Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 67 - ST 14


__ADS_3

ST 14 mengatur napasnya yang semakin tidak teratur itu, dirinya merasa sangat terganggu dengan melodi detak jantung Nagato yang membuat telinganya merinding dan kebisingan.


"B-Bocah, kau terlalu berbahaya jika dibiarkan hidup!" ST 14 menggelengkan kepalanya beberapa kali. Litha kaget mendengar perkataan ST 14 kemudian gadis kecil itu mengolah pernapasan karena melihat ST 14 kembali memainkan pisau kecil ditangannya.


"Sirih." Litha mengolah pernapasan dengan matanya yang menatap tajam tangan ST 14 dengan begitu teliti, melihat hal itu Nagato tersenyum tipis melihat gadis kecil yang selalu bersamanya berkembang dengan pesat.


Litha menangkis beberapa pisau kecil yang dilempar oleh ST 14 kearah Nagato dan dirinya. Melihat pisau kecil miliknya dapat tangkis oleh gadis kecil, ST 14 tersenyum lebar.


"Gadis manis, sepertinya darahmu cocok untuk beliau!" ST 14 tertawa sambil kepalanya menghadap langit.


Litha mengerutkan dahinya melihat ST 14 sedangkan Nagato mengambil pisau kecil milik ST 14 yang berjatuhan ketanah.


"Biar kukembalikan padamu, hewan buas!" Nagato melempar pisau kecil yang bilahnya telah dilapisi api kearah ST 14.


"Hebat! Bocah sepertimu sudah mampu membangkitkan elemen didalam tubuhmu! Anak yang terlahir dari orang tua yang hebat memang beda!" ST 14 menjilat bibirnya melihat potensi Nagato yang menarik perhatiannya.


Beberapa pisau kecil masih berada ditangan Nagato, ST 14 mundur tiga langkah kebelakang untuk menjaga jarak dengan dua anak kecil yang sedang bertarung dengan dirinya.


"Litha, sepertinya hewan buas itu ahli dalam serangan jarak jauh." ucap Nagato dengan cukup pelan pada Litha agar ST 14 tidak mendengar ucapannya.

__ADS_1


"Eh ... hewan buas? Iya aku juga berpikir seperti itu." Litha tersenyum melihat tingkah Nagato yang dengan seenaknya memanggil nama orang dengan sebutan sesuka hatinya.


ST 14 mengerutkan dahinya karena masih bisa mendengar suara Nagato dan Litha yang berbisik pelan.


"Bocah kecil, kalian terlalu menghinaku dan itu membuatku ingin membunuh kalian sekarang juga!" mata ST 14 melotot menatap tajam Nagato dan Litha.


Nagato tersenyum tipis, dirinya juga sadar jika orang yang dihadapannya itu lebih kuat darinya dan Nagato merasa bahwa pertarungan ini akan cukup merepotkan baginya.


"Sirih." Nagato mengolah pernapasan sambil melakukan kuda - kuda depan dengan pisau kecil dikedua tangannya, Nagato menatap tajam ST 14.


Litha juga mengolah pernapasan sambil memejamkan matanya gadis kecil itu mencoba menyerang ST 14 dengan jurus yang membunuh puluhan hewan buas di Hutan Cakrawyuha tetapi baik Litha maupun Nagato tidak pernah membunuh manusia. Walau Nagato pernah membunuh X 2 di Kota Yasai tetapi itu adalah perbuatan Shinigami yang mengambil alih tubuh Nagato.


"Tarian Peri Air."


"Kalian mundurlah!" perintah Nagato kepada para tahanan wanita yang sedang melihat mereka berdua bertarung melawan ST 14.


Nagato membuka matanya dengan raut wajah yang serius, Nagato memusatkan tenaga dalamnya pada kedua kakinya kemudian dirinya menghilang dalam sekejap dari pandangan ST 14.


"Kau terlalu fokus kepada Litha!" Nagato berada dibelakang ST 14 kemudian melempar pisau kecil dengan sekuat tenaganya dan melemparnya kearah tubuh ST 14.

__ADS_1


"Sial! Bocah keparat!" ST 14 geram ketika dirinya terlambat menghindar hingga badannya terkena pisau kecil miliknya sendiri yang digunakan oleh Nagato. Ketika perhatiannya fokus pada Nagato, dirinya tidak sadar Litha sudah berada dekat dengannya dan siap menghunuskan pedangnya tetapi ST 14 menghindar beberapa langkah kebelakang walau dirinya merelakan tangan kanannya tergores terkena tebasan pedang Litha.


"Merepotkan!" ST 14 sadar bahwa dirinya tidak bisa meremehkan kedua anak kecil yang bertarung melawannya. Tidak lama ST 14 mengeluarkan pisau kecil yang sudah dilapisi racun pelumpuh dibilahnya.


Nagato mengerutkan dahinya ketika melihat ST 14 mengeluarkan beberapa pisau kecil dari bajunya.


"Litha, hindari pisau itu!" perintah Nagato sambil mencoba memikirkan cara namun terlambat ketika ST 14 tersenyum lebar dan melempar puluhan pisau dengan cepat kearah tahanan wanita.


"Pecundang! Sialan!" Nagato geram melihat tindakan ST 14, dirinya dengan cepat mencoba mengambil beberapa pisau kecil namun tidak bisa mendapatkan semuanya hingga beberapa pisau kecil menusuk punggungnya karena melindungi tahanan wanita.


"Nagato!" teriak Litha ketika melihat Nagato menangkap beberapa pisau kecil namun terlihat beberapa pisau kecil yang lainnya tertancap dipunggung pemuda itu.


"Ini pertarungan yang sesungguhnya! Nagato bisa bereaksi secepat itu!" batin Litha yang melihat Nagato dengan cepat menyatu dalam pertarungan dan menyadari setiap tindakan dan gerakan yang dilakukan oleh ST 14.


"Hahaha ..., setelah terkena pisau kecilku kau akan tertidur selama beberapa saat bocah." ST 14 tertawa dan tak lama tubuh Nagato rebah dengan pelan ke tanah walau Nagato mencoba menahannya.


"Sial! Aku mengantuk? Jangan bercanda! Aku sudah berlatih dengan keras tapi hanya segini kemampuanku!" gumam Nagato yang tangannya memegang kepalanya, karena dirinya merasa kepalanya terasa berat dan pusing.


Melihat Litha yang panik, ST 14 tidak mau kehilangan kesempatan dan menendang Litha dengan keras hingga gadis kecil itu terlempar kearah para tahanan wanita.

__ADS_1


"Argh! ... " pekik Litha merasakan rasa sakit yang luar biasa ketika perutnya ditendang oleh ST 14.


ST 14 menghampiri Nagato dan mencekik leher pemuda itu, dengan senyuman puas di wajahnya, ST 14 memukul kepala dan menendang tubuh Nagato terus menerus, Nagato tidak bisa melawan karena terkena efek racun pelumpuh dan efek pisau kecil yang telah dilapisi dengan obat bius cairan yang telah dibuat pemimpin Sekte Pemuja Iblis tersebut membuat Nagato menjadi samsak hidup ST 14.


__ADS_2