Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 140 - Kematian Asha


__ADS_3

Asha mencegat Baha Jellikoth yang duduk di punggung sambil kedua kakinya menginjak kepala pria tua renta yang menjadi budaknya. Raut wajah murka terlihat di wajah Baha Jellikoth karena ada orang yang mencegatnya.


Kuas pucat wajahnya melihat Asha yang bertindak di luar dugaannya, wajah Asha yang lebam penuh luka membuat Kuas mendapatkan firasat buruk tentang perlakuan keluarganya pada Asha.


"Surat itu?" Kuas melihat tiga surat yang terjatuh di tanah. Jarak antara dirinya dengan Asha sangat jauh, penyamaran yang dilakukan Kuas sudah sempurna, tetapi situasi di luar dugaannya.


Wajah Black Fang dan orang tua Asha pucat setelah melihat Asha yang kabur dari rumah, dan kini Asha telah mencegat Bangsawan Bahamut yang dikawal dua anggota Exequtor.


"Anak siapa itu?!" Black Madia murka menendang meja makanan yang ada dihadapannya. Seluruh anggota Hell Shadow menatap Black Fang.


"Jangan membuat orang barat marah!" teriak Black Madia pada seluruh anggota Hell Shadow. Orang barat adalah sebutan untuk orang yang berasal dari Kekaisaran Bahamut, karena Benua Barat telah menjadi kekuasaan penuh Kekaisaran Bahamut.


"Biarkan aku yang turun tangan. Aku akan membunuh rakyat jelata itu." Black Fang menawarkan diri pada Black Madia untuk membunuh Asha.


Mendengar perkataan anaknya sendiri yang hendak membunuh saudara kandungnya, membuat orang tua Asha terkejut dengan keputusan Black Fang. Kedua orang tua Asha sadar mereka akan terkena masalah jika Black Madia mengetahui Asha adalah anak dari mereka.


"Sayang, bagaimanapun Asha adalah anak kita. Apa kita biarkan Black membunuh Asha?" bisik Ibu Asha di telinga Ayah Asha.


"Tenang. Anak seperti Asha seharusnya tidak lahir di keluarga kita. Kamu harus melahirkan anak seperti Black, setelah Asha mati." jawab Ayah Asha pelan sambil memeluk pinggang istrinya.


Tidak ada rasa sedih ataupun marah, emosi yang ditunjukkan kedua orang tua Asha hanyalah sebuah nafsu pribadi mereka.


Black Madia menatap dingin Black Fang sebelum menyuruh Black Fang menghabisi Asha.


"Bunuh dia! Jika perlu jadikan dia budak bangsawan barat itu!" perintah Black Madia pada Black Fang.


"Baiklah, Yang Mulia Raja." Black Fang menundukkan kepalanya pada Black Madia.


Anggota Hell Shadow yang lain menatap tajam Black Fang. Tidak pernah mereka sangka, Black Fang akan membunuh adik kandungnya sendiri demi mendapatkan kepercayaan dan mendapatkan hati Black Madia.


Black Fang berjalan dengan cepat ke Asha. Semua mata tidak tertuju ke arah Black Fang, melainkan Asha yang sedang mencegat Bangsawan Bahamut.


"Siapa serangga yang berani menghalangiku!" teriak Baha Jellikoth menatap Asha penuh kebencian.


Baha Jellikoth paling membenci jika ada orang yang tidak berasal dari Kekaisaran Bahamut berbicara dengannya.


"Berikan aku pistol!" perintah Baha Jellikoth pada Xerross.

__ADS_1


"Ini, pistolnya. Tuan Jellikoth." Xerross memberikan pistol yang dibuat dari pabrik negara jajahan Kekaisaran Bahamut.


Baha Jellikoth mengarahkan pistol ke arah Asha. Semua orang yang melihat tindakan Baha Jellikoth hanya diam dan mengerutkan dahi mereka. Benua Ezzo adalah benua tersembunyi yang telah ditemukan Organisasi Disaster dan Kekaisaran Bahamut, wajar jika banyak orang yang tidak mengetahui pistol di Benua Ezzo.


Asha kebingungan melihat Baha Jellikoth memegang sesuatu yang tidak dia ketahui, "Apa dia mendengar perkataanku, syukurlah sepertinya dia telah sadar," pikir Asha.


Baha Jellikoth menarik pelatuk pistolnya dan menembak perut Asha dalam satu kali tembakan. Darah segar mengalir di perut Asha karena terkena tembakan.


Suara tembakan yang terdengar baru bagi orang Azbec membuat mereka berteriak ketakutan, apalagi melihat sebuah senjata yang dapat membuat bagian tubuh terluka dengan mudah.


Asha meringis kesakitan, sensasi dingin mulai merayapi tubuhnya. Tangannya menyentuh perutnya yang berdarah, sebuah peluru pistol bersarang di perutnya.


"Dasar manusia rendahan!" Baha Jellikoth kembali menembak Asha setelah Xerross memberinya sebuah pistol baru.


Puluhan peluru bersarang di tubuh Asha. Darah mengalir dengan derasnya di tubuh Asha yang terkena tembakan pistol.


"Apa aku akan mati?" batin Asha yang mulai kehilangan kesadarannya.


Asha terjatuh dan kepalanya terbentur tanah, semua penduduk yang melihat kekejaman Baha Jellikoth hanya diam sambil memejamkan matanya. Tidak ada yang bisa mereka lakukan, sedangkan salah satu anggota Hell Shadow juga berjalan di jalanan kota mendekati rombongan Baha Jellikoth.


Kuas berlari ke arah Asha, tetapi dia sadar jika tidak ada yang bisa dia lakukan selain mengambil surat yang ditulis Asha. Keributan terjadi di kerumunan penduduk ketika Asha tersungkur di tanah, Kuas mengambil tiga surat yang ditulis oleh Asha.


Mata Kuas melebar melihat Black Fang mencekik leher Asha dan menghancurkan lehernya, air mata mengalir dengan deras di wajah Kuas.


"Manusia iblis itu!" jeritan hati Kuas melihat kekejian Black Fang yang tega membunuh adik kandungnya sendiri.


Asha meninggal karena kehabisan darahnya yang terus keluar dari sekujur badannya. Cekikan tangan Black Fang di lehernya bahkan tidak terasa, Asha tersenyum setelah mati walau akhir hidupnya berakhir dengan mengenaskan.


Ratusan penyihir yang bersembunyi di kerumunan penduduk mengepalkan tangan mereka dengan erat, senyuman Asha membuat mereka sadar jika tidak ada masa depan di Kerajaan Sihir Azbec. Kematian adalah akhir yang indah, dibandingkan dengan hidup seperti binatang karena penindasan yang dilakukan Black Madia.


Black Fang melebar matanya melihat adiknya yang mati tersenyum, darah segar di tangannya sedikit membuatnya sedih.


"Maafkan atas kelalaian kami mengurus serangga!" Black Fang menundukkan kepalanya pada Baha Jellikoth.


"Serangga harus bersikap layaknya serangga! Dasar rendahan!" Baha Jellikoth kembali memecut pria tua renta dan menyuruhnya kembali berjalan.


Black Fang meninggalkan mayat Asha di tengah jalan, setelah membunuh adik kandungnya sendiri dengan keji, Black Fang tersenyum lebar.

__ADS_1


"Apa yang kau lihat?" batin Black Fang yang bertanya - tanya mengapa adiknya bisa tersenyum setelah kematiannya.


Kuas serasa mati rasa melihat Asha yang telah menghembuskan napas terakhirnya, puluhan penyihir yang menyamar sebagi penduduk biasa mengambil mayat Asha.


"Siapa mereka?" batin Kuas melihat puluhan orang membawa pergi mayat Asha.


Kuas menahan tangisannya, semua mata tertuju padanya karena terlihat mencurigakan.


"Maaf... Nagato... Litha... aku tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk menyelamatkan Asha!" Kuas berlari meninggalkan Kota Azbec menuju hutan belantara yang dekat dengan Pegunungan Azbec.


Kembali di masa sekarang. Kematian Asha belum diketahu Nagato dan Litha. Di Markas Pencuri Ashikubu terlihat Dorobo, Celes dan Kuas yang hendak pergi ke Kota Daruma untuk memberikan surat yang Asha tulis pada Nagato.


Dorobo sangat mengetahui jika Nagato memiliki dendam yang luar biasa kebenciannya, kematian Asha akan membuat Nagato semakin gelap hatinya dan itu yang membuat Dorobo takut akan masa depan Nagato yang penuh kegelapan.


"Bos, aku tidak punya muka untuk bertemu dengan Litha dan Nagato." Kuas masih merasa bersalah karena tidak berdaya ketika melihat Baha Jellikoth ditemani dua anggota Exequtor. Kuas yang paling menyadari tentang seberapa kuat dirinya, untuk menolong Asha saja dia tidak mampu.


"Biar aku yang menjelaskannya pada Nagato. Aku yakin dia tidak akan menerima semua ini. Ini tanggung jawabku sebagai pengasuh mereka bertiga," Dorobo menenangkan Kuas yang masih merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan Asha, "Andai saat itu aku tidak membiarkan mereka bertiga berkeliaran, maka hal ini tidak akan pernah terjadi." tambah Dorobo.


Dorobo ditemani Celes dan Kuas pergi untuk memberitahu Nagato tentang kematian Asha. Entah ini akan menjadi hal yang baik atau buruk bagi Nagato, tetapi Dorobo sangat yakin Nagato akan semakin menjadi pendendam setelah mendengar kematian Asha.


"Maafkan aku Nagato. Aku telah gagal sebagai pengasuh kalian bertiga." batin Dorobo melangkahkan kakinya sambil menahan air matanya.


___


**Hai Sahabat Pena Bulu Merah. Ada sedikit catatan dari author nih.


50 komentar : Bonus 1 chapter.


300 Like : Bonus 1 chapter.


1000 vote : Bonus 2 chapter.


#Kalau mood author bagus, crazy up bisa lebih.


Note : Author hitung dari periode mingguan ini ya sahabatπŸ€— 50 komen bonus 1 chapter loh. Setiap periode mingguan selesai, nanti author crazy up kalau target di atas tercapai. Akan banyak kejutan di Arc CINTA😘.


IG : Pena_Bulu_Merah

__ADS_1


WA : πŸ˜‰**


__ADS_2