
Nagato dan Hayabusa ikut terkejut melihat Wang Zhi yang kembali hidup setelah kepalanya terpotong oleh Sonjo.
‘Jadi ini yang kau maksud Hiragi?’ Nagato dan Hayabusa sama-sama mengubah raut wajah mereka, bagaimanapun kemampuan Wang Zhi adalah hal asing bagi mereka.
“Nagato, Hayabusa, pasti akan ada jalan keluarnya. Kita bisa membunuh mereka.” Ucap Hiragi memecah ketegangan.
Nagato mengalirkan aura pada bilah pedangnya kemudian mengayunkan pedangnya menyerang Gore. Dalam sekejap, Gore yang menyambut tebasan pedang Nagato segera memblokir setiap tebasan pedang yang agresif.
“Cih!” Nagato mendecakkan lidahnya dan menatap tajam Gore yang tersenyum menyeringai.
“Rupanya kau masih hidup Kagutsuchi Nagato. Sudah berapa lama kita berjumpa, Kagutsuchi Nagato, tidak maksudku Fuyumi Nagato.” Nada bicara Gore terdengar mengejek. Nagato hanya diam dan terus melancarkan serangan guna mencari tahu kemampuan Gore.
Nagato memadatkan api pada bilah Pedang Kusanagi sebelum melepaskan satu tebasan yang membakar pakaian yang dikenakan Gore.
“Kemampuanmu semakin hebat, Fuyumi Nagato. Tetapi apakah kau tidak menyadari jika dengan kemampuanmu yang sekarang ini, kau tidak akan mampu mengalahkanku?” Ujar Gore yang dapat menghindari tebasan pedang Nagato yang berapi-api.
__ADS_1
“Aku akan memastikan kau mati dengan cara yang paling mengenaskan, sialan!” Nagato memperlebar aura pembunuhnya, begitu juga dengan Gore yang segera melepaskan aura pembunuh untuk memberikan perlawanan pada Nagato.
“Aku akan menunggu itu...” Gore melihat aura pembunuh Nagato yang semakin pekat, bahkan pemuda itu sekarang terlihat lebih menjanjikan dibandingkan empat tahun yang lalu.
Yang menjadi perhatian Gore adalah pedang yang tersarung rapi di pinggang Nagato. Menurutnya Nagato bukanlah seorang pendekar pedang ganda, tetapi pemuda itu memiliki dua pedang.
Saat Gore terpaku pada Pedang Raiden, Nagato melepaskan aura pembunuh yang mengarah pada satu titik, “Shinkū.”
Gore terkejut saat dirinya tidak dapat menggerakkan tubuhnya, “Tenkai!”
“Tōgyū.” Tebasan api yang membentuk banteng api memotong tubuh Gore menjadi dua bagian. Namun Nagato menyadari jika hal ini tidak dapat membunuh Gore, dia berpikir keras saat tubuh seorang pria yang tergeletak berdiri dan membunyikan lehernya.
“Kemampuan berpedangmu sangat mematikan. Aku semakin tertarik padamu, Kagutsuchi!” Gore mengalirkan aura pada tangannya dan memegang Pedang Kusanagi layaknya kayu.
Nagato menajamkan matanya karena melihat bagaimana kemampuan Gore. Dalam memanipulasi aura, Gore memiliki begitu serangan variasi dan sulit untuk ditebak sehingga Nagato juga berulang kali mengeluarkan jurus pedang yang merupakan gabungan dari aura api.
__ADS_1
Nagato dan Gore terus bertukar serangan lebih dari seratus serangan dalam waktu yang singkat, keduanya sama-sama terus melancarkan serangan yang agresif dan brutal.
Jurus yang dilepaskan Gore berulang kali membuat Nagato kesulitan menahannya hingga akhirnya Nagato membalas serangan Gore dengan aura pembunuh yang melapisi bilah pedangnya.
Saat tebasan pedang Nagato dan pukulan tangan Gore bersentuhan. Gelombang kejut tercipta membuat badai angin yang kencang.
____
Sonjo yang melihat Wang Zhi kembali hidup dengan tubuh seorang pria tersentak kaget. Namun rasa sakit yang dialaminya membuat Sonjo melupakan keterkejutannya.
Sonjo yang melihat Wang Zhi tersenyum menyeringai mulai kehilangan kesabarannya, secara brutal Sonjo memberikan perlawanan sengit pada Wang Zhi.
“Masih dapat bergerak setelah menerima serangan dariku?” Wang Zhi menggelengkan kepalanya pelan melihat Sonjo yang terlihat begitu emosi.
Saat Sonjo dan Wang Zhi kembali bertarung sengit, ledakan keras terdengar dari arah Hiragi dan Hayabusa.
__ADS_1