Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 185 - Kenji Dan Isaka. Lawan Menjadi Kawan.


__ADS_3

Turnamen Harimau Kai terus berlanjut hingga akhirnya menyisakan empat pertandingan, kompetisi hari ini berjalan cepat ketika Sachie yang memimpin menjadi wasit. Mengingat banyaknya peserta yang sudah bermain di hari pertama, tidak terasa kini matahari sudah melewati setengah perjalanannya untuk berlabuh di singgasananya.


Delapan nama peserta yang berebut empat tiket menuju babak 32 besar ialah Akira, Hanabi, Hisui, Kenji, Masayu, Sasae, Isaka dan Gurojimaru.


Sekarang dua peserta telah turun ke lapangan Arena Lingkaran Harimau. Babak penyisihan selanjutnya akan dimulai dengan pertandingan antara Kitakaze Kenji dari Klan Kitakaze melawan Isaka dari Pedang Naga Sakti.


Tepat setelah Sachie memberi aba-aba pertandingan dimulai, Kenji dan Isaka langsung menyerang secara bersamaan. Kenji terlihat melampiaskan kekesalannya karena Yuri tidak menontonnya kepada lawannya itu.


Tebasan pedangnya sangat dalam, dia berkali-kali menciptakan pusaran angin ketika dirinya memutarkan tubuhnya sambil menebasakan pedangnya.


Sachie memperhatikan pertarungan kedua teknik pedang yang berbeda itu, Kenji sangat mendominasi serangan tetapi Isaka juga sangat hebat dalam melakukan pertahanan. Bahkan tangkisan pedangnya mampu membuat Kenji kewalahan menyerangnya.


Isaka menebaskan pedangnya dengan ayunan yang cepat, dia terlihat seperti bergerak maju tetapi gerakannya yang mampu mengecoh Kenji membuat Isaka dapat menebaskan pedangnya dari jauh.


Kenji telat sedetik bereaksi, tangannya menahan tebasan berwarna kuning dari pedang Isaka tetapi karena dirinya telat bereaksi tubuh Kenji terpental jauh ke belakang karena menahan tebasan pedang Isaka.


"Sialan!" Kenji mengumpat karena dia terlalu kesal dan membiarkan emosi pribadinya menguasai dirinya.


"Cewek tomboy itu selalu menganggapku sebagai teman. Dia sama sekali tidak ada perasaaan padaku, bahkan dia tidak menginginkanku masuk babak 16 besar!" Kenji menatap tajam Isaka ketika tubuhnya terbentur tanah.


Dengan segenap kekuatannya, Kenji berdiri dan kembali memberikan serangan balasan kepada Isaka. Pusaran angin yang melurus ke arah Isaka membuat penonton merasa serangan Kenji terlalu monoton.


Kenji kembali mengayunkan pedangnya dengan cepat ketika Isaka menangkis serangannya, benturan kedua pedang terus menggema ke seluruh pelosok Arena Lingkaran Harimau.


"Kenapa kau terlihat sangat kesal, kawan?!" Isaka mengerutkan dahinya karena merasa Kenji seperti melampiaskan sesuatu kepada dirinya.


Kenji kembali memutar dan menyerang Isaka dari samping, namun tebasannya kembali ditangkis Isaka.


"Aku ditolak cintanya, kawan! Maka dari itu aku sedang kesal dan melampiaskannya padamu!" Kenji menebaskan pedanganya lebih cepat dan kuat.

__ADS_1


"Eh? Apa hubungannya denganku?" Isaka terkejut mendengar alasan Kenji yang tidak masuk akal.


Baik Kenji maupun Isaka sama-sama lincah, pertarungan adu pedang ini terlihat jelas jika yang satu sangat ahli dalam menyerang dan yang satunya sangat ahli dalam bertahan.


"Mereka berdua terlalu panas, dasar anak muda," batin Sachie yang mendengar obrolan Kenji dan Isaka di tengah pertarungan.


Kenji mulai melakukan gerakan tipuan sama seperti Isaka. Dia menebaskan pedanganya mengincar dada Isaka tetapi dapat ditangkis dengan mudah kembali, sekarang Kenji menusuk pedangnya mencoba memberikan luka tusukan pada lawannya itu.


Isaka telah menghindar, tusukan-tusukan pedang Kenji mengenai tubuhnya. Beberapa luka pedang mulai terpampang jelas di dada Isaka.


"Sial!" Isaka mengerutkan dahinya melihat dadanya memiliki luka tusuk.


Pertarungan Kenji dan Isaka berlangsung lama, stamina keduanya berkurang banyak, napas keduanya mulai memburu. Kenji mencoba untuk mengatur napasnya agar dirinya memiliki kesempatan untuk mengalahkan Isaka.


Keduanya sudah bertukar puluhan jurus dan mereka berdua juga telah bertukar puluhan tebasan pedang bahkan ratusan, dalam kondisi yang sama-sama tidak menguntungkan, Isaka memejamkan matanya ketika keringat mengenai bola matanya.


Kenji yang sedang mengayunkan pedangnya tidak dilihat oleh Isaka. Tangannya yang memegang pedang terkejut ketika pedangnya terlepas dari tangannya.


"Menyerahlah, kawan!" Kenji dengan napas yang terengah-rengah mencoba untuk tetap berdiri tegak mengintimidasi Isaka.


"Aku menyerah ... aku ... sial! Kau menang!" Isaka mundur beberapa langkah ke belakang dan jatuh ke tanah dalam posisi terduduk. Napasnya yang terputus-putus membuat Isaka membaringkan tubuhnya ke tanah.


"Selamat, kawan ... semoga cintamu terbalas haha." Isaka tertawa karena merasa puas telah bertarung sekuat tenaganya.


"Aku harus giat berlatih lagi..." Isaka bergumam untuk dirinya sendiri dan memberikan semangat kepada dirinya sendiri.


Kenji mengulurkan tangannya pada Isaka kemudian lawannya itu menyambut uluran tangannya dengan pegangan.


"Namamu Isaka, bukan? Aku Kenji orang yang mencintai seorang wanita cantik bernama Yuri." Kenji dengan penuh percaya diri mengatakan perasaannya pada lawannya itu.

__ADS_1


"Ya, aku Isaka. Salam kenal Kenji. Semua orang disini sudah pastinya jatuh hati pada Fuyumi Iris atau Fuyumi Litha. Aku suka Iris tapi seperti rumor yang beredar, gadis cantik itu tidak pernah tertarik pada seorang laki-laki." Isaka dan Kenji saling merangkul. Mereka berdua meninggalkan lapangan Arena Lingkaran Harimau.


Bertepatan dengan Kenji dan Isaka yang terlihat sudah berteman setelah bertarung mati-matian, Sachie membatin, "Mereka berdua pergi tanpa memandangku sama sekali, dasar anak muda!" Kemudian dia mengumumkan Kitakaze Kenji dari Klan Kitakaze sebagai pemenangnya.


"Tapi aku baru pertama kali mendengar suaranya dan emosinya sangat luar biasa. Sepertinya gadis cantik itu menyukai Fuyumi Nagato." Isaka tertawa pelan sambil melirik Kenji.


"Mereka pasangan serasi baik itu Fuyumi Nagato dengan Fuyumi Iris atau Fuyumi Nagato dengan Fuyumi Litha. Sial! Anak tampan itu sangat beruntung!" Kenji menanggapi perkataan Isaka.


"Hahaha aku hanya sebatas suka. Aku sudah ada perempuan yang aku suka. Dia teman seperguruanku." Reflek Kenji melepaskan rangkulan tangannya dan memegang pundak Isaka.


"Siapa yang kau suka? Jadi laki-laki jangan serakah, hatiku cuma untuk Yuri. Walau Fuyumi Iris, Fuyumi Litha, Tuan Putri Hisui dan Misuzawa Hanabi menjadi perhatian semua orang, aku hanya menaruh perhatianku kepada Yuri. Tidak ada yang lain." Kenji dengan tegas menanggapi perkataan Isaka. Kedua tangannya menyilang di dadanya.


"Ngomong-ngomong aku sama dia sudah menjadi tunangan sejak kecil. Apa kau ingat tunanganku yang bernama Ryuko? Dia melawan Fuyumi Litha kemarin..." Perkataan Isaka membuat Kenji membalikkan badannya.


"Cih, ternyata kalian sudah bertunangan. Kupikir kau mengerti perasaanku dan memiliki nasib sepertiku." Kenji berjalan meninggalkan Isaka setelah sampai di tribun.


"Oi, Kenji. Jangan menyerah, suatu saat pasti Yuri akan mengerti perasaanmu!" Isaka berteriak tanpa malu dan dilihat ratusan pasang mata yang menatap tajam ke arahnya. Kemudian dia kembali ke bangku penonton tempat pendekar dari Pedang Naga Sakti duduk menonton. Setelah itu Isaka duduk disamping Ryuko.


Kenji menyeka air matanya ketika mendengar perkataan Isaka.


"Kawan, kau sangat baik, sialan," batin Kenji sambil duduk disamping Renji.


"Cih, anak ini kenapa lagi?!" Renji membatin kesal melihat sikap Kenji yang tidak berubah sejak kecil. Hanya saja Kenji sudah tidak malas-malasan seperti dulu semenjak Kenji dan Yuri tumbuh bersama.


___


**Komen dulu konco. Jangan sepi dong komennya. Author udah CU wkwkwk.


___

__ADS_1


IG : pena_bulu_merah**


__ADS_2