkan diri!" Guren mengangkat tangannya dan langsung berjalan meninggalkan lapangan Arena Lingkaran Harimau.


Gyuki menghela napas panjang. "Nona Muda apa kau serius?" Guren mengangguk pelan sembari terus melangkahkan kakinya meninggalkan Gyuki.


Renji mengepalkan tangannya. "Apa-apaan dia? Mengundurkan diri? Jangan bercanda!" Batin Renji berkecamuk dipenuhi emosi.


"Tunggu cara jalannya..." Gyuki menggumam pelan. "Tidak mungkin. Tapi siapa yang melakukannya?" Gyuki bisa melihat perut buncit Guren. Bahkan cara jalan gadis tersebut terlihat begitu berhati-hati dalam melangkah.


"Dikarenakan Guren Toshiko mengundurkan diri karena suatu alasan. Dengan ini pemenang pertandingan terakhir babak 32 besar Turnamen Harimau Kai adalah Kitakaze Renji!" Gyuki mengakhiri langsung pertandingan terakhir babak 32 besar Turnamen Harimau Kai.


"Anak muda. Sebaiknya kau terima saja kemenangan ini. Aku melihat gadis itu sedang terlibat masalah yang merepotkan." Gyuki menatap Renji yang masih tidak terima.


"Anak muda sekarang memang mengerikan. Tapi apa benar Guren Toshiko hamil?" Gyuki menebak. Dahinya mengkerut dan tangannya mengelus dagunya.


"Hah? Apakah itu benar?" Renji yang mendengar ucapan Gyuki merasa tidak percaya.


"Sssttt!" Gyuki menyuruh Renji agar jangan terlalu keras berteriak. Suara penonton yang terdengar kecewa dengan pertandingan terakhir mulai memenuhi seluruh sudut dan setiap tribun Arena Lingkaran Harimau.


"Aku hanya menduganya saja!" Gyuki juga tidak ingin percaya. Untuk menenangkan Renji yang masih tidak terima dengan hasil akhir pertandingan, Gyuki menyuruh Renji untuk berlatih mempersiapkan diri tampil di babak 16 besar.


Renji dengan malas menjawab ucapan dari Gyuki. "Baiklah, mungkin ini keberuntunganku. Tetapi menang karena lawanku hamil. Apa ini bisa aku terima." Renji menggerutu sambil meninggalkan Gyuki yang terus menatap dirinya.


"Oi, Renji. Jangan bicara sembarangan. Aku tadi hanya salah bicara. Kau seenaknya saja menyimpulkan!" Gyuki menegur Renji. Dalam hatinya, Gyuki berharap Renji tidak menganggap tebakannya menjadi hal yang serius.


Setelah Renji kembali duduk di bangku penonton yang ditempati Klan Kitakaze, Gyuki dengan cepat mengakhiri pertandingan babak 32 besar dan mengumumkan 16 nama peserta yang akan bertanding di babak selanjutnya yaitu babak 16 besar Turnamen Harimau Kai.


"Terimakasih kepada penonton yang telah meluangkan waktu untuk menyaksikan babak 32 besar Turnamen Harimau Kai!" Gyuki bersuara lantang dan suaranya itu menggema di seluruh sudut Arena Lingkaran Harimau ketika semua orang yang berada di tribun diam mendengarkan.


"Untuk babak 16 besar Turnamen Harimau Kai akan dilaksanakan tiga hari lagi. Jadi akan waktu jeda selama tiga hari untuk persiapan bagi para peserta." Gyuki menjelaskan pada semua orang yang ada di Arena Lingkaran Harimau tentang digelarnya waktu pertandingan babak 16 besar Turnamen Harimau Kai.


Pertandingan babak 16 besar Turnamen Harimau Kai akan digelar tiga hari dari sekarang. Panitia penyelenggara Turnamen Harimau Kai yang dikelola Sepuluh Tetua Kai memberi waktu bagi peserta untuk mempersiapkan diri dan mengasah teknik bertarung mereka terlebih dahulu sebelum bertanding di babak 16 besar.


"Diharapkan pada 16 peserta yang namanya lolos ke babak 16 besar bisa mengasah kemampuannya dan melatih teknik bertarung kalian dalam waktu tiga hari ini." Gyuki berkata pada pendekar muda yang duduk di setiap tribun. Kemudian dia menatap Sachie yang sedang menggambar sesuatu di udara, Gyuki menungggu tanda dari Sachie ketika selesai menggambar.


"Baiklah, inilah keenam belas nama pendekar muda yang akan menjadi generasi penerus para leluhur Kekaisaran Kai. Lihatlah ke atas! Mereka semua adalah pendekar muda yang akan bertanding di babak 16 besar Turnamen Harimau Kai!" Gyuki menatap tangan Sachie yang memberi tanda selesai menulis dan menggambar sesuatu di udara.


"Silahkan dilihat keenam belas nama di langit sana!" Gyuki menunjuk ke arah langit. Semua penonton mengikuti arahan dari Gyuki. Tidak berapa lama ledakan terjadi dengan asap yang berwarna merah muda, di atas langit Arena Lingkaran Harimau terlihat tulisan 16 nama peserta Turnamen Harimau Kai yang akan bertanding di babak 16 besar.


Nama peserta yang akan bertanding di babak 16 besar Turnamen Harimau Kai adalah :

__ADS_1



Fuyumi Nagato


Kitakaze Yuri


Misuzawa Hanabi


Ashiya Giyumaru


Fuyumi Tika


Hisui


Hiragi


Masayu


Fuyumi Litha


Seibu Azuki


Fuyumi Iris


Satha


Mangetsu Tatara


Himuro Kirigiri


Akatsuki Akaza


Kitakaze Renji



Penonton membaca nama-nama peserta sebelum mereka meninggalkan Arena Lingkaran Harimau. Seluruh pendekar juga mulai meninggalkan Arena Lingkaran Harimau setelah Gyuki mengakhiri babak 32 besar Turnamen Harimau Kai.


Langit sore mewarnai langit Ibu kota Daifuzen. Arena Lingkaran Harimau yang beberapa menit barusan masih sangat ramai sekarang mulai menyepi secara perlahan.


Gyuki membatin dan berjalan menuju ke tempat Sachie berada. "Akhirnya selesai juga babak 32 besar..." Dengan cepat Gyuki dan Sachie menuju ruang perawatan sebelum kembali ke Kediaman Keluarga Akaramizarawa.


Sedangkan Nagato yang sedang dalam perjalanan pulang masih tidak puas karena belum melihat Guren Toshiko bertanding dan melihat kekuatan dari gadis tersebut.

__ADS_1


__ADS_2