Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
The Dawn 30 : Sonjo vs Wang Zhi


__ADS_3

“Panda Punch!”


“Neko Punch!”


Panda dan Nekoya membukakan jalan dengan menerjang puluhan Manusia Hewan Buas, sementara itu Laura mengikuti rute yang diberikan Kashima untuk membebaskan para tahanan.


“Nagato, masalah Manusia Hewan Buas dan para pengguna Air Suci Buatan serahkan saja kepada kami. Kalian semuanya hanya perlu fokus mengalahkan petinggi kelompok ini!” Panda mengacungkan jari jempolnya kepada Nagato yang sedang menarik Pedang Kusanagi dan menebaskannya penuh tenaga.


Nagato hanya tersenyum tipis dan mempercepat langkah kakinya menuju tempat Gore berada. Wajahnya terlihat tetap dingin, tetapi dalam hatinya Nagato dipenuhi kemarahan yang berapi-api.


“Jangan sampai mati, aku tidak mengizinkan kalian semua mati disini mati!” Perkataan Nagato membuat Panda, Nekoya, Hayabusa, Kashima, Sonjo dan Laura tersenyum. Sementara Chibi bisa merasakan bagaimana emosi Nagato, Kucing Manis ini yang paling mengetahui bagaimana emosi Nagato yang tidak stabil.


“Baiklah, Naniki. Aku tidak akan dikalahkan dengan mudah apalagi berakhir dengan kematian!” Telinga Nekoya bergoyang, segera manusia kucing itu menghalangi jalan Manusia Hewan Buas yang berniat mengejar Nagato dan yang lainnya.


“Aye-aye!” Panda terlihat begitu bersemangat dan menggila memberikan segenap pukulan terbaiknya pada setiap lawan yang berniat menghentikan langkah kaki Nagato.


Pintu masuk markas utama Sekte Pemuja Iblis benar-benar dipenuhi kekacauan, terlebih di markas yang berpusat di Lembah Rafinha ini banyak eksperimen gila yang dilakukan Gore.


____


“Chibi, jaga Laura. Dan ikuti petunjuk Shinden.” Ucap Nagato sambil menatap Laura dan Chibi, kemudian dia menatap Hayabusa dan Sonjo yang mengerti tugas mereka.


Setelah Laura dan Chibi pergi menuju tempat Kashima, Nagato dan Hayabusa segera bergerak dengan kecepatan tinggi menuju tempat Hiragi yang sedang dikelilingi Gore, Brusca dan Reptile. Sementara Sonjo sudah berlari cepat menuju tempat Kashima yang dikejar oleh Wang Zhi.


Pertempuran awal di Lembah Rafinha baru saja dimulai saat, Sonjo mendaratkan pedang hitamnya pada Wang Zhi. Dua senjata tajam yang saling berbenturan ini menimbulkan gelombang kejut karena gesekan aura yang mencekam.


“Pedang Muramasa? Bukankah ini milik...” Wang Zhi tersentak kaget, dan belum sempat menyelesaikan perkataannya, Sonjo sudah menyerangnya dengan agresif.

__ADS_1


Sonjo mengayunkan pedangnya dengan tangan kiri secara agresif, sementara Wang Zhi menahannya dengan pisau kecil ditangannya.


“Siapa kau?! Kau memiliki bentuk wajah yang mirip dengan orang Benua Ezzo ini. Tetapi aku rasa kau bukan berasal dari benua ini bukan?” Wang Zhi melemparkan pertanyaan bersamaan dengan dua pisau yang menancap ditanah yang dipijak Sonjo.


Sonjo mengangkat alisnya karena tertancapnya dua pisau yang dilemparkan Wang Zhi menyebabkan ledakan kejutan, beruntung Sonjo menghindar dengan cepat jika tidak maka kedua kakinya akan menjadi korban ledakan tersebut.


“Memang hebat salah satu dari empat raja iblis. Kau tadi aku bertanya berasa darimana bukan?” Sonjo mengibaskan pedangnya dan tersenyum penuh percaya diri, “Aku adalah Sonjo si ksatria pahlawan pedang. Aku memiliki teman seorang Naga Hitam Putih dan aku juga menjabat sebagai tangan kanan sang pahlawan.”


“Mungkin aku yang salah mengira jika kau anak dari pemimpin organisasi misterius itu. Tetapi kau tidak lebih dari pemuda berotak gila.” Ini adalah hal yang wajar karena bagaimanapun jalan pikiran Sonjo sulit ditebak.


Tanpa bertanya apapun lagi, Wang Zhi memejamkan matanya dan melepaskan hawa membunuh berjumlah besar kepada Sonjo. Sementara kedua tangannya kembali melemparkan puluhan pisau aura hitam pekat yang mengarah langsung pada Sonjo.


“Seorang kunoichi itu sangat langka. Dia akan memiliki harga mahal jika dijual ke pelelangan budak. Jangan halangi jalanku, bocah gila!” Wang Zhi menatap tajam Kashima yang sudah menjauh darinya dan pergi bersama Laura menuju suatu tempat.


Sonjo tersenyum menyeringai, “Langkahi dulu mayatku. Buktikan padaku jika kau adalah anggota Tujuh Dosa Besar Mematikan, raja iblis pisau!”


Dari pertukaran serangan yang terjadi, Sonjo selalu mendapatkan luka sayatan ataupun tusukan dari Wang Zhi, sementara Wang Zhi sendiri belum mendapatkan luka dari Sonjo.


“Di dunia ini hanya ada empat orang yang aku ketahui tidak dapat mati walau dipotong kepala ataupun tubuhnya sekalipun. Apa kau tahu siapa mereka?” Wang Zhi berkata sambil melepaskan aura pembunuh yang membuat Sonjo tidak dapat bergerak.


“Gore, Brusca, Reptile dan tentunya aku sendiri. Itulah nama empat orang yang kumaksud.” Wang Zhi memanipulasi aura tubuhnya membuat tubuhnya menjadi besi.


Sonjo yang melihat itu segera melepaskan hawa membunuh, tetapi terlambat karena Wang Zhi lebih dulu bereaksi dan bergerak menyerangnya.


Pedang hitam Sonjo menangkis tusukan tangan Wang Zhi, tetapi tangkisannya sedikit meleset namun berakibat fatal karena perutnya tertusuk tusukan tangan Wang Zhi yang sekuat besi.


Sonjo mundur secepat mungkin, dia menyadari betapa cerobohnya dirinya dalam pertarungan kali ini tetapi dia sendiri kebingungan karena setiap ayunan pedangnya terasa berbeda dari biasanya.

__ADS_1


Sambil mengayunkan pedangnya ke arah angin, Sonjo bergumam sendiri tanpa mempedulikan lukanya, “Kenapa aku tidak mahir menggunakan sobatku ini? Bukankah kau adalah ksatria pahlawan pedang, Sonjo!”


Wang Zhi mendecakkan lidahnya, “Sejak awal aku mengira kau mahir menggunakan pedang, tetapi dengan pedang ditangan kirimu itu, kau hanyalah orang yang lemah dimataku!”


Mata Sonjo melebar mendengar perkataan Wang Zhi. Melihat ekspresi Sonjo yang demikian, Wang Zhi menyeringai dan berpikir jika Sonjo ketakutan atau merasa terintimidasi dengan perkataannya.


“Benar juga, kenapa tangan kiriku memegang pedang?” Tangan kanan Sonjo mengambil alih pedang hitam kesayangannya, “Aku mahir bertarung menggunakan pedang saat pedangku ini berada dalam genggaman tangan kananku!”


“Mau itu tangan kiri atau tangan kananmu semuanya akan sama saja. Alasanmu itu tidak berpengaruh padaku!” Wang Zhi mengambil dua pisau berwarna emas dan bergerak cepat menyerang Sonjo.


Saat dua pisau emas Wang Zhi dan pedang hitam Sonjo bersentuhan, barulah Wang Zhi merasakan perbedaan. Terlebih saat Sonjo mulai mengayunkan pedangnya dengan lincah, dia menyadari jika Sonjo benar-benar menekan setiap pergerakannya.


Hanya dalam tiga puluh pertukaran serangan yang dahsyat, Sonjo mendaratkan dua tebasan menyilang didada Wang Zhi.


Wang Zhi memegang dadanya dan menatap tajam Sonjo yang menebaskan pedangnya dengan penuh tenaga mengincar lehernya.


‘Bocah ini!’ Wang Zhi melempar cincin yang ada dijari manisnya ke arah mayat seorang pria yang tergeletak. Kemudian membentuk seribu pisau aura yang berterbangan di udara.


Setelah cincin itu terjatuh, kepala Wang Zhi ikut terjatuh karena terpotong terkena tebasan pedang tajam Sonjo.


“Aku tidak menyangka raja iblis pisau ini mudah sekali dikalahkan...” Sonjo mengibaskan pedangnya kemudian menyarungkannya secara perlahan, “Sepertinya aku yang terlalu berlebihan menganggap kelompok ini begitu kuat-”


Mata Sonjo melebar dan mulutnya terbuka lebar tidak menyelesaikan perkataannya karena seluruh tubuhnya dihujani seribu pisau aura.


“Apa?” Sonjo terkejut saat melihat mayat pria yang tergeletak berdiri.


“Jangan sombong bocah! Hal yang kau lakukan, tidak kalian lakukan bersama-sama telah membuat kalian berurusan dengan kami! Hanya orang bodoh yang tidak menyadari batas kemampuannya!” Pria itu tersenyum menyeringai dan mengambil dua pisau emas yang dipegang tangan Wang Zhi.

__ADS_1


__ADS_2