Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 114 - Hayama


__ADS_3

Sementara itu Kakek Hyogoro yang sedang bertarung dengan Hayama, dia cukup kewalahan karena Hayama hampir memiliki kekuatan yang setara dengannya.


"Apakah kau yang bernama Hyogoro?" tanya Hayama pada Kakek Hyogoro. Mereka berdua saling menahan tebasan pedang satu sama lain.


"Entahlah." jawab Kakek Hyogoro singkat kemudian dia menendang perut Hayama dengan kaki kanannya.


Kakek Hyogoro mengerutkan dahinya dari balik topeng rubah putihnya, dia merasa ada yang aneh dengan Hayama. Karena pria yang menjadi lawannya itu seperti mengetahui tentang dirinya.


"Apa kau suruhan orang yang bernama Gore?" tanya Kakek Hyogoro pada Hayama.


Hayama tersenyum sinis dan terus mengayunkan pedangnya pada Kakek Hyogoro, sebelum menjawab pertanyaan Kakek Hyogoro dia melirik Nagato dan Litha yang sedang bertarung melawan Mizuko.


"Ya, aku suruhan orang yang bernama Gore!" jawab Hayama dengan nada yang begitu emosi.


Kakek Hyogoro cukup terkejut mendengar identitas Hayama, tetapi yang paling membuatnya terkejut adalah permainan pedang Hayama. Karena pria itu bisa melakukan gerakan tipuan yang sama persis seperti Pandu dan Tatsugoro lakukan.


Hayama tersenyum sinis, "Hyogoro, kenapa kau membiarkan Kagutsuchi berakhir seperti ini," Hayama menyerang Kakek Hyogoro secara membabi - buta, "Klan yang begitu besar, berakhir dengan menyedihkan."


Hayama emosi mengingat masa lalunya, secara perlahan dia terus melancarkan pad Kakek Hyogoro. Sehingga Hayama sekarang yang lebih mendominasi serangan, sedangkan Kakek Hyogoro di paksa ke posisi bertahan.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Kakek Hyogoro penuh keheranan.


Hayama mengerutkan dahinya, "Aku orang Rakuza, aku sangat mengagumi sosok Pandu, tetapi yang Pandu lakukan hanyalah berlagak seperti seorang pahlawan dan dia berjanji, tetapi itu hanyalah sebuah janji palsu," Hayama tersenyum pahit sebelum melukai tangan Kakek Hyogoro, "Apanya yang kedamaian? Orang yang kuat, tetapi jika hatinya terlalu baik maka percuma."


Hayama menghela napas panjang sebelum mengolah pernapasan. Kali ini Hayama mengeluarkan aura intimidasinya, dan menyerang Kakek Hyogoro dengan cepat.


"Rakuza? Bagaimana kau mengenal Pandu?" tanya Kakek Hyogoro penasaran, dia bisa melihat raut kekecewaan pada Hayama.


"Dia pernah datang ke Rakuza puluhan tahun yang lalu, tapi semua yang dikatakan Pandu adalah sebuah kebohongan. Karena dia, sekarang Rakuza berakhir jatuh di tangan Setan Merah." balas Hayama sambil mundur beberapa langkah kebelakang.

__ADS_1


"Bahkan aku berakhir menjadi seperti ini. Menjadi budak dan kelinci percobaan yang tinggal menunggu giliran ajal menjemputnya." tambah Hayama pada Kakek Hyogoro.


Kakek Hyogoro bisa mengerti kebaikan hati Pandu, dia bisa menebak jika Pandu telah berjanji untuk menghentikan pemberontakan di Rakuza puluhan tahun silam. Tetapi semua memang berjalan seperti seharusnya, benih - benih yang Pandu tanam bersama keluarga Kaisar Kai yang sekarang akan membuat Benua Ezzo di landa peperangan beberapa tahun lagi.


Kakek Hyogoro melirik Nagato, dia bisa melihat jika Nagato yang sekarang adalah hasil didikannya. Tetapi jika Nagato sudah dewasa dan telah berubah, maka itu akan menjadi malapetaka bagi Kekaisaran Kai.


"Tujuanmu kemari untuk membunuhku, bukan?" Kakek Hyogoro maju menyerang Hayama.


"Lawan aku dan berusahalah membunuhku, tetapi aku tidak akam mati sekarang. Karena aku harus membunuh orang yang bernama Gore dengan tanganku sendiri." ucap Kakek Hyogoro sambil terus melancarkan serangan pada Hayama.


Hayama tersenyum tipis kemudian dia kembali menyerang Kakek Hyogoro. Keduanya saling menebaskan pedangnya untuk membunuh satu sama lain.


Kakek Hyogoro mengolah pernapasan sambil mengayunkan pedangnya, setiap tebasannya dalam memberika luka sayatan pada tubuh Hayama.


Hayama terus menangkis pedang Kakek Hyogoro, kali ini dirinya di paksa ke posisi bertahan. Sesekali dia membalas serangan Kakek Hyogoro tetapi jika dia melakukan itu maka pertahanannya akan terbuka.


"Pernapasan Pelangi Surgawi : Bentuk Hijau."


Hayama membalas serangan Kakek Hyogoro dari jauh, dia menebaskan pedangnya yang menciptakan angin padat berbentuk sabit melesat cepat ke arah Kakek Hyogoro.


Kakek Hyogoro menangkis pedang Hayama, dan dirinya menarik napas panjang. Karena dia berniat menghabisi Hayama malam ini juga.


"Sirih." hati Kakek Hyogoro sambil menarik napas panjang dalam satu tarikan napasnya.


Kemudian dia kembali menebaskan pedangnya pada Hayama, membuat lawannya itu hanya bisa berusaha menahan dan kesulitan untuk menyerang balik.


"Kilatan Hitam." Kakek Hyogoro menebaskan pedangnya, yang dimana dia mampu menciptakan tebasan berwarna hitam yang melesat ke arah tubuh Hayama.


Hayama berusaha menghindar tetapi tubuhnya terkena tebasan Kakek Hyogoro, sekujur tubuhnya mengeluarkan darah.

__ADS_1


Hayama meringis kesakitan dan dia tidak menyangka jika Kakek Hyogoro mempunyai kekuatan jauh di atasnya.


"Setidaknya aku mati sebagai manusia dan... Argh!" belum selesai berbicara Hayama memuntahkan darah dan kini tubuhnya sudah merasakan sakit yang luar biasa.


"Bunuh aku, Hyogoro... Aku tidak ingin berubah menjadi monster seperti Otani, cepat lakukan!" Hayama berteriak kepada Kakek Hyogoro karean dirinya tidak ingin berubah menjadi manusia buas, sehingga dia lebih memilih mati di tangan Kakek Hyogoro.


Kakek Hyogoro mengayunkan pedangnya dengan cepat ke arah Hayama, tetapi tebasan pedangnya membunuh Mizuko yang tiba - tiba berada di hadapannya.


Kakek Hyogoro mengerutkan dahinya, dan dia tidak menyangka melihat Mizuko yang melindungi Hayama.


Bahkan Nagato dan Litha yang sedang bertarung dengan Mizuko juga terkejut, mereka berdua tidak menyangka melihat tindakan Mizuko yang melindungi Hayama.


"Mizuko!" teriak Hayama berusaha berdiri dan memeluk tubuh Mizuko.


"T-Tuan Hayama, uhuk..." Mizuko memuntahkan darah dari mulutnya.


Hayama menangis melihat Mizuko yang telah mati, kemudian dia membaringkan tubuh Mizuko di sampingnya.


"Biarkan saat - saat terkahirku seperti ini..." ucap Hayama yang suaranya tidak terdengar oleh Kakek Hyogoro.


Nagato dan Litha menghampiri Hayama dan Mizuko, mata Nagato melebar melihat Hayama yang berbaring di samping Mizuko. Tangan Hayama menyentuh tangan Mizuko dan menggenggamnya dengan erat. Entah mengapa, hati Nagato serasa teriris.


"Sebenarnya apa yang kita lakukan, Kakek Hyo!" teriak Nagato pada Kakek Hyogoro dari balik topengnya.


Kakek Hyogoro bisa mengerti perasaan Nagato, walaupun Nagato memilik sifat yang dingin dan kebencian yang luar biasa. Tetapi di dalamnya masih ada darah dari Pandu maupun Sarah. Sifat kebaikan kedua orang tuanya, sudah pasti menurun pada Nagato walaupun hanya sedikit.


Kakek Hyogoro hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Nagato, sedangkan Hayama melirik tajam Nagato dari sisa - sisa tenaganya.


"Kau pasti anak dari Pandu, tuntaskanlah janji ayahmu agar ayahmu itu tenang di alam sana..." ucap Hayama sebelum menghembuskan napas terakhirnya.

__ADS_1


Rintik hujan perlahan turun membasahi Kota Kumori, langit malam yang gelap terlihat berduka. Nagato menatap Hayama dari balik topengnya, dan dia melihat jika Hayama tersenyum sebelum kematiannya.


__ADS_2