Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 131 - Chapter Spesial END


__ADS_3

Sudah dua minggu lamanya Nagato dan Dorobo tidak kembali pulang ke Markas Pencuri Ashikubi. Litha terbaring lemah dan terus memikirkan Nagato yang belum kembali.


"Litha, jangan paksakan dirimu!" Celes menyuruh Litha kembali beristirahat ketika gadis kecil itu mencoba berdiri keluar rumah.


Litha khawatir dengan keadaan Nagato maupun Dorobo, dalam hati Litha sangat yakin jika Nagato dan Dorobo masih hidup. Setelah sampai di Markas Pencuri Ashikubi, Usup membawa beberapa pencuri laki - laki untuk melihat keadaan di Kakato tetapi disana hanya terdapat mayat Green Vas yang kehabisan darah dan tidak ditemukan tubuh Nagato dan Dorobo sama sekali disana.


Dengan bekas tempat bertarungan yang bersimbah darah, Usup hanya berharap Nagato dan Dorobo masih hidup tetapi ketika mengingat jumlah darah yang tidak wajar di tanah bekas tempat pertarungan, Usup menjadi takut jika Nagato dan Dorobo telah mati.


"Nagato dan Dorobo masih hidup!" teriak Litha histeris ketika Celes menahan tubuhnya untuk berbaring kembali.


"Aku mengerti bagaimana perasaanmu, Litha!" Celes memejamkan matanya dan ingin menangis karena ketika dia ingin memastikan perkataan Usup, semua perkataan Usup benar apa adanya. Tempat bekas pertarungan tidak ditemukan tubuh Nagato dan Dorobo. Celes hanya melihat mayat Green Vas yang kehabisan darah.


"Tetapi..." Litha mencoba untuk berdiri lagi tetapi tubuhnya ditahan oleh Celes kembali.


"Kami semua merasakannya, bukan hanya kau saja, Litha!" Celes menenangkan Litha hingga gadis kecil itu tidur kembali dengan tenang.


Hari terus berlalu seperti biasa tetapi di Markas Pencuri Asbikubi semua orang terlihat murung, tidak seperti biasa mereka yang selalu membakar daging dan berpesta setiap malam. Tidak ada kabar Nagato dan Dorobo membuat suasana di Markas Pencuri Ashikubi menjadi hampa.


Tidak terasa sudah genap dua belas bulan Litha berada di Markas Pencuri Ashikubi. Litha sangat berharap Nagato masih hidup, setelah sembuh gadis kecil itu selalu mencari keberadaan Nagato dan Dorobo ditemani Celes, mereka berdua tidak menemukan petunjuk sama sekali tentang keberadaan Nagato dan Dorobo.


Hari ini Litha menanti kedatangan Kakek Hyogoro untuk menceritakan semua yang terjadi selama satu tahun penuh ini. Litha juga menanti kedatangan Kuas yang pergi mengamati Asha yang dibawa Black Fang tetapi pria yang memiliki rambut bergelombang itu belum kembali sampai saat ini.


Litha menyadari bukan hanya dirinya saja yang khawatir tetapi semua pencuri yang ditinggalkan Dorobo juga khawatir, tidak ada kabar dan belum kembalinya Dorobo dan Kuas sudah membuat mereka semua menjadi tidak ada tenaga untuk menjalani hidup.


Semua pencuri bersama Litha sedang duduk di ruang tengah Markas Pencuri Ashikubi menunggu kembalinya Kakek Hyogoro. Dalam situasi yang hampa dan penuh putus ada suara orang yang mendobrak pintu, hingga dobrakannya di pintu tersebut terdengar begitu keras.


"Berisik!" Usup membuka pintu dan ternyata ada salah satu pencuri yang baru kembali dari Kakato.


"Mereka bertiga... telah kembali... " ucap pencuri tersebut dengan napas yang tersengal - sengal.

__ADS_1


"Siapa maksudmu?" tanya Usup penasaran.


"Mereka berdua dan Bos Hyogoro telah kembali!" balas pencuri tersebut dengan penuh kebahagiaan.


Litha tersenyum setelah mendengar perkataan pencuri yang melihat Nagato dan Kakek Hyogoro kembali. Semua pencuri bersama Litha melihat ada tiga bayangan orang datang dari arah hutan.


"Nagato!" Litha memeluk Nagato yang tubuhnya dipenuhi balutan perban.


Nagato membalas pelukan Litha sambil mengelus kepala gadis kecil tersebut, dia bisa melihat Litha yang terlihat begitu khawatir pada dirinya.


Nagato tidak mendapatkan luka yang cukup parah tetapi Dorobo hampir saja mati jika Kakek Hyogoro tidak datang.


Di ruang tengah Markas Pencuri Ashikubi, Dorobo sedang berbaring untuk memulihkan tubuhnya sedangkan Nagato duduk di samping Kakek Hyogoro yang sedang meminum arak.


"Nagato, bisa kau ceritakan pada kami. Saat kami pergi membawa Litha, apa yang terjadi padamu dan Bos?" Usup duduk di samping Dorobo yang berbaring.


Nagato menggaruk kepalanya mengingat tindakannya yang hampir saja membuat Dorobo kehilangan nyawanya di saat itu.


Setelah Nagato menjelaskan pada mereka, akhirnya semua pencuri Ashikubi kembali tenang. Kakek Hyogoro melirik Nagato yang bertambah kuat hanya saja dia bisa melihat jika Nagato sadar banyak orang kuat yang akan menghadangnya cepat atau lambat nanti.


Dorobo melirik Nagato yang sedang duduk, "Nagato, kenapa saat itu kau tidak melarikan diri?" Dorobo sengaja bertanya pada Nagato untuk mendengar jawaban langsung dari anak muda itu.


"Aku tidak mengerti, hanya saja aku merasa, jika saat itu aku melarikan diri maka Litha dan kalian semua dalam bahaya." jawab Nagato dengan tenang.


Dorobo terkejut mendengar jawaban Nagato bahkan seluruh pencuri Ashikubi menangis.


"Aku takut melarikan diri lagi. Aku takut kehilangan orang yang berharga bagiku lagi." tambah Nagato mengingat ketika dirinya tidak berdaya ketika dikejar anggota Disaster.


"Orang - orang di Kai sangat membenci Pandu, di Azbec ikatan darahmu menjadi buronan. Tidak heran jika seorang anak mewarisi sifat ayahnya..." batin Dorobo menatap Nagato yang sedang menggaruk kepalanya.

__ADS_1


Dorobo menjelaskan pada Nagato dan Litha tentang Asha. Sebenarnya Dorobo telah menyuruh Kuas untuk mengikuti Black Fang tetapi sampai saat ini Kuas belum juga kembali, jika tidak ada Kuas yang mendengar keributan di Kakato bisa saja Nagato dan Litha kehilangan nyawanya.


"Aku akan mengucapkan terimakasih pada Kuas..." ujar Nagato pada Dorobo.


Untuk merayakan kembalinya Nagato dan Dorobo, Markas Pencuri Ashikubi malam ini mengadakan makan besar - besaran karena besok Nagato dan Litha akan pergi kembali ke Hutan Cakrawyuha sebelum tinggal di kediaman Klan Fuyumi.


Litha membuat sambal pedas untuk Nagato, melihat Nagato yang memakan lahap daging ayam yang telah dicampuri sambal membuat Litha senang.


Selesai makan malam Nagato mencemaskan keadaan Asha karena mengingat dia sama sekali belum pernah memberi apapun pada Asha.


"Nagato, tentang temanmu yang bernama Asha lebih baik kau jangan terlalu memikirkannya..." ujar Kakek Hyogoro pada Nagato kemudian meminum araknya kembali.


"Apa maksudmu Kakek Hyo?!" bentak Nagato membanting piring hingga pecah.


"Nagato, keluarga Asha adalah orang yang telah membunuh Uzui. Aku tidak melarang kau menganggap Asha sebagai seorang teman tetapi jangan hanya bermain teman - temanan saja. Jika kau menganggap Asha sebagai adikmu, kau harus berteman dengan Asha dengan hati yang tulus." potong Dorobo yang melihat Nagato emosi.


Nagato terkejut mendengar perkataan Dorobo, banyak hal yang mencurigakan dari gerak - gerik Asha di malam itu. Hanya saja Nagato sama sekali tidak menyangka akan seperti ini.


"Takdir macam apa ini?" batin Nagato berjalan keluar Markas Pencuri Ashikubi dan membanting pintu rumah.


"Nagato..." gumam Litha terkejut melihat Nagato terlihat begitu despresi. Litha sendiri tidak menyangka orang yang telah membunuh Uzui adalah kakak kandung Asha.


Tidak banyak yang Litha ketahui tentang Uzui tetapi ketika di Hutan Cakrawyuha Nagato selalu bercerita jika dia ingin memiliki seorang kakak maka Nagato seorang kakak itu adalah orang yang seperti Uzui.


"Litha, biarkan dia sendirian. Tidak banyak yang kita lakukan saat ini, biar Nagato yang memutuskannya sendiri. Semua akan baik - baik saja karena Nagato adalah muridku." ujar Kakek Hyogoro tertawa pelan.


Di luar Markas Pencuri Ashikubi, Nagato sedang duduk di atas batu dan merenungi semua yang terjadi. Ada perasaan menyesal karena dia telah hidup bersama adik dari seorang yang membunuh Uzui tetapi dalam hati Nagato tidak ada perasaan dendam pada Asha.


Nagato belum bisa menerima kenyataan karena tetap saja rasanya menyakitkan mengingat Asha yang pernah berkata padanya tentang sebuah keluarga. Asha tidak bahagia hidup dalam keluarga yang dimatanya terlihat sangat busuk dan Nagato tidak bisa menyalahkan Asha.

__ADS_1


"Maaf Asha. Aku yakin kau pasti baik - baik saja..." gumam Nagato pelan melihat langit malam yang berbintang.


"Aku mengakui tekadmu untuk membasmi kejahatan dan menjadi seorang pahlawan. Jika tekadmu besar, aku yakin suatu hari kita akan bertemu kembali."


__ADS_2