
Satu minggu telah berlalu sejak Nagato berkunjung ke kediaman Klan Kitakaze, untuk melihat latihan calon pendekar dari Klan Kitakaze, kunjungannya waktu itu sedikit berkesan dibenak Nagato, karena dirinya juga ingin melawan keempat jenius dari Klan Kitakaze suatu saat nanti.
Hari yang cerah, Nagato sedang menatap langit yang luas membentang diatas sana, dan melihat matahari yang memancarkan sinarnya secara perlahan untuk menerangi kehidupan di dunia ini, membantu sebuah kehidupan dengan cahayanya.
Nagato menatap penuh makna pemandangan yang sedang ia nikmati.
'Apakah aku bisa seperti matahari?' Nagato memejamkan matanya sambil menikmati cahaya matahari yang secara perlahan mulai menyentuh kulitnya dengan kehangatan pagi.
Hari ini Kakek Hyogoro berniat untuk melanjutkan perjalanan karena mereka sudah cukup memiliki waktu untuk istirahat.
"Jika aku berjalan sendiri, kemungkinan aku hanya butuh lima hari, jika aku terus berlari sepanjang siang dan malam tiga hari sudah cukup untukku!" gumam Kakek Hyogoro yang sedang melihat Shugo mengisi perbekalan untuk mereka dengan tas yang cukup besar.
"Gejolak yang terjadi di kekaisaran karena kematian guru cukup merepotkan kita, aku bisa menebak bahwa cepat atau lambat akan terjadi peperangan diperbatasan wilayah!" sahut Kuina yang sedang berada di belakang Kakek Hyogoro bersama Serlin.
"Aku ingin membebaskan para tahanan di Azbec, yang dipaksa untuk bekerja di tambang batu sihir!" gumam Serlin mengingat betapa lemahnya dirinya.
"Ibumu Merlin dan beberapa penyihir juga termasuk hebat karena mampu membawa ribuan pengungsi ke Kekaisaran Kai, bahkan mereka sudah membuat sebuah perkampungan sendiri!" sahut Kakek Hyogoro yang mendengar perkataan Serlin.
"Perang tidak akan bisa dihindari, kematian Pandu membuat para ******** yang bersembunyi mulai bermunculan satu per satu!" Kakek Hyogoro menatap Kuina dan menghela nafas panjang, dirinya mengingat ketika masih muda, Kakek Hyogoro juga pernah menjadi seorang preman di suatu kota hingga suatu hari dirinya bertemu dengan pemimpin dari Klan Kagutsuchi, seluruh kehidupannya perlahan berubah kearah yang lebih baik.
Setelah selesai mengemas perbekalan, Shugo memberikannya kepada Kakek Hyogoro dan mengantarkan Kakek Hyogoro dan yang lainnya ke gerbang kota.
Shugo sempat menawarkan kereta kuda, tetapi Kakek Hyogoro menolaknnya dengan alasan tempat yang dia tuju sudah dekat.
__ADS_1
Nagato masih berjalan dengan tongkatnya, walau kakinya sudah bisa untuk berjalan tetapi masih terasa nyeri sehingga Nagato lebih memilih berjalan dengan tongkat karena tidak mau memaksakan dirinya.
Chikai dan Chaika menghampiri Nagato dan Litha, kedua gadis kecil kembar itu memeluk tubuh Litha dengan erat seolah - olah mereka tidak ingin berpisah dengan gadis kecil yang bertemu dengan mereka ketika penyerangan yang dilakukan oleh kelompok Serigala Hitam, bahkan Chaika menangis dipelukan Litha.
Nagato hanya terdiam dan melihat mereka bertiga.
'Jika diingat kembali, aku sudah sebulan bersama mereka bertiga!' Nagato mengingat kembali pertemuan dirinya dengan Litha maupun kedua gadis kecil kembar itu.
"Litha, ketika kita bertemu kembali aku telah menjadi bagian dari pendekar Klan Kitakaze!" Chiaki melepaskan pelukannya dan menatap Litha dengan tatapan mata yang telah bertekad.
"A-Aku juga Litha, jadi jaga dirimu ba-." belum selesai berbicara Chaika memeluk tubuh Litha dan menangis dipelukannya kembali.
"Cup ... cup ... cup ... ini bukanlah perpisahan tetapi ini adalah awal dari pertemuan, Chaika?!" Litha mengusap rambut Chaika dengan lembut sambil mencoba menenangkan gadis kecil pemalu itu.
Shugo dan Haru tersenyum sambil mengusap matanya melihat kedua anaknya itu.
"Jika dipikir kita sudah sebulan bersama Tuan Shugo." ucap Azai sambil melihat Litha dan yang lainnya.
"Hehe iya, waktu sungguh cepat berlalu!" sahut Shugo sambil tersenyum ramah kepada mereka.
"Chiaki, Chaika, berikan hadiah kalian kepada Nagato dan Litha." Haru memeluk kedua anaknya dan menyuruh mereka memberikan sebuah bungkusan yang berisi kue coklat kepada Litha dan Nagato.
"Iya bunda." jawab Chiaki dan Chaika secara bersamaan, kemudian mereka berdua memberikan kue coklat yang mereka buat sendiri kepada Nagato dan Litha.
__ADS_1
"Terima kasih, kalian berdua hmmm ... " Litha memeluk Chiaki dan Chaika sambil menggoyangkan pipinya di pipi Chaika karena bersentuhan.
"I-Iya, Litha!" Chaika malu karena pipi Litha menyentuh pipinya.
"Kami berdua membuatnya sendiri, jadi maaf kalau rasanya tidak seperti kue yang biasanya." Chiaki tersenyum bangga karena mereka berdua berhasil membuat kue coklat buatan tangan mereka sendiri untuk diberikan kepada Litha dan Nagato.
"Terima kasih, setidaknya ini rasanya tidak pedas!" Nagato menatap kedua gadis kecil kembar itu, Kuina tertawa kecil mendengar perkataan Nagato.
Setelah beberapa menit mereka berada di gerbang kota, Kakek Hyogoro menatap langit kemudian mengucapkan terimakasih kepada Shugo dan Haru.
"Tuan Shugo dan Nyonya Haru, kami akan melanjutkan perjalanan, sebelum itu saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah bersedia menerima kami bahkan mengantarkan kami sampai kesini!" Kakek Hyogoro membungkuk pelan setelah itu bersalaman dengan Shugo.
"Seharusnya saya sekeluarga yang mengucapkan terima kasih, jika bukan karena Kakek dan yang lainnya, kemungkinan saya bersama istri dan anak - anak saya tidak berada disini sekarang!" Shugo mengenang kembali pertemuan mereka dengan Kakek Hyogoro dan yang lainnya.
Haru, Serlin dan Kuina berpelukan setelah itu mereka bersalaman.
"Terima kasih telah menjadi teman yang selalu mengobrol dan berbelanja denganku." Haru menyentuh pipi Serlin.
"Tante, aku juga sangat berterimakasih karena telah membelikan banyak pakaian hehehe ... " Serlin memamerkan pakaian yang ada ditasnya, sedangkan Kuina hanya menghela nafas panjang melihat tingkah temannya itu.
Setelah berpamitan Kakek Hyogoro dan yang lain kembali melanjutkan perjalanannya menuju salah satu dari tiga Hutan Tersembunyi yang berada di Kekaisaran Kai yaitu Hutan Cakrawyuha.
Arc Awal Semula telah berakhir, Terima kasih kepada kalian semua yang telah membaca dan mengikuti karya pertama saya sampai sejauh ini. Mulai beberapa minggu kedepan Arc kedua Kagutsuchi Nagato akan dimulai dengan judul " Hutan Cakrawyuha". Ada yang ingin penulis sampaikan sebenarnya karya ini penulis buat pada saat belum mengetahui aplikasi Noveltoon/Mangatoon, pada beberapa bulan kebelakang penulis hanya sedikit iseng mengisi waktu luang dengan menulis sebuah cerita petualangan di memo, tetapi ketika awal bulan februari 2020 penulis mengambil langkah untuk meng-upload karya ini di Noveltoon dan Mangatoon, karena ingin memperlihatkan kisah petualangan Nagato kepada kalian semua dan semua itu butuh sedikit keberanian.
__ADS_1