
Nagato telah menggunakan sedikit demi sedikit aura dari Roh Dewa Kematian, Shinigami, yang sekarang menyatu dengan tubuhnya. Tidak butuh waktu lama bagi Nagato untuk bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang Gunter.
Keduanya mulai bertukar serangan, benturan tebasan pedang yang dilapisi api itu membara di udara. Percikan-percikan api yang merupakan imbas dari benturan tebasan itu membuat keduanya semakin cepat mengayunkan pedang.
Gunter melepaskan aura tubuhnya dan mulai memanipulasi aura tubuhnya menjadi api. Kekuatan dari Pedang Api juga sangat membantunya. Dalam satu hentakan kakinya, Gunter melesat dengan kecepatan tinggi menyerang Nagato.
Ada perbedaan yang terlihat di wajah Nagato. Terutama kedua bola mata Nagato yang terlihat sangat tajam dan menusuk itu. Seolah-olah Nagato dapat memperkirakan serangan yang dilancarkan oleh Gunter selanjutnya.
“Tatapanmu itu sangat merendahkanku! Aku akan memberi pelajaran setelah mengalahkanmu!” Gunter berteriak geram dan memainkan pedangnya dengan brutal.
“Tenang saja, yang akan kalah itu bukanlah aku...” Nagato melepaskan tebasan pedangnya yang begitu cepat. Goresan sayatan di lengan Gunter membuat wajah Gunter memucat.
‘Aura ini! Jangan bilang dia yang dicari Tuan Gore, keturunan terkutuk yang pernah membuat dunia ketakutan dengan namanya!’ Gunter membatin dan melepaskan hawa membunuh yang begitu besar. Seluruh aura tubuhnya terasa begitu panas bertabrakan di udara dengan aura milik Nagato.
“Kagutsuchi! Itu nama margamu bukan?!” Gunter tertawa dan mulai melancarkan serangan dengan begitu brutal. Tebasan pedangnya membuat kebakaran hutan karena jurus api yang keluar dari pedangnya.
Energi pedang milik Pedang Api membuat Gunter semakin leluasa melancarkan serangan kepada Nagato. Puluhan tebasan pedang yang membentuk sabit berwarna merah dan merupakan api terus melesat cepat ke arah Nagato.
“Masih belum! Semua ini belum berakhir!” Gunter terus melepaskan serangannya kepada Nagato. Kesalahan terbesarnya karena mengira Nagato tidak berdaya dengan permainan pedangnya.
“Sial! Aku belum terbiasa dengan ini!” Nagato mulai membiasakan dirinya yang memakai aura milik Roh Dewa Kematian, Shinigami.
Nagato mempercepat langkah kakinya dan mulai menangkis setiap serangan yang dilancarkan oleh Gunter. Perlahan dirinya mulai mendekati Gunter melewati ratusan tebasan pedang yang membentuk sabit itu.
__ADS_1
Sebuah tebasan yang memanjang menyapanya. Nagato menahan dan menatao Gunter yang berniat kembali melancarkan serangan selanjutnya. Menahan, mengamati, lalu memulai serangannya.
Dalam sekejap Nagato dan Gunter kembali bertukar serangan. Tebasan demi tebasan yang dilesatkan keduanya membuat kerusakan disekitar tempat pertarungan mereka.
Nagato mengolah pernapasan dan memejamkan matanya sebelum mulai mempercepat serangannya. Tempo serangannya dia percepat agar dapat memasuki Kutukan Kuno Dewa Kematian Tingkat Satu sepenuhnya. Namun kebencian yang terlalu besar tidak mampu ditekan dengan baik oleh Nagato.
Nagato mempertahankan ritme pertarungan yang seimbang. Permainan pedang Gunter termasuk mahir, karena Nagato bisa melihat beberapa gerakan yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Gunter masih bisa tersenyum menyeringai. Lagipula setelah dirinya dibawa oleh Gore. Kehidupan dan masa depannya ada di tangan Gore. Sehingga Gunter tidak terlalu takut dengan kematin, hanya saja dia adalah orang yang perhitungan.
Nagato melakukan konsentrasi secara penuh dan mengamati arah serangan Gunter sebelum menangkisnya. Terlambat sedetik maka itu akan menjadi kekalahannya.
Detak jantung Nagato mulai berpacu. Setiap melihat orang lain dirinya merasa ingin membunuhnya. Setiap melihat manusia, pembuluh darahnya mendidih. Perlahan Nagato mulai kehilangan kendali atas aura yang dia pinjam dari Kutukan Kuno Dewa Kematian.
Sekarang Nagato dan Gunter terus bertukar serangan dan melepaskan puluhan jurus untuk saling menjatuhkan. Keduanya saling membalas dan memiliki niat membunuh yang besar.
Gunter membalas serangan yang dilepaskan Nagato dan memainkan pedangnya dengan cepat. Permainan pedangnya mulai berubah-ubah dan melepaskan serangan tak terduga yang mampu melakukan hal yang sama dengan Nagato.
Benturan kedua teknik pedang membuat hawa panas semakin membara. Nagato dan Gunter mundur ke belakang secara bersamaan sebelum keduanya bergerak dengan kecepatan tinggi dan mengeluarkan teknik pedang milik mereka.
Nagato menarik napas dalam-dalam sebelum menebaskan pedangnya dengan cepat. Ketika kedua teknik pedang berbenturan, Nagato mengecoh dan menyerang Gunter dengan gerakan yang memutar.
‘Dia telah mengantisipasinya...’ Nagato tersenyum tipis melihat Gunter bergerak dengan cepat dan cekatan, ‘Tetapi...’
__ADS_1
Nagato memainkan pedangnya mengikuti tebasan pedang Gunter. Dalam satu hentakan kakinya, Nagato menendang perut Gunter dan mengayunkan pedangnya membentuk pusaran api. Tubuh Gunter terpental ke belakang beberapa meter.
“Boleh juga, kau Kagutsuchi Nagato!” Gunter berteriak dan melepaskan aura tubuhnya. Jarum suntik yang diberikan Gore mulai digunakan Gunter. Seketika tubuh Gunter membesar, dibandingkan dengan anggota Akuyaku ataupun Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud hewan, Gunter memiliki bentuk seperti manusia besar dengan empat tangan yang besar dan berotot.
“Sudah aku duga, aku adalah orang yang yang berbeda dari manusia lainnya. Tuan Gore memang hebat. Proyek Beast ini adalah sesuatu yang sangat sempurna untuk menunjukkan kekuatanku!” Gunter berbicara sendiri dan tertawa keras. Suaranya terdengar seperti suara manusia yang bercampur dengan raungan Hewan Buas.
Gunter melepaskan hawa membunuh yang besar. Tak lama dia menggunakan Tenkai untuk menekan Nagato. Sebuah aura berwarna merah bertabrakan dengan aura berwarna emas bercampur hitam di udara.
“Manusia bertangan empat? Apa kau memiliki kekuatan Arwa Suci?” Nagato dengan wajahnya yang datar bertanya karena penampilan Gunter adalah hal yang baru baginya. Baru kali ini dia melihat manusia memiliki tangan empat dan mempunyai tubuh yang besar dan setinggi tiga meter.
Berbeda dengan Manusia Buas, wujud Gunter lebih kecil dan memiliki kekuatan yang besar dari Manusia Buas serta Manusia Hewan Buas. Bahkan kesadaran Gunter dalam mengontrol kekuatannya membuat dia dapat menggunakan kekuatan dari pengembangan Manusia Buas dan Manusia Hewan Buas secara bersamaan.
Nagato menekan kembali aura tubuhnya yang berwarna hitam. Matanya mencari keberadaan Seruling Ilusi. Seruling tersebut justru telah terjatuh karena secara tidak sadar Gunter menjatuhkannya saat bertukar serangan dengannya.
‘Aku harus mengalahkannya!’ Nagato membatin dan melepaskan aura tubuhnya. Mulutnya mengeluarkan darah sedangkan aura hitam pekat kembali menempel di tubuh kirinya.
“Ini...” Nagato mengumpat kesal karena aura tubuh yang berwarna hitam pekat justru yang keluar dari tubuhnya.
Tanpa berpikir panjang Nagato bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang Gunter yang telah berubah wujudnya. Tebasan pedangnya membentuk aliran tebasan api yang mengalir seperti air. Sebuah teknik milik Litha membuat serangan Nagato semakin kuat.
Benturan pedang terjadi ketika salah satu tangan kanan Gunter menahannya. Senyuman lebar menghiasi wajah Gunter sebelum ketiga tangan yang lainnya memukuli Nagato tanpa henti.
“Apa?!” Nagato tersentak kaget melihat ketiga tangan yang lain dari Gunter memberikan puluhan pukulan pada sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Nagato memutar dan menebaskan pedangnya lebih kuat sebelum mundur ke belakang dan mendecakkan lidahnya.
“Kupikir ketiga tanganmu yang lain itu pajangan!”