
Suara ledakan keras terdengar saat Hayabusa dan Hiragi menahan serangan yang dilepaskan Brusca dan Reptile.
“Hayabusa, hindari racun yang dilepaskan Reptile! Racun miliknya itu sangat mematikan!” Hiragi berteriak, namun serangan susulan yang dilepaskan Brusca membuat Hayabusa ataupun Hiragi kesakitan karena terkena bola-bola api yang meledak saat jaraknya dekat dengan keduanya.
“Yang benar saja! Bisa saja kita yang mati karena telah berurusan dengan mereka, tetapi ini adalah hal yang aku nantikan selama beberapa tahun belakangan ini!” Hayabusa menyeka darah yang keluar dari mulutnya. Sementara Hiragi tersenyum karena bagaimanapun Brusca dan Reptile memiliki kemampuan yang lebih dari dirinya. Berdasarkan kekuatan ataupun pengalaman dalam pertarungan.
“Aku akan melawan Brusca, dan kau melawan Reptile.” Ucap Hiragi sebelum bergerak cepat memisahkan Brusca dan Reptile, “Semoga keberuntungan berada di pihak kita!”
Hayabusa hanya tersenyum dan mengalirkan aura pada kedua bilah pedangnya sebelum melepaskan dua tebasan yang mengarah pada Reptile.
Reptile mengeraskan kulitnya, lalu menjulurkan lidahnya menahan tebasan pedang Hayabusa. Yang paling mengejutkan dari Reptile adalah saat-saat orang ini menahan tebasan pedang Hayabusa dengan lidahnya.
Hayabusa mengangkat alisnya, ‘Menggunakan lidah? Untuk menahan tebasan pedangku!’ Dalam hati Hayabusa membatin, bagaimanapun banyak hal asing setelah bertarung langsung melawan petinggi Sekte Pemuja Iblis.
Reptile kembali melakukan sesuatu yang mengejutkan saat mengeluarkan bisa dari mulutnya. Bisa yang dikeluarkan Reptile beracun, dan tentu saja Hayabusa tidak mau mengambil resiko saat mengetahui bisa yang dilepaskan Reptile dapat membuat tanaman layu bahkan tanah menjadi kering.
Tetapi Hayabusa mengingat kembali tujuannya awalnya dan susahnya bagaimana dirinya mencari keberadaan Sekte Pemuja Iblis selama beberapa tahun belakangan ini.
Tanpa takut sedikitpun, Hayabusa melapisi seluruh bagian tubuhnya dengan aura sebelum mendaratkan dua tebasan pedang menyilang yang disambut dengan baik oleh Reptile.
“Kalau tidak salah kau juga termasuk dari murid Pandu bukan? Aku rasa perempuan itu sudah menceritakannya kepada kalian dan lebih memilih mati...” Reptile tersenyum menyeringai dan mencoba memprovokasi Hayabusa, namun reaksi Hayabusa saat mendengar perkataannya terlihat biasa saja.
“Kau tahu, sebagai seorang yang telah gagal menjadi manusia. Aku hanya ingin menyaksikan bagaimana sepak terjang kisah anak dari Guruku.” Hayabusa mengatakan hal itu dengan bangga dan membuat mata Reptile melebar tajam.
“Kagutsuchi Nagato, kah? Apa menurutmu dia dapat membunuh Magma di Azbec atau Kazan di Benua Raya? Jangan bercanda! Di dunia ini, bahkan kami sekalipun tidak ingin berurusan langsung dengan Lima Penguasa!”
Reptile berteriak dan melancarkan pukulan agresif. Hayabusa menyambut pukulan Reptile dengan bilah pedangnya, hanya saja yang membuat Hayabusa berulang kali melepaskan aura dalam jumlah besar karena pukulan Reptile sangat mematikan dan lebih tajam dari bilah pedangnya.
Saat Hayabusa dan Reptile telah bertukar lebih dari tujuh puluh serangan, Hayabusa melepaskan dua tebasan harimau berwarna merah dan putih ke arah Reptile.
__ADS_1
”Kitora.” Saat dua tebasan itu semakin singkat dengan Reptile, diam-diam Hayabusa melancarkan tebasan susulan yang membentuk harimau berwarna hitam pekat.
Reptile yang tersentak kaget gagal menangkis tebasan pedang Hayabusa, sehingga tangan kirinya putus dan tergeletak ditanah.
Hayabusa tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, tetapi dia menyadari jika Reptile tidak dapat dia bunuh dengan mudah. Terlebih saat melihat sendiri bagaimana Sonjo memenggal kepala Wang Zhi.
“Tidak kusangka, kau dapat memutuskan salah satu tanganku!” Reptile memegang tangan kirinya dan menghentikan pendarahan dengan aura tubuhnya.
Saat jarak antara Hayabusa dan Reptile semakin singkat, keduanya kembali bertukar serangan dengan cepat. Walau tangan kiri Reptile telah putus, namun tidak mengurangi kekuatannya bahkan sekarang Reptile terlihat lebih menakutkan dari yang biasanya.
Hayabusa terus menebaskan pedangnya dengan cepat, sudah puluhan tebasan bertenaga yang dilapisi aura dia lepaskan kepada Reptile, tetapi belum satupun tebasan yang dapat memenggal kepala Reptile.
Hayabusa mengamati pergerakan Reptile, dan dia menyadari saat Reptile terlihat melindungi cincin yang melingkar di jari manis tangan kiri yang telah putus.
‘Kenapa orang ini terlihat melindungi cincin yang ada ditangan kirinya?’ Hayabusa berpikir keras sambil terus melancarkan serangan demi serangan yang mematikan kepada Reptile.
Disisi lain Sonjo dan Wang Zhi bertukar serangan dengan hebat. Sonjo yang telah terluka parah menyadari jika kekuatannya sekarang semakin melemah terlebih setelah dihujani seribu pisau aura.
“Aku masih bisa mengendalikan kemampuan ini, ayah, ibu, maafkan aku karena telah menggunakan kekuatan dari Muramasa.” Sonjo berkata pada dirinya sendiri sambil menggores kulit tangan kirinya dengan pedang hingga berdarah.
Perubahan raut wajah Sonjo saat tetesan darah menetes dari tangan kirinya merupakan pemandangan yang membuat Wang Zhi bergidik sesaat.
Yang paling mengejutkan adalah kedua bola mata Sonjo yang memutih dengan rambut yang berdiri. Bahkan tekanan aura yanh dilepaskan Sonjo terasa lebih mencekam dan mematikan.
Tanpa aba-aba ataupun peringatan, Sonjo sudah menghilang dari hadapan Wang Zhi dan memotong tangan kirinya. Wang Zhi mengerang kesakitan sesaat, sebelum menusuk dada dan perut Sonjo dengan pisau, walau tidak dalam tetapi dampak luka yang dirasakan Sonjo sangat memengaruhi pertarungannya.
Saat Wang Zhi mengira Sonjo mulai lemah, namun semua itu berbalik saat Sonjo mengeluarkan senyuman menyeringai yang mengerikan, “Muramasa!”
Sonjo menggumam pelan dan kembali menghilang dari hadapan Wang Zhi, tangannya terus mengayunkan pedangnya memberikan luka kepada Wang Zhi yang terus-menerus menangkis tebasan pedangnya dengan pisau aura.
__ADS_1
Pertukaran serangan Sonjo dan Wang Zhi berlangsung lama, keduanya terus bergerak cepat setelah senjata mereka bersentuhan. Bunyi nyaring dari benturan kedua senjata ini tidak kalah nyaringnya dengan suara raungan Manusia Hewan Buas.
‘Aku harus segera membunuhnya! Muramasa hanya bisa kugunakan selama satu menit!’ Sonjo membatin membuktikannya dirinya masih mempertahankan kesadarannya.
Namun hal mengejutkan terjadi karena Wang Zhi mengeluarkan aura yang begitu pekat, dan itu membuat Sonjo berhenti bergerak. Hanya dalam satu tusukan pisau aura, Sonjo yang dalam mode Muramasa tidak berkutik sedikitpun.
Saat tubuh Sonjo terhuyung ke tanah, Wang Zhi melepaskan tendangan tepat diwajah Sonjo. Tubuh Sonjo tersungkur ke tanah dan mengalami luka yang parah.
Walau tubuhnya terlihat begitu menyedihkan, tetapi mata Sonjo melebar membuktikan bahwa dirinya masih tidak menerima jika dirinya akan benar-benar dikalahkan.
Saat Wang Zhi hendak menghunuskan pisau tepat dikedua mata Sonjo, Kashima datang dengan kecepatan tinggi menahan hunusan pisau tersebut.
“Tikus kecil yang mengganggu!” Wang Zhi mempercepat tempo serangannya, begitu juga dengan Kashima yang menangkis serangannya.
“Dasar menyedihkan! Cepat berdiri! Kita semua tidak boleh mati disini!” Kashima berkata pada Sonjo sebelum melepaskan hawa membunuh pada Wang Zhi.
Saat Kashima dan Wang Zhi bertukar serangan, Sonjo hampir kehilangan kesadarannya akan diri sendiri. Namun satu hal yang mengejutkan terjadi karena setiap detik Sonjo mengeluarkan ekspresi yang berubah-ubah.
“Aku akan membunuh mereka-”
“Kashima menyingkirlah!”
Kashima mengangkat alisnya dan menjaga jarak dari Wang Zhi, gadis ini memperhatikan perubahan yang terjadi pada Sonjo.
“Aku akan-”
“Mengalahkannya dengan tanganku sendiri!”
Kashima merasa Sonjo terbagi menjadi dua kepribadian sehingga gadis ini memukul perut Sonjo, “Jangan bercanda disaat seperti ini!”
__ADS_1