Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 286 — Pertempuran Berakhir


__ADS_3

“Hentikan bodoh! Dia tidak datang dengan empat anggota saja!” Ignist menegur Raido dan menoleh ke atas, “Disana masih ada dua anggotanya! Kita mundur! Aku tidak ingin membuang-buang nyawa kalian bertarung melawan iblis keji itu!” Ignist mengeraskan kulitnya.


“Keputusan yang bijak...” Yin Lingling tersenyum sinis menatap Ignist.


‘Melody, calon suamiku berasal dari negeri mana? Apakah Kagutsuchi itu masih bagian dari negeri yang kita pijak ini?’ Ophys berbicara pada Melody menggunakan Sihir Telepati.


‘Menurut Tosa. Cucu dari Kagutsuchi Sura bernama Kagutsuchi Nagato. Dan Kediaman Kagutsuchi masih bagian dari Kekaisaran Kai.’ Melody membalas sembari menatap tajam Black Rhino yang terlihat melepaskan hawa membunuh.


‘Kalau begitu masalah ini akan cepat selesai jika aku membuat negeri bernama Kai ini di bawah kekuasaanku.’ Ophys tersenyum tipis dan menatap Ignist yang berniat menyerangnya.


“Setelah terbang jauh dari tempat jajahan kalian. Kau masih berpikir dapat membunuhku. Jika itu keinginanmu maka aku akan melayanimu...” Ophys memanipulasi mana disekitarnya. Telapak tangannya membuka sebelum secercah cahaya berwarna putih yang terang melayang di udara dan bertabrakan dengan awan ketika cahaya tersebut terbang meninggi.


“Kau sendiri seperti tidak berminat bertarung melawanku. Kau benar-benar meremehkan Panglima Empat Penjuru!” Ignist berteriak karena Ophys mengetahui maksud terselubungnya yang berniat mengubah wujudnya menjadi Naga Merah dan menyerang perempuan berparas cantik itu dengan amukannya.


“Kalian telah berurusan dengan negeri ini. Aku tidak tertarik untuk membunuhmu. Karena aku yakin dua atau tiga orang dari ribuan orang yang kalian bantai akan datang untuk membalas! Aku ingin melihat sendiri bagaimana kematianmu di tangan ribuan manusia yang kau siksa ini!” Ophys berbicara dengan cukup keras. Semua orang yang belum pingsan dan tidak berdaya mendengar jelas perkataan Ophys.


“Kalian dari Bahamut telah melakukan tindakan yang salah. Menginjak ekor harimau hingga membangkitkan amarah sang naga! Walau kalian berusaha memutuskan ikatan darah mereka! Ataupun memadamkan api di hati mereka...” Ophys tersenyum menyeringai menatap Ignist yang matanya melebar. “Dunia tetap berjalan semestinya. Api tidak akan pernah padam walau cahayanya temaram. Selama keinginan hidup masih ada. Maka impian dan harapan akan tetap ada.”


Ignist tertawa ketika Ophys menyinggung tiga negara dari lima pemegang hak istimewa dari lima di Aliansi Bangsa-Bangsa menghancurkan ataupun menjajah negara berkembang yang memiliki kekuatan militer yang besar. Semua itu memiliki maksud untuk mencegah perang besar di masa depan.


“Apa kau berniat menjajah negeri ini?” Ignist bertanya untuk memastikan sebelum dia mengubah wujudnya menjadi Naga Merah.


“Tidak. Tetapi jika kalian berniat menguasai negeri yang bernama Kai ini. Maka kalian akan berhadapan denganku. Tempat ini mulai sekarang akan dibawah kekuasaanku.” Ophys menatap tajam tubuh Ignist yang perlahan-lahan membesar.


Raido, Black Rhino, Vendom dan Karakurt segera naik ke atas punggung Naga Merah wujud dari Ignist.


Dalam wujud Naga Merah-nya, Ignist menatap tajam Ophys. “Biarkan aku bertanya satu hal padamu. Kau datang ke Benua Ezzo ini mencari apa? Prasasti kuno?” Ignist menyinggung tentang era baru yang dibuka Hiryuu. Karena dia adalah Panglima Empat Penjuru dari Kekaisaran Bahamut, tentu saja Ignist mengetahui desas-desus tentang prasasti kuno yang menuntun jalan menuju Eden.

__ADS_1


“Aku tidak tertarik dengan itu sekarang. Saat ini aku hanya ingin mencari calon suamiku.” Jawaban Ophys membuat Ignist tersentak tidak percaya.


“Ini yang aku benci dari monster psikopat. Mereka semua sama-sama memiliki pemikiran yang gila!” Ignist terbang meninggi. “Mari kita pergi!”


Lalu Ignist terbang ke angkasa dan meninggalkan Ibukota Daifuzen. Naga Merah tersebut langsung terbang menuju Negeri Jaya.


Setelah melihat Ignist benar-benar pergi meninggalkan Ibukota Daifuzen. Dengan segera Ophys memberikan perintah pada Yin Lingling, Crystal dan Meguri untuk mencari keberadaan Kagutsuchi Nagato.


Selepas kepergian ketiga anggotanya yang mencari keberadaan Kagutsuchi Nagato. Aura pembunuh mencekam dari tumpukan mayat benar-benar terasa.


“Kalian perempuan berhasil mengusir makhluk mengerikan itu. Tetapi negeri ini akan kami kuasai.” Salah satu petinggi militer Kekaisaran Rakuza dan beberapa prajurit militer yang tersisa bersembunyi di dalam tumpukan mayat.


“Apa-apaan telingamu itu? Badanmu sangat berisi dan cantik. Tetapi telingamu itu mengganggu pemandangan—”


Melody mengambil pistol di sakunya dam menembak kepala orang yang menghina Ophys. Bukan hanya petinggi militer saja, tetapi semua yang mengeluarkan aura pembunuh dia bunuh.


Masih ada ratusan orang yang masih bisa berdiri. Panglima Perang Nobu membawa Kaisar Orochi yang terluka parah. Sementara Kira justru memberi perintah pada orang-orang yang masih bisa bertarung agar segera membunuh pendekar Kekaisaran Kai.


Semua orang yang tergeletak di tanah, satu demi satu menatap ke satu arah yakni Ophys bersama anggotanya.


“Kejam?” Yin Lingling tertawa cekikikan. “Dihadapan kalian ini adalah penjahat kriminal yang memiliki harga buronan tinggi. Jangan samakan kami dengan seorang Pahlawan atau orang-orang suci, bodoh!”


Petinggi militer Kekaisaran Kinai seperti Spider, Organisasi Laba-Laba Malam dan Organisasi Delapan Jari menatap Ophys.


“Dengar baik-baik perkataanku ini. Mulai detik ini, negeri bernama Kai ini akan berada di bawah perlindunganku. Siapapun yang berani mengusiknya, maka kalian akan berurusan denganku!” Ophys melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar hingga udara diseluruh Ibukota Daifuzen terasa begitu panas. Seketika langit malam yang merah itu langsung gelap hingga terdengar suara petir menggelegar.


Telapak tangan kanan Ophys membuka. Kemudian dia memanipulasi mana membentuk sebuah asap yang berkumpul.

__ADS_1


“Absorption.”


Asap dari gas belerang masuk ke dalam telapak tangan Ophys. Senyuman sinis menghiasai wajah Ophys. “Segera pergi dari tempat ini! Atau aku sendiri yang akan membunuh kalian!” Aura hitam pekat yang membentuk tengkorak di belakang Ophys membuat semua orang merinding, terutama orang-orang yang bukan berasal dari Kekaisaran Kai.


Prajurit militer dari Kekaisaran Rakuza pergi meninggalkan Ibukota Daifuzen. Kemudian disusul prajurit militer Kekaisaran Kinai.


“Aiya, kupikir kita akan bertarung melawan kadal terbang itu...” Yin Lingling mengeluh dan menatap Crystal yang memejamkan matanya mencoba merasakan hawa kehidupan.


“Berisik, manusia burung! Kau jangan memamerkan kemampuan terbangmu itu!” Crsytal menggertakkan giginya dan melempar batu ke arah Yin Lingling.


“Tidak kena.” Yin Lingling memasang wajah mengejek ketika dirinya terbang lebih tinggi.


“Cih.” Crystal mendecakkan lidahnya dan menarik napas dalam-dalam sebelum menghembuskannya secara perlahan-lahan. “Ophys-sama. Disini masih begitu banyak yang selamat, hanya saja begitu banyak mayat yang bergelimpangan...”


“Crsytal. Kau dan Lingling segera panggil dua orang itu. Bisa-bisanya mereka tidur di tengah kekacauan ini.” Melody menatap ke arah Paus Terbang yang sedang melayang di atas langit Ibukota Daifuzen.


Crsytal mengamati Yin Lingling yang terbang lebih rendah. Kemudian dia tersenyum sebelum menjawab perkataan Melody.


“Baiklah.” Crsytal melompat dan memegang kaki Yin Lingling. Kepalanya mendongak ke atas dan tersenyum tipis. “Hari ini kau memakai dalaman berwarna merah. Manis sekali kamu, Lingling...”


Yin Lingling langsung menggoyangkan kakinya. “Crystal, bodoh! Dasar mesum! Beraninya kau mengintip!”


Crsytal tertawa dan memegang kaki Yin Lingling dengan erat. “Salahmu sendiri yang berpakaian seperti ini. Aku sarankan kau jangan terbang tinggi-tinggi dan memamerkan bagian tubuhmu yang bawah itu. Mereka di bawah sana bisa melihatmu lho.”


Melody menghela napas panjang melihat Yin Lingling dan Crsytal berdebat di tengah malam yang berapi-api ini. Di tengah ribuan orang yang mengerang kesakitan. “Kalian berdua diam dan segera panggil mereka berdua!” Melody langsung menegur dua orang yang masih bagian dari divisinya.


“Baiklah..." Yin Lingling terbang dengan kecepatan tinggi menuju Paus Terbang.

__ADS_1


“Lingling! Warna merahmu bergoyang!” Crystal tertawa terbahak-bahak.


Mendengar itu Yin Lingling berdecak kesal. ‘Aku jatuhkan kau dari atas sini!’


__ADS_2