Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 197 - Misuzawa Hanabi vs Jaisetsu Kadowaki


__ADS_3

Yuri menebaskan pedangnya menciptakan pusaran angin berwarna hijau muda dari tebasan pedangnya, sedangkan Reina menebasakan pedangnya yang dilapisi air dan mengubah tebasan air tersebut menjadi burung elang.


Benturan kedua teknik pedang Yuri dan Reina membuat tengah lapangan Arena Lingkaran Harimau menjadi tertutup debu.


Teknik pedang Reina membuat pusaran angin berwarna hijau muda milik Yuri terlempar ke atas udara dan membuat ledakan kembali, cipratan air dari serangan Reina mengenai penonton yang ada di tribun tengah.


Di dalam kepulan debu yang mengganggu jarak pandang terjadi pertarungan sengit, Yuri dan Reina kembali bertukar serangan tepat setelah keduanya melepaskan teknik pedang mereka.


Tebasan pedang Reina yang dilapisi air padat berbenturan dengan pedang Yuri yang dilapisi aura tubuhnya berwarna hijau muda. Tebasan keduanya sangat dalam, ayunan pedang Reina sedikit berubah ketika melihat Yuri menunjukkan celah untuk menyerang.


Tebasan pedang Yuri membuat pedang milik Reina terlepas dari genggamannya, sedangkan Reina menggunakan kesempatan itu untuk menendang perut Yuri.


Penonton terkejut ketika melihat sesuatu yang keluar dari kepulan debu di tengah lapangan Arena Lingkaran Harimau. Pertama pedang milik Reina terlihat keluar dari kepulan debu yang ada di tengah lapangan Arena Lingkaran Harimau, selang beberapa menit kemudian Yuri keluar dari kepulan debu dan terpental ke belakang.


Penonton penasaran dengan pertarungan yang terjadi di tengah lapangan Arena Lingkaran Harimau yang tertutup oleh debu tersebut. Tidak berapa lama terlihat Reina keluar dari kepulan debu untuk mengambil pedangnya.


Setelah itu Reina menebaskan pedangnya dari jauh mengarahkannya ke arah kepulan debu yang menganggu jarak pandangannya, di sisi lain Yuri juga melakukan hal yang sama.


Benturan teknik kedua pedang membuat kumpulan debu menghilang di tengah lapangan. Yuri dan Reina sama-sama sedang mengatur napas mereka, kumpulan debu juga membuat mereka sulit untuk mengolah pernapasan.


"Dia mampu mengikuti pergerakanku, sudah kuduga pemula tahun ini sangat berbeda dengan tahun lalu. Reina Reikho, dia sangat mahir dalam seni berpedang maupun pertarungan tangan kosong." Yuri membatin lirih dalam hatinya memuji sosok lawannya tersebut.


Kali ini serangan dimulai dari Reina yang mengayunkan pedangnya dengan cukup agresif, tebasannya mampu membuat lengan Yuri yang mulus berdarah karena sayatan.


Reina mengayunkan pedangnya dengan berganti-ganti pola serangannya, terkadang dia menyerang dari depan dan terkadang dia bergerak dengan cepat menyerang Yuri dari samping.


Namun Yuri dapat mengimbangi kecepatan Reina dalam berpindah tempat dan mengayunkan pedangnya lebih cepat, pertarungan semakin sengit ketika Reina mampu membuat Yuri dalam posisi bertahan.


Reina mengolah pernapasan dan memusatkan aura tubuhnya pada bilah pedangnya, cahaya biru muda terlihat sangat terang di bilah pedang Reina.

__ADS_1


"Ombak Air Terjun Dari Ketinggian."


Reina melompat ke atas dan memutarkan tubuhnya di udara, sebuah ombak air keluar dari tebasan pedangnya melesat cepat ke arah Yuri.


Untuk membalas serangan tersebut, Yuri mengolah pernapasan dan memusatkan aura tubuhnya pada bilah pedangnya. Yuri mengamati putaran tubuh Reina yang terlihat seperti menari dan penuh seni.


"Tiupan Sang Angin Dalam Malam Kesendirian."


Yuri meneriakkan nama jurus pedangnya dalam hati, gadis itu bergerak menggunakan langkah angin yang cepat, setelah itu Yuri mengayunkan pedangnya ke arah Reina menciptakan sebuah tebasan angin yang mampu membelah ombak air milik teknik pedang Reina.


Penonton berdecak kagum melihat pertarungan antara Yuri melawan Reina. Permainan pedang kedua gadis tersebut sama-sama telah memukau penonton dan membuat mereka terdiam berdecak kagum, mereka berdua sangat menikmati jalannya pertarungan, baik saat terdesak maupun saat berada di posisi yang menguntungkan.


Yuri kembali menghembuskan pusaran angin dari mulutnya, setelah itu disusul dengan bola-bola angin yang berterbangan di udara dan melesat cepat ke arah Reina.


"Sepertinya aku harus mendekatinya, serangan seperti ini belum mampu membuatnya tumbang!" Yuri membatin dan memperhatikan Reina yang menghindari setiap serangannya.


Tidak berapa lama serangan yang sama juga dilancarkan oleh Reina kepada dirinya, Yuri berlari dengan cepat ke arah Reina sembari menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh Reina.


Yuri menebaskan pedangnya dengan cepat setelah dekat dengan Reina. Benturan pedang kembali terjadi ketika Reina menahan tebasan pedang Yuri.


"Inilah pembelah angin besar yang sebenarnya!" Yuri membatin lirih dalam hatinya, kemudian dia kembali mengayunkan pedangnya dari depan dan samping. Gerakan tipuan yang dilakukan oleh Yuri tidak dapat diikuti oleh Reina.


Yuri memutarkan tubuhnya sambil menebaskan pedangnya menciptakan pusaran angin, setelah itu dia menebaskan pedangnya menciptakan sebuah tebasan berwarna hijau muda yang mengarah ke arah Reina.


Mata Reina terkejut karena tubuhnya terhuyung ketika dia terlambat memusatkan aura tubuhnya pada kedua telapak kakinya, gadis dengan keringat yang membasahi setiap tubuhnya itu membatin kesal dalam hatinya, "Aku telat bereaksi! Hembusan angin ini menyeretku ke dalam pusarannya!"


Tangan Reina menangkis tebasan pedang Yuri yang berwarna hijau muda, tangkisannya berhasil tebasan pedang Yuri, namun tubuhnya kehilangan keseimbangan untuk tetap berdiri. Reina tidak menyangka sekarang tubuhnya terpental ke belakang setelah menangkis tebasan pedang Yuri.


Namun setidaknya Reina berhasil membuat dirinya tidak terseret pusaran angin milik Yuri. Kini gadis itu terjatuh ke tanah dan mencoba untuk berdiri.

__ADS_1


"Dia berhasil menghindari serangan beruntun dariku ... sungguh mengesankan." Yuri membatin dan kembali memuji lawannya tersebut.


Yuri bisa melihat jika aura tubuh Reina berkurang drastis, kini gadis itu berniat mengakhiri pertandingan dengan serangan beruntun keduanya. Sambil berlari ke arah lawannya yang telah berdiri sepenuhnya, Yuri menghembuskan puluhan bola-bola angin yang keluar dari mulutnya ke arah Reina.


Tidak berhenti sampai disitu, setelah melihat Reina dengan susah payah menghindari serangannya, kini Yuri menebaskan pedangnya dengan cepat memberi perlawanan tak terduga yang membuat Reina terpental kembali ke belakang.


Tubuh Reina sudah mendekati dinding pembatas Arena Lingkaran Harimau. Gadis itu masih berdiri tegak tetapi napasnya mulai tidak teratur, dia sadar jika staminanya masih jauh di bawah Yuri.


"Kakak Yuri memang hebat, tapi aku tidak boleh menyerah..." Reina membatin lirih dalam hatinya, dia masih mencoba memberikan perlawanan pada Yuri dengan tebasan pedangnya yang mulai tidak terarah.


Yuri memusatkan aura tubuhnya pada kepalan tangannya, setelah itu dia arahkan pukulan tangannya tersebut ke arah badan Reina. Pukulan Yuri mendarat tepat di ulu hati Reina.


"Ugh!" Reina memekik sebelum pingsan ambruk ke tanah, tubuhnya ditahan Yuri sehingga kepala gadis itu tidak terbentur tanah.


Napas Yuri memburu karena pertarungannya melawan Reina lebih lama dari yang dia perkirakan, tangannya menyarungkan pedangnya ke dalam sarung pedang yang terpasang rapi di pinggangnya. Setelah itu Yuri melirik Gyuki yang mengangkat tangan kanan dan berteriak.


"Dikarenakan Reina Riekho dari Air Terjun Kebenaran telah pingsan. Maka pemenang pertandingan kedua babak 32 besar Turnamen Harimau Kai adalah Kitakaze Yuri dari Klan Kitakaze!" Penonton memberi tepuk tangan kepada Yuri. Sedangkan Gyuki memberi isyarat pada tenaga medis untuk membawa tubuh Reina ke ruang perawatan.


Selang beberapa menit kemudian, Yuri kembali ke bangku penonton tempat Klan Kitakaze duduk menonton. Sesampainya di sana, gadis itu disambut pelukan oleh kedua gadis kembar yang menjadi adik seperguruannya.


"Kakak Yuri selamat!" Chiaki dan Chaika memeluk Yuri yang berkeringat.


Yuri membalas pelukan kedua gadis kembar tersebut dan berkata, "Rasakan jurus keringatku ini."


"Kakak! Kakak Yuri!" Chaika mendorong tubuh Yuri. Sedangkan Chiaki menggelitik perut Yuri.


"Ternyata Chiaki mengetahui kelemahan jurus keringatku yang melegenda ini." Napas Yuri terengah-rengah, setelah itu dia duduk di samping Kenji.


"Selamat Yuri." Hanya kata itu yang keluar dari mulut Kenji dan di balas senyuman tipis oleh Yuri.

__ADS_1


Selang beberapa menit setelah pertandingan antara Kitakaze Yuri dari Klan Kitakaze melawan Reina Reikho dari Air Terjun Kebenaran, Gyuki kembali melanjutkan pertandingan selanjutnya antara Misuzawa Hanabi dari Klan Misuzawa melawan Jaisetsu Kadowaki dari Ikatan Darah Tunggal.


"Baiklah kita langsung beralih ke pertandingan ketiga babak 32 besar Turnamen Harimau Kai. Misuzawa Hanabi dan Jaisetsu Kadowaki silahkan maju ke depan!" Penonton semakin tidak sabar menunggu untuk melihat pertandingan antara Misuzawa Hanabi melawan Jaisetsu Kadowaki. Mengingat Hanabi yang memiliki serangan bervariasi, tentu gadis berambut hitam kemerah mudaan itu memiliki tempat tersendiri di hati penonton yang terpikat dengan pesonanya.


__ADS_2