Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 255 — Ledakan Es Menggelegar


__ADS_3

Di sisi lain. Shirayuki sedang menahan amukan Panglima Perang Nobu dan pasukan militer Kekaisaran Rakuza yang membantu Panglima Perang Nobu.


Ratusan nyawa sudah mati ditangannya. Bahkan Shirayuki dengan pandai mengatur dan mengontrol aura tubuhnya yang dia lepaskan. Tubuhnya melayang di udara bersamaan dengan salju-salju yang terus turun disekitarnya.


“Apa kalian tidak sanggup membunuh mereka? Jendral payah!” Kata-kata Shirayuki sangat sinis ketika berbicara kepada orang lain. Mungkin Nagato adalah pengecualian yang diperlakukan khusus oleh Shirayuki.


Serangan dari berbagai arah dapat ditahan Shirayuki. Ketika puluhan tombak hendak menembus tubuhnya. Udara membeku menjadi es dan membentuk pertahanan. Kedua bola mata Shirayuki menatap tajam orang yang melempar senjata pada dirinya.


Shirayuki membentuk dua pedang di kedua telapak tangannya yang membuka. Kedua pedang es tersebut dia ayunkan untuk menangkis puluhan tombak yang kembali melesat ke arah dirinya.


Walau dihadang ratusan prajurit militer Kekaisaran Rakuza. Shirayuki tetap berdiri tegak dan tidak merasa terintimidasi sedikitpun. Justru ratusan prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang mengepung dirinya berkeringat dingin karena setiap orang yang mendekatinya Shirayuki akan membeku dan tubuhnya hancur menjadi bongkahan es.


“Jangakauan pertahananku tidak akan bertahan lama. Pria beringas itu sengaja menungguku lengah, tetapi aku tidak akan lengah.” Shirayuki kembali memainkan pedangnya ketika puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza menyerangnya.


“Tebasan Darah Salju!”


Shirayuki mengaliri pedangnya dengan tenaga dalam. Kemudian dia menebaskan pedangnya membentuk tebasan yang berbentuk sabit. Namun tebasan itu meledak menjadi butiran salju yang melayan di udara.


“Apa dia bermain sulap?” Salah satu prajurit militer Kekaisaran Rakuza menghentikan langkah kakinya dan menatap bola-bola salju yang bentuknya kecil melayang di udara.


“Sepertinya dia telah kelelahan. Jangan bunuh dia, tubuh indah itu akan menjadi harta pusaka Kekaisaran Rakuza!” Salah satu prajurit militer Kekaisaran Rakuza berwajah mesum membuat prajurit militer Kekaisaran Rakuza berteriak semangat.


Namun Shirayuki yang mendengar perkataan tersebut langsung melepaskan hawa dingin dan memperlebar jangkauan pertahanannya. Matanya mendelik dan membunuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang ingin menjadikannya harta pusaka dalam sekejap.


“Dasar lemah! Kau ingin menjadikanku harta pusaka Kekaisaran Rakuza? Kupotong lidahmu ini!” Shirayuki menatap prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang lainnya.

__ADS_1


Mereka semua mematung berdiri tanpa bergerak sedikitpun. Shirayuki memanfaatkan kesempatan itu untuk menghabisi mereka semua dalam satu kali tebasan pedangnya yang menggunakan jurus pedang es.


“Mereka terus berdatangan. Lagipula provinsi yang berbatasan dengan Kekaisaran Rakuza adalah Provinsi Barat. Para bangsawan itu mati tanpa campur tangan kami. Sepertinya ini yang dinamakan hukum karma...” Shirayuki menggumam pelan dan menatap telapak tangan kanannya yang bersimbah darah. Noda merah karena darah itu masih sangatlah segar.


Bahkan ketika Shirayuki menghirup udara. Bau amis sangat menyengat. Hawa dingin yang menyebar di seluruh tubuhnya membuat semua prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang mengepungnya menjaga jarak dengannya.


“Jika para bangsawan itu terkana hukum karma. Apakah aku juga? Aku kehilangan adikku, kini kedua adikku telah tiada...” Shirayuki membatin lirih dalam hatinya sebelum menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan-lahan.


“Ada apa? Apa kalian semua takut denganku?” Shirayuki menatap prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang menjaga jarak dengannya sebelum memulai serangan.


Tanpa keraguan. Dengan langkah kakinya yang pasti. Shirayuki memainkan pedangnya di pertempuran yang dipenuhi noda darah itu. Seperti menari di tengah ratusan pria yang terkagum-kagum dengan dirinya. Shirayuki berhasil membius ratusan prajurit militer Kekaisaran Rakuza sebelum membunuh mereka semua secara perlahan.


Darah mengalir dengan deras di tanah yang dia pijak. Napasnya berhembus, Shirayuki membekukan tanah yang dia pijak karena dia membenci dengan situasi sekarang ini.


“Membekulah! Dan beristirahatlah dengan tenang!” Ratusan tubuh yang bergelimpangan membeku. Darah-darah yang membasahi tanah juga membeku.


“Maaf, tetapi kalian tidak akan kulepaskan setelah berani merendahkanku sebagai seorang wanita!” Ratusan tombak memutar dibelakang punggung Shirayuki.


Puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza menelan ludah dan berkeringat dingin karena merasakan nafsu membunuh dari Shirayuki. Hawa dingin yang mencekam beserta aura tubuh yang keluar disekitar Shirayuki sudah cukup mengintimidasi mereka semua.


“Jurus Es : Seratus Tombak Musim Dingin!”


Shirayuki mengayunkan tangannya ke depan. Bersamaan dengan ayunan tangannya, seratus tombak es melesat dengan cepat menembus tubuh puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza.


Shirayuki memejamkan matanya ketika mendengar teriakan kematian yang menggema itu. Kemudian dia memfokuskan aura tubuhnya untuk memulai serangan kepada Panglima Perang Nobu.

__ADS_1


“Tidak kusangka kau membunuh seribu prajurit seorang diri.... Shirayuki, jadilah istriku. Yang Mulia Orochi pasti akan terima jika kau menjadi istriku. Lagipula kita berdua sama-sama kuat. Jadi apa salahnya jika aku ingin menjadikanmu sebagai istriku?” Dengan wajahnya yang garang. Panglima Perang Nobu berkata penuh percaya diri kepada Shirayuki tentang hal yang menyangkut rumah tangga.


Shirayuki menghela napas dan tertawa sinis. Aura tubuhnya begitu dingin bahkan membekukan tanah disekitarnya. Matanya menatap rendah Panglima Perang Nobu.


“Sepertinya kau tidak pernah melamar seorang perempuan sebelumnya. Pria beringas sepertimu hanya merusak kebanggaan wanita tanpa permisi. Aku bisa mengerti hanya dengan melihatmu. Manusia sepertimu tidak lebih dari binatang. Bahkan menurutku binatang lebih mulia dibanding dirimu yang memiliki akal...” Shirayuki melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar ketika melihat Panglima Perang Nobu begitu marah dengan jawabannya.


Petir menyambar tanah. Kapak yang digenggam Panglima Perang Nobu mengeluarkan cahaya berwarna ungu sebelum cahaya tersebut membentuk ular dan menggelegar.


“Shirayuki! Setelah aku mengalahkanmu! Kau akan lahap di depan semua orang dari Kai!” Panglima Perang Nobu melesat cepat ke arah Shirayuki sambil mengayunkan kapaknya.


Shirayuki tersenyum sinis dan menahan tebasan kapak Panglima Perang Nobu dengan pedang es yang dia genggam. Pertukaran serangan terjadi. Es dan petir saling berbenturan. Shirayuki terus memainkan pedangnya dengan lincah.


“Jurus Es : Ledakan Es Menggelegar!”


Shirayuki tersenyum menyeringai sebelum menghembuskan napasnya ke arah Panglima Perang Nobu. Hembuan es yang teramat dingin itu bercampur dengan salju-salju yang berjatuhan.


Panglima Perang Nobu tak habis pikir jika mulut mungil Shirayuki dengan bibirnya yang tipis itu dapat mengeluarkan pusaran angin yang bersatu dengan salju beserta es.


“Jangan meremehkanku, Shirayuki!” Panglima Perang Nobu mengayunkan kapaknya untuk menahan hembusan angin bercampur salju dan es itu.


Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi. Hembusan angin yang dingin itu meledak ketika kapakanya menahannya.


Panglima Perang Nobu menatap tajam Shirayuki yang tersenyum sinis. Dalam hatinya dia mengutuk perempuan beranak satu itu. Tak pernah dia sangka Shirayuki dapat menahan amukannya.


“Shirayuki!”

__ADS_1


Es yang bercampur salju itu menghembus sebelum meledak. Melihat itu Shirayuki hanya tersenyum tipis dan membentuk dua pedang es di kedua telapak tangannya.


“Dasar pria beringas!”


__ADS_2