Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 118 - Senjata Kuno Tipe Langka : Seruling Ilusi


__ADS_3

Kedatangan pendekar dari Perguruan Gunung Menangis. Membuat Kyu mundur dan bergabung bersama tiga temannya.


"Kyu, kau terlalu lemah. Biarkan aku yang membunuh bocah topeng itu!" ucap Shu dengan nada yang tinggi. Perlahan dia berjalan mendekati Nagato.


Kyu hanya terdiam dan tidak menjawab perkataan Shu. Karena dia sadar Nagato bukanlah anak muda biasa, bahkan kedatangan ratusan pendekar dari Perguruan Gunung Menangis, menjadi alasan Kyu mundur untuk mengamati situasi.


"Pengganggu yang lain datang." gumam Gyu melihat Kakek Hyogoro dan Litha yang berhasil membunuh beberapa manusia buas. Dan kini mereka berdua sedang berjalan menuju Nagato.


"Fu, gunakan serulingmu... pisahkan orang yang paling kuat. Dan buat mereka bertarung dengan kita." perintah Shu pada Fu.


"Bocah ini, biar aku yang mengurusnya!" tambah Shu.


Fu meniup serulingnya, perlahan dia mulai memainkan serulingnya dengan seksama. Ketika Fu mulai meniup serulingnya dan memainkannya, perlahan muncul Istana Labirin yang membawa masuk Nagato dan Shu ke dalamnya.


Namida belum sempat bereaksi sudah dibawa masuk ke dalam Istana Labirin, dia menyusuri ruangan demi ruangan. Ketika menebas pintu masuk ruangan dengan pedangnya. Namida melihat sosok pria yang sudah menunggunya, pria itu tak lain adalah Gyu.


Sementara itu Kakek Hyogoro dan Litha yang sedang berlari juga dibawa masuk ke dalam Istana Labirin. Kakek Hyogoro bertemu dengan Kyu di ruangan tengah. Sedangkan Litha bertemu dengan Masayu.


Litha dan Masayu kebingungan, karena mereka berdua tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Di sisi lain, Fu yang sedang memainkan serulingnya duduk di singgasana Istana Labirin dan terus memainkan serulingnya, untuk menciptakan bangunan ilusi.


Seruling Ilusi milik Fu bukanlah seruling biasa. Karena seruling kesayangan Fu termasuk Senjata Kuno Tipe Langka : Seruling Ilusi.


Seruling Ilusi mampu membuat sebuah bangunan ilusi. Fu membuat ilusi Istana Labirin, dimana dia bisa memanipulasi sesuka hatinya. Satu - satunya cara untuk menghancurkan atau keluar dari Istana Labirin adalah dengan membunuh Fu atau mengambil Seruling Ilusi yang sedang ditiup oleh Fu. Dan mengalahkan orang yang menjadi lawannya.


Di luar Istana Labirin, ratusan pendekar Perguruan Gunung Menangis terkejut, mereka tidak menyangka akan melihat sesuatu yang di luar nalar manusia.


Salah satu pendekar dari Perguruan Gunung Menangis mengajak pendekar yang lainnya, untuk menghabisi manusia buas yang masih mengamuk di permukiman penduduk yang berada di daerah pintu masuk Gunung Menangis.


Kembali ke ruangan tengah, di sana terlihat Kakek Hyogoro dan Kyu yang sedang bertarung.


"Rupanya dia mengeraskan aura tubuhnya." batin Kakek Hyogoro ketika melihat tebasan pedangnya mampu ditangkis oleh Kyu dengan tangan kosong.


Kakek Hyogoro mengolah pernapsan sirih dan mengeluarkan aura intimidasinya pada Kyu.


"Tatapan Maut : Tujuh Mata Air Berbeda!"


Kakek Hyogoro menatap dingin Kyu, perlahan aura intimidasi menyebar dengan cepat ke arah Kyu.


"Ini." umpat Kyu ketika tubuhnya tidak dapat bergerak.


Kakek Hyogoro berlari dengan cepat dan menebaskan pedangnya pada tubuh Kyu.


"Tebasan Air." batin Kakek Hyogoro ketika menebas badan Kyu dengan pedangnya.


Badan Kyu terluka karena tebasan pedang Kakek Hyogoro, tanpa menunggu lebih lama lagi, Kyu kembali menyerang Kakek Hyogoro. Kali ini pukulan dan tendangannya benar - benar kuat, setiap pukulan dan tendangan mampu merusak kayu yang ada diruangan tengah Istana Labirin.

__ADS_1


Kakek Hyogoro hanya menghindar dan menangkis pukulan dan tendangan yang dilancarkan oleh Kyu.


"Sudah lama aku tidak bertarung seperti ini." batin Kyu yang sangat menikmati pertarungan antara dirinya melawan Kakek Hyogoro.


"Bocah yang bernama Nagato, kemungkinan dia akan mati di tangan Shu." ucap Kyu pada Kakek Hyogoro. Dia dengan sengaja memprovokasi Kakek Hyogoro.


"Shu adalah pembunuh berdarah dingin." tambah Kyu pada Kakek Hyogoro.


Kakek Hyogoro tersenyum tipis mendengar perkataan Kyu, "Nagato bukanlah seorang bocah," Kakek Hyogoro masih dalam posisi bertahan dan menahan serangan dari Kyu, "Dia adalah muridku yang berharga, orang yang bernama Shu tidak akan membunuh Nagato dengan mudah."


Kyu tertawa pelan mendengar perkataan Kakek Hyogoro, dia tidak ingin memberikan celah pada Kakek Hyogoro untuk menyerang balik.


"Pukulan Berapi - Api."


Kyu mampu memukul perut Kakek Hyogoro tepat di ulu hatinya, pukulan tangan yang telah dilapisi aura itu. Mampu membuat Kakek Hyogoro memuntahkan darah segar yang keluar dari mulutnya.


"Dia tidak memberikanku celah sedikitpun." batin Kakek Hyogoro menangkis pukulan cepat Kyu dengan pedangnya.


Kakek Hyogoro mundur ke belakang untuk menjaga jarak, tetapi Kyu dapar mengejar dirinya dengan mudah.


"Putaran Jarum Air."


Sebelum kakinya menyentuh lantai kayu, Kakek Hyogoro memutarkan tubuhnya dengan cepat. Putaran tebasan pedangnya menciptkan ratusan jarum air padat yang melesat ke arah Kyu.


"Sial! Aku ceroboh!" umpat Kyu dalam hatinya ketika melihat ratusan jarum melesat ke arah dirinya.


"Huh, sakit!" teriak Kyu ketika mencabut paksa puluhan jarum air dari tubuhnya.


Kakek Hyogoro tersenyum tipis melihat Kyu, sama seperti yang dilakukan oleh lawannya itu. Kakek Hyogoro tidak memberikan Kyu kesempatam untuk memulihkan diri. Kini Kakek Hyogoro yang mendominasi serangan, beberapa kali jurus pedang yang sudah dia lancarkan pada Kyu. Tetapi Kyu menahasan setiap jurus pedang Kakek Hyogoro, dengan jurus pukulan dan tendangan auranya.


Kakek Hyogoro dan Kyu begitu menikmati pertarungan ini. Keduanya telah terluka, bahkan kini tebasan pedang Kakek Hyogoro yang dilapisi air padat pada bilah pedangnya, sudah mampu melukai tubuh Kyu.


"Pusaran Air."


Kakek Hyogoro memutarkan tubuhnya dan menciptakan pusaran air yang melesat ke atas. Tubuh Kyu terseret pusaran air milik Kakek Hyogoro.


Kyu menggunakan seluruh tenaga dalamnya dan aura tubuhnya secara bersamaan. Perlahan dia mulai menggunakan Tenkai secara paksa.


Aura berwarna hitam pekat terlihat menyebar di udara, ketika tubuh Kyu melesat ke bawah. Dia memukul Kakek Hyogoro dari jauh.


Kakek Hyogoro menghindari pukulan aura hitam pekat yang memanjang, dia bisa melihat jika Kyu adalah orang yang telah dididik dengan baik oleh Gore.


Kakek Hyogoro juga menggunakan Tenkai, ketika tebasan pedang Kakek Hyogoro dan pukulan tangan Kyu berbenturan. Aura berwarna biru dan aura berwarna hitam pekat bertabrakan di udara.


Kedua aura yang saling bertabrakan itu membuat apapun yang ada di ruangan tengah Istana Labirin hancur.

__ADS_1


Kyu tertawa karena dia tidak menyangka akan merasakan pertarungan yang membuatnya begitu menikmati semuanya.


"Di dunia luar, banyak orang yang memiliki di luar nalar manusia. Aku tidak menyangka akan sebesar ini benturan kedua pengguna Tenkai." ucap Kyu sambil tertawa pelan. Perlahan dia memutarkan tubuhnya dengan lincah, dan menyerang Kakek Hyogoro secara bertubi - tubi.


Kakek Hyogoro menahan setiap tendangan dan pukulan aura hitam pekat Kyu. Sambil menahan setiap serangan yang dilancarkan oleh Kyu, perlahan Kakek Hyogoro mengatur aliran napasnya dan mengontrol auranya.


"Mengalir Seperti Air."


Kakek Hyogoro melangkahkan kakinya dengan cepat mengikuti ritme serangan Kyu, kali ini setiap tebasan pedangnya mampu melukai tubuh Kyi yang dilapisi aura berwarna hitam pekat.


Kakek Hyogoro terus menebaskan pedangnya pada Kyu secara bertubi - tubi. Sesekali dia juga memberikan luka tusuk pada Kyu, karena Kyu terkena tusukan pedang Kakek Hyogoro.


"Kurang ajar! Kau Hyogoro!" teriak Kyu pada Kakek Hyogoro. Kali ini dia menyerang Kakek Hyogoro secara membabi - buta.


"Merepotkan." guman Kakek Hyogoro yang melihat Kyu larut dalam emosinya.


Kakek Hyogoro dengan santai menangkis serangan Kyu, bahkan kali ini tebasan pedangnya memberikan luka fatal pada tubuh Kyu.


"Argh!" teriak Kyu meringis kesakitan ketika badannya bersimbah darah.


Kakek Hyogoro langsung menebaskan pedangnya kembali pada tubuh Kyu.


"Usia Membabat Masa Muda."


Kakek Hyogoro membunuh Kyu dengan tebasan pedang yang begitu halus.


"Sepertinya aku harus secepatnya, menitipkan Nagato dan Litha pada Shirayuki." gumam Kakek Hyogoro sambil menutup mata Kyu yang melotot.


Kakek Hyogoro kemudian menghancurkan seluruh ruangan tengau dengan teknik pedangnya, tetapi dia tidak bertemu dengan siapapun di ruangan selanjutnya.


Kakek Hyogoro merasa jika dirinya hanya berputar tidak jelas. Perlahan Kakek Hyogoro mencoba mendeteksi hawa keberadaan di sekitarnya, tetapi dia tidak merasakam hawa keberadaan makhluk hidup satupun.


"Sebenarnya aku berada dimana?" batin Kakek Hyogoro bertanya - tanya. Karena dia merasa ada yang tidak beres dengan ruangan yang setiap dirinya lewati.


Ketika Kakek Hyogoro mendengar suara seruling semakin dekat dengan dirinya. Kakek Hyogoro berlari dengan cepat ke arah suara seruling tersebut. Tetapi Kakek Hyogoro tidak menemukan apapun, bahkan dia hanya kembali ke ruangan tengah tempat dimana dia bertarung dengan Kyu.


"Kuharap kedua mu-" belum selesai Kakek Hyogoro berbicara, tubuhnya terlempar ke luar Istana Labirin.


Ketika berada di luar Istana Labirin. Kakek Hyogoro bisa melihat ratusan manusia buas masih mengamuk dan bertarung dengan ratusan pendekar Perguran Gunung Menangis.


"Lebih baik aku membantu mereka, aku yakin Nagato dan Litha mampu menjaga diri." gumam Kakek Hyogoro mencoba untuk berdiri.


Setelah menatap Istana Labirin selama beberapa detik, Kakek Hyogoro berlari dengan cepat menuju pintu masuk Gunung Menangis.


___

__ADS_1


Hai SLUR🤗. Jangan lupa baca Pendekar Raja Tega.


__ADS_2