Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 66 - ST 13 Dan ST 14


__ADS_3

Dua orang bawahan peminpin Sekte Pemuja Iblis sedang dalam perjalanan untuk mengambil tahanan wanita yang akan digunakan untuk ritual berdarah anggota Tujuh Dosa Besar Mematikan.


"ST 13, mengapa beliau menyuruh kita mengumpulkan para tahanan wanita?!" tanya ST 14 karena menurut dirinya pemimpin kelompoknya hanya tertarik untuk melakukan uji coba pada manusia hidup - hidup dan mencari pemilik tubuh jelmaan dewa - dewi.


"Apa kau tidak dengar perkataan beliau? Salah satu anggota Tujuh Dosa Besar Mematikan datang ke Ezzo untuk menetap selama beberapa tahun kedepan!" balas ST 13 sambil terus mempercepat langkah kakinya menuju hutan yang digunakan kelompok para perampok Isamu yang telah mereka berdua manipulasi.


"Kudengar dia mempunyai hobi yang aneh, mandi dengan darah perempuan yang masih segar dan dia sedang mencari tubuh yang sempurna untuk menjadi pengganti tubuh lamanya!" ST 13 menambahkan sambil mengerutkan dahinya ketika merasakan bau darah dihidungnya.


"ST 14, apa kau tidak merasa bahwa ada yang aneh disekitar kita?!" tanya ST 13 yang memiliki hidung tajam karena ketika dirinya masih kecil, pemimpin Sekte Pemuja Iblis menggabungkan gen Hewan Buas Anjing Pemburu dengan tubuh ST 13.


"Aku mendengar puluhan langkah kaki menuju desa!" balas ST 14 yang memiliki pendengaran tajam karena ketika dirinya masih kecil, pemimpin Sekte Pemuja Iblis menggabungkan gen Hewan Buas Kelelawar Malam dengan tubuh ST 14 sehingga pendengaran miliknya lebih tajam dari manusia biasa.


"ST 14!" ST 13 mempercepat langkahnya menuju pondok dan benteng tempat kediaman kelompok perampok Isamu.


"Aku mengerti!" ST 14 memutar arah dan mengejar puluhan langkah kaki manusia yang dirinya dengar.


***

__ADS_1


Chibi terus menuntun Nagato dan yang lainnya untuk segera keluar dari hutan tetapi langkah Nagato terhenti ketika merasakan haus darah yang begitu mencekam dari belakangnya.


"Nagato, ada apa ... " Litha kaget karena melihat raut wajah Nagato yang terlihat waspada dan memegang pedang yang tersarung dipinggangnya.


Chibi berhenti diikuti puluhan tahanan wanita yang sedang berlari bersama Nagato dan Litha.


"Jangan bersuara! Aku merasa ada sesuatu yang mendekat!" Nagato memberi peringatan kepada yang lainnya kemudian dirinya memejamkan matanya untuk merasakan hawa keberadaan disekitarnya dan tak lama dirinya terkejut ketika hawa haus darah yang semakin mendekat padanya.


Ketika Nagato hendak menarik pedang peninggalan ayahnya yang tersarung dengan rapi dipinggangnya, pedang tersebut tidak mau lepas dari sarungnya.


"Sial! Kenapa disaat seperti ini!" Nagato mengerutkan dahinya kemudian dia memikirkan cara untuk menahan serangan dari rasa haus darah yang sudah berada dihadapannya namun dirinya terlambat, puluhan pisau kecil yang tajam melesat kearahnya dengan cepat.


"Aku kurang berlatih!" Nagato mencabut pisau kecil yang bersarang di tangan dan punggungya.


"Ternyata hanya bocah dan tahanan wanita, kupikir kalian siapa?" ucap ST 14 sambil memainkan pisau kecil ditanganya sama seperti ST 13, wajah ST 14 ditutupi sebuah kain sehingga tidak kelihatan seperti apa bentuk wajahnya hanya saja satu telinga ST 14 lebar tidak seperti manusia pada umumnya.


"Nagato!" Litha menghampiri Nagato dan sudah memegang pedangnya bersiap melakukan serangan balasan pada ST 14.

__ADS_1


"Sebaiknya kalian jangan melawan dan turuti perintahku, maka kalian tidak akan sengsara!" terlihat mata ST 14 melotot melihat Nagato, Litha dan para tahanan wanita.


"Oi, telingamu terlihat begitu lebar, apa kau hewan buas yang bisa berbicara?!" Nagato tersenyum sinis, entah mengapa dirinya merasa kesal karena pedangnya tidak mau tercabut sehingga dirinya ingin memprovokasi ST 14 yang menyerangnya.


"Bocah! Jaga mulutmu!" ST 14 melempar pisau kecilnnya dengan sangat cepat hingga menggores leher Nagato.


"Gawat! Dia sangat kuat!" mata Nagato melebar dan tubuhnya merasa panas ingin melawan ST 14.


"Cepat sekali! Aku tidak melihat gerakannya!" batin Litha sambil menelan ludah melihat ST 14 yang melempar pisau keleher Nagato, walau Nagato bereaksi tetapi dilehernya terdapat goresan pisau kecil.


"Sepertinya kau bocah yang pintar menghindar! Sebaiknya kau ikut denganku, jika beliau tertarik padamu maka kau akan mendapatkan kekuatan yang besar untuk bakatmu itu!" ST 14 ingin mengajak Nagato bergabung dengan Sekte Pemuja Iblis karena dirinya melihat Nagato memiliki potensi yang tersembunyi. Tidak kenal takut dan tatapannya tidak takut dengan kematian seolah - olah anak kecil yang sudah pernah melihat kekuatan yang mengerikan hingga membuatnya tidak terkejut dengan kehebatan permainan pisau kecil ST 14.


"Apa orang itu bisa memberikanku kekuatan yang cukup untuk membunuh salah satu dari lima penguasa!" Nagato tersenyum sinis sengaja ingin mengorek beberapa informasi dari ST 14. Litha terdiam melihat tindakan yang dilakukan Nagato kaget dan penasaran kesan bercampur aduk menyelimuti perasaan gadis kecil itu karena dirinya merasa Nagato hidup hanya ingin membalaskan dendam kematian orang tuanya.


"Lima penguasa, katamu? Jika kau anak berbakat maka kau bisa membunuh salah satu dari mereka hanya saja kau harus siap menanggung ganti rugi dari kekuatan yang besar tersebut!" ST 14 tersenyum melihat pemuda yang tersenyum sinis padanya itu.


Nagato tersenyum tipis mendengar jawaban ST 14, kemudian dirinya menatap ST 14 dengan tatapan yang dingin.

__ADS_1


"Apa kau mengenal orang yang bernama Kazan? Aku ingin membunuh orang itu dengan tanganku ini!" Nagato kini tidak tersenyum melainkan wajahnya terlihat sangat serius dengan tatapan yang dingin membuat ST 14 merasakan tekanan yang membuat tubuhnya bergidik selama beberapa detik ketika telinganya mendengar detak jantung Nagato yang terdengar begitu mengerikan setiap detakannya terdengar melodi amarah yang luar biasa dan penuh kebencian yang membuat ST 14 menelan ludah.


"Dengan wajahnya yang tenang dan senyuman itu, bagaimana dia bisa menjadi orang yang seperti itu?" gumam ST 14 sambil menelan ludah berkeringat dingin melihat Nagato, karena telinganya bercampur dengan gen Hewan Buas kelelawar malam, telinga ST 14 merasa lebih sensitif ketika mendengar suara detak jantung Nagato yang dipenuhi melodi kemarahan yang luar biasa.


__ADS_2