Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 275 — Pembantaian Sepihak


__ADS_3

Takatsugu kembali mengubah wujudnya menjadi Ushi Oni ketika aura yang berkumpul di lingkaran formasi penyegelan. Satu persatu pendekar terjatu. Mereka semua telah sampai di batas kemampuannya. Emi menatap Takatsugu yang sedang membuka mulutnya, begitu juga dengan yang lainnya, semua menatap Takatsugu.


Dengan penuh harapan dan keyakinan. Mereka semua berharap memberikan kehidupan para generasi muda yang lebih baik. Butuh bayaran yang mahal untuk melakukan itu, bahkan mereka telah menyerahkan nyawa dan segalanya.


“Jiyū no ichigeki!”


Chosu, Satsuma, Emi, Takamasa, Kata, Owara dan beberapa Tetua Klan berteriak ketika mulut Takatsugu dalam wujud Ushi Oni menembakkan sebuah semburan aura yang bercampur.


Ignist menatap tajam Takatsugu yang mengubah wujudnya menjadi Ushi Oni. Ada perasaan yang tidak asing, ketika semburan aura itu melesat cepat ke arahnya. Ignist mengingat kembali wajah Kagutsuchi Sura yang menusuk dadanya.


“Kau tidak perlu mengingat namaku! Karena sampai kapanpun aku akan tetap hidup!”


Perkataan Kagutsuchi Sura menggema. Mulutnya dengan cepat membuka dan hendak membalas serangan dari Takatsugu, namun sangat disayangkan keterkejutannya karena rasa sakit di dadanya mulai terasa. Ignist dalam wujud Naga Merah menggeliat. Rasa seperti terbakar hidup-hidup merayapi sekujur tubuhnya.


Sudah ribuan bahkan jutaan nyawa di seluruh belahan dunia dia bakar hidup-hidup, namun rasa sakit seumur hidupnya juga seperti terbakar hingga penghujung waktunya. Ignist tidak percaya rasa sakit dari tusukan pedang tujuh belas tahun lalu masih terasa.


“Mayat Hidup!” Ignist berteriak. Semburan aura mengenai tubuh Naga Merah-nya. Semua orang tercengang melihat Naga Merah yang memiliki wujud mengerikan dan penuh kebencian terjatuh menimpa ribuan prajurit militer Kekaisaran Kinai yang dipimpin petinggi Spider, Organisasi Laba-Laba Malam dan Organisasi Delapan Jari.


“Tidak mungkin, Tuan Ignist sampai berteriak! Apa karena rasa sakit dari luka lamanya?! Tetapi, itu tidak mungkin!” Vendom tidak percaya melihat Ignist masih dalam wujud Naga Merah tergeletak di jalanan Ibukota Daifuzen.


“Mungkin itu karma! Aku sendiri tidak heran!” Raido tertawa dan melepaskan kekuatan dari Air Suci Tipe Elemen : Petir.


“Jaga bicaramu! Raido! Kau menjadi bawahan Tuan Ignist karena kekuatanmu! Aku selalu berpikir kau mempunyai akal busuk untuk menikam kami dari belakang!” Black Rhino memukul perut Raido hingga membuat kerusakan besar di tanah, namun perut Raido berlubang dan tidak mengeluarkan darah sedikitpun.


Raido tertawa dan menatap tajam Black Rhino yang terlihat kesal, “Auramu masih jauh di bawahku!” Dalam sekejap Raido menghilang dari pandangan Black Rhino.


“Aku tidak akan menikam kalian. Tujuanku hanyalah satu untuk menjadi salah satu Lima Penguasa! Dengan kematian Hiryuu, para monster di seluruh dunia merebutkan gelar itu!” Raido melapisi seluruh tubuhnya dengan petir hingga perutnya yang berlubang kembali seperti sedia kala, “Ophys, Kazan, Bisma, Tarot! Era baru saja dimulai! Mimpi setiap orang takkan berakhir selama dunia masih dihuni manusia!”


Karakurt tertawa mendengar perkataan Raido. Kemudian dia menatap Ignist yang mengubah wujudnya menjadi manusia.


“Anggap saja aku tidak mendengarnya, Raido. Jika mulutku ini tidak kau bungkam, mungkin aku akan memberitahu Tuan Ignist tentang perkataanmu barusan.” Karakurt bergerak dengan kecepatan tinggi menghampiri Ignist.


“Mereka melakukan serangan yang sama dengan mayat hidup!” Ignist memegang bekas luka didadanya, walau tidak terlihat dampaknya tetapi rasa sakit masih terasa. Matanya menatap Takatsugu penuh kemarahan.


“Tuan Ignist! Apa anda baik-baik saja?!” Karakurt berkata dengan cukup keras ketika berada di dekat Ignist.


“Karakurt! Bunuh dan gunakan kekuatanmu untuk melemahkan orang-orang yang ada di bagian selatan!” Ignist memberikan perintah pada Karakurt. Di bagian selatan terlihat Namida, Mio, Hana, Matsuri bersama seluruh pendekar perempuan yang sedang bertempur sengit melawan prajurit militer Kekaisaran Rakuza.

__ADS_1


“Baik, Tuan Ignist! Sesuai perintah anda, kekuatanku akan membunuh mereka secara perlahan!” Karakurt langsung bergerak menuju bagian selatan.


“Kau ikut Karakurt, Black Rhino!” Ignist memberi perintah pada Black Rhino. Kemudian dia mengeraskan kulitnya hingga dibungkus aura berwarna merah sebelum merubah kembali wujudnya menjadi Naga Merah.


“Semuanya! Bunuh sebanyak mungkin!” Lagi-lagi wujud Ignist membuat semua orang terdiam. Bahkan Panglima Perang Nobu tidak bisa berkutik, Kira anak dari Kaisar Orochi juga terkena semburan api, walau hanya sedikit tetapi luka bakar di setengah bagian tubuhnya terlihat mengerikan. Sementara Kaisar Orochi terkapar dalam wujud manusianya.


Vendom melepaskan aura tubuhnya dan mengubah wujudnya menjadi Arwah Suci Jenis Mythical : Werewolf. Semua orang yang melihat wujud Vendom terkejut.


“Werewolf!”


Vendom dengan bangga melepaskan hawa membunuh pada prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan prajurit militer Kekaisaran Kinai sebelum menyerang mereka semua.


“Katakan padaku! Dimana orang bernama Prabu dan Kagutsuchi!” Vendom mencekik leher salah satu prajurit militer Kekaisaran Rakuza. Ribuan prajurit yang melihat tindakan Vendom bergidik ngeri.


“Tidak tahu—” Leher dan kepala meledak sebelum prajurit militer Kekaisaran Rakuza tersebut menyelesaikan perkataannya.


Vendom menjilat darah segar yang ada di tangannya, “Orang yang bernama Prabu memang sudah tidak ada selama ratusan tahun lalu. Tetapi para Tetua sialan itu takut dengan ramalan 300 tahun. Jadi aku ingin kalian mengatakan padaku dimana keberdaan orang bernama Prabu dan Kagutsuchi...” Wajah Vendom dalam wujud Werewolf tersenyum, namun ribuan prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan prajurit militer Kekaisaran Kinai merasakan intimidasi yang luar biasa.


Vendom menanyakan hal yang tidak mereka ketahui. Tanpa segan dia membunuh setiap orang yang tidak mengetahui keberadaan orang yang bermarga Kagutsuchi maupun Prabu. Satu demi satu teriakan menggema. Bulan purnama merah yang menyinari Ibukota Daifuzen dihiasi dengan malam yang berapi-api membuat darah Vendom mendidih.


“Katakan padaku dimana mereka berada?!” Vendom melepaskan serangan cakaran yang membunuh tiga orang sekaligus.


“Apakah aku boleh bergabung?” Raido berada di tengah-tengah pertempuran.


Hayabusa langsung menjaga jarak dari Raido, Take dan anggota Phyton yang terlambat bereaksi langsung diserang oleh Raido.


Tangan Raido mengepal. Tubuhnya memang besar dan kekar, otot-ototnya menunjukkan keperkasaannya. Dalam satu kali pukulan tangannya, Take langsung mati.


Shin berkeringat dingin melihat kekuatan Raido. Walaupun Take telah melapisi seluruh tubuhnya dengan aura tetapi dalam sekali pukulan Raido yang menyerang perut Take semua terlihat jelas jika kekuatan Raido berada jauh di atas mereka semua.


Take tertawa sebelum menghembuskan napas terakhirnya, “Aku tidak menyesal mati!” Senyuman yang terlihat di wajah Take membuat Raido kembali melesatkan satu pukulan tepat di lehernya.


Kepala Take terlepas dari tubuhnya. Tidak ada ekspresi apapun yang ditunjukkan Raido. Selain tatapan sinis pada semuanya, Raido melepaskan Tenkai yang membuat Hayabusa, Mujin, Shin dan anggota Phyton langsung terduduk dengan kaki yang lemas.


Hayabusa mengetahui alasan kenapa Klan Kagutsuchi berakhir. Namun tidak pernah dia sangka kekuatan yang memusnahkan Klan Kagutsuchi sangat jauh dari yang dia bayangkan.


“Aku memang mencari tempat untuk mati selama ini! Tetapi tidak dengan mati ditangan sampah sepertimu!” Hayabusa berteriak dan melepaskan aura tubuhnya berusaha berdiri dari tekanan yang membuat tubuhnya merinding ketakutan.

__ADS_1


“Raido! Jika kau diam saja! Kau akan terkena seranganku!” Suara Ignist yang menyemburkan api ke arahnya membuat Raido menghilang dan berpindah tempat. Sementara Hayabusa, Mujin, Shin dan anggota Phyton mematung sesaat karena melihat semburan api yang mirip dengan lava itu.


Ketika Raido pergi, tekanan Tenkai yang mengintimidasi mereka menghilang. Hayabusa bergerak dengan kecepatan tinggi mengejar Raido, begitu juga dengan Shin dan Take yang mengikutinya.


Ignist kembali terbang dengan bebas di angkasa. Dia sengaja memperlihatkan pada Takatsugu yang telah menggunakan seluruh kekuatannya.


“Sepertinya harus aku sendiri yang membunuh kalian!” Cahaya berwarna merah begitu terang dan perlahan membentuk wujud manusia, sementara wujud Naga Merah menghilang. Ignist kembali mengubah wujudnya menjadi manusia dan berjalan mendekati Takatsugu, Chosu, Satsuma, Emi, Takamsa, Kata, Yamashita, Owara dan beberapa Tetua Klan dari seluruh klan yang tersebar di Kekaisaran Kai.


“Iblis Sapi! Katakan padaku dimana keturunan Kagutsuchi yang masih hidup!” Ignist melepaskan Tenkai yang membuat orang-orang didekatnya terkena intimidasi yang mencekam.


Nagato, Iris, Litha dan Shirayuki yang sedang berlari menuju ke tempat Emi justru terkejut dengan tekanan aura yang dilepaskan Ignist.


“Bibi Shirayuki! Dia mencariku! Jika dengan kematianku, peperangan ini berakhir—” Wajah Nagato ditampar Litha.


“Nagato..." Litha menangis, begitu juga dengan Iris yang berkaca-kaca matanya. Saat ini keputusasaan menghampiri semua orang yang berada di Ibukota Daifuzen kecuali Ignist, Vendom, Raido, Karakurt dan Black Rhino.


“Kakak Soren! Jangan pernah katakan itu!” Litha sendiri sadar dengan perasaan ini. Perasaan yang sama saat dirinya melihat pembantaian di Kota Roshima.


Nagato sendiri sudah melihat Vendom yang membantai ribuan orang, sementara Karakurt sudah melumpuhkan pendekar dari Kekaisaran Kai maupun prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan prajurit militer Kekaisaran Kai yang ada di bagian selatan. Bahkan Hayabusa, Shin dan Mujin tidak berdaya melawan Raido. Ketiganya dikalahkan Raido dalam satu kali pukulan petir yang menggelegar.


Nagato menggigit bibir bawahnya. Melihat adik sepupunya yang menangis untuknya tentu dia berusaha untuk tetap berharap. Tetapi tubuh dan pikirannya berjalan tidak searah. Bahkan Shirayuki yang lebih kuat dari mereka sudah mencapai batasnya.


Aura Roh Dewa Kematian, Shinigami juga menghilang secara perlahan. Nagato hanya memaksakan tubuhnya untuk berlari sebisanya.


“Kalian bertiga harus tetap hidup! Ibu akan melindungi kalian!” Shirayuki tersenyum berusaha memberikan harapan dan semangat walau sekecil apapun pada Nagato, Iris dan Litha.


Nagato dan Litha tersentuh. Mereka berdua merasakan kehangatan yang terpancar di senyum Shirayuki. Baik Nagato maupun Litha mengingat saat-saat terakhir ibu mereka kedua tersenyum pada keduanya. Tanpa sadar Nagato dan Litha ingin melindungi Shirayuki yang sudah mereka anggap sebagai seorang ibu kedua dalam hidup mereka.


Shirayuki melihat pendekar muda berjatuhan satu demi satu. Tidak heran jika Nagato, Iris dan Litha terpukul mentalnya. Sekuat apapun ketiganya, mereka bertiga hanyalah anak muda berumur dua belas tahun.


‘Ibu, sepertinya kau telah membulatkan tekad... aku tidak bisa menghentikan tekadmu itu...’ Shirayuki menjerit dalam hatinya melihat perjuangan Emi. Dia tidak bisa menghentikan tekad Emi. Permintaan Emi yang terakhir padanya juga ingin dia kabulkan. Memimpin Klan Fuyumi dan menuntun Kekaisaran Kai yang baru ke arah yang lebih baik juga akan menjadi tugas dan kewajiban yang harus dia lakukan.


Malam yang panjang awal dari pembantaian sepihak baru saja dimulai. Ignist dengan sekujur tubuhnya yang dilapisi kulit Naga Merah mulai menghabisi ratusan orang yang menghadangnya.


___


Hai, Crazy Up akhir bulan sekalian tamatin.

__ADS_1


Siap-siap endingnya akan ngegantung. Aku rasa bakal banyak yang kecewa, haha pesimis amat. Buat kalian yang masih tetap ngikut dan kasih dukungan dari vote, like dan komentar yang positif. Aku bakal kasih kejutan di Sekuel kedua dengan judul Kagutsuchi Nagato : Revenge. Dengan penulisan yang berbeda.


Tambahan penjelasan Air Suci Tipe Elemen kalau mengalami pembangkitan itu kaya Buat Iblis Tipe Logia di One Piece. Di potong kepalanya gak mati, di tembak pake senapan perutnya cuma berlubang (Pulau Banaro Portgas D. Ace vs Bajak Laut Kurohige) kelemaha Logia adalah HAKI. Kalau di Nagato Tenkai sama pembangkitan aura. Dan Raido Air Sucinya udah ngalami pembangkitan.


__ADS_2