Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 288 — Kriminal Keji Yang Baik Hati II


__ADS_3

Matahari bersinar dengan redup seakan menandakan kesedihan dan duka. Dari ribuan orang yang berasal dari Kekaisaran Kai, hanya ratusan saja yang terselamatkan.


Kekacauan besar ini akan menjadi titik balik dimana Benua Ezzo akan diterangi sang fajar yang akan kembali. Namun tidak ada yang tertawa dan tersenyum, saat sekelompok orang yang datang dari dunia luar menggunakan Paus Terbang memasak makanan dan memberikannya pada semua orang dari Kekaisaran Kai. Hanya ada air mata yang menetes membasahi wajah mereka.


Tidak ada yang percaya jika ada Paus Terbang yang memiliki ukuran besar dengan bangunan kuno di atas punggungnya. Bahkan pohon dan bunga-bunga tumbuh dengan subur di atas sana.


Saat semua orang mulai berusaha memulihkan diri. Satu perempuan berparas cantik menangis memegang tubuh dingin gadis manis yang telah dinyatakan meninggal. Sementara anak dari perempuan tersebut merasakan syok yang luar biasa.


“Iris, apa kamu benar-benar tidak melihat Nagato?” Shirayuki bertanya pada anak kesayangannya yang menatap langit dengan tatapan kosong.


“Nagato...” Tampak Iris tidak bisa mengingat apapun tentang Nagato. Nama itu sudah terasa asing baginya saat dirinya kehilangan ingatan. Senjata Kuno yang membuatnya hilang ingatan telah mengunci ingatannya tentang kenangan indahnya bersama Nagato. Kini Iris tidak mengingat apapun tentang sosok Kagutsuchi Nagato. Pemuda yang memiliki perasaan padanya, begitu juga dengan dirinya yang memiliki perasaan yang sama pada pemuda itu. Tetapi saat ini ingatan tentang Kagutsuchi Nagato telah tersegel dan menghilang dari ingatan Iris.


Shirayuki tidak bertanya lebih jauh karena mengira Iris sedang begitu syok. Saat ini Shirayuki memegang tangan Litha, begitu juga dengan Iris yang memegang tangan Litha yang satunya.


“Tadi aku mendengar kau mengatakan Nagato. Apa kau mengetahui keberadaannya?” Ophys menatap Shirayuki dan bertanya.


“Aku tidak mengetahuinya...” Shirayuki tidak bisa berkata banyak. Setelah Ophys menjelaskan tentang kondisi Litha, tentu banyak orang yang merasa bersalah atas kematian gadis manis tersebut.


Litha memaksakan kondisi dan kekuatannya untuk membantu Shirayuki dan yang lainnya, berulang kali dia menyelamatkan nyawa Nagato dan Iris. Begitu juga dengan pendekar muda lainnya.


“Ophys-Sama. Apa kita akan menetap disini?” Yama Rin bertanya pada Ophys yang sedang memeriksa kondisi Iris.


“Rin-Chan. Kita akan menetap disini sampai mereka semua pulih. Lakukan sesukamu untuk mengobati mereka.” Ophys menjawab sambil memejamkan matanya setelah mengetahui alasan kenapa Iris terlihat begitu syok dan seperti orang yang kehilangan ingatannya.


“Perempuan cantik berambut putih. Anakmu ini kehilangan ingatan. Dia tidak dapat mengingat sosok orang bernama Nagato. Menurutku dia terkena salah satu dari kekuatan Senjata Kuno yang dapat menghapus ingatan. Kemungkinan terbesar Nagato ini juga telah mati...” Ophys menatap Shirayuki yang terkejut mendengarnya.


Tidak ada kata yang keluar dari mulut Shirayuki. Selain kesedihan dan penyesalan karena tidak dapat melindungi Nagato, Iris dan Litha.


“Tapi kemungkinan besar Nagato itu masih hidup. Aku sendiri tidak dapat memastikannya.” Ophys berdiri dan berjalan menuju tempat Melody.

__ADS_1


Hawk dan Matsuri yang mendengar perbincangan Shirayuki dan Ophys berdiri kaku. Mereka berdua tidak menyangka tidak dapat menyelamatkan anak dari guru mereka.


Pertempuran ini berakhir dengan duka. Tidak hanya pihak Kekaisaran Kai saja, tetapi Kekaisaran Rakuza dan Kekaisaran Kinai juga merasakan dampak akibatnya.


Hampir seluruh klan kubu barat telah musnah dalam pertempuran ini. Mereka ingin menebus kesalahan mereka karena tidak mempercayai sosok pangeran yang sesungguhnya. Nyawa dan jiwa raga telah dipertaruhkan untuk menebus kesalahan mereka pada Kagutsuchi Pandu.


Semua orang berduka karena dari mereka telah kehilangan seorang teman seperguruan, keluarga, guru bahkan pemimpin klan mereka.


Beberapa pendekar yang telah mendapatkan perawatan langsung di bawah arahan Yama Rin dan Melody mulai sembuh bisa berjalan atau mulai dapat bergerak. Bahkan kemampuan penyembuhan dari Yin Lingling menggunakan api dari Phoenix Merah sangat membantu proses penyembuhan.


Pendekar yang telah sembuh segera memisahkan jasad yang bertebaran di seluruh penjuru Ibukota Daifuzen. Namida dan Mio yang telah dapat bergerak berusaha tetap tegar dan menghela napas panjang karena tidak sedikit korban pertempuran ini adalah anak-anak yang usianya masih dua belas sampai dua puluh tahun. Generasi muda banyak yang telah meninggal.


Kabar kematian Litha dan tidak ditemukannya jasad Nagato menyebar dengan cepat. Tentu semua orang mengetahui kedua anak muda itu. Sungguh sangat disayangkan karena banyak orang yang berharap keduanya akan menjadi pilar Kekaisaran Kai di masa depan nanti.


Berita tentang Hanabi yang memiliki luka dalam dan hanya hidup hingga berumur enam belas sampai tujuh belas tahun belum tersebar. Yang mengetahui hal tersebut hanya Hana dan Matsuri. Mereka berdua menghargai keputusan Hanabi.


Suara isak tangis menggema di segala penjuru Ibukota Daifuzen ketika mengetahui orang yang meninggal adalah ayah, ibu, teman, kakak seperguruan, adik seperguruan ataupun seorang kenalan mereka. Semua orang tidak dapat membendung kesedihan masing-masing.


Sachie mengambil alih kepemimpinan sementara. Setelah dua hari berlalu, semua orang yang bersembunyi di Desa Ame masih belum kembali karena Sachie belum memberi kabar pada mereka. Tetapi ketika banyak pedagang yang hendak berkunjung ke Ibukota Daifuzen semua begitu terkejut melihat kota megah yang telah hancur.


Pedagang itu terkejut melihat Ibukota Daifuzen yang telah berdiri lebih dari seribu tahun itu sekarang menjadi tempat pemakaman. Namun semua prajurit militer Kekaisaran Kai dan pendekar yang masih ada di Ibukota Daifuzen tidak kalah terkejutnya ketika mengetahui Kota Mikazuchi juga telah menjadi lautan api.


Tidak hanya Kota Mikazuchi saja, tetapi seluruh kota yang tersebar di Provinsi Barat benar-benar menjadi reruntuhan. Kabar tersebut membuat Sachie sadar jika Kekaisaran Kai benar-benar telah berada di ujung tanduk.


Banyak pendekar yang masih memulihkan tenaganya. Ophys menuruti permintaan Shirayuki untuk membekukan tubuh Litha, Emi, pendekar dari Klan Fuyumi beserta mantan pengikut Kagutsuchi Pandu.


Setelah melihat kemampuan Ophys, tentu saja banyak orang yang meminta bantuan untuk membekukan mayat kerabat mereka karena banyak pendekar yang ingin memakamkan jenazah kerabatnya di kediaman klan masing-masing.


Ophys menjelaskan pada Sachie jika mulai hari ini Kekaisaran Kai akan di bawah perlindungannya. Banyak yang terkejut, tidak sedikit juga yang mengetahui identitas Ophys karena nama itu sangat tenar di dunia luar.

__ADS_1


Saat disinggung soal Surat Kabar Burung Gagak yang tidak pernah menerbitkan koran atau berita terbaru dari dunia luar. Ophys terlihat tersenyum kecut. Sudah lima tahun Surat Kabar Burung Gagak tidak ada kabar, bahkan seluruh pekerjanya juga telah undur diri satu demi satu karena sosok pemimpin yang misterius tiba-tiba menghilang.


Melody yang melihat Ophys tampak murung langsung berbicara pada orang-orang yang bertanya pada sosok perempuan berparas cantik itu.


“Pemimpin dari Surat Kabar Burung Gagak dikabarkan meninggal ketika dalam perjalanan menuju Benua Ezzo. Kalian pasti pernah mendengar laut selatan. Disana terdapat monster laut yang akan menenggelamkan kapal-kapal yang melewati laut selatan. Semoga saja kabar burung itu tidak sungguhan...” Melody sendiri tidak yakin jika pemimpin dari Surat Kabar Burung Gagak telah meninggal. Tetapi perkataannya tentang monster laut selatan benar apa adanya.


“Kita semua ini hanyalah titik-titik kecil yang ada di dunia ini. Kedatangan kami kesini juga karena ingin mencari Paus Terbang yang lainnya. Kami menjelajahi dunia hanya untuk mengejar impian bodoh yang selalu ditertawakan oleh para pecundang yang memilih diam dan hanya sebagai penikmat.” Melody menatap Masayu yang melebar matanya. Dia bisa mengetahui jika gadis muda tersebut terlihat tertarik ikut bersama Ophys dan yang lainnya.


Melody sendiri mengetahui Ophys nampak murung ketika disinggung tentang sosok pemimpin Surat Kabar Burung Gagak. Karena kelompok Ophys terdiri tiga divisi. Divisi pertama dipimpin oleh Melody yang menjabat sebagai Kapten Divisi Satu. Sedangkan divisi dua dipimpin oleh Fubuki dan divisi tiga dipimpin oleh pemimpin dari Surat Kabar Burung Gagak.


Yin Lingling, Crystal, Megurin, Yama Rin, Miko adalah anggota dari bagian divisi satu yang dipimpin oleh Melody.


Walau Melody tidak akan segan membunuh siapapun orang yang menghina teman atau orang yang dia kagumi. Melody adalah orang yang memiliki sifat yang setia kepada Ophys. Selain menjadi penasehat perempuan yang memiliki julukan Ratu Iblis itu. Melody juga memiliki keahlian bertarung yang luar biasa dan tidak bisa diremehkan.


Semua orang hanya bisa takjub dengan penjelasan Melody. Diantara ratusan orang yang menatap Melody dan Ophys penuh kekaguman, hanya satu yang menunjukkan semangat membara hingga pada akhirnya gadis muda itu menghampiri sang ibu untuk mengatakan sesuatu yang mengejutkan. Tentang tekad dan impian besarnya.


___


Sementara itu di Desa Ame, terlihat Shugo dan Haru terkejut karena Hiragi menitipkan Yuki yang lumpuh pada mereka berdua.


“Paman. Aku menitipkan ibuku pada kalian untuk sementara sampai kalian bertemu dengan Nenek Emi.” Hiragi bersujud pada Shugo dan Haru.


“Tuan Muda Hiragi, angkat kepala anda. Kami akan mengantarkan Nona Yuki ke kediaman Klan Fuyumi...” Shugo berjongkok dan hendak menyuruh Hiragi berdiri. “Tuan Muda Hiragi, apa yang akan anda lakukan sekarang?”


Hiragi masih bersujud. “Terimakasih paman...” Air mata membasahi wajah Hiragi bersamaan dengan hujan yang selalu turun di Desa Ame.


Hiragi berdiri dan mencium kedua telapak tangan Yuki. “Aku akan pergi untuk menemui seseorang yang dapat memberikanku kekuatan. Aku akan membunuh orang bernama Hizen dan Satra dengan tanganku sendiri!”


Setelah berkata demikian, Hiragi langsung berlari dengan kecepatan tinggi mencari keberadaan Gore.

__ADS_1


Akhirnya dia mulai bergerak.


___


__ADS_2