Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 194 - Emosi Yang Menguap


__ADS_3

Mata Nagato melebar ketika melihat tangan Kakugo lebam, walau seluruh tubuhnya memakai jubah merah yang menutupi hampir seluruh tubuhnya kecuali kepala ke atas sampai rambut, tetapi Nagato bisa melihat kedua tangan Kakugo yang lebam.


Raut wajah Kakugo terlihat takut menatap Nagato tetapi senyuman terus terlihat di wajah Kakugo. Melihat itu muncul pertanyaan di benak Nagato.


"Sepertinya sialan ini telah mengalami penyiksaan yang sangat berat. Kuku di tangan dan kakinya telah terlepas ... apa yang sebenarnya terjadi padanya?" Nagato membatin. Pandangan matanya melirik Gyuki yang masih memejamkan matanya, kemudian Nagato berniat menegur Gyuki yang terlihat tertidur dalam keadaan berdiri.


"Paman-" Gyuki membuka matanya dan memotong perkataan Nagato. "Kalian sudah datang. Silahkan merapat ke depan!" Nagato mengerutkan dahinya karena Gyuki terlihat seperti bukan orang sembarangan dan tentunya Gyuki menyembunyikan kekuatannya.


Nagato dan Kakugo menatap tajam satu sama lain, emosi kemarahan Nagato memudar. Dia bisa melihat jika Kakugo mempunyai gangguan mental, senyuman lebar dan tatapan tajam yang terlihat di wajah Kakugo tersirat kesedihan.


"Pertandingan pertama babak 32 besar Turnamen Harimau Kai telah terpilih. Fuyumi Nagato dan Kakugo apakah kalian tidak keberatan dengan keputusan ini?" Gyuki bertanya pada kedua peserta sambil menatap luka lebam yang ada di tangan Kakugo.


"Aku tdak keberetan," jawab Nagato singkat, sedangkan Kakugo hanya tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya.


"Babak 32 besar peraturannya berubah. Jika lawan kalian tidak mau menyerah, kalian bisa membunuhnya dan otomatis kalian akan keluar sebagai pemenangnya. Tetapi semua peraturan ada di tangan wasit, dan yang menjadi wasit babak 32 besar adalah aku." Gyuki berbicara serius sambil menatap tajam Nagato dan Kakugo. "Aku benci dengan kematian konyol karena terlalu berambisi untuk menang. Jika pertandingan berat sebelah atau sudah tidak memungkinkan lagi maka aku akan menghentikannya!"


Nagato dan Kakugo hanya diam mendengarkan perkataan Gyuki. Selang beberapa detik kemudian, Nagato dan Kakugo menjaga jarak. Mereka saling menatap tajam satu sama lain menunggu aba-aba pertandingan dari Gyuki.


"Kalau begitu, pertandingan pembuka babak 32 besar dimulai!" Gyuki memberi aba-aba untuk memulai pertandingan. Kedua peserta menatap tajam satu sama lain sebelum bergerak.


Kakugo mengayunkan pedang besarnya menyerang Nagato. Semua penonton melihat Nagato tidak menarik pedangnya, tangan Nagato hanya menyentuh sarung pedangnya saja, sedangkan matanya menutup ketika menghindari serangan Kakugo.


Semua penonton berdecak kagum, mereka baru pertama kali melihat secara langsung ekspresi wajah Nagato ketika bertarung.


Di salah satu tribun terlihat Reptile merapatkan giginya. Pria itu membatin dalam hatinya, "Dia berpotensi mampu menggunakan tiga kekuatan mutlak! Jika aku bisa melatihnya sebagai pembunuh berdarah dingin sedari dini, bisa saja dia akan menjadi aset penting untukku. Tinggal memberi sedikit dorongan pada emosinya maka semuanya selesai." Reptile tersenyum lebar melihat raut wajah Nagato yang tenang dan matanya yang terpejam.


Ledakan terus terjadi di tengah lapangan Arena Lingkaran Harimau ketika Kakugo mengayunkan pedangnya ke arah tanah yang dipijak Nagato.

__ADS_1


"Bara Api!"


Nagato melepaskan aura tubuhnya yang berwarna emas, kemudian dia memanipulasinya menjadi api yang membara di sekitar tangannya. Mata Nagato terbuka dan tatapannya sangat dingin, menusuk ke sela-sela tulang orang yang melihat tatapan Nagato.


"Pilar Api!"


Nagato mengepalkan tangannya dan mengarahkannya pukulan tangannya ke arah Kakugo. Sebuah api yang berkobar dan membara keluar dari ujung kepalan tangan Nagato membentuk kepalan tangan yang memanjang lurus layaknya sebuah pilar bangunan.


Kakugo tersenyum melihat serangan yang dilancarkan Nagato. Dengan cekatan dia menahan pukulan Nagato menggunakan pedang besarnya, ledakan terjadi di depan Kakugo. Senyuman lebar terus menyeringai di wajahnya, Kakugo mundur ke belakang untuk menjaga jarak dari Nagato.


Serangan kedua kembali dilesatkan Nagato dengan mengeluarkan jurus pilar apinya kembali, Kakugo menangkis pukulan api Nagato dari kejauhan.


Melihat serangan jarak jauh miliknya dapat ditahan dengan mudah oleh lawannya, kini Nagato mencoba mendekati Kakugo untuk beradu pertarungan jarak dekat dengan lawannya tersebut.


Semua orang kembali bertanya-tanya di dalam hati mereka, mengingat Nagato tidak menggunakan pedangnya, sedangkan ketika Nagato mengunakan pedangnya, dia dapat dengan mudah membuat Kakugo tak berkutik sedikitpun.


Gerakan Nagato bervariasi, terkadang dia terlihat sangat cepat, terkadang dia juga terlihat memperlambat tempo kecepatannya. Pertarungan jarak dekat antara Nagato melawan Kakugo berlangsung sengit, benturan pukulan api dan ledakan pedang terus menggema di Arena Lingkaran Harimau.


Kakugo tersenyum lebar sembari mengayunkan pedangnya lebih cepat dari sebelumnya, semua pendekar muda yang sempat takut melihat Kakugo hanya menelan ludah tak percaya, di bawah sana Nagato tidak menarik pedangnya bahkan pemuda itu belum terluka walau berkali-kali Kakugo melepaskan ledakan dari pedang besarnya.


Nagato menatap Kakugo dengan tatapan matanya yang cermat, pergerakan Kakugo sangat terlihat jelas di matanya. Senyuman tipis terlihat di wajah Nagato sesaat, dia melepaskan aura tubuhnya dan memusatkannya di tangan dan kakinya.


Tangan Nagato dilapisi api yang berkobar, sedangkan kaki Nagato hanya dilapisi aura berwarna emas dengan api padat yang melapisi tumit kakinya. Dan itu tidak terlalu menarik perhatian penonton biasa, namun lain halnya dengan pendekar yang melihat gerakan Nagato. Mereka mengetahui Nagato berniat melakukan sesuatu.


Ledakan yang dilesatkan Kakugo tidak mempengaruhi gerakan Nagato sedikitpun, keduanya saling bertukar jurus dan berbalas serangan. Pukulan Nagato mulai tidak terlalu kuat dari sebelumnya, semua penonton yang ada di tribun banyak yang menganggap stamina Nagato terkuras habis, tetapi dalam sekejap gerakan Nagato berbeda.


Gyuki yang sedang diam dan memasang wajah membosankan menjadi sedikit terkejut melihat Nagato yang melakukan sapuan bawah mengincar kaki Kakugo.

__ADS_1


Mata sayu Hisui melebar melihat Nagato yang melakukan gerakan yang sama dengannya, api berkobar tepat setelah tumit Nagato dan kaki Kakugo berbenturan.


Tubuh Kakugo terjatuh ke belakang, dengan cepat Nagato kembali berdiri mendaratkan pukulan tangannya yang dilapisi api ke arah perut Kakugo.


Pergerakan Nagato yang cepat membuat penonton berdecak kagum, tubuh Kakugo yang belum terjatuh menyentuh tanah justru terpental jauh ke belakang.


Jubah merah yang dikenakan Kakugo robek tepat diperutnya, semua orang terkejut melihat bekas sayatan dan luka lebam di badan Kakugo. Terutama perut Kakugo memiliki luka bakar yang mengerikan, tetapi luka itu terlihat sudah lama.


Nagato mengerutkan dahinya dan membatin lirih dalam hatinya, "Ada yang tidak beres, kemarahanku mereda setelah melihat luka yang dialami sialan ini..."


Gyuki menatap luka yang ada badan Kakugo namun pandangannya terarah pada luka bakar di perut Kakugo.


"Bocah bernama Kakugo ini telah melewati masa yang sulit, dia berasal dari Perguruan Api Abadi. Ada yang tidak beres di sana, bahkan Budou pernah berkata padaku tentang rumor miring di Perguruan Api Abadi. Jadi ini benar-benar telah di ambang batas, Perguruan Api Abadi hanyalah sebuah kumpulan orang yang mencuri ilmu dari Klan Kagutsuchi." Gyuki membatin lirih dalam hatinya.


Nagato berjalan mendekati Kakugo. Melihat itu Gyuki sedikit penasaran dengan apa yang akan dilakukan Nagato.


"Oi, siapa yang membuatmu seperti ini?!" Nagato bertanya pada Kakugo namun pertanyaannya tidak dijawab oleh Kakugo.


Nagato menarik napas dalam-dalam dan berusaha untuk tetap tenang, dia merasa ada kesalahan yang membuat hatinya yang dipenuhi kemarahan mulai menjadi goyah. Emosinya untuk menyerang Kakugo mulai menguap pelan-pelan.


___


**Note : 12~06~2020 – 18~06~2020


22 komentar : Bonus 1 chapter.(0/5)


122 Like : Bonus 1 chapter.(5/5**)

__ADS_1


__ADS_2