
Beberapa saat setelah Hana mendonorkan darah Hanabi kepada Nagato. Mata Nagato mengerjap beberapa kali sebelum mendapati Litha yang sedang mendekatkan lehernya pada mulut Nagato.
“Nagato, gigit...” Litha memberi arahan kepada Nagato. Mulut Nagato terbuka pelan-pelan dan menggigit leher Litha dan menghisap darahnya. Terlihat bekas gigitan di leher putih Litha setelah Nagato selesai menghisapnya.
“Syukurlah...” Litha menyeka keringatnya. Sementara Iris, Hanabi dan Masayu mengelilingi Litha yang menyuruh Nagato menggigit lehernya.
‘Ternyata Litha mempunyai kekuatan seperti itu...’ Batin Masayu, sambil menatap Litha yang memeluk tubuh Nagato.
Sesaat setelah Nagato dan Litha bangkit. Hanabi menarik pedangnya, berjalan pergi bersama Iris menuju tempat pasukan dari Kekaisaran Kai berkumpul.
“Sial! Aku terlalu ceroboh!” Nagato memegang dada kirinya dan berjalan bersama Litha.
“Kedatangan prajurit militer Kekaisaran Kinai membuat Orochi marah dan membunuh ratusan orang dari Kekaisaran Kinai.” Masayu menjelaskan situasi pertempuran jika Kekaisaran Kai masih belum sepenuhnya kalah karena Masayu mendengar perkataan Namida dan Yamashita jika bala bantuan dari seluruh pendekar di kubu timur akan datang.
***
Prajurit militer Kekaisaran Kinai bertempur dengan prajurit militer Kekaisaran Rakuza. Walau prajurit militer Kekaisaran Kinai yang dipimpin petinggi dari Spider dan Organisasi Delapan Jari berniat menghabisi seluruh prajurit militer dari Kekaisaran Kai dan Kekaisaran Rakuza, tetapi kesempatan itu digunakan prajurit militer Kekaisaran Kai untuk membentuk formasi pertahanan di dalam kota.
Hawk, Tsumasaki dan Budou menahan gempuran pasukan militer Kekaisaran Kinai yang dipimpin tiga orang dari Organisasi Delapan Jari. Sementara itu Takatsugu memulihkan tenaganya sesaat sebelum mengubah wujudnya kembali menjadi Ushi Oni.
Sekitar lima ribu prajurit militer Kekaisaran Kinai mengepung prajurit militer Kekaisaran Kai yang membentuk formasi pertahanan.
“Hari ini adalah akhir dari Kekaisaran Kai dan Kekaisaran Rakuza. Hanya ada satu pemenang di dataran Benua Ezzo, yaitu Kekaisaran Kinai!” Salah satu anggota Organisasi Delapan Jari mengayunkan tangannya dan memberi perintah pada lima ribu pasukan militer Kekaisaran Kinai untuk menyerang.
“Serang!” Jumlah yang tidak sama. Kekuatan yang mulai melemah. Kekaisaran Kai sama sekali tidak diuntungkan. Suara senjata yang berbenturan memang nyaring, tapi masih lebih nyaring suara teriakan orang yang terbunuh dalam pertempuran itu.
Lima ribu pasukan militer Kekaisaran Kinai menjadi incaran amukan Takatsugu yang mengubah wujudnya menjadi Ushi Oni.
Mulut Takatsugu membuka, dan melepaskan angin padat yang mampu membunuh ratusan prajurit militer Kekaisaran Kinai dalam sekejap. Namun untuk menggunakan kekuatan itu, tubuh Takatsugu tidak lagi kuat seperti dulu.
Takatsugu telah mencapai batasnya dan hanya memaksakan tubuhnya. Pedang aura yang berukuran besar kembali tercipta. Takatsugu terus mengayunkan pedangnya kesana kemari untuk membunuh prajurit militer Kekaisaran Kinai sebanyak mungkin.
Bahkan prajurit militer Kekaisaran Rakuza juga menjadi korban dari serangannya. Orochi yang melihat kemarahan Takatsugu tidak terlalu mempedulikannya.
“Dia mulai kehilangan kendali...” Salah satu kepala Yamata No Orochi menyemburkan api ke arah ratusan prajurit militer Kekaisaran Kinai.
Di bawah ada Panglima Perang Nobu yang membantunya. Setelah bertarung sengit melawan Shirayuki. Kini Panglima Perang Nobu lebih memilih untuk melindungi Kaisar Orochi dan melawan pasukan militer Kekaisaran Kinai.
Bagi pihak Kekaisaran Rakuza, sekarang Kekaisaran Kai bukanlah tandingan mereka. Bahkan petinggi militer Kekaisaran Rakuza beranggapan bisa membunuh pendekar yang bersatu maupun prajurit militer Kekaisaran Kai kapan saja.
Musuh yang mereka waspadai sekarang adalah prajurit militer Kekaisaran Kinai yang berjumlah tiga puluh ribu. Kedatangan mereka tidak terduga. Dengan melewati Provinsi Barat dan langsung menuju perbatasan Kerajaan Sihir Azbec, prajurit militer Kekaisaran Kinai bergerak mengikuti rute aman yang diberikan oleh Gore.
Salah satu anggota Organisasi Delapan Jari yang bernama Black Night menerima peta rute jalur aman tersebut. Namun dalam penyerangan ini, Black Night tidak terlibat.
__ADS_1
“Panglima Perang Nobu, manusia barbar dari Kekaisaran Rakuza.” Salah satu anggota Organisasi Delapan Jari yang bernama Blastoise menghadang Panglima Perang Nobu yang telah membunuh puluhan prajurit militer Kekaisaran Kinai.
“Kekuatan tempur milik Kekaisaran Rakuza sama seperti kami. Orang yang tidak punya bakat bela diri di paksa menjadi prajurit dan mati di medan perang ini. Lebih baik kita bekerjasama memusnahkan orang-orang dari Kekaisaran Kai yang memiliki pemahaman bela diri. Setelah itu barulah kita saling bunuh, bagaimana, Panglima Perang Nobu?!” Blastoise tersenyum tipis dan mengulurkan tangannya pada Panglima Perang Nobu.
“Bekerjasama? Aku tidak terlalu bodoh untuk bekerjasama dengan orang asing sepertimu!” Panglima Perang Nobu mengayunkan kapaknya dan membelah jalanan. Petir menyambar Blastoise.
“Orang asing? Benar juga, kami tidak mempunyai hak untuk hidup di luar benua ini. Dunia adalah tempat yang kejam. Maka dari itu, aku ingin semua orang yang hidup damai di Benua Ezzo menderita sama seperti kami!” Blastoise menembakkan peluru petir dari jari-jarinya.
Panglima Perang Nobu menghindari serangan tersebut sambil terus mengayunkan kapaknya.
Di sisi lain prajurit militer Kekaisaran Kinai terkejut ketika mereka merasa telah di atas angin. Ribuan pendekar dari kubu timur, seperti Klan Fuyumi, Klan Misuzawa, Klan Kitakaze, Klan Akatsuki, Klan Mangetsu, Klan Iwata dan Klan Agata datang sebagai bala bantuan.
Bahkan pendekar dari Air Terjun Kebenaran, Perguruan Gunung Menangis dan Kuil Matahari Baru juga mendatangkan bala bantuan.
Dibalik penyergapan serangan kejutan ini. Chosu adalah orang yang ada dibalik semua ini. Saat menyamar menjadi Kuro. Saat itu Chosu membuang nama, membuang akal sehat dan membuang perasaannya. Chosu sudah mengirim surat yang sama seperti yang dia berikan pada Klan Iwata dan Klan Agata dari jauh-jauh hari.
Kata dan Yamashita saling berpandangan, mereka berdua tidak menyangka seluruh klan dari kubu timur mengirimkan bala bantuan.
“Chosu, tidak kusangka, mereka semua telah datang...” Yamashita tersenyum tipis dan melihat secercah harapan.
“Ini adalah hal yang patut kita banggakan. Kita belum kalah sepenuhnya. Selama mata kita menunjukkan tekad yang membara.” Kata langsung memberi arahan pada pendekar Klan Agata untuk memukul mundur pasukan militer Kekaisaran Kinai.
Dalam keadaan yang putus asa itu, Emi, Namida, Hana dan Mio berdiri di depan memimpin ribuan pendekar perempuan dari empat klan. Dihadapan mereka terdapat ribuan prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan prajurit militer Kekaisaran Kinai yang sedang bertempur.
“Jurus Aura Hujan : Ombak Hujan!”
Namida dan pendekar dari Perguruan Gunung Menangis memulai serangan gabungan. Ratusan pendekar Perguruan Gunung Menangis menyemburkan air dari mulutnya. Jalanan kota dipenuhi air banjir. Tak lama air itu semakin deras ketika Mio mulai melakukan serangan gabungan susulan.
“Jurus Air : Putaran Air!”
“Jurus Air : Hembusan Air!”
Seketika serangan gabungan dari pendekar Air Terjun Kebenaran dan pendekar Perguruan Gunung Menangis mengenai tubuh ribuan prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan prajurit militer Kekaisaran Kinai.
Emi menancapkan pedangnya ke tanah dan memberi perintah pada dua ratus pendekar perempuan Klan Fuyumi, “Bekukan air yang ada di hadapan kalian ini bersama mereka semua!”
Pendekar perempuan dari Klan Fuyumi memanipulasi aura tubuhnya dan membekukan jalanan beserta air yang merupakan teknik gabungan dari Perguruan Gunung Menangis dan Air Terjun Kebenaran.
“Apa ini? Tubuhku!”
“Perempuan-perempuan itu sangat mengerikan!”
“Tanganku!”
__ADS_1
“Kakiku!”
Prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan prajurit militer Kekaisaran Kinai terkejut melihat air yang mengenai tubuh mereka membeku. Semua membeku menjadi es. Dari kaki merambat ke atas hingga ke kepala.
“Tsubomi, Kafun dan kalian semua! Nyalakan api semangat kalian dan serang mereka!” Hani memimpin pendekar dari Klan Misuzawa. Pendekar dari Klan Misuzawa menebas tubuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan Kekaisaran Kinai yang membeku.
Pendekar dari Perguruan Gunung Menangis dan Air Terjun Kebenaran juga mulai melakukan penyerangan. Serangan gabungan itu berhasil membuat Kekaisaran Kinai terkena serangan telak.
Namun peperangan ini adalah sebuah dilema besar. Walau Kekaisaran Kinai mengirimkan tiga puluh ribu orang yang tergabung dalam pasukan militer Kekaisaran Kinai. Tetapi kebanyakan dari mereka adalah penduduk biasa. Kegelapan di Kekaisaran Kinai adalah hal yang lebih besar dari Provinsi Barat, Kekaisaran Kai.
***
Di waktu yang sama.
Sore hari yang sama. Kaisar Hizen dan Satra yang telah melakukan perjalanan melewati terowongan menuju Kota Mikazuchi justru melihat pemandangan mengerikan dibandingkan dengan Ibukota Daifuzen.
Ribuan pendekar dari Perguruan Gunung Menangis, Ikatan Darah Tunggal dan Pedang Naga Sakti semua telah terbakar hidup-hidup. Pendekar yang memilih mengikuti perintah Satra mati tanpa alasan yang pasti.
“Ini seperti saat mereka membantai Klan Kagutsuchi...”Kaisar Hizen pucat pasi wajahnya melihat rumah Satra yang mewah sudah hancur.
Satra melihat sekilas makhluk yang besar dan terbang sedang menyemburkan api dari mulutnya. Bola api itu telah menghancurkan bukit beserta gunung yang ada di Kota Mikazuchi.
Asap racun juga menyebar dengan cepat. Dalam keadaan itu, Kaisar Hizen tertawa.
“Mereka akan membunuh kita semua! Kita membiarkan membantai Klan Kagutsuchi tetapi mereka datang kembali ke negeri ini untuk membantai kita!” Kaisar Hizen menjambak rambut sendiri seperti orang yang kehilangan akal sehatnya.
Kekuatan mutlak dari salah satu pasukan militer Kekaisaran Bahamut datang untuk mencari keturunan Klan Kagutsuchi dan Keluarga Prabu yang masih hidup.
Suara Auman Naga Merah menggema. Kaisar Hizen dan Satra menutup pintu terowongan. Rumah Satra sendiri telah hancur. Ratusan budak yang akan dia jual ke Kekaisaran Kinai juga telah mati.
“Vendom! Jika mereka tidak tahu apapun Keluarga Prabu! Bunuh semuanya!” Suara Naga Merah menggema. Makhluk itu berbicara pada seorang pria yang memiliki kekuatan Air Suci.
“Tuan Dragnist! Mereka tidak tahu apapun tentang Keluarga Prabu! Bahkan mereka tidak tahu keberadaan keturunan terakhir dari Klan Kagutsuchi!” Pria yang memakai masker sedang menyiksa puluhan orang dengan memberi pertanyaan.
“Bukankah kita mendapatkan informasi dari Tuan Baha Jellikoth tentang keturunan Kagutsuchi yang masih hidup! Paksa mereka untuk berbicara! Jika tidak tahu, bunuh!” Naga Merah dengan suara yang menakutkan menginjakkan kakinya yang besar menghancurkan rumah Bangsawan Seibu dan Bangsawan Seifu.
“Hei, katakan padaku. Dimana orang yang bernama Kagutsuchi berada?!” Pria bernama Vendom mencekik leher seorang pria, penduduk Kota Mikazuchi.
“Aku tidak tahu—” Belum selesai berbicara. Vendom membunuh pria tersebut.
“Sial! Mereka tidak berguna sama sekali!”
Dragnist, Vendom dan dua orang lainnya datang ke Benua Ezzo karena suatu alasan. Mereka mencari keberadaan Nagato yang merupakan keturunan terakhir dari Klan Kagutsuchi dan seorang keturunan Keluarga Prabu.
__ADS_1
Entah apa yang menjadi alasan Kekaisaran Bahamut berasumsi jika ada Keluarga Prabu yang melarikan diri ke Benua Ezzo. Namun kedatangan mereka telah membinasakan ribuan nyawa di Kota Mikazuchi.