
Shirayuki merasakan kekuatan yang berbeda dari tubuhnya. Dibandingkan dengan aura, sebuah mana milik Litha terasa lebih mengalir di seluruh tubuhnya. Serangan demi serangan yang dia lesatkan kepada Raido masih belum mampu melukai pria pengguna Air Suci Tipe Elemen : Petir tersebut.
Nafsu membunuh dari keduanya begitu mencekam. Shirayuki terus melancarkan serangan berusaha memotong kepala Raido. Namun dia sadar saat ini kekuatannya jauh di bawah Raido.
“Andai aku dalam kondisi penuh. Mungkin aku dapat menggunakan kekuatan dari Tenkai Penakluk!” Shirayuki membentuk ratusan tombak yang melayang di udara, lalu dia arahkan ratusan tombak es itu untuk membunuh Raido.
Tubuh Raido menghilang dengan kecepatan tinggi. Petir menyambar daratan disekitarnya. Shirayuki dan Raido bertukar serangan, namun Raido sengaja tidak menggunakan kekuatannya secara penuh karena tertegun dengan kecantikan Shirayuki.
“Aku tertarik menjadikanmu sebagai permaisuriku. Tetapi kau pasti akan menolakku...” Bahkan Shirayuki belum membalas ataupun memberi jawaban, Raido justru tertawa dan langsung menjaga jarak dari Shirayuki.
“Pintar juga kau rupanya!” Dengan sinis Shirayuki menjawab sembari terus melancarkan serangan pada Raido.
Shirayuki menyerang dengan tapak tangannya, berusaha mencari titik lemah Raido namun serangannya tidak mampu melukai ataupun menggores tubuh Raido.
Tebasan pedang yang melayang di udara juga tidak mampu membunuh Raido. Akhirnya Shirayuki bisa merasakan perbedaan jauh di antara keduanya. Pertama kali dalam hidupnya dia bertemu dengan pengguna Air Suci.
“Kau sangat mahir dalam mengontrol aura. Kekuatanmu sangat berguna untuk menggapai ambisiku. Apa kau tertarik bekerjasama denganku?” Raido membiarkan kepalanya terpotong oleh Shirayuki.
Secercah petir mulai membentuk kembali wajah Raido. Serangan Shirayuki tidak mempan terhadap Raido. Pertahanan yang kuat dan kecepatan dimiliki oleh Raido. Seperti tidak ada celah untuk melukai bahkan membunuh pria berbadan kekar itu.
‘Kepalanya? Tidak heran jika dia mati di tangan orang asing!’ Shirayuki membatin dalam hatinya mengingat Pandu. Sekarang pandangnya tercerahkan. Dunia adalah tempat yang luas. Begitu banyak mister yang belum terpecahkan.
Shirayuki berpikir jika Benua Ezzo hanyalah sebagian kecilnya saja dari bagian dunia yang luas. Mungkin orang luar menganggap Benua Ezzo sebagai benua baru. Tetapi orang-orang dari Benua Ezzo juga penasaran akan dunia luar.
“Di luar sana masih banyak manusia monster yang lebih kuat dariku. Kau terlalu keras kepala karena berani melawanku.” Raido tersenyum menyeringai ketika kepalanya kembali utuh.
Shirayuki membekukan tubuh Raido dengan cepat. Telapak tangan kanannya membuka dan menciptakan pedang es. Dalam sekali tebasan pedangnya, Shirayuki memotong tubuh Raido yang membeku menjadi dua bagian.
Shirayuki meremas tangannya dan menghancurkan tubuh Raido, namun bongkahan es kembali hancur. Tubuh Raido bercahaya dan menyatu kembali.
__ADS_1
“Perempuan seperti ini yang membuatku tertarik. Sungguh perempuan yang kuat.” Raido membunyikan lehernya dan bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang Shirayuki.
Kecepatan Raido membuat Shirayuki berpikir jika pria itu membelah dirinya menjadi beberapa bagian, karena sekilas dia melihat bayangan Raido yang terbentuk lalu menghilang.
“Kecepatan adalah senjata yang mematikan!” Raido berada di depan Shirayuki dan melepaskan pukulan tangan yang bertenaga.
Shirayuki membentuk sebuah pelindung dengan cepat, lalu dia menahan kepalan tangan Raido ketika tangan yang dilapisi petir menembus dinding pertahanannya.
Dalam satu kali tarikan napasnya, Raido kembali bergerak dengan kecepatan tinggi dan berada di belakang Shirayuki sembari menendang punggung wanita tersebut.
Shirayuki tidak dapat mengikuti kecepatan Raido. Dia sebisa mungkin ingin mengulur waktu. Sekuat tenaga Shirayuki kembali berdiri tegak dan terus melancarkan serangan pada Raido.
Hembusan mulutnya membekukan udara bahkan bangunan di sekelilingnya, tetapi tidak dengan Raido yang terus-menerus membalas serangannya.
“Napasmu begitu harum. Kau terlihat seperti sengaja menggodaku...” Raido tersenyum dan sengaja menggoda Shirayuki.
Raido menahan pukulan tangan Shirayuki. Dia bisa melihat perempuan didepannya berniat mengulur waktu untuk memberikan ruang pada Nagato dan yang lainnya menjauh.
“Jangan sesekali kau sentuh anakku!” Shirayuki melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar. Mana yang diberikan Litha seperti meledak di udara. Hawa dingin mulai terasa di kulit Raido.
“Merepotkan. Aku sudah menahan diri agar tidak melukaimu, tetap kau terus memaksaku untuk melukaimu. Baiklah, aku tidak akan menahan diri seperti biasanya walau menghadapi wanita cantik sekalipun.” Raido menatap udara yang membeku. Lalu dia melihat jalanan yang berlumuran darah juga membeku. Bahkan tubuh-tubuh manusia yang bergelimpangan juga ikut membeku.
‘Kekuatannya sangat mengerikan. Aku pernah mendengar tentang orang-orang yang memiliki kekuatan seperti Hiryuu. Apa dia salah satu pemilik kekuatan kuno itu?’ Raido membatin dalam hatinya. Dia berpikir Shirayuki memiliki kekuatan yang sama dengan Hiryuu yakni Jelmaan Dewa-Dewi.
Raido menekan auranya dan memejamkan matanya. Setelah itu dia melepaskan auranya untuk menciptakan zirah petir yang melapisi tubuhnya. Gemuruh petir menggelegar ketika aura tubuh Raido berbenturan dengan aura milik Shirayuki.
“Memaksakan dirimu terlalu jauh. Sungguh sangat disayangkan!” Raido bergerak dengan kecepatan tinggi menggunakan kekuatan petir miliknya. Sebelum berada di jangkauan serangan es milik Shirayuki yang lebar itu. Raido menyerang Shirayuki dari kejauhan.
Pukulan tangannya begitu cepat. Suara petir terus menggelegar ketika Raido mengayunkan tangannya memukul Shirayuki. Daya hancur dari serangannya benar-benar mengerikan.
__ADS_1
“Kalian tidak akan lari dari kematian. Mereka yang datang bersamaku memiliki kekuatan Air Suci dan Arwah Suci...” Raido masih bertukar serangan dengan Shirayuki dengan pergerakannya yang santai. “Sangat jarang puluhan orang yang memiliki kekuatan Air Suci yang sama. Tetapi orang-orang dari Kekaisaran Bahamut menggunakan satu cawan suci yang berisi Air Suci dan memberikannya pada puluhan orang sebagai percobaan.”
“Aku termasuk bagian dari perbocaan itu. Aku berpikir kekuatannmu ini adalah tipe elemen es dari Air Suci, tetapi aku sepertinya salah.” Raido tersenyum menyeringai menatap tajam Shirayuki yang melepaskan hawa dingin secara terus-menerus.
Shirayuki mencoba kembali membekukan tubuh Raido namun tetap saja serangannya tidak terlalu berpengaruh pada Raido.
“Jika aku mati, setidaknya aku akan membawamu mati bersamaku!” Shirayuki bergerak dengan cepat sembari terus melayangkan pukulan pada Raido.
“Bukan aku saja yang memiliki kekuatan ini. Mungkin lusinan orang yang berhasil melewati neraka itu berkeliaran di belahan dunia. Jika kau dendam pada kami, maka keluarlah dari benua yang kecil ini dan datanglah ke sebuah negeri bernama Jaya. Salahkan Naga Merah itu yang telah memberi kami perintah.” Raido memukul perut Shirayuki cukup telak.
Shirayuki merapatkan giginya karena tubuhnya tidak mampu mengikuti keinginannya. Sekarang dia benar-benar telah kehabisan akal dan tenaga untuk melawan Raido.
Shirayuki mundur tiga langkah ke belakang. Pandangannya bdengan cepat dan memandang Ignist yang mengamuk. Tak lama dia melihat Shin dan Mujin yang terlihat seperti melindungi Iris, Nagato dan Litha.
“Kekuatan Arwah Suci Jenis Mythical. Terutama Naga. Tiga dari Panglima Empat Penjuru dari Kekaisaran Bahamut memiliki kekuatan untuk mengubah wujudnya menjadi Naga. Dengan kekuatan itu tak heran mereka disebut dengan negara paling berkuasa. Walau keempat orang itu memiliki kekuatan yang mengerikan tetapi mereka takut terhadap Tetua Bahamut. Bukankah banyak sesuatu yang menjadi misteri di dunia ini?” Raido tertawa dan merentangkan tangannya. Lalu dia menciptakan pedang beserta tombak dari aura tubuhnya.
Pedang aura petir dia genggam, sementara tombak petir mengelilingi punggungnya.
“Menurutmu Tetua Bahamut itu seperti apa? Dan kenapa orang yang ditakuti Naga Merah itu tunduk pada Penguasa Bahamut! Aku memiliki ambisi! Aku memiliki keinginan! Mengungkap misteri dan menantang Tetua Bahamut salah satu termasuk dari puluhan tujuan hidupku!”
Setelah berkata dengan penuh emosi, Raido bergerak dengan kecepatan tinggi melayangkan serangan beruntun pada Shirayuki. Tebasan pedangnya dilapisi aura berwarna ungu. Petir bergemuruh ketika tebasannya bertemu dengan pedang es Shirayuki.
“Setelah kau berbicara panjang lebar. Tetapi sangat disayangkan karena aku sama sekali tidak peduli!” Shirayuki tersenyum dan mengayunkan pedangnya lebih cepat.
Tebasan pedang Shirayuki meningkat tajam. Keduanya bertukar serangan lebih dari lima puluh serangan. Selepas bertukar serangan, Shirayuki merasa pergerakannya kian melemah.
Raido yang menyadari pergerakan Shirayuki semakin melemah, segera menusuk perut Shirayuki dengan tusukan pedang petir miliknya. Aura tubuh yang dia manipulasi menjadi petir menusuk perut Shirayuki.
“Kau terlalu indah untuk kubunuh. Aku akan menghabisi mereka semua!” Raido menghilang dari pandangan Shirayuki.
__ADS_1
Shirayuki menggertakkan giginya sebelum ambruk ke tanah. Kimono putih yang dia kenakan kini bersimbah darah. Wanita cantik berambut itu putih menjerit dalam hatinya karena tidak berdaya berbuat banyak.