
Sore telah tiba, kedatangan Keluarga Kaisar Hizen di Pulau Samui yang tidak terduga membuat Shurayuki kebingungan, kedatangan adiknya yang bernama Yuki sangat tidak terduga dan tidak pernah terpikirkan di benak Shirayuki.
Shirayuki meyapa ibunya sendiri yang bernama Fuyumi Emi. Melihat reaksi ibunya yang biasa saja, firasat Shirayuki sangat tidak enak. Semua itu terbukti ketika Emi menatap tajam Shirayuki.
"Shirayuki, aku telah menjodohkan anakmu Iris dengan anak Yuki yang bernama Hiragi." perkataan Emi membuat Shirayuki mematung, perkataan Emi barusan membuat Shirayuki tidak ingin percaya.
"Ibu jangan pernah mengatur hidup anakku. Aku telah menjodohkannya dengan laki - laki yang bisa Iris andalkan di masa depan!" bentak Shirayuki menatap tajam Emi.
"Dulu kau menyukai Pandu. Dulu kalian berdua begitu dekat, tapi Pandu menikah dengan orang Azbec. Pandu tidak memilihmu, perkataanku adalah mutlak," Emi menatap Shirayuki tanpa ekspresi apapun, "Jika anak yang kau jodohkan dengan Iris adalah anak Pandu maka aku dengan senang hati membatalkan perjodohan Iris dan Hiragi." tambah Emi.
Shirayuki mengingat janjinya pada Kuina untuk tidak memberitahu identitas Nagato yang sebenarnya pada siapapun, seluruh tubuh Shirayuki terasa begitu lemas setelah mendengar perkataan ibunya sendiri.
"Aku hanya ingin menjamin keluargaku sendiri bahagia agar tidak ada yang sepertimu!" tegas Emi meninggalkan Shirayuki dan berjalan pergi.
Shirayuki sama sekali tidak membalas perkataan ibunya, entah apa yang akan dia jelaskan kepada anaknya yang sedang berdua bersama Nagato.
Beberapa menit setelah Emi pergi dari Asrama Salju Rembulan. Shirayuki melihat anaknya sedang memegang tangan pemuda yang tak lain adalah Nagato. Senyuman Iris begitu berbeda ketika bersama Nagato.
"Aku harus mengatakan apa kepada anakku?" batin Shirayuki sedih karena lagi - lagi kebahagiaan kecil yang ingin dia lindungi dirusak oleh ibunya sendiri.
Iris melambaikan tangan pada Nagato setelah sampai di Asrama Salju Rembulan. Iris menyuruh Nagato untuk menunggunya di Rumah Bunga Salju yang merupakan kediaman keluarganya di Pulau Samui.
Iris menghampiri Shirayuki yang sedang menatapnya berkaca - kaca, ketika semakin dekat dengan ibunya, dalam sekejap tubuhnya dipeluk ibunya.
"Ibu..." gumam Iris keheranan melihat Shirayuki yang terlihat sedih.
"Ibu kenapa?" tanya Iris karena ibunya meneteskan air mata.
Shirayuki menatap Iris dalam, kedua tangannya menyentuh pipi Iris dengan begitu lembut.
"Apa kamu mencintai Nagato?" tanya Shirayuki pada anaknya.
__ADS_1
"Aku mencintai Naga. Ibu tadi aku telah mengungkapkan perasaanku pada Naga," dengan bahagia Iris tersenyum lebar menatap ibunya, "Dan Naga menerima perasaanku Bu. Tadi Naga juga memelukku." tambah Iris dengan polosnya.
Shirayuki merasa begitu bahagia mendengar cerita Iris. Senyuman dan kebahagiaan anaknya adalah hal yang ingin Shirayuki lindungi.
Tidak berapa lama Shirayuki mengajak Iris untuk kembali ke Rumah Bunga Salju. Perasaan bahagia yang Iris rasakan hanya sesaat, setelah membuka pintu Rumah Bunga Salju semua berubah menjadi hancur. Perasaan Iris hancur karena melihat Emi sedang berkumpul bersama Kaisar Hizen dan keluarganya.
Emi menyuruh Iris untuk mandi terlebih dahulu dan berdandan secantik - cantiknya, perasaan gundah, resah dan gelisah terus menyeruak masuk ke seluruh sel - sel tubuh Iris.
Waktu yang terus berjalan, tetapi semua itu terasa berhenti bagi Iris dan Shirayuki. Malam yang indah bagi Iris karena akan memberi Nagato makanan yang dia buat dengan buatan tangannya sendiri, dan mereka berdua telah berjanji untuk bertemu kembali malam hari ini telah hancur.
Setelah berpakaian cantik dan anggun, mata Kaisar Hizen melebar karena Iris begitu mirip dengan Shirayuki. Anak pertama Kaisar Hizen yang bernama Hiragi memerah wajahnya, gadis berparas cantik dan kecantikannya tidak ada yang menandingi di Kekaisaran Kai akan menjadi istrinya di suatu hari nanti.
Shirayuki duduk di samping Iris dan sama sekali tidak menyapa Kaisar Hizen. Perjodohan antara Iris dan Hiragi telah disetujui Emi dan Kaisar Hizen bersama Yuki.
"Iris. Malam ini kamu akan dijodohkan dengan Hiragi yang merupakan putra dari Yang Mulia Hizen." ucap Emi dengan tenang dan memasang wajah bahagia.
"Iris dan anakku adalah pasangan yang serasi. Bukan begitu, kak?" Yuki menatap Shirayuki yang duduk di samping Iris.
Shirayuki menatap dingin Yuki dan terlihat kemarahan di matanya, adiknya kali ini membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya.
Kaisar Hizen terkejut melihat Shirayuki yang marah pada istrinya, kedua anaknya juga menunduk wajahnya karena takut menatap Shirayuki.
"Jaga sikapmu Shirayuki!" Emi menatap dingin Shirayuki dan memukul kipasnya ke meja kecil di depannya.
"Bu, Iris telah kujodohkan dengan laki - laki yang lebih tampan, hebat dan dapat diandalkan daripada anak ini!" bentak Shirayuki menatap dingin ibunya sendiri, setelah itu matanya menatap tajam Hiragi yang terus menatap Iris.
"Ibu jangan pernah mengatur hidup anakku! Iris sudah mempunyai seseorang yang dia cintai!" Shirayuki memeluk pinggang Iris.
Kaisar Hizen dan Yuki berwajah buruk karena mereka tidak menyangka perjodohan yang dikiranya akan berjalan lancar, justru memicu kemarahan Shirayuki.
"Kakak, anakku juga dapat diandalkan. Iris akan bahagia jika menjadi istri Hiragi di kemudian hari." ucap Yuki pada Shirayuki dan berharap bisa meredakan emosi kakaknya.
__ADS_1
Shirayuki sama sekali tidak melihat Yuki dan mengabaikan ucapan adiknya tersebut, Emi menatap tajam anak pertamanya yang bertindak di luar batas.
"Aku sudah bilang padamu, jika anak yang kau jodohkan dengan Iris adalah anak Pandu. Dengan senang hati aku akan mendukungnya, dan aku akan membatalkan perjodohan ini!" Emi menatap tajam Shirayuki, "Apa kau ingin Iris juga merasakan penderitaanmu? Kau itu sama sekali tidak pernah belajar dari sebuah kesalahan!" tambah Emi dengan murka.
Shirayuki terdiam dan tidak membantah perkataan ibunya, kini dia tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya pada Nagato.
Iris ingin menangis karena mendengar perjodohannya dengan Hiragi. Sosok pemdua didepannya terus menatap dirinya, hati Iris begitu hancur malam hari ini.
Iris mengingat saat - saat Nagato menyentuh kepalanya dan mengelus rambutnya dengan penuh kelembutan, dalam suasana yang basi, Iris mengingat janjinya untuk bertemu dengan Nagato malam ini.
"Naga..." batin Iris mengingat wajah Nagato yang sedang malu - malu dan mendekap tubuhnya.
Emi kembali memimpin pertemuan tentang perjodohan Iris dan Hiragi. Suasana kembali tenang, Shirayuki dan Iris hanya diam sampai akhirnya pembicaraan perjodohan Iris dan Hiragi selesai.
Suara benturan pada kayu terdengar, suaranya seperti orang yang memukul kayu yang ada di depan Rumah Bunga Salju.
"Siapa itu?!" teriak Emi karena merasakan aura kemarahan yang luar biasa dari luar.
Kaisar Hizen dan keluarganya menoleh ke arah pintu, suara kayu yang dipukul terdengar begitu keras membuat mereka penasaran.
"Jangan - jangan..." batin Shirayuki berharap jika orang yang memukul kayu tersebut bukanlah Nagato.
Iris berdiri dan pergi dari ruangan yang sedang bersuka cita karena membicarakan sebuah perjodohan, Shirayuki menyusul anaknya.
Yuki menjadi merasa bersalah pada kakaknya. Sebenarnya Yuki ingin membuat kejutan pada kakanya, karena dia pikir Shirayuki akan bahagia jika Iris dan Hiragi dijodohkan, tetapi ternyata tindakannya membuat Shirayuki begitu marah.
Emi mengantar Kaisar Hizen dan keluarganya ke kamar yang telah disiapkan di Rumah Bunga Salju.
Sementara itu Iris sedang membawa kue coklat yang sudah dia buat untuk Nagato. Perlahan kakinya keluar Rumah Bunga Salju dan menatap malam yang telah larut, Iris merasa bersalah karena membuat Nagato menunggu hingga tengah malam.
Iris berjalan cepat ke sebuah bangku yang ada di taman, dia tidak menemukan Nagato dimanapun. Perasaannya yang hancur membuatnya meneteskan air mata kesedihan.
__ADS_1
___
IG : pena_bulu_merah