Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 116 - Situasi Perguruan Gunung Menangis


__ADS_3

Di kediaman Perguruan Gunung Menangis, seorang pendekar laki - laki dan perempuan yang berjaga di pintu masuk Gunung Menangis memberitahu Namida soal kedatangan Kakek Hyogoro.


Namida hanya diam dan menyuruh mereka berdua untuk keluar dari ruangannya.


"Hyo, kedatanganmu kesini tidak dapat mengubah apapun. Karena matahari tidak akan bersinar kembali..." gumam Namida pelan, dan tak lama dirinya masuk kedalam kamarnya untuk tidur.


Namida selalu menangis setiap malam semenjak insiden malam berdarah yang membuat Klan Kagutsuchi musnah.


Anak perempuan Namida yang bernama Masayu ditangkap oleh penyusup satu minggu yang lalu. Dan kini banyak pendekar dari Perguruan Gunung Menangis yang sedang mencari Masayu.


Penculik yang menculik Masayu hanya memberikan surat yang ditulis dengan darah setiap hari. Penculk tersebut memiliki inisial G, karena disetiap akhir tulisannya dia menulis hurus G.


Namida tidak menyangka jika seluruh keturunan murni Klan Kagutsuchi sudah mati, bahkan rumor kematian anak Pandu membuat hatinya merasakan sakit. Rumor yang lima tahun lalu datang dengan cepat itu, membuat seluruh orang di Gunung Menangis terdiam dan hanya berduka.


"Masayu, tunggu ibu Nak." gumam Namida bangkit dari tempat tidurnya, setelah itu dia pergi keluar kediaman Perguruan Gunung Menangis untuk mencari anaknya.


Di sisi lain, di dalam sebuah kedai makan Nagato sudah menghabiskan sup hangatnya dan air minum hangat.


Nagato meminta izin pada Kakek Hyogoro untuk keluar sebentar, dia menatap hutan dan bukit yang terlihat lumayan tinggi. Di sana terlihat bangunan yang tak lain adalah kediaman Perguruan Gunung Menangis.


"Tempat ini begitu menyedihkan, apa penduduk sini tidak bosan jika harus melihat langit yang mendung setiap hari." gumam Nagato pelan kemudian dia melihat seorang anak perempuan dikejar oleh dua laki - laki berbadan kekar.


Nagato menatap tajam jalanan yang terlihat sepi, dia melihat jika dua orang pria yang mengejar anak perempuan itu adalah bukan orang yang biasa.


Nagato mengolah pernapasan sambil melangkahkan kakinya untuk mengejar dua pria tersebut.

__ADS_1


"Tunggu baju yang dipakai perempuan itu..." gumam Nagato ketika melihat pakaian yang dikenakan perempuan yang sedang ingin dirinya selamatkan, perempua itu memakai pakaian yang sama dengan pendekar penjaga pintu masuk Gunung Menangis.


Pakaian yang berwarna merah dengan motif sebuah gunung yang tak lain adalah Gunung Menangis, sedangkan yang menjadi perhatian Nagato adalah dua orang pria yang mengejarnya, karena dirinya pernah melihat pakaian tersebut.


"Ini." batin Nagato mempercepat langkah kakinya kemudian dia menyusul kedua pria tersebut.


Kedua pria itu menyadari Nagato kemudian mereka berdua berhenti, mereka berdua menatap Nagato dengan tatapan yang tajam.


"Gyu, siapa anak ini?" ucap pria berbadan kekar dengan rambut berwarna jingga.


"Tunggu, aku sepertinya pernah melihat topeng ini..." sahut seorang pria berbadan kekar yang bernama Gyu, dia memiliki rambut berwarna biru.


"Kyu, sepertinya topeng ini memiliki ukiran yang sama dengan Klan Kagutsuchi, yang Beliau dan Sepuluh Tetua hancurkan." tambah seorang pria yang bernama Gyu, matanya menatap tajam Nagato yang sedang memakai topeng rubah putih.


"Kagutsuchi? Klan itu sudah musnah lima belas tahun yang lalu!" jawab seorang pria yang bernama Kyu dengan nada yang tinggi.


"Benar juga katamu, tetapi aku tidak menyangka jika Tuan Gore mampu membuat orang mati menjadi hidup kembali." ucap Kyu sambil tertawa.


Nagato terdiam setelah mendengar perkataan dua orang pria dihadapannya, banyak hal yang membuatnya tidak ingin percaya.


"Pengkhianat? Tidak... ini tidak mungkin..." gumam Nagato mengingat wajah Tatsugoro, Uzui, Azai, Kuina dan Serlin. Tidak berapa lama dia mengingat Hawk, tetapi dirinya juga tidak percaya jika Hawk yang berkhianat.


Nagato menatap dingin Kyu dan Gyu, karena mereka berdua telah mengatakan banyak hal yang ingin dirinya ketahui.


Gore adalah Pemimpin dari Sekte Pemuja Iblis dan dia datang ke Benua Ezoo sepuluh tahun yang lalu, setelah gagal mendapatkan kekuatan Air Suci Buatan : Tipe Surgawi, sebuah Air Suci yang dibuat dari darah manusia yang memiliki darah surgawi itu. Gore keluar dari Tujuh Dosa Besar Mematikan setelah mengetahui identitas pemimpinnya. Dan kini dia menjadi buronan internasional, karena organisasi lamanya adalah organisasi penjahat.

__ADS_1


Kedatangan Gore ke Benua Ezzo adalah untuk melarikan diri dari kejaran Pemimpin Tujuh Dosa Besar Mematikan, tetapi dia menemukan banyak hal yang tak terduga di Benua Ezzo. Gore melakukan eksperimen pada manusia setelah mendapatkan dukungan dana dari Bangsawan Seifu dan beberapa bangsawan laninnya. Bahkan Gore juga menjalin kerja sama dengan Sepuluh Tetua Kai.


Ambisi terbesar Gore adalah membuat sebuah organisasi yang mampu bersaing dengan Lima Penguasa, terutama Ratu Iblis Ophys yang menjadi incarannya selama puluhan tahun. Gore begitu terobsesi bertarung melawan Ophys, karena dia ingin merasakan sendiri kekuatan dari satu - satunya perempuan yang menjadi Lima Penguasa itu.


Gore mencoba melakukan uji coba Air Suci Buatan bersama beberapa anggota Disaster lima tahun yang lalu. Tetapi untuk melakukan uji coba tersebut harus dibayar mahal. Karena untuk mempunyai satu orang pengguna Air Suci Buatan setara dengan mengorbankan kehidupan 10000 ribu orang untuk meminumnya. Kebanyakan dari 10000 ribu orang yang meminum Air Suci Buatan akan menjadi gila, lumpuh dan kebanyakan dari mereka akan langsung mati.


Kembali ke jalanan yang dibasahi hujan yang mengguyur Gunung Menangis, Nagato sedang terdiam menatap Kyu dan Gyu.


Seorang anak perempuan yang berumur dua belas tahun yang bernama Masayu berhenti berlari, dia melihat dua orang pria yang menculiknya dihadang oleh Nagato.


"Aku harus memberitahu Ibu, malam ini mereka akan menyerang Gunung Menangis..." gumam Masayu menatap punggung Nagato. Kemudian dia kembali berlari menuju kediaman Perguruan Gunung Menangis. Sebelum Masayu berlari dia menatap Nagato yang menyelamatkannya.


"Kamu siapa namanya? Terimakasih telah menyelamatkanku, ulur mereka berdua selama mungkin. Aku akan memberitahu Ibuku jika mereka akan menyerang tempat ini." teriak Masayu pada Nagato.


Nagato melirik Masayu yang sudah kembali berlari, dia tidak memikirkan perkataan Masayu. Dan yang dia pikirkan sekarang adalah perkataan Kyu dan Gyu.


"Bocah itu! Seharusnya kita membunuhnya saat itu!" ucap Gyu geram melihat Masayu yang semakin menjauh.


Kyu hanya tersenyum tipis, "Mereka tidak mau memberi tahu cara mempelajari pernapasan murni, harusnya ada catatan kuno yang dicari Beliau dan Sepuluh Tetua," Kyu menatap Masayu yang sudah tidak terlihat lagi, "Rumor mengatakan jika Klan Kagutsuchi dan Perguruan Gunung Menangis, memiliki catatan kuno yang dicari oleh penjahat diseluruh dunia."


Kyu tersenyum tipis melihat Nagato, kemudian dia menyerang Nagato dengan tangan kosong.


"Apa kau tahu jika aura bisa membuat tubuh menjadi keras dan kuat." ucap Kyu memegang tebasan pedang Nagato dengan tangannya.


Nagato menelan ludah melihat tebasannya ditahan oleh Kyu dengan tangan kosong.

__ADS_1


"Malam ini kita akan membuat Gunung Menangis yang selalu hujan ini, menjadi lautan api." ucap Kyu sambil tertawa dengan keras.


Ketika Nagato melihat Kyu tertawa, tiba - tiba terdengar suara yang begitu keras dari arah pintu masuk Gunung Menangis, suaranya terdengar seperti suara raungan manusia buas.


__ADS_2