Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 252 — Pendekar Wanita, Mio.


__ADS_3

“Dinding Pertahanan Air!”


Mio memimpin pendekar dari Air Terjun Kebenaran dan beberapa pendekar kubu barat yang bersatu. Serangan dari puluhan Manusia Hewan Buas yang menyemburkan air dapat ditahan dengan baik berkat arahan Mio.


“Bunuh Hewan Buas dan pukul mundur orang-orang dari Kekaisaran Rakuza!” Mio melepaskan aura tubuhnya dan memanipulasinya menjadi serangan ombak air yang menghantam ratusan prajurit militer Kekaisaran Rakuza.


Pendekar perempuan dari Air Terjun Kebenaran menyerang Manusia Hewan Buas dengan bekerjasama. Mereka membentuk formasi pertahanan untuk saling melindungi.


Serangan pendekar perempuan dari Air Terjun Kebenaran sangat terarah dan tidak sembarangan. Puluhan pendekar pedang menyerang secara langsung, sedangkan seorang pendekar yang pandai memanfaatkan kemampuan aura tubuhnya membantu dari belakang.


Serangan demi serangan berbenturan di dalam kota, Ibukota Daifuzen. Air meluap ketika pendekar perempuan dari Air Terjun Kebenaran berhasil memukul mundur Manusia Hewan Buas keluar kota.


Namida datang bersama Kanae untuk membantu Mio. Tanpa disadari oleh pendekar dari Kekaisaran Kai bahkan Keluarga Akaramizarawa sekalipun. Ternyata Kaisar Orochi sudah memerintahkan seluruh pasukannya yang ada di Kekaisaran Rakuza untuk datang ke Kekaisaran Kai.


Berkat hubungannya dengan Satra. Sekarang Provinsi Barat, Kekaisaran Kai, dilanda kekacauan. Beberapa desa bahkan kota dijarah dan dihancurkan oleh prajurit militer Kekaisaran Rakuza. Ironisnya kota-kota yang dihancurkan adalah tempat tinggal kaum bangsawan.


Kaum yang gemar membeli budak dan mengetahui kegelapan Kekaisaran Kai itu mati tanpa campur tangan pendekar yang ingin menguak kebenaran. Tak terhitung ribuan mayat bergelimpangan di seluruh kota yang tersebar di Provinsi Barat, Kekaisaran Kai.


Namun beberapa kota tempat tinggal kaum bangsawan ada yang tidak dihancurkan. Walau Kaisar Orochi memiliki ambisi yang begitu besar untuk menguasai Benua Ezzo. Dia memerintahkan pasukannya untuk menangkap kaum bangsawan Provinsi Barat, Kekaisaran Kai, untuk dijadikan budak.


Menurut Kaisar Orochi, Setan Merah dari Rakuza, tidak ada yang lebih menarik ketika menjadikan kaum bangsawan yang sering menyiksa dan membeli budak, untuk dijadikan budak.


Putaran hukum alam berlaku. Itulah yang terlintas dipikiran Kaisar Orochi. Namun kedua belah pihak tidak ada yang menyadari kedatangan orang asing yang membantai seluruh orang di Kota Mikazuchi.


Bahkan Gore, Brusca dan Reptile yang telah bertemu dengan Wang Zhi berkeringat dingin setelah mengetahui sosok identitas dari pemimpin Tujuh Dosa Besar Mematikan.


Mulai saat ini. Takdir Kekaisaran Kai akan mengalun ke arah yang tidak terduga. Pergelojakan hebat di Ibukota Daifuzen belum melibatkan penyusup dari Kekaisaran Kinai yang masih mengintai pertarungan dari kejauhan.

__ADS_1


___


“Ketua Namida. Musuh selalu berdatangan. Aku rasa perbatasan antara Kekaisaran Kai dan Kekaisaran Rakuza telah dikuasai Orochi. Kemungkinan besar banyak pasukan musuh yang menduduki kota di Provinsi Barat...” Kanae memainkan pedangnya membunuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan mundur menyentuhkan punggungnya pada punggung Namida.


“Aku harap hanya dari Kekaisaran Rakuza saja. Jika ada orang dari Kekaisaran Kinai terlibat dalam penyusupan, maka kita tidak bisa melawan tiga lawan sekaligus...” Namida memutarkan tubuhnya dan membuat puluhan pasukan militer Kekaisaran Rakuza terpental jauh ke belakang.


“Kita sudah susah payah mengurus Hewan Buas ini. Ditambah Orochi dan pasukannya. Jika Kekaisaran Kinai terlibat juga, maka kita akan semakin terpojok...” Mio tersenyum menyeringai dan memejamkan matanya sebelum membunuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza dalam sekali tebasan pedangnya.


“Aku rasa kubu barat juga bersatu. Setelah ini, kita akan melihat matahari yang baru. Masa kepemimpinan Hizen akan berakhir setelah kita menangkapnya di Kota Mikazuchi!” Namida menatap tajam puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan melepaskan aura tubuhnya untuk mengintimidasi mereka.


“Semoga saja tebakanmu benar, Ketua Hana!” Kanae menebas dada prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang kesulitan bergerak karena aura intimidasi Namida.


“Intuisi seorang wanita tidak akan pernah salah...” Namida tersenyum dan memainkan pedangnya lebih cepat dari sebelumnya.


Mio terkekeh mendengar perkataan Namida yang membuatnya menggelengkan kepalanya, “Wanita? Kau adalah seorang wanita tua, Hana...”


“Kau juga, Mio...”


Tetapi jumlah musuh masih banyak sehingga mereka bergantian untuk bertarung. Namun berkat Mio, sekarang prajurit militer Kekaisaran Rakuza berpikir dua kali ketika ingin bertempur melawan pendekar yang dipimpin Mio.


“Tarian Burung Walet!”


Mio memainkan permainan pedangnya dengan lincah. Perempuan yang sekarang berada ditengah puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza itu membuat semangat bertempur prajurit militer Kekaisaran Kai naik.


Tebasan pedang Mio berhasil membunuh beberapa prajurit militer Kekaisaran Rakuza. Tindakannya diikuti pendekar perempuan dari Air Terjun Kebenaran.


“Burung Kenari Kembar!”

__ADS_1


“Terjun Dalam Keheningan!”


Mio dan Reina menebaskan pedangnya secara bersamaan. Kedua murid dan guru itu saling berpandangan sebelum tersenyum tipis.


Namida dan Kanae tidak ingin ketinggalan. Mereka berdua juga ikut bergerak bersama Mio dan pendekar perempuan dari Air Terjun Kebenaran.


Puluhan Manusia Hewan Buas yang berada di pinggiran kota perlahan terpancing untuk masuk ke dalam kota. Serangan amukan dari Manusia Hewan Buas mengenai ratusan prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang melarikan diri ke luar kota.


Namida memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membunuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza. Disampingnya ada Kanae yang menebaskan pedangnya dari jauh menahan amukan Manusia Hewan Buas yang hendak mengarahkan pukulan tangannya pada penguasa, Gunung Menangis tersebut.


“Terimakasih Kanae...” Namida membatin dan mengaliri bilah pedangnya dengan tenaga dalam sebelum menebaskannya ke arah puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza.


“Enam Puluh Ribu Tangisan Sang Hujan!”


Tebasan pedang Namida membentuk tebasan berwarna biru muda keputihan yang meledak ketika terkena salah satu prajurit militer Kekaisaran Rakuza. Cipratan jarum-jarum tajam dari ledakan tersebut membunuh setidaknya sembilan prajurit militer Kekaisaran Rakuza.


Namida berhenti melangkah ketika Mio berada disampingnya. Melihat Mio hendak melakukan sesuatu, Namida mundur ke belakang.


“Sisanya serahkan padaku. Aku akan menghabisi mereka dalam satu serangan ini!”


Mio mengaliri bilah pedangnya dengan tenaga dalam. Kemudian dia berlari dengan cepat melesat ke arah prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang menatapnya dengan wajah yang dipenuhi keringat dingin.


“Tebasan Pembelah Air Terjun!”


Tebasan pedang Mio membentuk retakan di udara yang berwarna biru. Luapan ledakan dari retakan berwarna biru itu membuat sepuluh prajurit militer Kekaisaran Rakuza terkena tusukan pedang air yang langsung menembus jantung mereka.


Namida menggelengkan kepalanya melihat kekuatan Mio. Kemudian mereka bersama-sama bertarung untuk menghabisi Manusia Hewan Buas.

__ADS_1


“Bukankah itu terlalu sadis?” Namida memotong kaki Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Kera Merah. Sedangkan Mio memotong kepalanya.


Mio tersenyum mendengar perkataan Namida pada dirinya, “Inilah harga diri pendekar wanita...”


__ADS_2