Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 92 - Raja Hewan Buas Kalajengking Merah


__ADS_3

Raja Hewan Buas Kalajengking Merah menyerang Nagato dan Litha dengan capitnya.


Nagato menangkis salah satu capitnya, sedangkan Litha yang menebasnya, tetapi tebasan Litha masih kurang dalam.


"Keras sekali." gerutu Litha berdecak kesal karena tebasan pedangnya tidak dapat memotong salah satu capit Raja Hewan Buas Kalajengking Merah.


Nagato mundur beberapa langkah kebelakang, dengan tangannya yang menarik tangan Litha.


"Nagato?" Litha masih heran dengan tindakan Nagato.


"Sengatan ekornya itu sangat berbahaya." ujar Nagato menatap gerak - gerik Raja Hewan Buas Kalajengking Merah.


Nagato mencoba untuk melepaskan aura tubuhnya yang masih tidak stabil, karena belum terbuka semuanya.

__ADS_1


"Kenapa, tidak mau keluar?" gumam Nagato kebingungan dengan situasi yang dia alami kali ini.


Litha menatap tajam Nagato,"Jika kita berdua tidak bisa mengalahkan hewan ini, bukankah latihan kita selama ini sia - sia," ujar Litha menatap Nagato.


Nagato tersenyum melihat perkataan Litha.


"Hanya satu hal yang harus kita lakukan." balas Nagato sambil melirik Litha yang berada disampingnya.


"Pernafasan Pelangi Surgawi : Bentuk Merah." hati Nagato dan Litha, mereka berdua menarik nafas panjang dalam satu tarikan nafasnya secara bersamaan.


Satu persatu serangan mereka berdua, berdampak pada tubuh keras Raja Hewan Buas Kalajengking Merah. Nagato mengayunkan pedangnya sekuat tenaga, hingga memutuskan salah satu capit Raja Hewan Buas Kalajengking Merah. Litha tersenyum melihat Nagato kemudian dia mencoba memutuskan capit yang satunya, tetapi dia mundur beberapa langkah kebelakang karena melihat sengatan ekor mulai mengeluarkan cairan, yang dapat mengeringkan makhluk hidup


Nagato menarik nafas dalam dan menyalurkan keseluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Lautan Api." Nagato matanya mendelik, dan menebaskan pedangnya yang dilapisi api berkobar besar, mengincar kepala Raja Hewan Buas Kalajengking Merah.


"Kurang dalam." gumam Nagato melihat tebasannya tidak memberikan luka yang cukup fatal, sehingga dia kembali mengayunkan pedangnya menyerang Raja Hewan Buas Kalajengking Merah.


Litha mengamati pertarungan dihadapannya selama beberapa saat, tidak pernah terpikir dibenaknya jika Raja Hewan Buas Kalajengking Merah, membenci air sehingga hewan buas tersebut memiliki kekuatan racun yang dapat membuat makhluk hidup mengering ketika terkena cairan dari sengatan ekornya.


"Pernafasan Pelangi Surgawi : Bentuk Biru." hati Litha mengontrol aliran nafasnya, dan berlari mengelilingi area tanah tandus.


"Lautan Air." Litha menebaskan pedangnya membuat air yang keluar dari bilah pedangnya membasahi tanah tandus, walau dampaknya tidak terlalu berpengaruh, tetapi Raja Hewan Buas Kalajengking Merah terdiam ketika tubuhnya terkena air dari jurus Litha.


Nagato tersenyum melihat celah yang diberikan oleh Litha, tidak ingin melewati kesempatan tersebut, Nagato menarik nafas panjang sebelum memutarkan tubuhnya menyerang Raja Hewan Buas Kalajengking Merah.


"Pusaran Api!" hati Nagato ketika teknik yang dia salin dari Kakek Hyogoro menjadi salah satu dari jurusnya. Pusaran Api membawa tubuh Raja Hewan Buas Kalajengking Merah melesat keatas.

__ADS_1


Tidak berhenti sampai disitu saja, kali ini Nagato mencoba mengayunkan pedangnya dari jauh, hingga sabit api padat keluar dari bilahnya melesat keatas mengincar tubuh Raja Hewan Buas Kalajengking Merah.


Cairan darah berwarna biru tua dari tubuh Raja Hewan Buas berceceran kebawah, Nagato dan Litha menjauh dari tanah tandus dan kembali ketengah hutan untuk beristirahat sejenak.


__ADS_2