
Kembali saat berakhirnya Organisasi Shin Jidai. Saat-saat sebelum kedatangan pemimpin Organisasi Brahmastra yang bernama Bisma dan pemimpin Organisasi Revolusioner bernama Muramasa Honjo. Bahkan jauh sebelum kedatangan Ophys bersama anggota divisi satu dari kelompoknya ke Benua Ezzo.
Dua belas tahun lalu saat Hiryuu mempelajari tentang apa saja yang tersembunyi di dunia. Setelah mengetahui kebenaran itu, Hiryuu hanya tertawa. Dua belas tahun setelahnya, Hiryuu memutuskan untuk membubarkan Organisasi Shin Jidai untuk membuat era baru.
Sebuah era dimana semua orang pergi berpetualang mencari makna kebebasan. Kejadian di Pulau Vanovanonia, Kekaisaran Bahamut, Benua Barat yang menggemparkan dunia. Dari empat puluh empat anggota Organisasi Shin Jidai, empat puluh diantaranya mencoba menghentikan tindakan Hiryuu yang berniat membubarkan Organisasi Shin Jidai ataupun mengorbankan nyawanya demi era baru.
Berita tentang Hiryuu yang mengetahui rahasia menuju Tanah Para Dewa belum tersebar. Tetapi lambat laun berita itu menyebar dengan cepat. Hiryuu memiliki alasan tersendiri kenapa ingin menghancurkan Pulau Vanovanonia. Dahulu Pulau Vanovanonia adalah sebuah perkampungan dimana pulau tersebut lebih dikenal dengan Pulau Kitsune. Kampung halamannya.
Dua belas tahun lalu, Hiryuu bersama semua rekannya yang saat itu berjumlah empat puluh lima berhasil mempelajari segalanya. Saat Hiryuu mengetahui kebenarannya dia hanya tertawa dan berkata “Ternyata semua akan mendapatkan karma”.
Tujuh belas tahun dia mencoba mengarungi lautan, terbang melintasi awan demi mencari sebuah rahasia dan kunci menuju Eden. Tujuh belas tahun yang lalu juga, Hiryuu datang ke Benua Ezzo dan berkunjung ke Kediaman Klan Kagutsuchi.
Hiryuu mengumpulkan puluhan orang dari tanah yang terjajah. Sama seperti dirinya, rekan-rekannya memiliki alasan yang kuat untuk mencari kesetaraan. Dimana suatu saat nanti, mereka semua percaya jika semua makhluk yang ada di dunia ini berada di langit yang sama dengan sinar matahari yang sama tanpa membeda-bedakan.
Selama dua belas tahun sebelum Hiryuu memutuskan untuk membubarkan Organisasi Shin Jidai. Ratusan pertarungan telah dia lakukan bersama rekan-rekannya. Melawan pasukan militer Kekaisaran Bahamut, ataupun negara adidaya lainnya. Pertempuran besar yang dilakukan Hiryuu membuat sejarah mengingat namanya. Dari mengalahkan Kagutsuchi Mugen bersama anggotanya dan melawan legenda hidup Pahlawan dari Organisasi Hero.
Ribuan bahkan jutaan nyawa dia selamatkan. Di sebuah pulau yang bernama Pulau Kirara, dia membuat sebuah perkampungan yang sekarang semakin membesar hingga menjadi sebuah negeri.
Semua orang dari belahan dunia, dimana mereka berasal dari tanah yang terjajah dia selamatkan dan bebaskan. Untuk alasan itulah, Hiryuu bersama rekan-rekannya ditandai oleh Aliansi Bangsa-Bangsa sebagai penjahat kriminal paling berbahaya.
Hingga akhirnya berita tentang pertempuran sengit antara empat puluh rekan dari Hiryuu melawan Hero dan Pasukan Penegak Perdamaian tersebar. Hancurnya Pulau Vanovanonia dan ditangkapnya Hiryuu tersebar dengan cepat. Namun saat itu empat puluh empat anggota Hiryuu tidak menyelamatkan sang pemimpin mereka. Mereka semua tidak bisa meneteskan air mata atau menghentikan tekad dari sang pemimpin yang mereka banggakan.
Sementara itu Hiryuu sendiri sebagai pemimpin dari Organisasi Shin Jidai akan dieksekusi publik di Pulau Heya, Markas Besar Organisasi Hero. Hiryuu memilih untuk membuka era baru dengan kematiannya, karena penyakit jantung yang membuat dirinya tidak memiliki waktu yang cukup lama untuk menikmati hidupnya. Saat itu juga Hiryuu menyadari jika ini adalah saatnya dia menyulut api yang memadam agar ribuan bahkan jutaan orang yang hidup di tanah terjajah tidak kehilangan harapannya.
__ADS_1
Hiryuu mengerti. Saat ini dia berpacu dengan waktu. Dia berpacu dengan waktu kematiannya yang semakin mendekat. Bahkan beberapa hari sebelum proses eksekusinya di Pulau Heya, dia dijaga ketat oleh seluruh anggota Pahlawan ataupun Pasukan Penegak Perdamaian.
Mengingat ada Lima Penguasa yang mengambil tindakan untuk menghentikan kematian Hiryuu. Diantaranya seperti Organisasi Disaster dan salah satu anggota Kagutsuchi Mugen yang bernama Tarot. Belum lagi seluruh kelompok penjahat yang berniat menanyakan kebenarannya tentang Eden kepada Hiryuu.
Bersamaan dengan akan dilakukan proses eksekusi yang tersisa beberapa hari lagi. Dunia terasa begitu sangat tenang karena semua orang berharap tidak ada kekacauan yang lebih besar. Pertempuran antara Organisasi Brahmastra yang menghadang Organisasi Disaster benar-benar telah membuat kekacauan.
Bisma adalah orang ketiga yang Hiryuu kunjungi sebelum kematiannya. Tentu dia mengerti maksud dari Hiryuu sehingga pria yang memiliki kekuatan aura yang mengerikan itu memilih menghadang dan bertarung melawan pria dengan kekuatan bencana paling mematikan.
Pertempuran Organisasi Brahmastra melawan Organisasi Disaster terjadi di Pulau Lima. Sebuah pulau yang dekat dengan Negeri Jaya atau bisa juga disebut sebagai pintu masuk menuju Negeri Jaya.
Pertempuran itu berlangsung selama dua hari dan membuat Pulau Lima hancur sepenuhnya. Kazan akhirnya memilih mundur setelah melakukan gencatan senjata selama dua hari. Peristiwa itu dikenal dengan Pertempuran Lima. Tidak ada yang menang, dan tidak ada yang kalah. Kazan memilih mundur karena dia sadar tidak ada untungnya melanjutkan pertempuran melawan Bisma dan anggotanya. Kekuatan Bisma benar-benar diluar bayangan semua orang. Tanpa Air Suci, Bisma memiliki kekuatan aura yang mampu membuat Kazan lebih memilih mundur daripada melanjutkan pertarungan.
Di sisi lain, sosok Tarot juga melawan dua Pahlawan Bintang Lima. Pertarungan Tarot tidak berlangsung lama karena Tarot dapat dikalahkan oleh dua Pahlawan Bintang Lima.
Kebenaran tentang Eden sangat jauh dari yang dibayangkan semua orang. Harta? Kekayaan? Kekuatan? Semua itu masih jauh dari apa yang ada di angan-angan semua orang.
Proses eksekusi Hiryuu berlangsung dengan tenang. Kata-kata terakhir yang dia ucapkan justru membuat semua orang tercengang. Ketika api memadam menjelang kematiannya, justru api semakin membara karena dia menginspirasi semua orang yang lemah dan kehilangan harapannya dengan perkataannya.
Setelah kematian Hiryuu. Beberapa pihak yang memiliki wewenang di Aliansi Bangsa-Bangsa berniat membakar mayat Hiryuu. Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi. Seluruh anggota Organisasi Brahmastra dan Organisasi Shin Jidai yang tersisa datang ke Pulau Heya berniat mengambil mayat Hiryuu yang sedang dipertontonkan melalui Tablet Video ke penjuru dunia.
Bisma datang menggunakan Singa Terbang yang memiliki sayap api. Sementara itu Organisasi Shin Jidai datang bersama Bisma menggunakan Singa Terbang.
Dua Panglima Empat Penjuru Kekaisaran Bahamut juga hadir di Pulau Heya. Bahkan Tetua Bahamut sendiri merasa menyesal karena memberikan kesempatan pada Hiryuu untuk berbicara sebelum kematiannya.
__ADS_1
Ambisi Tetua Bahamut yang tidak ingin ada orang yang berani menantang bendera kebesaran mereka ataupun bendera Aliansi Bangsa-Bangsa memberikan perintah pada seluruh anggota Organisasi Hero dan Pasukan Penegak Perdamaian untuk melakukan gencatan senjata melawan Organisasi Brahmastra dan mantan anggota Organisasi Shin Jidai.
Perang itu tidak berlangsung lama, karena salah satu dari sepuluh orang yang dijuluki Master Aura menyetujui permintaan Bisma dan Dante.
Master Aura adalah sebutan untuk orang yang memiliki kekuatan aura begitu besar. Mereka bisa mengontrol dan meningkatkan kemampuan aura mereka menjadi kekuatan yang mengerikan. Kekuatan Master Aura bahkan setara bahkan melebihi pengguna Air Suci yang telah membangkitkan kekuatannya. Bisma adalah salah satu dari sepuluh Master Aura di dunia ini.
Sang legenda hidup, Hiryuu, dimakamkan di Pulau Aksara markas dari Organisasi Brahmastra. Banyak orang yang hadir dalam proses pemakaman tersebut, termasuk Muramasa Honjo, pemimpin dari Organisasi Revolusioner.
Kematian Hiryuu inilah yang membuat Bisma memilih pergi ke Benua Ezzo setelah meninggalkan anggotanya di sebuah Pulau Kura-Kura Raksasa yang berenang mengarungi lautan.
Dengan menggunakan Singa Terbang, Bisma terbang melintasi awan menuju Benua Ezzo hingga terdampar di Wilayah Me karena Singa Terbang, rekan perjalanannya terluka dalam perjalanan.
Sementara itu Muramasa Honjo mengumpulkan anggota Organisasi Revolusioner dan berlayar menuju Benua Ezzo untuk memastikan Terusan Fajar yang telah bisa dilewati. Proyek yang membuat jutaan nyawa melayang itu membuat Honjo merekrut banyak anggota dari negeri terjajah di sekitar Terusan Fajar.
Sedangkan rekan-rekan Hiryuu yang tersisa memilih kembali ke kampung halaman masing-masing, diantaranya ada yang memilih menikmati hidup dengan menjelajahi dunia, dan ada yang menghabiskan sisa waktunya bersama keluarga.
Dunia berdengung atas kematian Hiryuu. Empat Pewaris Kekuatan Surgawi yang tersebar di seluruh belahan dunia meneteskan air mata mereka tanpa sadar. Keempat orang itu dapat melihat jalan di langit yang terbentuk dari jutaan bintang-bintang.
Era baru ini kelak akan melahirkan seseorang yang akan memimpin era yang belum pernah ada sebelumnya. Jiwa para pemimpi yang berpetualang mengejar impian masing-masing menemukan satu demi satu misteri. Menguak kebenaran yang tidak bisa dibayangkan semua orang. Membungkam hinaan dan cacian dari semua orang dengan tindakan yang nyata.
Nama mereka akan dikenal di seluruh belahan dunia. Mereka adalah kelompok yang didalamnya memiliki anggota dari berbagai ras makhluk hidup. Kelompok itu namanya kelak akan dikenal dengan sebutan The Dawn ketika mereka berhasil membunuh salah satu petinggi Organisasi Disaster dan membunuh Bangsawan Kekaisaran Bahamut, membuat seluruh Benua Ezzo bersatu dan mengusir titik permasalahan di Pulau Majin, Kerajaan Sihir Azbec.
Jauh sebelum era baru itu bergerak. Tirai kisah baru detik-detik sebelum kematian Hiryuu baru saja dibuka. Kisah dari sang legenda. Hiryuu.
__ADS_1