Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 212 - Himuro Kirigiri vs Ishikawa Kobayashi


__ADS_3

"Aku bukan sosok ayah dan suami yang baik. Saat mereka berdua lahir, maupun saat istirku mengandung buah hatiku. Aku tidak ada untuk mereka semua..." Gyuki membatin kembali penuh makna. "Apa yang bisa kulakukan untuk istri dan anakku? Setidaknya mereka bisa memgenangku sebelum racun ini benar-benar membunuhku!" Gyuki berkata lirih sembari menatap Ichiba yang juga sedang menatap dirinya. Kemudian pandangan matanya beralih menatap Hika dan Tika yang sedang mengobrol bersama Hisui dan Litha.


Dalam ketenangan dan perasaan yang sangat bermakna itu, Gyuki menutup matanya dan menarik napas dalam-dalam. "Himuro Kirigiri dan Ishikawa Kobayashi. Dua nama yang kupanggil silahkan maju ke depan!" Dengan perlahan Gyuki menghembuskan napasnya.


Mata Gyuki menatap Himuro yang berjalan membawa sebuah kapak berwarna merah. "Senjata Kuno?" Gyuki menebak senjata yang dibawa Himuro adalah salah satu dari berbagai jenis Senjata Kuno.


Kapak yang dibawa oleh Himuro adalah Senjata Kuno Tipe Pusaka : Kapak Api. Gyuki selama beberapa tahun ke belakang tidak pernah melihat pertarungan Himuro secara langsung sehingga dia tidak mengetahui kekuatan Himuro yang sesungguhnya.


Penonton yang ada di setiap tribun Arena Lingkaran Harimau bertanya-tanya dalam benak mereka. Himuro dikenal selalu bertarung menggunakan tangan kosong dengan kekuatan apinya yang pernah membunuh lawannya. Namun sekarang dihadapan mereka, Himuro membawa sebuah kapak yang akan menjadi senjata utamanya.


Gyuki memperhatikan wajah dan gerak-gerik Himuro, pria itu bisa mengetahui jika Himuro memiliki mental yang sama seperti Kakugo. Mental yang memiliki masalah. "Tidak ada yang bisa ku lakukan! Andai ayah, tidak, andai saja Panglima Goro dan pendekar dari yang lainnya mempercayai perkataanku dan Satsuma. Maka kegelapan di Kekaisaran Kai bisa berkurang lebih cepat." Gyuki membatin dalam hatinya. Setelah kedua peserta berada di hadapannya, dia menghela napas panjang.


"Sekarang ayah sedang pergi bersama Bos Hyogoro. Aku pikir dia akan mempercayai kata-kata dan memulai revolusi lebih cepat!" Batin Gyuki menambahkan.


"Sebuah negeri yang dari luar terlihat damai dan indah. Namun jauh di dalamnya, penduduk negeri tersebut sangat menderita. Sebuah kepalsuan yang sangat memilukan ini akan bertahan sampai berapa lama lagi..." Gyuki menggumam pelan dan menatap tanah di bawahnya.


Himuro dan Kobayashi menatap Gyuki. Kedua peserta tersebut memahami perkataan Gyuki.


Untuk menenangkan dirinya, Gyuki menatap Kobayashi. "Apakah kamu Ishikawa Kobayashi dari Perguruan Api Abadi?" Gyuki bertanya pada Kobayashi yang sedang menatap dirinya.


"Ya, namaku adalah Ishikawa Kobayashi. Aku berasal dari Perguruan Api Abadi." Kobayashi menjawab pertanyaan Gyuki dengan lengkap. Kemudian Gyuki menatap Himuro setelah mendengar jawaban Kobayashi.


"Jadi kamu Himuro Kirigiri?" Gyuki menanyakan hal yang sudah pasti pada Himuro hanya untuk memastikan. Pertanyaannya dijawab anggukan kepala oleh Himuro.

__ADS_1


"Sudah kuduga..." Gyuki membatin tepat setelah melihat kepala Himuro mengangguk. Kemudian dia menyuruh kedua peserta untuk menjaga jarak. "Ambil jarak!" Kedua peserta langsung menjaga jarak ketika Gyuki memberi perintah pada mereka.


"Pertandingan keempat belas babak 32 besar Turnamen Harimau Kai antara Himuro Kirigiri melawan Ishikawa Kobayashi dimulai!" Gyuki memulai aba-aba pertandingan. Suara riuh penonton kembali mewarnai setiap sudut Arena Lingkaran Harimau.


Himuro memegang kapak dan menaruhnya di pundak, tatapan matanya menatap Kobayashi tanpa ekspresi apapun.


Kobayashi yang menjadi lawan dari Himuro bisa merasakan aura mencekam yang menekan tubuhnya. Aura tubuh berwarna merah keluar dari sekujur tubuh Himuro.


Kobayashi menelan ludah melihatnya, tangannya yang memegang pedang bergemetar hebat. "Dia berada jauh di atasku!" Batin Kobayashi berkecamuk. Pemuda itu ingin mengayunkan pedangnya tetapi tangannya tidak berhenti gemetar ketakutan.


"Tebasan Api Membara!"


Kobayashi memaksakan tubuhnya untuk bergerak, tebasannya yang membentuk lintasan api di udara itu mengarah dengan cepat pada Himuro.


Melihat hal itu, Kobayashi mengerutkan dahinya. Tangan kanannya menebasakan pedangnya lebih cepat karena merasa Himuro terlalu meremehkan dirinya. Dengan cepat ketakutan Kobayashi menghilang dan berubah menjadi kemarahan.


Tangan kiri Himuro menunjuk tebasan pedang Kobayashi dan melepaskan sebuah bola-bola api kecil dari telunjuk tangannya. Penonton berdecak kagum melihatnya, bahkan Nagato yang sedang duduk di bangku penonton menaikan alisnya karena kekuatan seperti itu bukanlah elemen bawaan manusia sedari lahir.


Kekuatan tanpa membuka tenaga dalam dan aura tubuh bahkan tidak perlu mengetahui kekuatan elemen bawaan kita sejak lahir, kekuatan yang dimiliki Himuro sangat persis dengan kekuatan dari Air Suci.


Mata Kobayashi melebar melihat Himuro dapat menghentikan tebasan pedangnya tanpa bergerak sedikitpun, pemuda itu merasa sangat frustasi sekarang. Tanpa berpikir panjang, Kobayashi melancarkan serangan beruntun pada Himuro.


Jarak keduanya sudah sangat dekat, sekarang tangan kanan Himuro menangkis tebasan pedang Kobayashi menggunakan Kapak Api miliknya.

__ADS_1


Keduanya bertukar serangan selama dua menitan, tidak berapa lama Himuro mengaliri Kapak Api yang dia genggam dengan aura tubuhnya. Ketika Kapak Api tersebut bercahaya, Himuro mengayunkan kapak tersebut ke arah tubuh Kobayashi.


Walau berhasil ditahan oleh Kobayashi menggunakan pedangnya, namun sesuatu yang mengejutkan terjadi di tengah lapangan Arena Lingkaran Harimau. Tubuh Kobayashi terpental menabrak dinding pembatas lapangan dengan tribun penonton Arena Lingkaran Harimau.


Pedang yang dipegang Kobayashi terjatuh di tanah, sedangkan tubuh pemuda tersebut bersimbah darah dan menempel di dinding selama tiga detik.


"Serangan macam apa ini?!" Kobayashi membatin penuh pertanyaan dalam hatinya. Tubuhnya telah dia lapisi dengan seluruh aura tubuhnya, namun rasa sakit dari serangan Kapak Api Himuro masih terasa. Perlahan tubuh Kobayashi terjatuh ke tanah.


Kobayashi masih bisa mencoba untuk tetap berdiri tetapi sekarang dirinya tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan. Bahkan sebelum Gyuki mengakhiri pertandingan, Kobayashi sudah pingsan dan tubuhnya perlahan-lahan ambruk ke tanah.


Tepat setelah Kobayashi terjatuh dan menyentuh tanah, Himuro langsung melangkahkan kakinya kembali ke bangku penonton. Tepukan penonton tidak memenuhi Arena Lingkaran Harimau seperti biasanya.


Beberapa dari mereka terdiam selama beberapa menit, penonton masih tidak percaya Himuro bertambah kuat dalam kurun waktu setahun. Kapak Api yang menjadi senjata utama Himuro membuat pemuda itu semakin bertambah kuat.


Gyuki memberi isyarat pada tenaga medis untuk segera merawat tubuh Kobayashi sebelum dia mengakhiri pertandingan tersebut.


"Kekuatan itu? Apakah itu Air Suci? Tidak mungkin elemen bawaan aura seperti itu!" Gyuki membatin menatap punggung Himuro yang menjauh dari pandangan matanya.


Setelah tubuh Kobayashi dibawa dengan tandu menuju ruang perawatan, Gyuki langsung mengakhiri pertandingan. "Pemenang pertandingan ketiga belas babak 32 besar Turnamen Harimau Kai adalah Himuro Kirigiri!" Tepukan tangan penonton kembali menggema setelah Gyuki mengakhiri pertandingan.


Gyuki menatap langit yang sudah tidak terlalu terang benderang, sinar matahari sudah tidak terlalu panas dan menyengat kulitnya. "Tiga pertandingan lagi. Sehari bisa selesai enam belas pertandingan babak 32 besar." Gyuki membatin lega. Kemudian dia beralih ke pertandingan selanjutnya.


"Selanjutnya Akatsuki Akaza dan Muromachi Kise. Dua nama yang kupanggil silahkan maju ke depan!" Gyuki memanggil kedua nama peserta yang akan bertanding di pertandingan selanjutnya. Kedua nama tersebut adalah pendekar muda yang dijuluki sepuluh pendekar muda jenius. Baik itu Akaza maupun Kise. Mereka berdua sama-sama pendekar muda yang dijuluki sepuluh pendekar muda jenius. Sekarang mereka berdua akan bertanding satu sama lain untuk pertama kalinya setelah keduanya mengikuti Turnamen Harimau Kai berkali-kali.

__ADS_1


__ADS_2